cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 3: JUNI 2008" : 17 Documents clear
PEMBUATAN SERAT POLIESTER KEKUATAN TINGGI DAN KARAKTERISASI TERHADAP SIFAT FISIKA DAN SUPERMOLEKULERNYA Zubaidi Zubaidi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.037 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4688

Abstract

PEMBUATAN SERAT POLIESTER KEKUATAN TINGGI DAN KARAKTERISASI TERHADAP SIFAT FISIKA DAN SUPERMOLEKULERNYA. Penelitian pembuatan serat poliester kekuatan tinggi dan karakterisasinya telah dilakukan melalui modifikasi supermolekuler menggunakan pemanasan, penarikan, pendinginan mendadak. Serat poliester dengan orientasi dan kristalinitas rendah dimodifikasi dengan cara pemanasan dengan variasi suhu, penarikan dengan variasi panjang (draw ratio), pemanasan dan pendinginan mendadak serta pengulangannya untuk mendapatkan kristalinitas dan orioentasi yang berbeda. Dari hasil beberapa pengujian dapat disimpulkan bahwa gabungan perlakuan pemanasan, penarikan dan pendinginan mendadak yang dilakukan berulang pada suhu yang lebih tinggi akan menghasilkan bentuk kristalin dan orientasi yang paling tinggi. Makin tinggi kristalinitas, makin tinggi kekuatan dan kestabilan dimensinya, tetapi persen mulur cenderung berkurang.
PEMILIHAN BAHAN PEMEGANG KAWAT NIKELIN UNTUK SISTEM PEMANAS Eddy Santoso; Safei Purnama
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.201 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4727

Abstract

PEMILIHAN BAHAN PEMEGANG KAWAT NIKELIN UNTUK SISTEM PEMANAS. Pengukuran konduktivitas ionik bahan sebagai fungsi suhu dapat dilaksanakan apabila tersedia sebuah pemanas yang dibuat khusus sesuai dengan kebutuhan. Untukmenunjang penelitian tersebut dilakukan percobaan untuk mendapatkan bahan untuk pemegang elemen pemanas yang tahan suhu tinggi, mudah didapat di pasaran lokal dan diproses dengan metode cor. Pada penelitian ini telah dicoba beberapa bahan untuk pemegang elemen pemanas yaitu tanah liat, kompon gibsum, semen putih dan semen abu-abu. Hasil uji menunjukkan bahwa bahan yang baik untuk pemegang elemen pemanas kawat nikelin adalah semen abu-abu. Sistem pemanas yang dikontrol dengan suhu kontrol TZ4M-14S, telah diuji dari suhu kamar sampai 450 °C dengan ketelitian ± 0,5 °C dan sistem pemanas dapat digunakan sampai suhu maksimum 700 °C.
KARAKTERISASI FISIK LIPOSOM ASAM SALISILAT MENGGUNAKAN MIKROSKOP ELEKTRON TRANSMISI Elman Panjaitan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.693 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4702

Abstract

KARAKTERISASI FISIK LIPOSOM ASAM SALISILAT MENGGUNAKAN MIKROSKOP ELEKTRON TRANSMISI. Telah dilakukan karakterisasi fisik liposom yang diformulasikan dari asam salisilat dengan metode lapis tipis berbahan dasar lesitin kedelai dan kolesterol. Formula yang terbentuk diamati menggunakan mikroskop optik dan Transmission Electron Microscope (TEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam salisilat dapat diformulasikan dalam liposom. Kombinasi lesitin kedelai dan kolesterol (600 mg : 20 mg) merupakan formula terbaik, liposom berbentuk vesicle sferis dan berukuran 70 nm sampai dengan 800 nm.
PENGARUH IRADIASI GAMMA TERHADAP SIFAT MEKANIK KARET ALAM DAN CAMPURAN KARET ALAM-POLIETILEN VULKANISAT Sudradjat Iskandar
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.844 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4693

Abstract

PENGARUH IRADIASI GAMMA TERHADAP SIFAT MEKANIK KARET ALAM DAN CAMPURAN KARET ALAM-POLIETILEN VULKANISAT. Untuk meningkatkan kualitas karet alam dan campuran karet alam-polietilen vulkanisat, telah dilakukan iradiasi gamma. Kompon karet alam dan campuran karet alam-polietilen dibuat denganmenggunakanmesin pencampur dua roll. Bahan pencampur adalah antioksidan, antiozon, plasticizer, dan vulkanisator. Kompon karet alam dan campuran karet alam-polietilen selanjutnya divulkanisasi dan dibuat slab (benda uji) dengan menggunakan mesin pres panas dan pres dingin. Slab yang terbentuk kemudian diiradiasi dengan sinar gamma dari sumber Cobalt-60 pada dosis iradiasi 75 kGy, 150 kGy dan 300 kGy. Pengaruh iradiasi terhadap modulus 300, kekuatan tarik, perpanjangan putus dan ketahanan sobek karet alam dan campuran karet alam-polietilen vulkanisat dikarakterisasi dengan alat uji tarik strograph R1. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa modulus 300 dan kekerasan karet alamdan campuran karet alam-polietilen vulkanisat bertambah, sedangkan kekuatan tarik dan ketahanan sobeknya bertambah sampai maksimum pada dosis tertentu kemudian berkurang dengan bertambahnya dosis iradiasi. Sifat perpanjangan putus karet alam dan campuran karet alam-polietilen vulkanisat cenderung berkurang dengan bertambahnya dosis iradiasi. Kekuatan tarik maksimum karet alam dan campuran karet alam-polietilen vulkanisat dicapai pada dosis iradiasi 75 kGy. Pada dosis iradiasi 75 kGy, kekuatan tarik karet alam vulkanisat dapat ditingkatkan dari 17,6MN/m2 menjadi 21,2MN/m2, sedangkan kekuatan tarik campuran karet alam-polietilen vulkanisat sedikit meningkat dari 18,7 MN/m2 menjadi 19,4 MN/m2.
KARAKTERISASI SELULOSA MIKROBIAL YANG DIMODIFIKASI DENGAN TEKNIK KOPOLIMERISASI CANGKOK Tita Puspitasari; Cynthia Linaya Radiman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.713 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4689

Abstract

KARAKTERISASI SELULOSA MIKROBIAL YANG DIMODIFIKASI DENGAN TEKNIK KOPOLIMERISASI CANGKOK. Modifikasi kimia dan fisika polimer dapat dilakukan dengan kopolimerisasi cangkok yang diinisiasi dengan radiasi. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari morfologi dan kristalinitas kopolimer selulosa mikrobial yang dicangkok dengan asam akrilat (SM-g-AAc). Analisis struktur mikro SEM membuktikan bahwa asam akrilat mampu berdifusi ke dalam lapisan selulosa mikrobial dan mengakibatkan struktur porinya menjadi lebih rapat. Pengukuran kristalinitas menunjukkan bahwa kristalinitas selulosa mikrobial setelah dimodifikasi naik dari 50% menjadi 53%.
PENGARUH ADITIF MgO DAN PERLAKUAN PANAS TERHADAP MATERIAL ELEKTRO KERAMIK BERBASIS BETA ALUMINA (β”-ALUMINA) Ramlan Ramlan; Akmal Johan; Arsali Arsali; Bambang Soegijono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.463 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4728

Abstract

PENGARUH ADITIF MgO DAN PERLAKUAN PANAS TERHADAP MATERIAL ELEKTRO KERAMIK BERBASIS BETA ALUMINA (β”-ALUMINA). Telah dilakukan pembuatan β”-Alumina menggunakan metode metalurgi serbuk dengan paduan komposisi α-Alumina 83 %, Na2O 10 % dan variasi MgO masing-masing 5,5 %; 6,7%; 7,9 %; 8,9%dan 10%. Proses pencampuran dilakukan dengan menggerus selama 4 jam. Kemudian bahan paduan di bentuk pelet menggunakan hydroulic press dengan tekanan 3 ton. Sampel disinter pada suhu 1500 oC selama 5 jam. Untuk 7,9 % bahan diberikan perlakuan panas untuk 3 kali perlakuan panas pada suhu yang berbeda yaitu pada 1300 oC, 1400 oC dan 1500 oC. Karakterisasi meliputi analisis fasa dengan XRD, identifikasi fasa menggunakan perangkat lunak Match dan GSAS serta analisis struktur mikro dengan SEM. Hasil dari analisis fasa memperlihatkan telah terbentuknya β”-Alumina dan masih adanya β-Alumina pada semua variasi MgO yang digunakan. Dengan kata lain fasa β”-Alumina tidak terbentuk 100%. Variasi MgO juga memberikan densitas yang relatif tinggi begitu juga dengan fraksi berat. Pembentukan fasa β”-Alumina tidak mencapai 100 %, tetapi dengan penambahan MgO maka dapat diperoleh fasa stabil.
PELAPISAN PARKET BLOK JATI (TECTONAGRANDIS L.f. ) DENGAN POLIMER EPOKSI AKRILAT MENGGUNAKAN IRADIASI SINAR ULTRA VIOLET Darsono Darsono; Sugiarto Danu
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.913 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4704

Abstract

PELAPISAN PARKET BLOK JATI (TECTONAGRANDIS L.f. ) DENGAN POLIMER EPOKSI AKRILAT MENGGUNAKAN IRADIASI SINAR ULTRA VIOLET. Telah dilakukan pelapisan parket blok jati (Tectona Grandis L.f.) dengan bahan pelapis resin epoksi akrilat dengan nama komersial Laromer EA-81. Resin epoksi akrilat dipakai sebagai bahan pelapis setelah dicampur dengan monomer tripropilen glikol diakrilat (TPGDA) dan fotoinisiator Darocur 1173. Parket blok setelah dilapisi kemudian diiradiasi sinar UV dengan variasi kecepatan konveyor : 2 m/menit, 3 m/menit, 4 m/menit, dan 5 m/menit. Parameter yang diamati meliputi kilap, adesi, kekerasan, ketahanan kikis dan ketahanan terhadap bahan kimia, pelarut dan noda. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lapisan epoksi akrilat mempunyai adesi yang baik terhadap permukaan kayu, kekerasan, ketahanan kikis, kilap yang tinggi dan juga tahan terhadap bahan kimia, pelarut dan noda, kecuali terhadap natrium hidroksida 10 %. Bahan pelapis epoksi akrilat formulasi II (kandungan TPGDA 30%w/w)menghasilkan lapisan lebih baik dari formulasi I (kandungan TPGDA 20 %w/w), ditinjau dari segi penampilan, maupun sifat lapisan.
PENGARUH IRGANOK 245 TERHADAP KRISTALINITAS DAN KESTABILAN MEKANIK POLIPADUAN POLIPROPILEN-NATURAL RUBBER Mashuri Mashuri; Kristiawan Setia H; Darminto Darminto; Aloma K Karo; Sudirman Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.49 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4690

Abstract

PENGARUH IRGANOK 245 TERHADAP KRISTALINITAS DAN KESTABILAN MEKANIK POLIPADUAN POLIPROPILEN-NATURAL RUBBER. Telah dilakukan studi pengaruh irganok 245 terhadap kristalinitas dan kestabilan kekuatan tarik polipaduan polipropilen (PP)-Natural Rubber (NR) yang mengalami penjemuran selama 12 minggu di alam terbuka. Untuk mengamati peran anti oksidan dalam menghambat terjadinya reaksi oksidasi pada polipaduan PP-NR (4:1) digunakan Irganok 245 dengan konsentrasi 4%vol, 6%vol, 8%vol dan 10%vol. Polipaduan dibuat dengan metode blending pada suhu 170oC dengan rotasi 30 rpm selama 10 menit. Hasil penelitian menunjukkan irganok 245 sebagai anti oksidan tidak berpengaruh terhadap tingkat kekompakan (misibilitas) polipaduan PP-NR dan termasuk jenis immiscible blends. Konsentrasi optimal irganok 245 sebagai anti oksidan yang berperan menghambat reaksi oksidasi pada polipaduan PP-NR yangmengalami penjemuran selama 12 minggu di alam terbuka sebesar 8%vol. Polipaduan PP-NR-irganok 245 8% mengalami penurunan tensile strength sebesar 6% dan peningkatan elongation at break sebesar 50% dalam penjemuran selama 8 minggu sedangkan hingga penjemuran 12 minggu terjadi penurunan yang drastis. Kestabilan kekuatan tarik polipaduan PP-NR menjadi lebih baik dengan adanya Irganok 245 sebesar 8%vol yang ditandai dengan lambat terbentuknya cacat garis, cacat bidang dan cacat ruang serta penurunan kristalinitas yang hanya 9% pasca penjemuran selama 12 minggu
PENGARUH IRADIASI GAMMA PADA BAHAN KOMPOSIT AgI0,5 (β-Al2O3)0,5 Safei Purnama; P Purwanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.699 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4729

Abstract

PENGARUH IRADIASI GAMMA PADA BAHAN KOMPOSIT AgI0,5 (β-Al2O3)0,5. Bahan komposit (AgI)0,5 (β-Al2O3)0,5 telah dibuat dengan reaksi padatan yaitu pencampuran antara AgI dengan Al2O3. Bahan elektrolit padat di pelet dengan ukuran diameter 1,5 cm dan tekanan 5 ton. Kemudian bahan komposit (AgI)0,5 (β-Al2O3)0,5 tersebut dilakukan iradiasi sinar-γ dengan dosis 10 kGy dan 50 kGy. Setelah iradiasi, dilakukan pengukuran struktur kristal dengan teknik difraksi sinar-X, konduktivitas ionik dengan alat LCR-meter pada kisaran frekuensi 0,1 Hz hingga 100 kHz, dan diukur kekerasannya dengan alat Vickers. Pola difraksi sinar-X pada bahan komposit AgI0,5 (β-Al2O3)0,5 menunjukkan bahwa struktur campuran yang terbentuk memiliki struktur FCC dan sama dengan fasa γ-AgI, dengan parameter kisi sekitar 6,52 Å. Nilai konduktivitas bahan campuran (AgI)0,5 (β-Al2O3)0,5 sebelum iradiasi berkisar antara 0,11 x 10-5 S/cm hingga 0,13 x 10-5 S/cm, sedangkan sesudah iradiasi adalah sekitar 0,31 x 10-6S/cmhingga 0,61 x 10-6S/cm.
PENGARUH pH TERHADAP DEGRADASI HIDROLITIK BENANG BEDAH SINTETIS BERBASIS POLI(GLIKOLAT-KO-LAKTAT) Sudaryanto Sudaryanto; Irhamni Irhamni; Siti Wardiyati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.584 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4686

Abstract

PENGARUH pH TERHADAP DEGRADASI HIDROLITIK BENANG BEDAH SINTETIS BERBASIS POLI(GLIKOLAT-KO-LAKTAT). Telah dilakukan studi in vitro tentang pengaruh pH terhadap proses degradasi hidrolitik benang bedah sintesis berbasis kopolimer poli(glikolat-ko-laktat). Pengujian dilakukan dengan cara inkubasi dalamlarutan penyangga dengan nilai pH 4, pH 7 dan pH 10 selama beberapaminggu pada suhu 37 oC. Perubahan strukturmikro dan morfologi diamati dengan peralatan Scanning Electron Microscope (SEM), dan X-Ray Diffraction (XRD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan degradasi hidrolitik benang bedah dipengaruhi oleh kondisi pH lingkungan, yang mana semakin tinggi pH semakin cepat proses degradasi. Pada pH 4 proses degradasi benang bedah tampak nyata setelah inkubasi selama 9 minggu sedangkan pada pada pH 10 setelah 4 minggu. Proses degradasi diiringi dengan kenaikan kristalinitas benang yang tampak nyata terutama pada pH 4.

Page 1 of 2 | Total Record : 17


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue