cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016" : 7 Documents clear
Dinamika Fosfat Pada Aplikasi Kompos Jerami-Biochar dan Pemupukan Fosfat Pada Tanah Sawah Dr. Ania Citraresmini, MP; Taufiq Bachtiar
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.012 KB) | DOI: 10.17146/jair.2016.12.2.3547

Abstract

Produktivitas tanah ditentukan oleh karakteristik tanah, yang terdiri dari sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Keterkaitan di antara ketiga sifat tersebut dapat diwakili oleh satu indikator yaitu kandungan karbon dalam tanah.Salah satu dampak dari pemenuhan kebutuhan bahan organik tanah adalah terpenuhinya kebutuhan unsur hara, terutama hara utama yang menjadi pembatas pada pertanaman padi sawah. Dalam hal ini unsur hara P menjadi faktor pembatas, karena seringkali berada dalam jumlah berlimpah namun dalam bentuk yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Percobaan dilakukan dengan tujuan mempelajari dampak aplikasi bahan organik kompos jerami yang diintegrasikan dengan Biochar, terhadap ketersediaan hara P pada tanah sawah. Interaksi kompos jerami+Biochar dengan inokulan BPF dan sumber-sumber P menjadi rancangan perlakuan yang diujikan dalam percobaan. Disain percobaan menerapkan rancangan acak kelompok dengan pola faktorial, menetapkan dosis aplikasi kompos jerami+Biochar sebagai taraf pertama yang terdiri dari 5 taraf level : 0; 1; 2; 3; 4 t ha-1. Faktor kedua adalah sumber P, yang terdiri dari 5 taraf level : tanpa fosfat (p0); 100 kg ha-1 pupuk SP-36 (p1); fosfat alam pada dosis 163 kg ha-1 (p2); inokulan BPF pada dosis 2 kg ha-1 (p3); dan fosfat alam berinokulan BPF (p4). Percobaan dilaksanakan di rumah kaca kebun percobaan PAIR – BATAN, Jakarta, pada bulan Maret 2014. Dinamika P akibat perlakuan yang diujikan, digambarkan dari hasil penelusuran menggunakan radioisotop 32P aktivitas 30 mCi melalui serapan P pada tanaman padi varietas Sidenuk. Hasil percobaan menunjukkan perlakuan yang diberikan menyebabkan perbedaan signifikan pada respons kandungan C-organik tanah, jumlah populasi BPF, cacahan 32P tanaman dan serapan P dari berbagai sumber di dalam tanaman padi.
Pendugaan Ragam Genetik dan Heritabilitas Karakter Agronomi Gandum Hasil Tiga Perlakuan Teknik Iradiasi Sinar Gamma Wijaya Murti Indriatama; Trikoesoemaningtyas Trikoesoemaningtyas; Syarifah Iis Aisyah; Soeranto Human
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.463 KB) | DOI: 10.17146/jair.2016.12.2.2861

Abstract

Teknik iradiasi sinar gamma dapat meningkatkan frekuensi dan memperluas spektrum mutasi makro namun belum banyak dikaji pengaruhnya terhadap mutasi mikro pada karakter kuantitatif dalam populasi termutasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perlakuan teknik iradiasi terhadap keragaman genetik dan heritabilitas karakter agronomi gandum pada generasi M2. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai November 2014 di kebun percobaan Cibadak, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian, Kementerian Pertanian. Benih tiga galur gandum (F-44, K-95 dan WL-711) diberikan perlakuan tiga teknik iradiasi sinar gamma (akut, terbagi dan berulang). Generasi M1 ditanam secara bulk di lahan dan dipanen secara individu. Sebanyak 75 malai tiap kombinasi perlakuan ditanam satu baris per malai sebagai generasi M2 dan diamati karakter agronominya. Perlakuan teknik iradiasi sinar gamma menginduksi perluasan nilai kisaran semua karakter agronomi populasi M2. Teknik iradiasi terbagi mampu menginduksi nilai rataan yang lebih tinggi dengan kisaran yang lebih luas pada karakter panjang malai dan jumlah spikelet per malai dibanding teknik iradiasi yang lain. Teknik iradiasi terbagi dan berulang menghasilkan ragam yang lebih besar dibanding iradiasi akut pada karakter hasil biji per tanaman. Karakter agronomi jumlah anakan produktif, bobot malai, bobot biji per malai dan bobot biji per tanaman pada populasi M2 hasil induksi tiga teknik iradiasi memiliki heritabilitas yang tinggi. Tiga teknik iradiasi menginduksi perluasan keragaman genetik semua karakter agronomi populasi M2 yang diamati kecuali tinggi tanaman. Kata kunci : iradiasi akut, iradiasi terbagi, iradiasi berulang, mutasi mikro
Keseragaman Dalam Galur dan Keragaman Antar Galur Padi Mutan M5 Berbasis Iradiasi Varietas Lokal Kalimantan Selatan Raihani Wahdah; Gusti Rusmayadi; Rahmi Zulhidiani
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.166 KB) | DOI: 10.17146/jair.2016.12.2.1602

Abstract

Keseragaman dalam Galur dan Keragaman antar Galur Padi Mutan M5 Berbasis Irradiasi Varietas Lokal Kalimantan Selatan. Preferensi petani lahan rawa terhadap padi varietas lokal tinggi, namun varietas lokal berumur panjang dan hasilnya rendah, sehingga perlu perbaikan varietas lokal.  Penelitian ini merupakan bagian kegiatan perbaikan padi varietas lokal untuk menghasilkan galur-galur harapan berumur pendek-sedang, sedangkan butir gabah yang ramping dan pera tetap dipertahankan.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keseragaman dalam galur  dan keragaman antar galur M5.  Penelitian dilaksanakan di Sawah Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat sejak Maret - September 2014. Penelitian menggunakan 300 galur terpilih tanpa ulangan.  Keseragaman dalam galur dianalisis dengan membandingkan ragam masing-masing galur mutan  dengan ragam tetuanya.  Keragaman antar galur dilakukan dengan membandingkan ragam semua galur  dengan tetuanya.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar galur M5 asal tetua Siam Harli dan Siam Kuatek  sudah seragam, sedangkan ragam galur tetua Siam Harli dan Siam Kuatek tidak berbeda nyata dengan galur-galur M5, tetapi  sebagian galur tetua asal Siam Harli maupun Siam Kuatek lebih baik  daripada tetuanya, sehingga berpeluang untuk memilih galur-galur yang lebih baik daripada tetuanya.
Studi Karakteristik Air Tanah Daerah Nganjuk Jawa Timur Dengan Isotop Alam Satrio Satrio; Bungkus Pratikno; Paston Sidauruk
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.638 KB) | DOI: 10.17146/jair.2016.12.2.3545

Abstract

Telah dilakukan penelitian air tanah di daerahNganjuk, Jawa Timur Dengan isotop alam 14C, 18O dan 2H. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sejumlah sampel air tanah yang berasal dari sumur bor milik PDAM Kabupaten Nganjuk di beberapa lokasi untuk kemudian dilakukan analisis konsentrasi isotop alamnya di lab Hidrologi – PAIR BATAN Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik air tanah di daerah Nganjuk berdasarkan konsentrasi isotop alamnya.Berdasarkan hasil analisis isotop alam18O,2H dan 14C secara umum air tanah PDAM Kabupaten Nganjuk diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu grup-1 (PDAM: Trunojoyo, Kutorejo, Godean), air tanah dengan konsentrasi isotop alamd18O dan d18H paling miskin, yaitu antara -7,60 o/oo hingga -6,67 o/oo untukd18O dan -45,0 o/oo hingga -44,3 o/oountuk d18H. Air tanah PDAM Godean mengindikasikanoxygen-shiftingdan menghasilkan umur air tanah paling tua, yaitu sekitar 5517 tahun BP. Ketiga air tanah ini diperkirakan berasal dari daerah resapan di lereng Gunung Wilisyang terletak di selatan. Grup-2, yaitu air tanah PDAM Rejoso, memiliki konsentrasi isotop alam d18O dan d2Hyang lebih kaya dibandingkan air tanah grup-1 yang mengindikasikan letak elevasi daerah resapannya lebih rendah dari grup-1 dan diperkirakan berasal dari lereng Gunung Pandan yang terletak di utara dengan hasil isotop alam 14C berumur lebih muda, yaitu sekitar 411 tahun BP. Grup-3, yaitu air tanahPDAM Gondang dengan karakter sebagai air tanah yang mengalami evaporasi atau interaksi dengan air permukaan dan indikasi ini diperkuat dengan data isotop alam 14C yang berumur Modern.
Evaluation of Peripheral Blood Lymphocytes Proliferation in Botteng Village, Mamuju Inhabitants Using Binucleate Index Dwi Ramadhani; Sri Sardini; Masnelli Lubis; Mukh Syaifudin
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.592 KB) | DOI: 10.17146/jair.2016.12.2.3564

Abstract

Botteng Village in Mamuju, West Sulawesi was known for the high natural background radiation exposure. Botteng Village inhabitants exposed to high natural radiation in their daily life. Radiation exposure can inhibit the mitosis mechanism at various phases. Our previous study revealed that mitotic and nuclear division indexes in Botteng Village inhabitants were lower compared to control samples. To validate our previous study results here we evaluate the binucleate index in peripheral blood lymphocytes of Botteng Village inhabitants. Blood samples were collected from thirteen healthy adult subjects in Botteng Village and thirteen healthy adult subjects in normal background radiation area. Binucleate index was calculated as the proportion of binucleated cell (BNC) in 500 cells for each sample. Our study showed that the BI in Botteng Village was higher compared to control group (23.58 ± 9.60 vs 23.47 ± 6.24). Statistical analysis revealed that the different was not significant (p=0.973). It is possible that the small sample numbers used in this study were not adequate to represent the BI value in Botteng Village inhabitants. This study also showed that there was insignificant difference of BI in respect to gender and age for all samples. Further study using larger sample number should be conducted to ensure the possibility of BI to evaluate the effect of chronic low radiation dose exposure on lymphocytes proliferation.
PERBAIKAN PEMULIAAN MUTASI PADA TANAMAN KAPAS (Gossypium hirsutum.L) Lilik Harsanti, S.Si
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.004 KB) | DOI: 10.17146/jair.2016.12.2.3225

Abstract

PERBAIKAN PADA TANAMAN KAPAS DENGAN PEMULIAAN MUTASI (Gossypium hirsutum.L). Kapas  memiliki potensi yang besar untuk dibudidayakan dan dikembangkan di Indonesia karena memiliki daya adaptasi yang luas, produktivitas tinggi, efisien dalam penggunaan input perkebunan, relatif tahan terhadap hama dan penyakit tanaman. Secara umum tanaman kapas merupakan tanaman industri penghasil serat yang penting dalam industri bahan pakaian. Sentra penanaman kapas telah lama dikenal dan ditanam oleh petani khususnya  di Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB, Sulawesi selatan dan sulawesi  tenggara biasanya ditanam setelah pemanenan padi sawah. Galur-galur mutan yang berasal dari kultur jaringan embrio aksis kapas varietas NIAB-999 yang diiradiasi gamma 60 Co, dengan dosis 20 gray digunakan dalam percobaan ini. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Citayam menggunakan rancangan Acak Kelompok dengan ulangan 5 kali.Kedua galur ditanam pada plot yang berukuran 8 x 7 M2  dengan jarak tanam 10 x 100 cm dan menggunakan varietas: Kanesia 15, Karisma sebagai pembanding. Parameter yang diamati adalah umur tanaman, tinggi tanaman, jumlah cabang generatif, jumlah boll perpohon dan berat kapas per biji perpetak/produksi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman galur mutan CN 2A merupakan hasil terbesar hasil berat kapas per biji perpetak perkilogram yaitu 6,300 kg jika dibandingkan dengan kontrol nasional (Kanesia 15 dan varietas Karisma) serta kontrol induk NIAB 999. Pengujian Mutu Serat di Balai Besar Tekstil Bandung Sedangkan untuk kekuatan serat  CN4A (29,7 (g/tex) masih tinggi hasilnya dibandingkan dengan Karisma (29,7 g/tex) dan Kanesia 15 (29,00 g/tex). Untuk kehalusan serat  CN4A (5,3 micron) dan yang terendah NIAB 999 (4,9 micron) masih unggul dari kontrol nasional Kanesia 15 (5,2 micron). Demikian juga dengan keseragaman serat yang tertinggi CN2A (8,6 %) sedang kontrol nasional Kanesia 15 (83,7%) keseragaman serat dari keempat jenis kapas yang diuji cukup baik yaitu di atas 80 %. Pengujian Penyakit di Hama Penyakit di BALITTAS Malang dengan uji hasil utk mortalitas larva Helicoverpa amigera setelah mengkonsumsi daun kuncup bunga dan daun buah muda yang Pada hari ketiga umumnya larva masih hidup100%, kecuali pada varietas Kanesia 15 terjadi kematian larva 8%. Pada hari ketujuh kematian larva 15-37% dan hari kesebelas kematian larva mencapai 39-57%.  Mortalitas larva hari ketujuh dan kesebelas,  tidak berbeda nyata pada semua galur harapan dan varietas kontrol nasional kanesia 15, Kanesia 10 dan Karisma.
Aplikasi Isotop Alam untuk Pendugaan Daerah Resapan Air Bagi Mataair Di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat iffatul izza siftianida; Agus Budhie Wijatna; Bungkus Pratikno
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2016.12.2.2274

Abstract

Mataair sebagai sumber airtanah di Kecamatan Cijeruk dimanfaatkan oleh warga sekitar maupun perusahaan air. Pemanfaatan air yang berlebihan menyebabkan terjadinya kekeringan air selama musim kemarau. Perlu adanya konservasi pada daerah resapan air bagi mataair di Kecamatan Cijeruk untuk menjaga ketersediaan air di mataair agar mencukupi permintaan air. Penentuan titik lokasi daerah resapan dan analisis kimia airtanah perlu dilakukan untuk memberi informasi yang diperlukan dalam pelaksanaan konservasi pada daerah resapan mataair. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan: (1) menentukan asal usul dan genesis airtanah, (2) menentukan daerah resapan air bagi mataair, (3) mengetahui fasies airtanah, dan (4) mengetahui kualitas airtanah.Pengambilan sampel dilakukan di Kecamatan Cijeruk, dengan mengambil sampel airtanah yang berasal dari 10 lokasi sumber mataair yang digunakan oleh perusahaan air dan warga pada bulan Mei 2015. Rasio isotop D dan  pada sampel air diukur dengan liquid water stable isotope analyzer LGR DLT-100 untuk menentukan genesis airtanah dan daerah resapan mataair. Analisis hidrokimia untuk mengetahui fasies dan kualitas airtanah. Parameter kimia yang digunakan adalah pH, Daya Hantar Listrik (DHL), Total dissolved Solid (TDS), dan ion mayor.Hasil penelitian menunjukan: (a) mataair berasal dari beberapa sumber yaitu air hujan dan airtanah, (b) daerah resapan CJR01, CJR02, CJR03, dan CJR04 berada pada elevasi 1988 – 2055 m.dpl, (c) daerah resapan CJR06 dan CJR09 pada elevasi 1379 – 1430 m.dpl, (d) daerah resapan mataair CJR07 dan CJR08 pada elevasi 811 – 836 m.dpl, (e) daerah resapan CJR05, dan CJR10 masing – masing berada pada elevasi 1475 mdpl, dan 1932 m.dpl, (f) fasies airtanah tergolong dalam fasies Mg-HCO3 (magnesium bikarbonat), dan (g) kualitas airtanah merupakan air tawar segar (fresh water).Kata kunci: deuterium, oksigen-18, resapan air, fasies, kualitas, airtanah. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7