cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2006): Desember 2006" : 5 Documents clear
PERTUMBUHAN PROTOZOA DALAM CAIRAN RUMEN KERBAU YANG DISUPLEMENTASI TANIN SECARA IN VITRO Irawan Sugoro; I. Yunianto
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 2, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.146 KB) | DOI: 10.17146/jair.2006.2.2.573

Abstract

Tanin merupakan senyawa antinutrisi yang dapat digunakan untuk meningkatkan protein by pass ternak ruminansia. Sumber tanin yang digunakan adalah serbuk daun akasia Acacia mangium. Kadar tanin diukur dengan metode presipitasi 125I-BSA dan kadar tanin yang terukur adalah 9,02 ± 1,02 %. Pengujian dilakukan secara in vitro dengan menggunakan cairan rumen kerbau. Perlakuan berdasarkan konsentrasi tanin yang terukur, yaitu A (1,25%); B (2,5%) dan C (5%) serta Kontrol (0%) . Hasil percobaan menunjukkan bahwa suplementasi tanin dapat menurunkan jumlah total sel protozoa dalam cairan rumen kerbau secara in vitro dan penurunan jumlah total sel protozoa paling tinggi dicapai oleh suplementasi serbuk daun akasia dengan kadartanin 2,5 %. Komposisi jenis protozoa menurun pada seluruh perlakuan and viabilitas populasi protozoa menunjukkan terdapat sembilan jenis protozoa yang viabilitasnya yaitu Dasytricha ruminantium, Entodinium ecaudatum f. caudatum, Ostracodinium mammosum, Elytroplastron bubali, Entodinium nanellum, Charoninventriculi, Entodinium rostratum, Ostracodinium bubali dan Metadinium medium.
PENELITIAN POLA STRATIFIKASI AIR WADUK JATILUHUR DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PERUNUT ISOTOP ALAM Paston Sidauruk; Alip .; Bungkus Pratikno
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 2, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.599 KB) | DOI: 10.17146/jair.2006.2.2.568

Abstract

Penyelidikan pola stratifikasi waduk Jatiluhur telah dilakukan dengan menggunakan teknik perunut isotop alam yang ditunjang dengan parameter insitu seperti kadar oksigen terlarut dan suhu air waduk. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan contoh air pada kedalaman yang berbeda pada dua periode yaitu pada bulan Juli 2004 dan September 2004. Untuk setiap contoh yang diambil, pengukuran parameter suhu dan oksigen terlarut dilakukan secara insitu sedangkan analysis kelimpahan relatif Oksigen-18 daricontoh dilakukan di laboratorium PATIR-BATAN di Jakarta. Hasil penelitian baik dari isotop alam maupun parameter suhu dan oksigen terlarut menunjukkan adanya stratifikasi pada air waduk khususnya di daerah bagian tengah waduk yang kedalamannya > 16 m. Hal ini dapat dilihat dari besaran parameter suhu, oksigenterlarut dan kelimpahan relatif oksigen-18 dan variasinya sebagai fungsi kedalaman. Dari dua kali pengamatan yang dilakukan, besaran parameter yang diamati sebagai fungsi kedalaman menunjukkan pola yang sama yaitu terjadinya penurunan suhu,oksigen terlarut maupun kelimpahan relatif oksigen-18 dengan bertambahnya kedalaman. Namun karena keterbatasan alat pengambil contoh air yang digunakan dan waktu pengamatan, lapisan stratifikasi epilimnion, methalimnion, dan hypolimnion tidak dapat diidentifikasi secara jelas.
PRINSIP DASAR PENERAPAN TEKNIK SERANGGA MANDUL UNTUK PENGENDALIAN HAMA PADA KAWASAN YANG LUAS Singgih Sutrisno
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 2, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.249 KB) | DOI: 10.17146/jair.2006.2.2.572

Abstract

Teknik Serangga Mandul (TSM) adalah suatu teknik pengendalian hama yang relatif baru, potensial, dan kompatibel dengan teknik lain. Teknik ini meliputi iradiasi koloni serangga di laboratorium dengan sinar γ, n atau x, kemudian secara periodik dilepasdi lapang sehingga tingkat kebolehjadian perkawinan antara serangga mandul dan serangga fertil makin menjadi bertambah besar dari generasi pertama ke generasi berikutnya akibat makin menurunnya persentase fertilitas populasi serangga di lapang. Pengaruh penglepasan serangga mandul (dengan rasio 9:1 terhadap serangga jantan alami dan potensi reproduksi setiap ekor serangga betina induk pada tiap generasi menghasilkan keturunan 5 ekor serangga betina) terhadap model penurunanpopulasi serangga didiskusikan secara konseptual. Dari generasi induk sebanyak satu juta ekor serangga betina menurun menjadi 26.316 ekor, 1.907 ekor, 10 ekor, dan 0 (nihil) berturut-turut pada generasi keturunan ke pertama ,kedua, ketiga dan yang keempat .Selanjutnya apabila teknik jantan mandul dipadukan dengan teknik kimiawi (insektisida) dengan daya bunuh 90 % menjadi bertambah efektif dibandingkan hanya dengan penerapan teknik jantan mandul saja. Dari populasi serangga satu juta ekor pada generasi I menurun menjadi 2.632 , 189, dan 0 ekorberturut-turut untuk keturunan I,II, dan III. Pada Lepidoptera ditemukan adanya fenomena kemandulan yang diwariskan (inherited sterility). Kemandulan yang diwariskan kepada keturunan pertama, menurut Knipling (1970) disebabkan olehterjadinya translokasi kromosom pada gamet. Pada individu yang heterozygot akan mati dan individu yang homozygot masih dapat hidup. Fenomena kemandulan bastar antar spesies pertama kali ditemukan oleh Laster (1972) pada perkawinan antara Heliothis virescens (F) jantan dan Heliothis subflexa Guenee betina. Ngengat jantan keturunan pertama dari hasil perkawinan antara H. virescens dan H. subflexa menjadi mandul dan yang betina tetap fertil. Bila ngengat betina keturunan pertama ini dikawinkan secara back cross dengan H. virescens jantan maka kejadian akanberulang kembali yaitu keturunan yang jantan mandul dan yang betina fertil (F2) jantan menjadi mandul dan yang betina fertil).
DISTRIBUTION OF NATURAL AND ANTHROPOGENIC RADIONUCLIDES IN SURFICIAL SEDIMENTS OF JAKARTA Ali Arman Lubis
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 2, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2006.2.2.570

Abstract

The concentration and distribution of natural and anthropogenic radionuclide in surficial sediments of Jakarta Bay were investigated with the aim of evaluating its level and environmental radioactivity. Sediments were sampled in 30 locations using Smith-McIntyre Grab sampler. Sediments were dried, homogenized and sealed for 1 month for equilibration and for the detection, analysis and data acquisition, a high purity germanium (HPGe) detector coupled with a high resolution multichannel analyzer (MCA) was used. Additionally, the grain sizes were analyzed by means of hydrometer. The result shows that the specific activity of 238U, 226Ra, 232Th, 40K and 137Cs range from 6.71±1.01 Bq/kg to 28.63±4.29 Bq/kg, 6.46±0.97 Bq/kg to 28.21±4.23 Bq/kg, 16.62±2.49 Bq/kg to 40.46±6.07 Bq/kg, 115.80±12.16 Bq/kg to358.69±30.49 Bq/kg, and 0.03±0.01 Bq/kg to 1.99±0.34 Bq/kg with the average value are 12.83±2.11 Bq/kg, 12.03±1.98 Bq/kg, 26.55±4.36 Bq/kg, 235.55±19.37 Bq/kg, and 0.77±0.13 Bq/g, respectively. It shows that the activity of radionuclides in the research area are in natural level and the variation may be influenced by the grain size distribution in the sample. The absorbed dose rate and radium equivalent of gamma radiation was estimated to be 32.06±7.72 nanoGrey/h and 68.14±11.20Bq/kg, respectively.
USING THE N-15 METHOD TO DETERMINE N-SOIL, N-GREEN MANURE, AND N-UREA AVAILABILITY AFTER SIX SEASONS IN AN ALLEY CROPPING SYSTEM Elsje L. Sisworo; Haryanto .; Ania Citraresmini
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 2, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2006.2.2.571

Abstract

Nitrogen (N) is the most important nutrient for crop growth and production. This study was conducted to determine whether in each of six seasons and after these seasons the N-soil, N-green manure, N-green manure + urea, and N-urea is still available for crops. Upland rice and corn were planted successively for six seasons. In each season upland rice and corn were planted andapplied with N-fertilizers at rate of: control (0N), N1 (100% green manure), N2 (50% green manure + 50% urea), N3 (100% urea). N-15 labelled urea was added at each season to determine the A-value of the crops. In each seasons it was shown that crops used N-soil as well as N-fertilizer. With the increase of the availability of N-fertilizers the use of N-soil decrease and so couldpreserve N-soil. With preservation of N-soil it could be assumed that soil quality has increased. The N-15 method could be used to determine the availability at each fertilizer rate’s in each season and at the end of the sixth season.

Page 1 of 1 | Total Record : 5