cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013" : 7 Documents clear
Studi Intervensi Pangan Olahan Siap Saji Steril Iradiasi pada Residen Rehabilitasi Narkoba. Bona Simanungkalit; Zubaidah Irawati; Carmen M. M. Siagian; Lucy Widasari
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.913 KB) | DOI: 10.17146/jair.2013.9.1.1200

Abstract

Penurunan daya imun tubuh dapat terjadi akibat malnutrisi kurangnya unsur makro dan mikro nutrien yang berfungsi sebagai faktor primer dalam meregulasi respon imun seseorang. Fenomena tersebut banyak dijumpai pada pasien immunocompromised seperti penderita HIV yang dikenal sebagai Nutritionally Acquired Immune Deficiency Syndromes (NAIDS). Salah satu upaya untuk memperbaiki status gizi pada pasienimmunocompromised adalah memberikan makanan bermutu tinggi yang dapat meningkatkan status imun, sehingga menurunkan angka morbiditas dan mortalitasnya. Jenis pangan olahan siap saji yang steril, aman dan bermutu tinggi dengan komposisi nutrisi lengkap dan citarasayang cukup baik, merupakan produk pangan yang dapat diberikan. Proses sterilisasi dengan menggunakan teknologi radiasi pengion pada bahan pangan merupakan salah satu sarana untuk mengeliminasi bakteri patogen sekaligus mengawetkannya tanpa merusak kecukupan gizi yang terkandung di dalamnya. Lauk bermutu tinggi berbasis protein dan lemak yang berasal dari ikan, daging sapi dan daging ayam yang di i radia s i dengan dosis 45 kGy dalam bentuk pepes ikan mas, pepes ikan teri, semur daging sapi, rendang daging sapi, dan berbagai ayam olahan seperti bumbu kuning, bakar dan manis diberikan selama 21 hari kepada residen UPT Terapi dan Rehabilitasi (UPT T & R) Badan Narkotika Nasional (BNN). Kegiatan yang dilakukan pada penelitian ini meliputi seleksi responden yang terdiri dari evaluasi kesediaan untuk berpartisipasi, kriteria inklusi, dan uji darah responden di laboratorium yang dilakukan sebelum dan sesudah mengkonsumsi pangan olahan siap saji steril tersebut. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa berbagai jenis pangan olahan siap saji dalam kemasan laminasi yang di vakum kemudian diiradiasi dengan dosis 45 kGy pada suhu rendah dapat meningkatkan status gizi dan status imunitas residen terseleksi sebagai penderitaimmuno compromised.
Application of N-15 Technique for Quantification of N-Fertilizer and N-Soil Uptake in Difference Maize Varieties. Nurlina Kasim
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.35 KB) | DOI: 10.17146/jair.2013.9.1.1201

Abstract

A pot study has been carried out, where thetreatments were N-fertilizers (N-F) : F0 = without N-fertilizer (F), F1 = 100% anorganic NF/ urea, F2 = 100% organic N-F, and 50% anorganic + 50% organic N-F and three maize varieties namely, var. Anoman (A), var. Lamuru (L) and var. Sukmaraga (S). An Anova was implemented to observe any difference among the treatments and their interaction (N x F) for each parameter. The parameters applied were, percentage (%) of N-F, N-soil (N-S) and N- total (N-to) the N-F, N-S, N-to uptake (mg N), and dry weight (g S for all three plant parts (stem, leaves, panicles) and the whole plant (stem + leaves + panicles). Data showed that for the percentage (%), total : N uptake, dry weight, the highest values was for F1 compared to F0, F1, F2.. Whenever differents were found in treatment and interaction ( VxF) by the parameters, it shown by the ANOVA that this was mainly due to the F treatment. The data also show that N-S uptake was much higher than the N-F uptake. It was found that although urea/anorganic fertilizer (F1) was found to give the highest values for nearly all the parameters, it used by plant expressed in percentage (%) was quite low, especially shown forthe whole plant.
Studi Penentuan Umur dan Laju Pertumbuhan Terumbu Karang terkait dengan Perubahan Iklim Ekstrim Menggunakan Sinar-X Ali Arman; Neviaty P. Zamani; Tsuyoshi Watanabe
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.399 KB) | DOI: 10.17146/jair.2013.9.1.850

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan umur dan laju pertumbuhan terumbu karang dengan sinar-X dan kaitannya dengan kejadian El-nino serta perubahan iklim di daerah Kepulauan Seribu. Sampel karang massif jenis Porites Lutea diambil secara vertikal menggunakan alat bor pneumatic diameter 5 cm. Sampel terumbu karang dipreparasi dan disinari dengan sinar-X dan dianalisis dengan software Image-J untuk menentukan umur, arah dan laju pertumbuhan linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata laju pertumbuhan terumbu karang pada tiga lokasi penelitian tidak jauh berbeda, tetapi penurunan yang lebih besar terjadi di daerah yang lebih dekat dengan daratan Jakarta. Berdasarkan analisis laju pertumbuhan dapat diidentifikasi dua kejadian El-Nino terbesar yaitu tahun 1997-1998 dan 1982-1983.
Perkembangan Pemuliaan Mutasi Tanaman Hias di Indonesia Wahyu Handayati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.498 KB) | DOI: 10.17146/jair.2013.9.1.1203

Abstract

Seiring dengan kebutuhan tanaman hias dalam negeri yang terus meningkat dan selera konsumen yang cepat berubah, pemulia dalam negeri dalam 5 tahun terakhir telah melepas sekitar 102 varietas unggul baru. Namun, hasil tersebut belum dapat mensubsitusi varietas-varietas impor. Salah satu metode untuk merakit varietas baru adalah melalui teknik mutasi. Cukup banyak kegiatan penelitian teknik mutasi pada tanaman hias telah dilakukan di Indonesia, namun belum dirancang secara komprehensif sampai menghasilkan genotip-genotip harapan yangsiap dilepas sebagai varietas unggul baru. Secara umum, kegiatan tersebut masih dalam tahapan penelitian dasar yang berkaitan dengan jenis, dosis yang paling efektif, LD50; sensitifitas bagian tanaman baik biakan in-vitro maupun in-vivo terhadap mutagen dan keragaman yang ditimbulkan pada tanaman akibat pemberian mutagen. Tanaman hias yang paling banyak diteliti adalah krisan dan mawar. Beberapa mutan telah dilepas sebagai varietas unggul nasional diantaranya Julikara, Rosanda dan Rosmarun (mawar mini); Rosma (mawar potong) dan Mustika Kania (krisan)
Pengaruh Laju Dosis Iradiasi Gamma (60Co) terhadap Senyawa Antigizi Asam Fitat dan Antitripsin pada Kedelai (Glycine max L.). Rindy Panca Tanhindarto; Purwiyatno Hariyadi; Eko Hari Purnomo; Zubaidah Irawati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.057 KB) | DOI: 10.17146/jair.2013.9.1.1199

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap pengaruh iradiasi gamma dengan berbagai laju dosis pada senyawa antigizi (asam fitat dan antitripsin) dan warna kedelai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh laju dosis terhadap penurunan konsentrasi senyawa antigizi dan warna kedelai. Sampel diiradiasi dengan laju dosis 1,30; 3,17; 5,71 dan 8,82 kGy/jam dengan waktu iradiasi bervariasi dari 0,5 jam sampai 55 jam. Sampel dianalisis kadar asam fitat dan aktivitas antitripsin, serta nilai warna L a b kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kinetika sederhana dapat digunakan untuk menjelaskan perubahan konsentrasi senyawa antigizi dan warna kedelai selama proses radiasi. Data penelitian mengindikasikan bahwa proses radiasi pada laju dosis lebih tinggi (waktu lebih pendek) lebih efektif dalam menghancurkan senyawa antigizi dibandingkan dengan proses radiasi pada laju dosis lebih rendah (waktu lebih lama). Selanjutnya, proses radiasi pada laju dosis lebih tinggi (waktu lebih pendek) juga memiliki efek yang kurang merugikan pada warna biji dan tepung kedelai dibandingkan dengan proses radiasi dengan laju dosis lebih rendah (waktu lebih lama). Temuan ini menunjukkan bahwa proses radiasi pada dosis yang sama berpotensi dapat dioptimalkan dengan pemilihan kombinasi yang paling sesuai terhadap laju dosis dan waktu iradiasi
Aplikasi Iradiasi Gamma untuk Pemuliaan Mutasi Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis Bl.) Umur Genjah. Sasanti Widiarsih; Ita Dwimahyani
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2013.9.1.1202

Abstract

Anggrek bulan merupakan puspa pesona yang populer di Indonesia. PATIR-BATAN menerapkan teknik mutasi sebagai alternatif terhadap metode persilangan untuk memperkaya keragaman genetik dalam rangka memperoleh varietas tanaman hias yang unggul. Penelitian ini dilakukan sejak bulan Januari 2011. Materi tanaman berupa plantlet kultur jaringan Phalaenopsis amabilis siap tanam dari Lab. KonservasiTumbuhan, Kebun Raya Bogor, dan diiradiasi dengan sinar gamma masing-masing dengan dosis 0, 5, 10, 15, 20, dan 25 Gy. Plantlet diaklimatisasi pada media pakis cacah steril selama 3 minggu, kemudian dipindahkan ke pot individu dan dipelihara di rumah kaca KebunPercobaan Pasar Jumat, Jakarta Selatan. Pada usia 13 bulan (Februari 2012) didapati satu tanaman dengan dosis iradiasi 25 Gy yang menunjukkan tanda-tanda pembungaan. Sekitar lima minggu kemudian, kuntum bunga mulai mekar. Warna dan bentuk bunga hampir samadengan bunga tanaman induk dengan diameter bunga 8 cm. Mengingat tanaman anggrek bulan umumnya membutuhkan waktu lebih dari dua tahun sejak masa aklimatisasi hingga memasuki masa generatif, dan khususnya genus Phalaenopsis lebih rajin berbunga di dataran tinggi, maka temuan mutan anggrek bulan berumur genjah ini merupakan indikasi yang menjanjikan. Observasi lebih lanjut masih diperlukan terhadap kestabilan karakter mutan pada generasi berikutnya.
Karakteristik Degradasi dari Biomaterial Poli- (kaprolakton-kitosan-hidroksiapatit) Iradiasi Dalam Larutan Simulated Body Fluid Yessy Warastuti; Nani Suryani; Nani Suryani Suryani
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2013.9.1.1198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik degradasi komposit poli-(kaprolakton-kitosan-hidroksiapatit) dalam larutan simulated body fluid (SBF). Membran komposit dibuat dengan metodepencampuran dan pengadukan sampai homogen menggunakan pelarut asam asetat kemudian dicetak menjadi membran tipis. Iradiasi dengan mesin berkas elektron pada dosis 0 kGy s/d 30 kGy dilakukan untuk melihat pengaruhnya terhadap karakteristik membran. Pengujianabsorpsi dalam SBF dilakukan dengan variasi waktu perendaman, dan uji degradasi dilakukan selama 0 s/d 12 minggu, sedangkan identifikasi gugus fungsi menggunakan Fourier Transform Infra Red Spectroscopy (FTIR), serta analisis struktur mikro permukaan membran kompositsebelum dan setelah perendaman dalam SBF dilakukan dengan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa absorbsi membran dalam SBF menurun karena proses iradiasi yang menyebabkan gugus NH2 yang berkontribusi pada sifat hidrofilisitas pada kitosan mengalami pemutusan. Absorbsi maksimal pada komposit III (58,2% ± 2,22) disebabkan karena komposit III memiliki konsentrasi polikaprolakton paling kecil dan kitosan paling besar, sehingga sifat hidrofobisitasnya menurun. Uji degradasi menunjukkan bahwa degradasi optimal dicapai oleh komposit III (1,3% ± 0,98) setelah 8 minggu perendaman. Hasil uji spektrum FTIR menunjukkan gabungan puncak yang khas dari bahan penyusunnya dan terbentuk spektrum spesifik untuk CO3 2- dari apatit terkarbonasi akibat perendaman dalam SBF. Hal tersebut diperkuat dari hasil uji struktur mikro dengan SEM yangmemperlihatkan adanya lapisan apatit atau endapan kalsium fosfat, berbentuk seperti jarum kecil merata pada seluruh permukaan membran. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa komposit poli-(kaprolakton-kitosan-hidroksiapatit) potensial digunakan sebagaibiomaterial.

Page 1 of 1 | Total Record : 7