cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prima Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Prima Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir, Jurnal ilmiah diterbitkan oleh Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir - BATAN Alamat Rekaksi: Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir (PRPN) - BATAN
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
PERANCANGAN TALI BAJA (SLING) CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 10 TON Syamsurijal Ramdja
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 4, No 7 (2007): Juni 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2147.422 KB)

Abstract

 ABSTRAK PERANCANGAN   TALI BAJA  (SLING) CRANE DENGAN KAPASITAS  ANGKAT  10 TON. Telah   dirancang  tali baja  (sling) yang digunakan   pada  pesawat  angkat  Crane jenis  Overhead Travelling Crane,   dengan kapasitas angkat  10 ton.  Apabila  dibandingkan  dengan jenis  tali yang lain,   tali  baja  mempunyai  beberapa  keunggulan.     Pada perancangan  ini,   pemilihan   jenis  tali baja  dan faktor  keamanan    menjadi   hal  yang   utama  dengan     berdasarkan  kepada   standar yang berlaku. Dari perancangan  yang dibuat,   maka didapatkan    spesifikasi   dan umur tali baja. Kata kunci:  tali baja, faktor ke~manan ABSTRACT THE DESIGN OF STEEL STRING CRANE WITH LIFTING   CAPAS/TY  10 TONS. The steel string (sling)  used for lift Crane of type of Overhead  Travelling Crane,   with capacities lifting   10 ton are designed.    If compared  to other string   type,   string   of   steel   have   some excellence.   At this design,  election of type of string become primary   and the factor of safety become prima facie matter with pursuant to up to date standard.   From made of design,  is hence got by specification   and age  of  steel  string. Key word:   steel string,  safety  factor.
RANCANG BANGUN MODUL ELEKTRONIK TRANSMITTER SINYAL 4-20MA UNTUK PERANGKAT ANALISIS UNSUR DENGAN TEKNIK XRF DI INDUSTRI Rony Djokorayono; Achmad Suntoro; Benawi Santosa
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 16, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.019 KB)

Abstract

Pengukuran gramatur kertas (basis weight), kelembaban (moisture), dan kadar abu (ash content) secara on-line diperlukan untuk menjamin kualitas produksi di industri kertas. Analisa unsur dengan teknik XRF (X-Ray Fluorescence) dapat diaplikasikan untuk melakukan pengukuran unsur terutama yang mempengaruhi kadar abu. Pengukuran secara on-line dan transmisi sinyal menggunakan standar industri 4-20 mA adalah suatu keharusan untuk proses pabrik kertas. Sistem on-line ini setelah diintegrasikan dengan elektronik data logger dan dedicated computer serta sistem kendali prosesnya dapat menghemat waktu dan mengoptimalkan pemakaian aditif. Data hasil pembacaan sensor dikirim menggunakan standar sinyal berbentuk pulsa yang kemudian dikonversi menjadi standar sinyal berbentuk arus 4-20 mA oleh modul elektronik transmitter sinyal 4-20 mA. Sinyal ini kemudian dikirim melalui kabel sepanjang 500 meter ke ruang kendali utama. Hasil rancang bangun modul transmitter sinyal ini telah diuji dengan kalibrator sinyal dan menghasilkan nilai penyimpangan counting rata rata sebesar +1,0 % serta koefisien linier antara input counting dengan output arus r = 0,977. Kata kunci : Transmiter_sinyal, 4-20 mA, XRF_industri, pabrik_kertas, sistim _kendali.
REKAYASA BACK UP SISTEM EXHAUST FAN Samuel Praptoyo
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 2, No 1 (2005): Desember 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1182.196 KB)

Abstract

ABSTRAKREKAYASA BACK UP SITEM EXHAUST FAN. Telah dilakukan rekayasa satu unit back up sistem exhaust fan gedung 71, agar dapat menghasilkan unjuk kerja yang optimal,  yaitu dapat beroperasinya dua unit exhaust fan secara redundansi selama 8 jam setiap hari dan dapat mensirkulasi udara yang memenuhi syarat  kesehatan.. Rekayasa  dilakukan  dengan  merubah  sistem  instalasi  listrik  dan  mekanik. Perubahan instalasi listrik dilakukan untuk menggantikan Variable Speed Control (VSC) (kondisi rusak).  Sedangkan pada sistem mekanik dilakukan perubahan dengan memperbesar diameter puley blower untuk mendapatkan rpm yang sama dengan ketika memakai fasilitas VSC. Hasil perubahan baik listrik maupun mekanik, yaitu  putaran blower ~440 rpm dengan debit 12.41 M3/dt, dan dapat dioperasikan selama 8 jam per hari, sehingga dapat disimpulkan bahwa rekayasa yang dilakukan cukup berhasil.
ANALISIS TEGANGAN TINGGI PADA PESAWAT SINAR-X Sujatno Sujatno; Sigit Bachtiar
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 8, No 2 (2011): Nopember 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.512 KB)

Abstract

ANANALYSIS OF HIGH VOLTAGE X-RAY, It has been done an analysis of the hi gh voltage  X-ray. The objective was to determi ne the characteristics and constructi on used as a generator.A tools that  used to generate a high voltage alternating low-frequency is a transformer. The high voltage transformer has  a secunder windi ngs  greater than a primer windings, so  the voltage that be  generated can reach several hundred thousand vol ts (30 kV-500 kV). To be efficient and economical,  for a high voltage 100 kV i s used several  transformers are constructed i n seri es that called a cascade. The hi gh voltage that is generated then be rectifi ed as a worki ng voltage on the tube X-rays.  Thi s vol tage will accel erate the movement of electronsproduced by the fil ament in the tube, the ki neti c energy of el ectrons  is used to strike the anode, thus producing X-rays. ANALISIS TEGANGAN TINGGI PADA PESAWAT SINAR-X, Telah dilakukan analisis terhadap tegangan tinggi  pesawat sinar-X. Tuj uannya adal ah untuk mengetahui karakteristik dan konstruksi yang digunakan sebagai pembangkit. Alat yang digunakan untuk membangkitkan tegangan ti nggi bolak bal ik frekuensi rendah i al ah sebuah transformator. Transformator tegangan ti nggi mempunyai perbandingan j uml ah lili tan sekunder  lebi h besar daripada primernya sehi ngga  tegangan yang dihasilkan dapat mencapai beberapa ratus ri bu Vol t (30 kV-500 kV).  Agar efisi en dan ekonomis maka untuk tegangan ti nggi  di atas 100 kV digunakan beberapa trafo yang diseri yang di sebut dengan model kaskade. Tegangan ti nggi yang dihasil kan trafo kemudi an disearahkan dan di catukan pada tabung sinar-X. Tegangan ini akan mempercepat gerak elektron yang dihasilkan oleh fil amen di dal am tabung,  energi  kinetik elektron  di gunakan untuk menumbuk anoda, sehi ngga menghasilkan si nar-X.
ANALISIS DOSIS RADIASI PADA KOLAM AIR IRADIATOR GAMMA 2 MCi MENGGUNAKAN MCNP Kristiyanti Kristiyanti; Edy Karyanta
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 11, No 2 (2014): November 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.878 KB)

Abstract

ABSTRAKANALISIS DOSIS RADIASI   PADA  KOLAM AIR  IRADIATOR GAMMA 2   MCi MENGGUNAKAN MCNP. Irradiator yang dikaji adalah tipe kolam menggunakan sumber radiasi Cobalt-60 (Co-60) bentuk batang pensil yang tersusun sebagai rak papan pipih. Iradiator didesain untuk aktivitas 2 MCi. Namun untuk analisis keselamatan, aktivitas yang dipertimbangkan adalah 1,5 kali atau 3 MCi. Apabila iradiator sedang tidak beroperasi sumber radiasi tersimpan dan terendam dalam   dasar kolam air yang mempunyai ukuran panjang 360 cm, lebar 280 cm dan kedalaman 600 cm. Tujuan dari analisis adalah untuk mengetahui pada kedalaman air berapa paparan radiasi sudah aman bagi operator. Metode yang digunakan adalah perhitungan dosis radiasi menggunakan program MCNP6. Dari hasil analisis didapatkan bahwa pada kedalaman - 163 cm dosis radiasi di dalam air kolam sudah mendekati nol µSv/jam. Dapat disimpulkan bahwa jika pada saat irradiator tidak beroperasi dan sumber radiasi berada di dasar kolam, maka paparan yang dihasilkan di atas kolam masih dalam batas aman bagi operator sesuai dengan ketentuan keselamatan BAPETEN.Kata kunci : irradiator, kolam air, MCNP, dosis radiasi, operator. ABSTRACTANALYSIS OF THE RADIATION DOSE OF THE 2 MCi GAMMA IRRADIATOR WATER POOL USING MCNP . The studied irradiator is wet storage type using Cobalt-60 (Co-60) as isotop source in the form of pencils arranged as flat board. The irradiatior is designed for 2 MCi activity. But for safety analysis, it must consider 1.5 times or 3 MCi.  When the irradiator is not in operation, the radiation sources are stored submerging in the pool. The pool has dimension of 360 cm x 280 cm and 600 cm in depth. The purpose of this analysis is to determine in which depth, the radiation dose is still safe. The method is to calculate the radiation dose using MCNP6 program. From the analysis it was found that at depth of 163 cm, the radiation is near zero µSv/h. It can be concluded that if the irradiator is not in operation and the Coblat source is in the bottom of the pool, then there is no significant radiation exposure on the pool surface, so that the operator will be safe complying safety regulations of BAPETEN.Key word : irradiator, water pool, MCNP, radiation dose, operator
PRARANCANGAN PENGOLAHAN LlMBAH RAOIOAKTIF PADAT OENGAN PROSES MIKROWAVE OARI PLTN TIPE PWR 1000 MW Cerdas Tarigan
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 7, No 14 (2010): Nopember 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.832 KB)

Abstract

PRARANCANGAN PENGOLAHAN LlMBAH RADIOAKTIF PADAT DENGAN PROSES MIKROWAVE DARI PLTN TlPE PWR 1000 MW Telah dilakukan prarancangan pengolahan limbah radioaktif padat dengan proses mikrowave dari PL TN 1000 MW Penelitian ini bertujuan untuk melakukan prarancangan pengolahan limbah radioaktif padat yang berupa abu insenerasi, resin penukar ion bekas, konsentrat padat dan metal sludge dengan proses mikrowave dengan cara peleburan dalam suatu melter menggunakan teknik mikrowave. Hasil reduksi volume limbah hingga 1120 kali dari volume limbah semula dan berbentuk padatan yang sangat solid sehingga mudah disimpan dan dipindahkan ketempat penyimpanan limbah. Dengan demikian bahwa pengolahan menggunakan proses mikrowave mempunyai banyak kelebihan dibandingkan proses immobilisasi dimana lebih efisien dan efektif. Dalam prarancangan instalasi pengolahan limbah radioaktif padat mikrowave ini dilakukan penyusunan konsepsual desain dan proses diagram alir prarancangan.A PRE DESIGN PROCESSING OF SOLID RADIOACTIVE WASTE USING MICROWAVE PROCESS FROM NUCLEAR POWER PLANT TYPE PWR 1000 MW A pre design processing of soli
EVALUASI TES BEBAN PONDASI BORE PILE GEDUNG IRADIATOR GAMMA KAPASITAS 2 MCI Hasriyasti Saptowati; Kukuh Prayogo; Hyundianto Arif Gunawan
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 14, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.959 KB)

Abstract

ABSTRAKTES BEBAN PONDASI BORE PILE PADA LOKASI GEDUNG IRADIATOR KAPASITAS 2 MCI, pondasi pile dipergunakan apabila tanah dasar dibawah bangunan tersebut tidak mempunyai daya dukung (bearing capacity) yang cukup untuk memikul berat bangunan dan beban diatasnya, dan juga bila letak tanah keras yang memiliki daya dukung yang cukup untuk memikul berat dari beban bangunan diatasnya terletak pada posisi yang sangat dalam. Pengetesan yang dilaksanakan pada pondasi bore pile gedung irradiator gamma kapasitas 2 mci menggunakan tes beban axial dan lateral. Tes beban ini hanya dilakukan terhadap beberapa titik yang dianggap kritis yaitu yang mempunyai beban tumpuan terbesar. Proses pengetesan beban dilakukan setelah beton berumur 28 hari. Ada beberapa jenis dan metode pengetesan, untuk kondisi pile pondasi gedung Iradiator digunakan tes axial dan lateral yang dianggap paling baik dan cocok untuk pondasi bore pile. Dari pengetesan beban ini besarnya penurunan tanah atau settlement lebih kecil dari yang diijinkan yaitu 45 mm sehingga ditetapkan sebagai kekuatan pile untuk menahan beban yang di atasnya. Semakin kecil nilai setlement berarti makin kuat daya dukung pile tersebut.Kata kunci: pile, beban, tes axial, tes lateral, penurunan tanah ABSTRACTBORE PILE FOUNDATION LOADING TEST ON IRRADIATOR BUILDING SITE CAPACITY 2 MCI, foundation pile used if the foundation soil under the building does not have the bearing capacity that is sufficient to carry the weight of the building and the load on it, and also if the location is hard ground which has a bearing capacity enough to bear the weight of the burden of building thereon situated on a very deep position. Testing conducted in bore pile foundation at irradiator gamma building capacity 2 MCI using axial and lateral load test. The load test is applied only to a few points that are considered critical one that has the greatest burden of the pedestal. The process of load testing is done after the concrete age of 28 days. There are several types and methods of testing, to the condition of the building foundation pile irradiator used axial and lateral tests are considered the best and suitable for bore pile foundation. From this load test the magnitude of the settlement is smaller than the allowable ie 45 mm so it is set as the pile strength to withstand the load on it. The smaller the value of the settlement means the stronger the bearing capacity of the pile.Key words: pile, load, axial tests, lateral tests, settlement
PIPE WALL THICKNESS CALCULATION Syamsurijal Ramdja
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 4, No 8 (2007): November 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2470.219 KB)

Abstract

ABSTRACT This paper presents the pipe wall thickness calculation of piping system. The calculation will include off-plot piping and on-plot piping system which service including produced fluid, kill water, vent, casing gas condensate and chemical feed. The pipe wall thickness will be calculated and verified for each size, service and rating. The calculation is performed generally for all quadrant of piping system. Results of the calculation will be summarized and tabulated on this report. Key word  :  wall thickness, piping  ABSTRAK Makalah ini menampilkan perhitungan ketebalan dinding dari suatu sistem pemipaan. Perhitungan ini meliputi pipa-pipa yang berada diluar plot yang berada didalam plot yang pelayanannya mencakup: penghasil fluida, air pemadam, saluran, wadah kondensat gas dan zat kimia. Perhitungan dan verifikasi dari ketebalan dinding pipa dilakukan untuk tiap ukuran, macam pelayanan dan rating. Perhitungan dilakukan pada seluruh kwadran sistem pepipaan. Hasil perhitungan akan disimpulkan dan ditabelkan pada laporan ini. Kata kunci: ketebalan dinding, pemipaan.
PEMROGRAMAN PERSAMAAN KINETIKA REAKTOR TITIK DENGAN LABVIEW Agus Cahyono; Demon Handoyo; Khairul Handono; Sapta Teguh Prasaja
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 9, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.425 KB)

Abstract

A PROGRAMMING FOR POINT REACTOR KINETIC EQUATION USING LABVIEW. Development a program package that is able to simulate nuclear reactor operation system is useful to support socialization of nuclear power plant to society. Neutronic aspect of this simulator models reactor core as a point in order to simplify simulation process of reactor dynamics. Reactor kinetic equation obtained is known as point reactor kinetics equation. This equation is the first order of simultaneous differential equation, which relates reactivity to neutron population. This paper presents a program to solve the point reactor kinetics using Taylor method. Programming language used is LabVIEW. The algorithm and block diagram of the program are outlined. The output has identified a prompt jump in neutron density at early iteration caused by fast neutron contribution. The spreadsheet EXCEL is used to conform the output of the program in LabVIEW. Both EXCEL and LabVIEW give the same results. The result of the application of the point reactor kinetics program to nuclear reactor simulator is also presented. The use of LabVIEW in programming point reactor kinetics indicates that numerical solution using Taylor method provides satisfactory results and requires relatively simple programming technique.   PEMROGRAMAN PERSAMAAN KINETIKA REAKTOR TITIK DENGAN LABVIEW. Penyiapan suatu program perangkat lunak yang dapat mensimulasikan sistem operasi reaktor nuklir bermanfaat untuk mendukung sosialisasi PLTN kepada masyarakat. Aspek neutronik program simulator ini memodelkan sistem teras reaktor sebagai suatu titik dalam rangka untuk menyederhanakan proses simulasi dinamika reaktor. Persamaan kinetika reaktor yang dihasilkan dikenal sebagai persamaan kinetika reaktor titik. Persamaan ini merupakan persamaan differensial simultan tingkat satu, yang menghubungkan reaktivitas dengan populasi neutron. Makalah ini menyajikan program penyelesaian persamaan kinetika reaktor titik dengan metode Taylor. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah LabVIEW. Algoritma dan diagram blok pemrograman disajikan. Luaran program berhasil menunjukkan adanya suatu prompt jump densitas neutron pada awal tren iterasi yang disebabkan oleh kontribusi neutron cepat. Spread sheet EXCEL digunakan untuk mengkonfirmasi luaran program LabVIEW. Keduanya memberikan luaran yang sama. Hasil aplikasi program kinetika reaktor titik ini pada perangkat lunak simulator reaktor nuklir juga ditampilkan. Pemakaian LabVIEW dalam pemrograman kinetika reaktor titik ini menunjukkan bahwa solusi numerik dengan metode Taylor memberikan hasil yang memuaskan dan memerlukan teknik pemrograman yang relatif sederhana.
PENJADUALAN PELAKSANAAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE NETWORK PLANNING (Studi Kasus pada Program Penyempurnaan dan Uji Fungsi Perangkat Brakiterapi Dosis Sedang Kanker Servik) Harno Garnito
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 10, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3588.707 KB)

Abstract

ABSTRAKPENJADUALAN PELAKSANAAN  PROYEK  MENGGUNAKAN  METODE NETWORK PLANNING (Studi Kasus pada Program Penyempurnaan dan  Uji  Fungsi   Perangkat Brakiterapi   Dosis  Sedang  Kanker  Servik).  Jadual pelaksanaan proyek yang  telah dibuat pada tahap awal, dalam perjalanannya seringkali harus mengalami perubahan. Keterbatasan sumber daya seringkali dihadapi oleh pelaksana,  sehingga pada periode tertentu beberapa aktivitas  proyek harus digeser, tetapi waktu penyelesaian proyek tidak boleh dilampaui, atau karena satu hal penyelesaian proyek harus dipercepat. Metode network planning dapat digunakan untuk mengendalikan jadual pelaksanaan proyek dengan lebih efektif. Serangkaian aktivitas untuk menyelesaikan proyek disusun membentuk suatu jaringan. Aktivitas mana saja yang  tidak  boleh  terlambat dan  mana saja yang  boleh  terlambat dengan  tenggang  waktu tertentu agar waktu penyelesaian proyek  tetap terjaga dapat ditentukan. Percepatan waktu penyelesaian proyek dilakukan pada aktivitas-aktivitas  yang berada dalam lintasan kritis,  yaitu serangkaian aktivitas dengan jumlah waktu terlama.  Pada kasus Program Penyempurnaan dan Uji Fungsi Perangkat Brakiterapi Dosis Sedang Kanker Servik, dengan melakukan percepatan pada  3  aktivitas  dari  8  aktivitas,  jadual  pelaksanaan  menjadi  lebih pendek,  yang  semula direncanakan 166 hari, menjadi 142 hari.Kata kunci :  waktu penyelesaian proyek, penjadualan, network planning, percepatan penyelesaian proyek. ABSTRACTPROJECT SCHEDULING USING NETWORK PLANNING METHOD (Case Study on  Improvement and Function Test of Medium Dose Brachytherapy Cervical Cancer Devices). Sometimes, project schedule which has been created in the early stage should be modified.  The modification is caused by resources constraint encountered by project officer, so that the schedule should be shifted but the remaining completion time can not be exceeded.  The schedule should also be modified if the completion time will be accelerated. Network planning method can be used to manage the project completion time effectively. A series of project activities are arranged in a network.  The activities that should not be delayed or may be delayed by a  certain deadline in order to maintain  the project completion time can be determined. Project completion time acceleration is carried out on the activities that laid in the critical path,  a series of activities with the longest amount of time.  In the case of Medium Dose Brachyteraphy Cervical Cancer Devices Improvement and Function Test Program Implementation, the acceleration in 3 of 8 activities, makes the schedule can be shorter from the initial planning 166 days, becomes 142 daysKey words: project completion time, scheduling, network planning, project completion acceleration.