cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prima Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Prima Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir, Jurnal ilmiah diterbitkan oleh Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir - BATAN Alamat Rekaksi: Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir (PRPN) - BATAN
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
APLIKASI ALAT PROTEKSI ARUS SISA PADA INSTALASI LISTRIK Firman Silitonga
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 5, No 9 (2008): Juni 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2546.985 KB)

Abstract

ABSTRAK APL/KASI   ALAT  PROTEKSI  ARUS  SISA   PADA  INSTALASI   L/STRIK.  Pada instalasi listrik biasanya harus dipasang a/at proteksi terhadap beban lebih dan arus hubung pendek.  Sebagai tambahan  pada  instalasi  tersebut  per/u dipasang  a/at proteksi  terhadap  arus sisa,karena   a/at proteksi  hubung  pendek  dan  beban  lebih  tidak memproteksi  arus  sisa.   Pada  suatu  instalasi listrik  perlu    terlebih  dahulu  diketahui  besarnya  arus  sisa  pada  instalasi  tersebut.  Dengan mengetahui arus sisa tersebut dapat  dipasang  a/at proteksi arus sise  sesuai.  Hal ini dilakukan agar tidak terjadi  pemutusan  listrik pada  instalasi  listrik tersebut   yang  disebabkan  oleh arus sisa  setiap  saat.   Dalam  makalah  int akan  ditunjukkan  pemasangan   a/at proteksi  arus  sisa dengan  daya  3500  VA    atau  lebih  besar  pada  sistem  TN  atau  sistem  pembumian   netral pengaman  (PNP)  dan pada  sistem  TT atau sistem pembumian  pengaman    yang  mempunyai titik netral yang dibumikan Kata Kunci:  aplikasi proteksi dan arus sisa.  ABSTRACT An aplication   of residual   current  protective   device  at electrical   installation.  In an electrical installation,   a protection  for overload  and short circuit are always to be instaled.  In addition to the installation,   it is necessary  to be installed a protection  device  for residual  current because both the  short circuit and the over.   load device  protection  will not work for the  residual current. The quantity of  the residual  current must be defined first at any electrical  installation  to define an appropriate residual current protection  so that not every residual current will break the circuit. This paper will explain a method how to install a residual protection  device for 3500 VA or more at TN and TT of earthing system. Keyword:  RApplication protection and residual current 
ANALISIS TEGANGAN PIPA GAS Kadarusman Kadarusman
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 3, No 6 (2006): November 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2337.245 KB)

Abstract

ABSTRAKAnalisis pada pipa gas yang dilaksanakan bertujuan   untuk menghitung  tegangan  (stress) yang terjadi pada pipa,  menentukan jenis  support dan thermal displacement  yang  terjadi pada pipa gas dari    metering station E 622,439.009   N 9,344,225.55    yang mana adalah pipa sambungan dari laut yang tersambung  kemetering sistem menuju ke Boiler.. Metode yang digunakan adalah dengan metode analisis dengan menggunakan  software Caesar II,  yang mana software Caesar II ini telah mengadop  variable-variabel yang dibutuhkan untuk perhitungan  analisis apabila dibandingkan  dengan  cara  manual  ketelitiannya  lebih  tinggi.  Hasil  yang  diharapkan  adalah kondisi pipa aman dari kondisi tegangan (stress},  aman terhadap gaya dan moment yang terjadi setts  thermal displacement
REKAYASA KOMPOSIT KARET ALAM Pb3O4 UNTUK PROTEKSI RADIASI NUKLIR Tri Harjanto; Sri Mulyono Atmojo
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 1, No 1 (1999): April 1999
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1642.249 KB)

Abstract

ABSTRAKREKAYASA   KOMPOSIT   KARET   ALAM   Pb304,   UNTUK   PROTEKSI   RADIASI  NUKLIR.   Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan bahan untuk proteksi   radiasi nuklir, dilakukan rekayasa komposit  karet alam fase padat dengan Pb3O4.. Proses pengolahan karet dengan metoda klasik, sehingga produsen tidak akan mengalami kesulitan memfabrikasi. Karet alam dan Pb3O4  yang telah ditetapkan beratnya dicampur dalam mesin pencampur  dan kemudian dibuat kompon..  Kompon ini kemudian divulkanisasi dengan  belerang.. Sampel yang  diperoleh  berukuran  150 x  150 x  2, 5  mm.. Pengujian daya serap menggunakan sumber radiasi gamma dan sinar-x. Daya serap ini kemudian dibandingkan dengan daya serap plat Pb tebal tertentu.. Hasil test radiasi sinar-x pada tegangan dan arus tabung:  100 kV, 200 mA adalah sebagai berikut:  komposisi 50 pphr daya serap 26,6 %,  komposisi 100 pphr daya serap 62,3 %, komposisi 150 pphr daya serap 71,4 %.. Sifat fisik:  kekerasan 43,  41,  40 shore A,  masing-masing untuk komposisi  50  pphr,   100 pphr  dan  150 pphr.. Kuat tarik masing-masing: 28,1; 26,7; 22, 9 N/mm2, perpanjangan putus: 760 %,  810 %,  840 % dan perpanjangan tetap 4.8;  5.,9; 7.. Sifat fisik ini telah memenuhi standar JIS Z 4801 tetapi daya serap terhadap radiasi sinar-x masih perlu ditingkatkan dengan cara penambahan bahanPb3O4.. 
DESAIN PINTU RUANG PESAWAT SINAR-X DARI BAHAN KOMPOSIT KARET ALAM TIMBAL OKSIDA Sri Mulyono Atmojo; Krismawan Krismawan; Abdul Jalil
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 8, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.92 KB)

Abstract

The door l eaf design for X-rays room from the composi te material of natural  rubber lead oxide has been carried out. The purpose of this desi gn i s to mastery in manufacture technology and to gain optimalizati on of fabrication proses of the composite. The design incl ude the absorption strength which is based on the compositi on of l ead oxide i n the composi te and thickness of the door leaf for X-ray by usi ng 100keV energy.Result of thi s cal culation show that X-ray door l eaf in 2 mm thi ckness can be change by the composite natural rubber lead oxide in the range 75 – 150 part perone hundred rubber composition and 3,4 – 1,85 cm thickness. The door l eaf whi ch is has 3mm thi ckness can be changed by the composite having 100 – 175 part per one hundred rubber compositi on and 3,40 – 2,5 cm thi ckness. Tel ah dil akukan perancangan pintu ruang pesawat si nar-X dari bahan komposit  karet al am timbal oksida.Tuj uan dari desain ini untuk  menguasai teknologi  dan memperol eh optimasi proses pembuatannya.Perancangan meli puti penentuan nil ai daya serap perisai yang didasarkan pada  komposisi dan ketebal an daun pi ntu perisai radiasi sinar-X memakai energi 100 keV. Hasil perhi tungan di peroleh nil ai daun pi ntu peri sai radiasi sinar-X dengan tebal 2mm dapat di ganti dengan komposi t karet al am timbal oksida komposisi antara 75phr (part per one hundred rubber)  sampai 150phr, dengan ketebalan antara 3,4cm sampai 1,85cm Untuk daun pi ntu dengan tebal 3mm, dapat diganti  dengan komposit komposisi antara 100phr sampai 175phr dengan  ketebalan antara 3,40cm sampai  2,44cm.
KALIBRASI AKUISISI CITRA PESAWAT SINAR-X PORTABLE DIG 1100 Fitri Suryaningsih; Andeka Tris Susanto
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 12, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.164 KB)

Abstract

ABSTRAKKALIBRASI AKUISISI CITRA PESAWAT SINAR-X PORTABLE DIG 1100. Radiografi digital adalah sebuah bentuk pencitraan sinar-X, dimana sensor-sensor sinar-X digital digunakan menggantikan film radiografi konvensional. Pengolahan citra secara kimiawi digantikan dengan sistem komputer yang terhubung dengan monitor atau laser printer sehingga hasil citra radiografi dapat langsung diamati serta mudah disimpan dan digunakan. Pesawat sinar X perlu dikalibrasi karena penggunaan pesawat sinar-X digital yang belum dikalibrasi menghasilkan citra yang kurang memuaskan. Karena ketika sinar-X tiba pada spesimen standar yang rata, bagian tengah akan menerima paparan yang lebih besar, sehingga pada citra yang dihasilkan, bagian tengah akan lebih terang dibanding bagian samping atau luar. Kalibrasi dilakukan untuk mengkompensasi efek ini. Dalam kegiatan kerekayasaan ini, kalibrasi dilakukan dengan akusisi dark frame tanpa menggunakan sinar-X dan akusisi bright frame dengan menggunakan pesawat sinar-X Kata kunci: kalibrasi, akuisisi, radiografi digital, sinar-X  ABSTRACTAN ACQUISITION IMAGE CALIBRATION OF THE DIG 1100 PORTABLE X-RAY EQUIPMENT. A digital radiography is a form of X-ray imaging where the digital X-ray sensors are used to replace conventional radiographic film. Chemical image processing is replaced with a computer-based image processing system which is connected to a monitor or a laser printer. The system allows the resulting radiographic image to be directly observed, and makes the image easy to store and use. The X-ray equipment used need to be calibrated prior to use since the use of uncalibrated digital X-ray equipment produces unsatisfactory images. The poor quality image is produced since when the X-ray arrives on a flat standard specimen, the central part receives a greater exposure, resulting in an image which is brighter in the center than in its edges or outer parts. The calibration is intended to compensate the effects of this variation in exposure. In this work, the calibration was performed through the acquisition of the dark frame without using x-rays and the acquisition of bright frame using the X-ray camera.Key words: calibration, acquisition, digital radiograhy, X-ray
PENENTUAN JENIS DAN TEBAL BAHAN PERISAI MENGGUNAKAN SUMBER GAMMA Cs-137 Tukiman Tukiman
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 5, No 10 (2008): Nopember 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1917.926 KB)

Abstract

ABSTRAK PENENTUAN JENIS DAN TEBAL BAHAN PER/SA/  MENGGUNAKAN SUMBER GAMMA Cs-137. Telah dilakukan penentuan jenis  bahan penahan radiasi dengan menggunakan sumber gamma Cs-137 aktivitas 74 GBq.  Pemilihan bahan perisai radiasi  diperlukan untuk mendapatkan bahan  yang  tepat,   karena  setiap  bahan  mempunyai  tebal  paruh  yang berbeda. Tebal paruh  merupakan tebal bahan yang  dapat menyerap setengah intensitas paparan radiasi sehingga paparan yang tersisa menjadi setengah dari intensitas awalnya. Sampel yang digunakan unfuk pengujian adalah beton,  kayu dan timbal dengan ketebalan bervariasi. Dari  data  percobaan dan hasil perhitungan didapatkan kesimpulan,  bahwa jenis bahan perisai dari timbal mempunyai daya serap radiasi dan nilai HVT yang tepat untuk penahan radiasi gamma : tebal paruh  timbal  0.732 cm.  Dibandingkandengan bahan   dari kayu  dengan tebal  paruh: 11. O cm dan beton  3.164 cm. Kata kunci:   Jenis bahan, tebal paruh, ,  bahan perisai.  ABSTRACTDETERMINATION OF MATERIAL AND ITS THICKNESS FOR Cs-137 GAMMA SOURCE SHIELDING. Its has been determined the shielding material and its thickness necessarily conducted due to every material will have different half-thickness characteristics, and by the selection a suitable material and its thickness  will be obtained. Half-thickness of any material is the ability of the material  at a certain thickness to absorb any radiation intensity-so that the intensity becomes half of its source. Sample materials to be used are concrete,  wood, and lead with their thickness varied. From experiment data and theoretical computation can be concluded that lead is the suitable material for shielding with the value of HVT for gamma radiation 0.732 cm. For wood and concrete will give half-thicknessof 11.0 cm and 3.164 cm respectively. Keywords: shielding  material, half-thickness, shielding
THE ADSORBER COMPONENT ADDITION IN CHEMCAD SOFTWARE FOR HELIUM PURIFICATION MODELLING AND SIMULATION Sriyono Sriyono
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 15, No 2 (2018): Nopember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.081 KB)

Abstract

THE ADSORBER COMPONENT ADDITION IN CHEMCAD SOFTWARE FOR HELIUM PURIFICATION MODELLING AND SIMULATION. Helium purification system (HPS) is an important system in RDE. This system removed dust particles and gas impurities in primary coolant of RDE. The impurities are dust carbon, N2, O2, H2, O2, CH4, CO, and CO2. One of the components which required in HPS is an adsorber. In ChemCAD software palette, adsorber component is not yet available and should be added. This paper discussed the adsorber component addition in ChemCAD. The addition is made by using Excel icon facility, while coding is made by using Visual Basic. The purpose of adding adsorber component to ChemCAD palette is it can be used for helium purification modeling. The adsorption process principle used in adsorber modeling is Langmuir method. After finishing the coding, adsorber component will be integrated into ChemCAD. This component then used for modeling and simulated the helium purification of primary coolant of RDE especially for oxygen adsorption. The simulation results are compared to SuperPro Designer modeled which is also demonstrated the same problem. The differences results of adsorber component simulation between ChemCAD and SuperPro Designer did not more than 0.02%. It can be concluded that the adsorber component which is added to the ChemCAD is valid so it can be used to simulate the helium purification system in RDE.
RANCANGAN MODUL RENOGRAF MENGGUNAKAN DETEKTOR Nal(Tl) BERBASIS KOMPUTER Joko Sumanto
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 4, No 7 (2007): Juni 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3584.077 KB)

Abstract

ABSTRAK RANCANGAN  MODUL RENOGRAF MENGGUNAKAN   DETEKTOR Nal (TI)  BERBASIS KOMPUTER..  Renograf  adalah  alat di bidang  kedokteran  untuk periksa  fungsi  ginjal  dengan teknik  nuklir.   Telah  dirancang  modul  renograf   add-on   card  ISA  yang  dapat  menggunakan detektor  Nal(TI).   Modul ini dirancang  dengan   spesifikasi:   berbentuk  add-on  card standart  ISA bus,  catu daya detektor dapat diatur 400 Vdc hingga 1000 Vdc pada beban 2MW,  masukan catu daya rendah +12,  +5, ground, masukan dua buah detektor  Nal(TI), dua buah pencacah  masing- masing   16  bit,     kompetibel  dengan  perangkat   lunak   yang  ada  yaitu  reno98,   Reno2001, Reno2002 dan renoXp. Modul ini dirancang sederhana dan praktis namun cukup memadai. Kata kunci:   Renograf, Add-on Card ISA  ABSTRACT THE  DESIGN   OF  COMPUTER   BASED  RENOGRAPH   MODULE   USING  Nal(TI). Renograph  is a  nuclear  medical instrument  to check the function of kidney. A Renograph Add- on card ISA-bus module  has been design using a Na(TI).   This module  was designed  with the following  specification:  In the form of add-on  card of ISA-bus  standard,  from  400 ·    Vdc up to 1000 Vdc power supply with a load of 2 MW, a low voltage input of +12,  +5 and gnd,  2 input of Na(TI)   or  Geiger   Muller   detector,   2  16-bit  counter,   a   compatible   software   i.e.     Reno98, Reno2001,   Reno2002  and RenoXp.   This module  is designed  to be simple  and practical  but adequately functional. Keyword:  Renograph,  Add-on Card /SA
DESAIN AWAL SISTEM LANDASAN MEKANIK PADA PROTOTIPE RADIOGRAFI DAN CT SINAR-X UNTUK INDUSTRI MANUFAKTUR Nur Khasan; Budi Harjono
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 16, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.203 KB)

Abstract

Desain sistem landasan pada prototipe radiografi dan CT sinar-X untuk industri manufaktur telah dilakukan untuk pondasi dudukan dari seluruh perangkat dalam skala percobaan. Desain ini dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan ketelitian posisi setiap perangkat, beban-beban berat yang ditumpu dan penempatan benda uji. Landasan ini merupakan bagian dari sistem mekanik untuk mendukung sistem perangkat lainnya seperti pesawat sinar-X dengan dudukannya, sistem meja putar dengan seluruh arah geraknya dan sistem kotak fluoroskopi sebagai penangkap citra. Dengan sistem landasan mekanik ini, prototipe radiografi dan CT sinar-X diharapkan dapat dioperasikan dengan posisi benda uji yang dapat bergerak arah x-y-z dengan kepresisian dalam skala percobaan. Bahan dan komponen dasar untuk sistem landasan mekanik yang digunakan dalam desain ini adalah batu granit sebagai bahan dengan pertimbangan konstruksi yang kokoh, menyerap getaran dan tidak mengalami pemuaian akibat suhu; komponennya adalah batangan luncur pabrikan lengkap dengan blok sepatu dan perangkat penggerak standar seperti kolom pengangkat serta aktuator linier. Untuk kebutuhan landasan pokok, dilakukan perhitungan dimensi dengan berdasarkan pada pertimbangan massa jenis granit sebesar 2691 kg/m3. Beban total massa terhadap landasan yang dipersyaratkan adalah maksimal 300 kg. Dari desain ini dihasilkan satu sketsa sistem landasan mekanik yang digunakan untuk tumpuan dari perangkat prototipe radiografi dan CT sinar-X untuk industri manufaktur. Kata kunci : Sistem landasan, Prototipe radiografi, Granit.
ALIH FILE DATA INFORMASI PROSES PADA SISTEM INSTRUMENTASI DAN KENDALI REAKTOR BERBASIS OBJEK TERDISTRIBUSI MENGGUNAKAN JAVA J2SDK-1.4.2 Mohamad Amin
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 2, No 1 (2005): Desember 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2903.787 KB)

Abstract

ABSTRAKAlih   file  data  informasi  proses  pada   sistem  instrumentasi     dan  kendali  reaktor  telah  dilakukan menggunakan model sistem berbasis objek terdistribusi dengan arsitektur CORBA. lmplementasi model ini  dilakukan  menggunakan  bahasa  pemrograman  java,    dengan  langkah-langkah  pembuatan   dan pemetaan file interface dan meletakkannya di klien dan server, membuat program implementasi,  membuat program server untuk melayani invokasi, dan membuat program klien untuk melakukan invokasi alih file data.

Page 7 of 23 | Total Record : 228