cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Widyanuklida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Widyanuklida adalah majalah ilmiah pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan sains dan teknologi nuklir serta bidang yang berkaitan, diterbitkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Widyanuklida, Volume 11 Nomor 1, November 2011" : 5 Documents clear
Perkembangan SDM Analisis Aktivasi Neutron Yustina Tri Handayani
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 11 Nomor 1, November 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2131.253 KB)

Abstract

ABSTRAK Analisis Aktivasi Neutron (AAN) merupakan kompetensi utama BATAN. AAN merupakan analisis unsur yang bersifat multiunsur, selektif dan sangat sensitif yang sudah diterapkan antara lain di bidang lingkungan, kesehatan dan industri. Kelompok Kerja AAN merupakan suatu wadah koordinasi kegiatan AAN BATAN yang melibatkan satker PTAPB, PTNBR, PTBIN, PRSG, PATIR, PTKMR, Pusdiklat, STTN, PPIN dan PSJMN. Sejak tahun 2007, pokja AAN setiap tahun melakukan kegiatan seperti rapat koordinasi, uji banding, pertemuan teknis dan Seminar Nasional AAN. Sejak tahun 2007, pokja telah melakukan kegiatan uji banding yang diiikuti peserta dari PTAPB, PTNBR, PTBIN, PATIR, PTKMR dan Pusdiklat. Seminar Nasional AAN juga sudah dilakukan 4 kali, yaitu tahun 2008 di Bandung, tahun 2009 di Yogyakarta, tahun 2010 di Serpong dan tahun 2011 di Pasar Jumat Jakarta. Pelatihan untuk personil AAN sudah dilaksanakan sejak tahun 2003. Personil AAN yang sudah mendapatkan sertifikasi adalah 15 orang sebagai Teknisi Preparasi Sampel dan 19 orang sebagai Teknisi Spektrometer Gamma.   ABSTRACT Neutron Activation Analysis (NAA) is a core competency of BATAN. NAA is an elemental analysis which is multielemental, selective and highly sensitive that has been applied in environment, health and industry. The Working Group is a forum of coordinating NAA BATAN activities participated by PTAPB, PTNBR, PTBIN, PRSG, PATIR, PTKMR, Pusdiklat, STTN, PPIN, and PSJMN. Annually, NAA working group runs activities such as coordination meeting, proficiency test, technical meeting and National Seminar on NAA. Since the year of 2007, proficiency test has been done since 2007, followed by participants from PTAPB, PTNBR, PTBIN, PATIR, PTKMR and Pusdiklat. National Seminar NAA has also been conducted since 2008, in Bandung, Yogyakarta, Serpong and Jakarta, respectively. Training for NAA personnel have been conducted since 2003. BATAN has certified 15 technicians for Sample Preparation and 19 technicians for Gamma Spectrometer.  
Uji Karakteristik Pencahayaan Illuminator Radiografi Suparno Suparno
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 11 Nomor 1, November 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2697.664 KB)

Abstract

ABSTRAK Uji karakteristik pencahayaan 5 buah illuminator (viewer) telah dilakukan. Pengujian dilakukan untuk mengetahui karakteristik pencahayaan illuminator radiografi industri. Karakteristik pencahayaan meliputi kecerahan (luminansi), penyebaran (difusi), dan kerataan (uniformity). Uji karakteristik pencahayaan mengacu pada standar SNI-18-6932-2002 menggunakan alat ukur luxmeter EXTECH Model 409026. Hasil uji menunjukkan bahwa illuminator memiliki kecerahan yang berbeda. Kecerahan illuminator memenuhi syarat untuk mengamati radiograf dengan densitas kurang dari 3,0 untuk illuminator nomor 2, densitas kurang dari 3,5 untuk illuminator nomor 1 dan nomor 5, densitas kurang dari 4 untuk illuminator nomor 3 dan nomor 4. Hasil uji penyebaran cahaya menunjukkan semua illuminator memiliki faktor penyebaran melebihi 0,7. Hasil uji kerataan cahaya menunjukkan bahwa illuminator nomor 4 tidak memenuhi persyaratan.   ABSTRACT The luminance characteristics of five industrial radiographic illuminators have been tested, based on the Indonesian National Standard SNI-J8-6932-2002. The luminance characteristics included brightness, diffusion, and uniformity have been examined using luxmeter EXTECH Model 409026. The results show that the light brightness of illuminators are slightly different. Brightness of illuminators are eligible to view the radiograph with density less than 3.0 for number 2, density less than 3.5 for number 1 and 5, and density less than 4.0 for number 3 and 4. The light diffusion testing shows that all illuminators have factor of diffusion more than 0.7. The Light uniformity testing shows that illuminator number 4 does not meet the requirement.  
Karakteristik Bacaan Dosimeter OSL (Optically Stimulated Luminescence) Komersial Terhadap Radiasi Gamma Menggunakan Microstar Reader B.Y. Eko Budi Jumpeno
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 11 Nomor 1, November 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3269.577 KB)

Abstract

ABSTRAK Te1ah dilakukan evaluasi dosis pada dosimeter OSL komersial InLight XA yang tidak diannealing dan tidak mendapat paparan radiasi, uji linieritas dosimeter OSL, dan evaluasi dosis pada dosimeter OSL yang sudah mendapat paparan radiasi. Hasil pembacaan ulang pada dosimeter yang tidak mendapat paparan radiasi setelah disimpan sekitar 3 minggu menunjukkan perubahan dosis berkisar -0,2 s.d. 0,22 mSv. Hasil bacaan ulang yang lebih rendah setelah penyimpanan kemungkinan disebabkan oleh faktor variasi pembacaan yang nilainya ± 10%. Uji linieritas dosimeter OSL komersial InLight XA menunjukkan linieritas dengan faktor korelasi sebesar 0,9999. Sementara itu, hasil pembacaan ulang pada dosimeter OSL yang sudah mendapat paparan radiasi dan dikoreksi dengan kontrol setelah disimpan lebih dari 6 bulan menunjukkan adanya penurunan dosis 1,18 s.d. 18 % dan kenaikan dosis 2,5 s.d. 13,46 %. Penurunan dan kenaikan hasil bacaan kemungkinan disebabkan oleh faktor pemudaran (fading) dan faktor variasi pembacaan.   ABSTRACT Dose has been evaluated on a commercial OSL InLight XA dosimeters which are not being annealed and do not get exposure to radiation. Linearity testing and dose evaluation on the OSL dosimeters that have got exposure to radiation also have been carried out. Re-reading results after being saved about 3 weeks on the dosimeter that does not get radiation exposure showed changes ranging from -0.2 to 0.22 mSv. The result of repeated readings lower after storage may be caused by variations in reading factor whose value is ± 10%. OSL dosimeters commercial InLight XA test shows linearity with correlation factor of 0.9999. Meanwhile, the results of re-reading after more than 6 months at the OSL dosimeters that have got exposure to radiation and corrected with control showed a decrease in dose of 1. 18 to 18% and an increase in dose of 2.5 to 13.46%. The decrease and increase of the reading may be caused by fading factors and the variation in reading factor.  
Penyiapan SDM Untuk PLTN Pertama di Indonesia Hendriyanto Hadi Tjahyono
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 11 Nomor 1, November 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4668.223 KB)

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2007, Indonesia merencanakan untuk mengoperasikan PLTN yang pertama pada RPJMN ke III yaitu antara tahun 2015 - 2019. Salah satu persyaratan infrastruktur penting yang harus dilaksanakan sebelum tahap pembangunan dan pengoperasian PLTN tersebut adalah pengembangan sumber daya manusia. Perlu diperhatikan bahwa langkah pengembangan SDM memerlukan komitmen dari berbagai pemangku kepentingan dan membutuhkan waktu yang sangat panjang. Sebenarnya program penyiapan SDM ketenaganukliran sudah dilaksanakan oleh BATAN sejak puluhan tahun yang lalu meskipun tidak secara khusus di bidang PLTN. Pada tahun 2008, telah dibentuk sebuah tim nasional di bawah koordinasi Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dengan tugas menyusun infrastruktur penyiapan SDM PLTN. Tulisan ini akan mempresentasikan kegiatan penyiapan SDM PLTN yang telah dilaksanakan baik oleh tim nasional tersebut di atas maupun oleh Pusdiklat - BATAN, mencakup antara lain kebutuhan personil PLTN (kuantitatif dan kualitatif), disain pelatihan PLTN, serta konsep fasilitas pelatihan PLTN.   ABSTRACT Human Resource Planning Program for the first NPP in Indonesia. Referered to the indonesian Act No. 17, 2007, Indonesia plans to operate the first Nuclear Power Plant (NPP), in the 3th of medium-term program, between 2015 to 2019. One of the critical infrastructure requirements that must be implemented prior to construction and operation of NPP is the development of human resources. The human resources development need to be considered because takes a very long time and requires a commitment from stakeholders. Actually, human resource development program of nuclear teknology has been carried out by BATAN for last 4 decaded, although not specifically in the field of nuclear power plants or nuclear energy. In 2008, the national team on HRD for NPP has been set up under the coordination of Training Agecy in the Ministry of Energy and Mineral Resources (Badan Diklat - ESDM), with the responsible for preparing infrastructure on human resource development program for nuclear power plant. This paper reports the National Team and ETC-Batan activities in the preparation on HRD for NPP, covering personnel needed on the NPP program in qualitatively and quantitatively especiallty on operation and maintenance program, the training design for NPP personnel, as well as the concept of Nuclear Training Center.  
Analisis Aktivasi Neutron Dalam Sampel Lingkungan Sugino Sugino; Anda Sanusi; Tulisna Tulisna
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 11 Nomor 1, November 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2974.135 KB)

Abstract

ABSTRAK Lingkungan sangat mendukung kehidupan manusia, sehingga perlu dijaga, dipantau dan bila ada perubahan perlu dievaluasi dampaknya pada kehidupan manusia dan makhluk hidup. Konsentrasi unsur dalam sampel lingkungan merupakan salah satu parameter yang perlu dianalisis. AAN merupakan analisis unsur yang bersifat multiunsur, selektif dan sangat sensitif yang sudah diaplikasikan secara luas dalam bidang lingkungan. Meletusnya Gunung Merapi menumpahkan abu dan pasir dalam jumlah besar yang menyebar luas ke wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Lingkungan tanah merupakan media hidup tanaman. Tanaman akan tumbuh dengan baik apabila media dan iklimnya sesuai kebutuhan tanaman tersebut. Untuk mengevaluasi dampaknya, perlu dianalisis kandungan unsur kelumit dalam pasir tersebut, karena perbedaan kandungan unsur dalam abu dan pasir tersebut mengubah kondisi media, sehingga mempengaruhi kesehatan dan pemilihan jenis tanaman yang sesuai untuk dibudidayakan. Analisis unsur dengan metode AAN dilakukan terhadap pasir Merapi, dan memberikan konsentrasi unsur As, Ce, Co, Cr, Cs, Eu, Hf, La, Sc, Sr, Th, U, V, Zn, Mn, Mg, Fe berturut-turut. sebesar 4.0 ppm, 22.2 ppm, 17.8 ppm, 8.2 ppm, 4.3 ppm, 1.5 ppm, 2.7 ppm, 15.9 ppm, 12.4 ppm, 745.4 ppm, 6.3 ppm, 2.3 ppm, 5.3 ppm, 56.6 ppm, 0.16 %, 3.16%, 6.25%. Data kandungan unsur dalam pasir Merapi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak yang membutuhkan dalam kaitannya dengan evaluasi dampak lingkungan yang bisa ditimbulkannya, baik dari segi kesehatan maupun budidaya tanaman.   ABSTRACT Environment mostly support man live, it need maintanance, monitoring and impact assesment for organism if any change. The element concentration in environmental sample is a parameter that need to analyzed. Neutron Activation Analysis (NAA) is a multielemental, selective, and sensitive analysis that already applied broadly in environment. The eruption of Mount Merapi spilled a lot of ash and sand spread widely to Yogyakarta and Central Java area. Soil is a media for plant. Plant will grow well in the adequate media and climate. To evaluate the impact, it need to analysis the elements concentration in the sand, because the difference of elements composition will influent the health and agriculture. Merapi sand was analyed by NAA. The concentration of As, Ce, Co, Cr, Cs, Eu, Hf, La, Sc, Sr, Th, U, V, Zn, Mn, Mg, Fe were 4.0 ppm, 22.2 ppm, 17.8 ppm, 8.2 ppm, 4.3 ppm, 1.5 ppm, 2.7 ppm, 15.9 ppm, 12.4 ppm, 745.4 ppm, 6.3 ppm, 2.3 ppm, 5.3 ppm, 56.6 ppm, 0.16 %, 3.16%, 6.25%, respectively. The data can be utilized to evaluate the environmental impacts related to health and cultivation.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5