cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Widyanuklida
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Widyanuklida adalah majalah ilmiah pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan sains dan teknologi nuklir serta bidang yang berkaitan, diterbitkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Widyanuklida, Volume 5 Nomor 2, Desember 2004" : 5 Documents clear
Aplikasi Metode Elemen Hingga Pada Masalah Gelombang Elektromagnet Sutrasno Sutrasno
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 5 Nomor 2, Desember 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1842.357 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada makalah ini dijelaskan salah satu penerapan metode elemen hingga pada persoalan elektromagnet dengan electromagnetic analysis program (EMAP). EMAP merupakan kode program pemodelan elemen hingga tiga dimensi berbasis elemen tetrahedral skalar yang dapat digunakan untuk menghitung distribusi medan elektromagnet pada struktur tiga dimensi sederhana. Metode Galerkin diterapkan pada elemen tetrahedral skalar untuk memperoleh penyelesaian pendekatan. Kode program EMAP ini dibuat dalam bahasa C. Konfigurasi masukan yang diberikan ke EMAP berupa file berbentuk teks dan numerik, dan menghasilkan keluaran dengan format yang sama dengan input. Output dari kode program merupakan sekumpulan numerik yang merupakan titik-titik koordinat dan kuat medan listrik pada tiap titik koordinat pada domain komputasi. Data numerik relatif sulit untuk diinterpretasi sehingga diperlukan program bantu untuk mengubah data numerik tersebut menjadi bentuk grafik. Perangkat lunak Jandel Sigma Plot 3.0 digunakan untuk memvisualkan data numerik tersebut. Sedangkan paket program pengolah data Microsoft Excell versi 7.0 digunakan agar format output yang dihasilkan oleh kode program sesuai dengan format perangkat lunak Jandel Sigma Plot 3.0. Eksperimen numerik dilakukan untuk mengetahui distribusi medan listrik pada pemandu gelombang (waveguide) persegi empat. Mode TM digunakan untuk mengetahui perambatan gelombang elektromagnet di dalam waveguide tersebut.   ABSTRACT This paper reports on an application of the finite element method to analyze electromagnetic problems using ElectroMagnetic Analysis Program or EMAP. EMAP is a three dimensional finite element modelling code. This finite element method is based on the nodal element that can be used to solve field distribution in a simple three dimensional structures. The Galerkin method is employed to formulate the Maxwell equation in the tetrahedral elements. The source code of EMAP is written in the C programming language. The code reads the input configuration in as an ASCII text file, and provides output in the same form. Out put from the source code consists of a listing of the nodal coordinates and electric field strength at each node. These numerical data are not easily understood, so a post processing is needed to manipulate them into a graphical output. To do so, the data are rearranged by the spreadsheet Microsoft Excell, and then plotted by Jandel Sigma Plot 3.0 for a visualization. A number of experiments is carried out to investigate the electric field strength distribution in the computation domain. The TM mode are chosen to illustrate wave propagation in a rectangular waveguide.
Radiocarbon Dating Using LSC Yustina Tri Handayani; Widodo Soemadi; K. Isogai
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 5 Nomor 2, Desember 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3973.588 KB)

Abstract

ABSTRACT Radiocarbon dating is a method of nuclear technique for obtaining age estimates on organic materials. Determination of wood (from Horyuji Shrine) and coral sample (from JCAC area) is due in Japan Chemical Analysis Center in the frame of Instructor Training Program. It uses SRM 4990C, wood and marble blanks. Preparation of samples, standard, and blanks is due by benzene synthesis method. Chemical Yield of preparation was 86,8%. Liquid scintillator is added and counted using Liquid Scintillation Counter (LSC) Wallac 1220 Quantulus at least 10 hours. The result of wood age is (1204 ± 37) years (BP) and coral age is (160 ± 45) years (BP) in term of confidence level 68%.   ABSTRAK Radiocarbon Dating merupakan salah satu aplikasi teknik nuklir yang digunakan untuk menentukan umur suatu obyek. Penentuan umur dengan metode tersebut terhadap sampel kayu (dari kuil Horyuji) dan kulit kerang (dari hasil penggalian di area JCAC) dilakukan di Japan Chemical Analysis Center dalam kerangka Instructor Training Program. Dalam penentuan tersebut digunakan standar SRM 4990C, blanko kayu dan kapur. Preparasi sample, standard dan blanko dilakukan dengan metode sintesis benzene. Kedapatulangan proses preparasi sebesar 86,8%. Benzene yang dihasilkan ditambah sintilator cair dan dilakukan pengukuran menggunakan Pencacah Sintilasi Cair Wallac 1220 Quantulus selama minimum 10 jam. Didapatkan umur dari kayu (1204 ± 37) tahun dan umur dari kulit kerang (7160 ± 45) tahun, dengan tingkat kepercayaan 68%.
Keselamatan dan Keamanan Dalam Pemanfaatan Zat Radioaktif Non Bahan Nuklir B.Y. Eko Budi Jumpeno
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 5 Nomor 2, Desember 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2353.237 KB)

Abstract

ABSTRAK Prosedur keselamatan yang memadai telah diaplikasikan dalam pemanfaatan zat radioaktif baik bahan nuklir maupun non bahan nuklir. Namun meningkatnya ancaman terorisme global dan pencurian zat radioaktif yang mungkin akan digunakan untuk tujuan yang dapat mengganggu ketenangan, keselamatan dan keamanan masyarakat mendorong Badan Tenaga Atom Intemasional (International Atomic Energy Agency-IAEA) menyelenggarakan International Conference on the Safety of Radioactive Sources and the Security of Radioactive Material di Dijon, Perancis pada bulan September 1998. Sistem keamanan zat radioaktif non bahan nuklir relatif kurang ketat dibandingkan dengan sistem keamanan yang diterapkan di fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir, reaktor riset, pusat riset bahan nuklir, pabrik pengkayaan bahan nuklir dan pusat senjata nuklir. Kekhawatiran akan terjadinya pencurian zat radioaktif non bahan nuklir yang mungkin akan disalahgunakan untuk menciptakan kepanikan dan ketakutan di kalangan masyarakat sepertidalam bentuk ledakan 'dirty bomb' menjadikan rencana program Badan Tenaga Atom International mengenai isu keselamatan sumber radiasi dan keamanan zat radioaktif non bahan nuklir sangat mendesak untuk direalisasikan oleh fasilitas yang memanfaatkan zat radioaktif non bahan nuklir dan oleh Badan Pengawas.   ABSTRACT Sufficient safety procedures have been applied on utilizing radioactive material. However, the increasing of global terrorism threats and radioactive material thefth which might create instability on safety and security of the society encourages the International Atomic Energy Agency (IAEA) conducting the International Conference on the Safety of Radioactive Sources and the Security of Radioactive Material in Dijon, France in September 1998. Security system on utilizing of radioactive material non nuclear fuel is relatively less tight compared with it applied in nuclear power plant facility, research reactor, nuclear fuel research centre, nuclear fuel enrichment plant and nuclear weapon facility. Worrying condition caused by theft of radioactive material non nuclear fuel that it will be used to make panicky and fearful situation in the society like dirty bomb, makes action plan of International Atomic Energy Agency about safety of radiation sources and security of radioactive material non nuclear fuel urgent to be realized by facility and regulatory body.
Column Mode Study to Evaluate The Behavior of Metal Adsorption of Phosphoric Adsorbent Synthesized by Radiation Induced Graft Polymerization Fatmuanis Basuki; Noriaki Seko; Masao Tamada
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 5 Nomor 2, Desember 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3341.807 KB)

Abstract

ABSTRACT Column mode study were performed to evaluate the behavior of fibrous adsorbent having phosphoric function prepared by directly synthesis of 2-hydroxyethyl methacrylate phosphoric acid onto polypropylene coated polyethylene by radiation induced graft polymerization. The parameter observed was effect of pH, adsorbent form, metal concentration, flow rate and degree of grafting. The higher degree of grafting obtained was 427% which correspond to 5.2 mmol phosphoric content. In the column mode adsorption of Pb by using column packed with phosphoric adsorbent, the optimum pH found was 6 and the breakthrough curve Na and H form of adsorbent was similar, meaning the same behavior of adsorbent kinetics. The breakthrough point and curve do not strongly depend on flow rates which indicate that the adsorbent has a high adsorption rate. The adsorbent also has good ability to adsorb Pb, Cd, Co and Zr. The highest adsorption capacity obtained was 4.2 mmol/g adsorbent for Pb and Zr.   ABSTRAK Studi mode column dilakukan untuk mengevaluasi sifat-sifat dari adsorbent serat yang memiliki gugus fungsi phosphor. Serat adsorbent disintesis langsung dengan cara polimerisasi cangkok monomer 2-hydroxyethyl methacrilate phosphoric acid pada serat polipropilene yang di coating poliethylene dengan menggunakan radiasi. Parameter yang diteliti adalah pengaruh dari pH, tipe adsorbent, konsentrasi logam, kecepatan alir dan persen grafting. Persen grafting tertinggi yang diperoleh adalah 427% setara kandungan phosphor sebanyak 5.2 mmol. Adsorpsi metoda column dengan menggunakan column packing yang mengandung adsorbent bergugus fungi phosphor untuk logam Pb diperoleh pH optimum adalah 6 dan breakthrough dari adsorbent tipe Na dan H adalah sama atau keduanya memiliki kesamaan kinetika penyerapan. Kurva dan titik breakthrough tidak secara kuat dipengaruhi oleh kecepatan alir, hal ini menandakan adsorbent memiliki kecepatan penyerapan yang tinggi. Adsorben memiliki kemampuan penyerapan yang baik terhadap Pb, Cd, Co dan Zr. Kapasitas penyerapan tertinggi adalah 4.2 mmol/gram penyerap untuk Pb dan Zr.
Keefektifan Pelaksanaan Program Proteksi Radiasi di Unit Kerja Aris Sanyoto
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 5 Nomor 2, Desember 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3698.055 KB)

Abstract

ABSTRAK Saat ini aplikasi teknologi nuklir telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan. Aplikasi tersebut telah memberikan keuntungan kepada umat manusia. Walaupun demikian, sifat energi nuklir juga mempunyai potensi bahaya radiasi, sehingga setiap kegiatan yang terkait dengan pemakaian teknologi nuklir harus dikontrol secara memadai. Untuk mengendalikan aktivitas tersebut, Komite Intemasional untuk Proteksi Radiasi (International Committee on Radiological Protection, ICRP) merekomendasikan suatu sistem proteksi radiasi yang didasarkan pada tiga prinsip utama, yaitu: justifikasi, optimisasi dan limitasi dosis. Rekomendasi tersebut dapat diterapkan melalui beberapa tataran (level), seperti peraturan, manajemen dan operasional. Untuk maksud pelaksanaan tataran manajemen dan operasional, Badan Tenaga Atom Intemasional (International Atomic Energy Agenqy, IAEA) memperkenalkan suatu Program Proteksi Radiasi yang mencakup beberapa elemen. Tulisan ini akan memberikan gambaran tentang bagaimana mengevaluasi keefektifan suatu Program Proteksi Radiasi (RPP) di suatu unit kerja. Pelaksanaan evaluasi dapat dilakukan berdasarkan rekord dosis individu pekerja radiasi ataupun melalui pengamatan pada berbagai pelaksanaan elemen-elemen RPP. Tujuan utama dari evaluasi ini adalah untuk lebih meningkatkan keefektifan pelaksanaan suatu RPP.   ABSTRACT The application of nuclear technology had been used in various types of field at the moment. The application of the technology has given many advantages to human being. However, due to the nature of nuclear energy, which also has radiation hazards, it is imperative that every activity, which is related to nuclear energy as well as nuclear technology, be controlled appropriately. To control such activity, The International Committee on Radiological Protection (ICRP) recommends a system of radiation protection based on three major principles (Publication 60); i.e. justification, optimization, and dose limitation. The recommendations can be applied at several levels in order to control the hazards from radiation. These levels are regulatory, management and operational. For the purpose of management and operational level, IAEA introduce a Radiation Protection Program (RPP)-which covers some elements. This paper will describe on how to evaluate the effectiveness of the program applied in the certain unit. The evaluation can be carried out based on the radiation individual dose record of the employees as well as observation on the implementation of RPP's elements. The main objective of the evaluation is to improve the effectiveness of implemented RPP.

Page 1 of 1 | Total Record : 5