cover
Contact Name
Nur Hasanah
Contact Email
nur.hasanah@batan.go.id
Phone
+6221-5204243
Journal Mail Official
jpen@batan.go.id
Editorial Address
Kawasan Kantor Pusat Badan Tenaga Nuklir Nasional Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta 12710 Kotak Pos 4390 Jakarta 12043
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
ISSN : 14109816     EISSN : 25029479     DOI : https://doi.org/10.17146/jpen
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir publishes scientific papers on the results of studies and research on nuclear energy development with the scope of energy and electricity planning, nuclear energy technology, energy economics, management of nuclear power plants, national industries that support nuclear power plants, aspects of the nuclear power plant site and environment, and topics others that support the development of nuclear energy.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020" : 9 Documents clear
Criticality Analysis of HTR-10 using an Open Source Monte Carlo code OpenMC Ikhsan Mahfudin; Topan Setiadipura
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2020.22.2.6104

Abstract

As one of advance nuclear reactor design, capability to model and analyze the pebble bed reactor is important. Availability and capability of an accurate open source and open access software for pebble bed reactor analysis is strategic. It can broaden the involvement of more student and researcher which finally may improve the research and development in this field. Current study aim to develop the pebble bed core model and perform a criticality study of HTR-10 core design. This study exploit the capability of openMC software to model a double heterogenety geometry using a TRISO Pack Model Building based on random sequential packing and closed random packing. Physical parametric surveys of the developed model show an expected results in which the model able to reflect the negative reactivity feedback of HTR-10 design. The critical height of HTR-10 model with helium  from current model, VSOP, and MCNP are 125.881 cm, 125.804 cm, 126.116 cm, respectively. A code-to-code criticality analysis comparison of current model with VSOP and MCNP code reported by INET shows a good comparison and suggest that current method can be used for further pebble bed analysis.
Potensi Bahaya Gunung Api Terhadap Calon Tapak PLTN, Studi Kasus: Gunung Api Semadum, Kalimantan Barat Fuad Nur Hussein; I Gde Sukadana; Rachman Fauzi; Hill Gendoet Hartono; Sunarko Sunarko; Tyto Baskara Adimedha; Alfian Maulana Anwar
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2020.22.2.6124

Abstract

Aspek kegunungapian merupakan salah satu aspek penting dalam survei pemilihan calon tapak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Survei bahaya gunung api dilaksanakan pada radius 150 km dari calon tapak PLTN, meliputi survei produk gunung api tua hingga gunung api aktif. Salah satu gunung api muda di daerah Kalimantan Barat adalah Gunung Api Semadum yang terletak di Desa Pisak, Kecamatan Tujuhbelas, Bengkayang berumur Pliosen-Plistosen dengan jarak 115 km dari calon tapak PLTN di Pantai Gosong, Kecamatan Sungai Raya, Bengkayang, Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan potensi bahaya gunung api Semadum terhadap rencana Calon Tapak PLTN. Metodologi yang digunakan adalah interpretasi citra DEM-SRTM untuk mengetahui pola topografi, dilanjutkan dengan kegiatan lapangan pemetaan geologi, pengambilan contoh batuan produk gunung api Semadum dan analisis Petrografi serta geokimia menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF). Gunung Semadum tersusun oleh lava andesit-basalt berstruktur vesikuler-skoria, lava andesit berstruktur masif, batuan piroklastika berupa breksi piroklastik dengan fragmen andesit (bom dan blok), breksi lapili/tuf, dan kubah lava. Kompleks ini secara geokimia tersusun atas trakhiandesite dan dasit yang memiliki afinitas calc-alkaline. Berdasarkan sifat magma dan sebaran produknya, gunung api Semadum tidak memiliki potensi bahaya gunung api terhadap Calon Tapak PLTN.
Halaman Muka Vol. 22, No. 2 (2020) jpen jpen
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2020.22.2.6177

Abstract

Identifikasi Perubahan Tataguna Lahan di Sekitar Calon Tapak PLTN Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat Mudjiono - Mudjiono; Siti Alimah; Heni Susiati
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2020.22.2.6120

Abstract

Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) telah dipertimbangkan oleh pemerintah daerah di kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, sebagai salah satu opsi untuk menambah pasokan energi listrik di wilayah tersebut. Evaluasi data penggunaan lahan yang ada di Kabupaten Bengkayang sebelum program PLTN dibangun sebagai data base, merupakan salah satu persyaratan yang perlu dipertimbangkan. Pembangunan PLTN akan merubah tataguna lahan dan tata ruang di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Penggunaan lahan untuk PLTN harus memenuhi persyaratan agar menjamin keselamatan penduduk dan lingkungan sekitar. Metode yang digunakan dalam kajian ini berbasis studi literatur dengan mengumpulkan data dan peraturan terkait, dan interpretasi citra Landsat tahun 2015 dan 2019. Tujuan studi adalah mengetahui database penggunaan lahan dan perubahan tata guna lahan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Sinergi pengumpulan data penggunaan lahan antara interpretasi data penggunaan lahan dari data citra satelit dan data statistik akan memperkuat dalam pelaksanaan analisis dampak perkembangan terjadinya perubahan penggunaan lahan. Hasil kajian diperoleh bahwa penggunaan lahan di sekitar tapak pada radius 1 km adalah untuk pemukiman penduduk 53.176 m2, lahan terbuka 175.021 m2, perkebunan 2.001.696 m2, perairan darat 56.718 m2 dan laut 953.389 m2. Dengan kehadiran PLTN, tutupan lahan dominan berupa perkebunan secara peruntukan akan beralih ke industri. Konversi pemanfaatan lahan akan menyebabkan tumbuh dan berkembang sarana dan prasarana untuk perkantoran, perumahan, pendidikan, kesehatan, peribadatan, pemukiman, keamanan dan sarana pendukung lainnya. Interpretasi citra Landsat, menunjukkan perubahan lahan antara tahun 2015 sampai tahun 2019 tidak terlihat adanya perubahan penggunaan lahan yang signifikan.
Halaman Belakang Vol. 22, No. 2 (2020) jpen jpen
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2020.22.2.6178

Abstract

Persepsi Masyarakat dan Potensi Public Acceptance Terkait Wacana Pembangunan PLTN di Kabupaten Bengkayang Netty Herawati; Adityo Darmawan Sudagung
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2020.22.2.6125

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) merupakan salah satu jenis pembangkit yang memiliki kelebihan dalam menghasilkan kapasitas listrik yang besar, stabil dan murah. Kelebihan tersebut menjadikan PLTN sebagai salah satu pilihan untuk memenuhi tuntutan ketersediaan listrik yang besar agar dapat menunjang perekonomian berbasis industri di Indonesia. Kabupaten Bengkayang merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi untuk dijadikan lokasi tapak PLTN di Kalimantan Barat. Berkaitan dengan pemikiran tersebut, maka perlu dilakukan kajian untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat serta potensi ‘’public acceptance’’ sehubungan dengan adanya wacana untuk membangun PLTN di Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah pemaparan kualitatif mengenai persepsi masyarakat di Kabupaten Bengkayang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara mendalam  serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat Bengkayang tentang nuklir dan PLTN masih sangat terbatas. Hal ini ditunjukkan oleh minimnya wawasan dan pemahaman masyarakat tentang nuklir hampir di semua lapisan. Persepsi masyarakat tentang nuklir pun keliru dengan mengidentikkan nuklir dengan bom dan selalu mengkaitkan PLTN dengan bahaya radiasi dan kecelakaan nuklir. Selain itu, ada kecenderungan masyarakat untuk setuju dan menerima rencana pemerintah untuk membangun PLTN dengan catatan pemerintah dapat menjamin keamanan dan masyarakat mendapat keuntungan dan mafaat yang jelas sebagai dampak kehadiran PLTN di wilayahnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sikap penerimaan masyarakat tidak sepenuhnya dibangun dari aspek pemahaman publik, namun lebih ditentukan faktor kepentingan dan harapan masyarakat untuk memperbaiki kesejahteraannya
Individual Effective Dose and Nuclear Emergency Planning for Muntok NPP Area using TMI-2 Source Term Sunarko Sunarko; Zaki Su'ud
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2020.22.2.5938

Abstract

Probabilistic dose analysis from a postulated nuclear accident is performed for the Muntok area in the western Bangka region. Three-Mile Island unit 2PWR-type Nuclear Power Plant (TMI-2) source-term is compiled and used as accident data. The accident is also known as the Small-break Loss of Coolant Accident (SB-LOCA) accident. The isotopes used in the simulation are Kr-88, I-131, Xe-133, and Cs-137. The release point is a 50 m stack. Lagrangian particle dispersion method (LPDM) is used along with a 3-dimensional mass-consistent wind-field. Surface-level time-integrated air concentration and spatial distribution of ground-level total dose were obtained for dry conditions. Meteorological data is taken from hourly records obtained from an on-site meteorological tower in Muntok area for the 2014-2015 period. Effluent is released at a uniform rate during a 6-hour period and the dose is integrated for 12 hours from the beginning of the release until most of the plume left the model boundaries. The regulatory limit for the general public of 1 mSv was detected in an area located 2.5 km from the release point. Radioactive plume is spread from the postulated plant location to uninhabited areas consisted of bushes and farming areas in the SE-SSE direction and to W-NW direction to the Bangka Sea.
Kajian Implementasi Field Programmable Gate Array untuk Rencana Modernisasi Sistem Proteksi Reaktor Restu Maerani; Tulis Jojok Suryono; Sigit Santoso; Muhammad Subekti
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2020.22.2.6095

Abstract

Penggunaan Field Programmable Gate Array (FPGA) pada reaktor nuklir sudah dilakukan sejak 2016, terutama diaplikasikan pada perangkat Sistem Instrumentasi dan Kendali (SIK). FPGA sebelumnya sudah diujikan pada rancangan Sistem Proteksi Reaktor (SPR) dan Engineered Safety Feature – Component Control System (ESF-CCS) reaktor daya tipe APR1400. Dengan adanya rencana peremajaan SIK reaktor serbaguna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) pada bagian SPR, diharapkan sistem berbasis FPGA juga dapat diimplementasikan pada reaktor riset. Dengan pertimbangan nilai ekonomi, keamanan dan juga keandalannya, FPGA yang berbasis perangkat keras dinilai akan lebih aman dari serangan jaringan, lebih murah dari Programmable Logic Controller (PLC) yang berbasis perangkat lunak dan proses verifikasi dan validasinya yang lebih sederhana. Untuk menjamin berlangsungnya performa SPR RSG-GAS, proses digitalisasi perangkat kendali tidak dapat dihindari dan sebaiknya dilakukan. Penelitian ini membahas siklus perancangan berbasis FPGA yang diawali dengan mengkaji dokumen panduan terkait sistem yang penting untuk keselamatan terutama yang berbasis FPGA agar dapat mengacu kepada persyaratan, baik untuk perancangan perangkat keras maupun perangkat lunak, proses reverse engineering hingga proses validasi. Hasil dari penelitian ini bertujuan agar pada proses desain dalam upaya peremajaan SPR RSG-GAS dapat mengikuti metode yang telah disyaratkan terkait perancangan SIK berbasis FPGA untuk reaktor riset, sehingga dapat mempermudah proses perolehan ijin dari badan pengawas tenaga nuklir untuk dapat dilakukan penggantian desain SPR berbasis FPGA.
Analisis Kejadian pada Sistem Pendingin Primer Reaktor Menggunakan Functional Modeling Tulis Jojok Suryono; Sigit Santoso; Restu Maerani; Muhammad Subekti
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2020.22.2.6094

Abstract

Selama waktu operasi reaktor, struktur, sistem dan komponen (SSK) reaktor, misalnya sistem pendingin primer, akan mengalami penuaan atau keusangan yang akan mempengaruhi kinerja dan operasi selamat dari reaktor tersebut. Hal ini juga berlaku pada Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) yang usianya lebih dari 30 tahun. Oleh karena itu program manajemen penuaan harus dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah dengan melakukan penapisan komponen kritis sistem pendingin primer. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penapisan tersebut menggunakan model multilevel flow modeling (MFM) pada sistem pendingin primer RSG-GAS. MFM adalah salah satu metode functional modeling yang mengubah sistem kompleks menjadi struktur fungsi-fungsi yang saling terhubung dengan hubungan sebab akibat.  Metode yang dilakukan adalan dengan menerapkan beberapa skenario kejadian kecelakaan loss of flow accident (LOFA) yang terdapat pada Laporan Analisis Keselamatan (LAK) RSG-GAS pada model MFM tersebut. Dampak dari kejadian tersebut dapat dianalisis menggunakan aturan jalur perambatan (influence propagation). Hasil investigasi berupa komponen-komponen yang terdampak, yaitu katup isolasi, pompa primer dan alat penukar panas, dikelompokkan sebagai komponen kritis dan harus mendapat perhatian untuk penanganan lebih lanjut. Jika komponen-komponen tersebut mengalami keusangan atau kerusakan maka harus dilakukan perawatan atau penggantian sehingga kinerja reaktor dapat dipertahankan dan reaktor dapat tetap beroperasi dengan aman dan selamat.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 23, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 22, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 21, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 20, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 20, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 18, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 18, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 17, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 17, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 16, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 16, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 15, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 14, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 14, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 13, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 12, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 12, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 11, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 11, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 10, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 9, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 9, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 8, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 7, No 2 (2005): Desember 2005 Vol 7, No 1 (2005): Juni 2005 Vol 6, No 2 (2004): Desember 2004 Vol 6, No 1 (2004): Juni 2004 Vol 5, No 2 (2003): Desember 2003 Vol 5, No 1 (2003): Juni 2003 Vol 4, No 2 (2002): Desember 2002 Vol 4, No 1 (2002): Juni 2002 Vol 3, No 2 (2001): Desember 2001 Vol 2, No 4 (2000): Desember 2000 Vol 2, No 3 (2000): September 2000 Vol 2, No 2 (2000): Juni 2000 Vol 2, No 1 (2000): Maret 2000 Vol 1, No 4 (1999): Desember 1999 Vol 1, No 3 (1999): September 1999 Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999 More Issue