cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jstni_batan@batan.go.id
Editorial Address
PSTNT BATAN Bandung Jalan Tamansari 71
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology)
Focus of Publication in Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology : Result of experiment in the field of nuclear science and technology and its applications in various fields. Acceptable topics include: Radioisotope, Radiopharmacy, Nuclear Medicine, Nuclear Radiation and its Measurement, Nuclear Physics and Reactors, Nuclear Instrumentation and Radioactive Waste including its applications in the fields of health, biology, industry, agriculture, metallurgy and environment
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2010): Februari 2010" : 5 Documents clear
KARAKTERISTIK UNSUR PADA ABU DASAR DAN ABU TERBANG BATU BARA MENGGUNAKAN ANALISIS AKTIVASI NEUTRON INSTRUMENTAL Diah Dwiana Lestiani; Muhayatun Santoso; Natalia Adventini
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 11, No 1 (2010): Februari 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2010.11.1.586

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan cerobong-cerobong industri yang menggunakan batu bara menghasilkan sisa pembakaran berupa limbah padat abu dasar (bottom ash) dan abu terbang (fly ash). Penentuan unsur pada limbah tersebut secara kualitatif dan kuantitatif merupakan langkah awal untuk mengevaluasi dampak terhadap lingkungan terkait dengan risiko kontaminasi lingkungan dan biologis. Pada kegiatan ini, dilakukan analisis unsur pada sampel abu dasar dan abu terbang batubara menggunakan teknik analisis aktivasi neutron instrumental(AANI). Sampel diiradiasi pada fasilitas rabbit sistem di reaktor G.A Siwabessy, dengan neutron fluks ~ 1013 n.cm-2.s-1, selanjutnya dicacah menggunakan detektor spektrometri gamma HPGe. Validasi metode dilakukan dengan menganalisis standard reference material (SRM) 1633b coal fly ash. dari National Institute of Standards and Technology (NIST). Beberapa unsur seperti Al, As, Ce, Co, Cr, Fe, K, La, Mn, Na, Sc, Sm, Ti dan V terdeteksi pada kedua sampel. Konsentrasi unsur toksik yang berdampak pada lingkungan seperti As dan Cr pada sampel abu dasar masing-masing sebesar 6,24 dan 137,4 mg/kg, adapun pada abu terbang masing-masing sebesar 6,37 dan 39,0 mg/kg. Konsentrasi As pada kedua sampel tersebut telah melebihi batas baku mutu yang ditetapkan dalam PP no.85 tahun 1999.
KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA RADIOFARMAKA 99mTc-HUMAN SERUM ALBUMIN (HSA)-NANOSFER Nanny Kartini Oekar; Eva Maria Widyasari; Epy Isabela
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 11, No 1 (2010): Februari 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2010.11.1.587

Abstract

Metode lymphoscintigraphy (limfosintigrafi) adalah metode diagnosis yang dilakukan dengan menyuntikkan sediaan radiofarmasi yang berbentuk nanokoloid dengan ukuran ideal 100-200 nm, bertanda radionuklida teknesium-99m (99mTc) secara intradermal,  subkutan atau peritumoral. Pergerakan radiofarmaka tersebut dideteksi dari luar tubuh dengan kamera gamma atau probe khusus untuk limfosintigrafi yang dilakukan secara paralel dengan pembedahan tumor/kanker terutama kanker payudara (breast cancer). Tahun 2006 dan 2007 telah berhasil diteliti  pembuatan sediaan 99mTc-HSA-nanosfer yang merupakan salah satu sediaan nanokoloid yang bersifat biodegredable dan bioavailable. Pada tahun 2008 dipelajari karakteristik fisiko-kimianya, meliputi: kemurnian radiokimia, pH sediaan, lipofilisitas, besarnya ikatan dengan protein plasma, muatan listrik, kestabilan  pada penyimpanan pada suhu tertentu dan kestabilan plasmatiknya. Hasilnya menunjukkan bahwa radiofarmaka 99mTc-HSA-nanosfer mempunyai kemurnian radiokimia 92,1± 2,6%, pH sediaan 6,5–7, angka lipofilisitasnya 0,127±0,03, ikatan dengan protein plasma 89,6 ± 1,2% dan mempunyai muatan listrik netral. Setelah 30 menit disimpan  pada temperatur kamar kemurnian radiokimianya  turun menjadi 71%, sedangkan apabila disimpan pada temperatur 4oC (lemari es) sampai satu jam kemurnian radiokimianya masih > 90%. Kestabilan plasmatik yang ditentukan secara in-vitro menunjukkan bahwa kemurnian radiokimia turun secara drastis, dimulai dari 30 menit kemudian 1 jam, yaitu sebesar 61,8 % dan 55,9%, tetapi pada 2, 3 dan sampai 4 jam berikutnya angka ini tidak berubah signifikan  yaitu 57,8%, 51,2%, 52% dan setelah 24 jam menjadi 8,2%.
KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA SENYAWA BERTANDA 175Yb-EDTMP Azmairit Aziz; Marlina .; Muhammad Basit Febrian
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 11, No 1 (2010): Februari 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2010.11.1.588

Abstract

Penyakit kanker seperti kanker payudara, prostat dan paru-paru dapat mengalami metastase ke tulang, sehingga menimbulkan rasa sakit pada penderita. Senyawa-senyawa  turunan fosfonat, baik berupa senyawa bifosfonat maupun polifosfonat seperti EDTMP dapat berikatan dengan komponen utama penyusun tulang. Senyawa  bertanda  175Yb-EDTMP dapat digunakan sebagai radiofarmaka alternatif untuk menghilangkan rasa sakit (paliatif) akibat metastase kanker ke tulang. Senyawa bertanda tersebut dapat dibuat melalui penandaan ligan etilendiamintetrametilen fosfonat (EDTMP) dengan radionuklida iterbium-175 (175YbCl3). Sebelum senyawa 175Yb-EDTMP digunakan di bidang kedokteran nuklir untuk tujuan paliatif, senyawa tersebut harus dikarakterisasi supaya memenuhi  standar radiofarmaka yang baik. Karakterisasi fisiko-kimia  senyawa bertanda 175Yb-EDTMP telah dilakukan meliputi uji pH, kejernihan, kemurnian radiokimia dengan metode kromatografi kertas dan elektroforesis kertas, muatan listrik dengan metode elektroforesis kertas, kestabilan dengan melihat kemurnian radiokimia senyawa tersebut setiap hari selama sembilan hari setelah penandaan,   lipofilisitas  diketahui dengan menentukan koefisien partisinya dalam pelarut oktanol-air, ikatan  protein plasma ditentukan secara in-vitro dengan metode pengendapan menggunakan larutan asam trikloroasetat (TCA) 5% dan pengikatan pada  kristal hidroksiapatit. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa senyawa 175Yb-EDTMP memiliki pH sekitar 7, berupa larutan jernih, kemurnian radiokimia 98,66 ± 0,53%, bermuatan listrik negatif, lipofilisitas (P) = 0,0135 ± 0,003%, ikatan dengan protein plasma  manusia sebesar 8,94 ± 0,66%, dan ikatan dengan hidroksiapatit sebesar 94,78 ± 2,16%. Uji stabilitas senyawa bertanda 175Yb-EDTMP  terhadap waktu penyimpanan menunjukkan bahwa senyawa tersebut masih stabil selama sembilan hari penyimpanan pada temperatur kamar dengan kemurnian radiokimia di atas 95% (98,62 ± 0,83%). Senyawa 175Yb-EDTMP yang diperoleh diharapkan dapat memenuhi persyaratan sebagai radiofarmaka alternatif untuk tujuan paliatif  akibat metastase kanker ke tulang sehingga dapat menunjang perkembangan kedokteran nuklir di Indonesia.
FENOMENA PERPINDAHAN PANAS PENDIDIHAN BERDASARKAN PERISTIWA LOCA DAN KECELAKAAN PARAH Mulya Juarsa; Kiswanta .; Edy S; Joko P W; Ismu H; Puradwi I W
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 11, No 1 (2010): Februari 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2010.11.1.584

Abstract

Penelitian dan pengembangan berdasarkan kejadianpada kasus kecelakaan PLTN TMI-2 telah banyak mengarah pada penelitian terkait performateras dan bejananya. Penelitian yang paling banyak dilakukan mengarah pada fenomenaperpindahan panas pendidihan, semenjak teras reaktor mengalami kehilangan pendinginan(post-LOCA) hingga kecelakaan parah (Severe Accident), yaitu lelehnya teras. Studiperpindahan panas pendidihan telah dilakukan melalui simulasi proses penggenangan terasdari bawah dan pendinginan pada celah sempit. Hasil penelitian secara eksperimental yangdilakukan BATAN terkait LOCA dan kecelakaan parah memberikan gambaran yang jelasbagaimana fenomena perpindahan panas pendidihan terjadi selama sekuen kecelakaan padareaktor nuklir, khususnya kecelakaan TMI-2. Pemetaan perpindahan panas selama pendidihan,berdasarkan data temperatur transien dibuat dalam bentuk kurva pendidihan yangmenunjukkan perbedaan fluks kalor pada tiga rejim pendidihan. Simulasi eksperimenal LOCAmenunjukkan nilai CHF (67,31 kW/m2) yang lebih kecil dibandingkan nilai CHF (262 kW/m2)untuk peristiwa kecelakaan parah.
INTERKOMPARASI PENGUKURAN OUTPUT IRADIATOR 137Cs DAN PERSONAL DOSE EQUIVALENT, Hp(10) MENGGUNAKAN TLD DAN FILM Nazaroh .; Susetyo Trijoko; Sri Inang Sunaryati
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 11, No 1 (2010): Februari 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2010.11.1.585

Abstract

Telah dilakukan kegiataninter komparasi pengukuran output iradiator 137Cs dan personal dose equivalent, Hp(10),menggunakan TLD dan film pada tahun 2006-2008. Menurut rekomendasi IAEA,interkomparasi merupakan salah satu kegiatan audit namun lebih ditekankan pada semangat kolaborasi dan dukungan dari pada semangat inspeksi. Interkomparasi bertujuan untuk menilai kompetensi partisipan dan memelihara ketertelusuran serta menjaga konsistensi hasil pengukuran. Di samping itu, untuk meyakinkan bahwa alat bekerja dengan benar dan hasil evaluasi telah memenuhi ketentuan yang berlaku serta dalam rangka memenuhi salah satu klausul yang tertera dalam ISO-17025-2005. Manfaat interkomparasi adalah untuk memudahkan jalinan antara anggota dan sistem pengukuran nasional, serta untuk pertukaran pengalaman dalam teknik pengukuran dan evaluasi dosis radiasi. Di samping sebagai alat uji profisiensi dalam pengukuran atau evaluasi dosis, secara tidak langsung interkomparasi berdampak pada peningkatan mutu layanan dan dalam rangka memenuhi legislasi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Pada kegiatan ini, TLD digunakan untuk interkomparasi pengukuran output sedangkan TLD dan film untuk evaluasi dosis. Pada makalah ini disajikan hasil interkomparasi pengukuran output dan personal dose equivalent, Hp(10) tahun 2006-2008 yang diikuti oleh 6 peserta: Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Jakarta,Medan, Surabaya, Makassar, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) dan Laboratorium Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan (KKL)-PTKMR BATAN. Pada interkomparasi pengukuran output, dosis yang dinyatakan oleh peserta dibandingkan dengan dosis yang diukur Laboratorium Metrologi Radiasi (LMR), dan hasilnya masih dalam rentang ± 10 %, sehingga dianggap memuaskan. Hasil interkomparasi personal dose equivalent, Hp(10), dievaluasi berdasarkan analisis ISO/IEC Guide 43-1, 1997 dan dinyatakan sebagai En. Nilai En (Lab) yang diperoleh ≤ 1, maka dianggap memuaskan, tetapi satu Lab mempunyai nilai En > 1,sehingga dinyatakan kurang memuaskan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 2 (2023): August 2023 Vol 24, No 1 (2023): February 2023 Vol 23, No 2 (2022): Agustus 2022 Vol 23, No 1 (2022): February 2022 Vol 22, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 22, No 1 (2021): February 2021 Vol 21, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 21, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 20, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 20, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 15, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 13, No 1 (2012): Februari 2012 Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 12, No 1 (2011): Februari 2011 Vol 11, No 2 (2010): Agustus 2010 Vol 11, No 1 (2010): Februari 2010 Vol 10, No 2 (2009): Agustus 2009 Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009 Vol 9, No 2 (2008): Agustus 2008 Vol 9, No 1 (2008): Februari 2008 Vol 8, No 2 (2007): Agustus 2007 Vol 8, No 1 (2007): Februari 2007 Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006 Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006 Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005 Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005 Vol 5, No 2 (2004): Agustus 2004 Vol 5, No 1 (2004): Februari 2004 Vol 4, No 4 (2003): Agustus Edisi Khusus 4 2003 Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003 Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): Agustus Edisi Khusus 1 2003 Vol 4, No 1 (2003): Februari 2003 Vol 3, No 2 (2002): Agustus 2002 Vol 3, No 1 (2002): Februari 2002 Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001 Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001 Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000 Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000 More Issue