cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jstni_batan@batan.go.id
Editorial Address
PSTNT BATAN Bandung Jalan Tamansari 71
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology)
Focus of Publication in Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology : Result of experiment in the field of nuclear science and technology and its applications in various fields. Acceptable topics include: Radioisotope, Radiopharmacy, Nuclear Medicine, Nuclear Radiation and its Measurement, Nuclear Physics and Reactors, Nuclear Instrumentation and Radioactive Waste including its applications in the fields of health, biology, industry, agriculture, metallurgy and environment
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001" : 4 Documents clear
ANALISIS DOSIS DARI OPERASI NORMAL DUA UNIT PWR PADA SATU TAPAK. Liliana Yetta Pandi
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2001.2.2.1674

Abstract

ANALISIS DOSIS DARI OPERASI NORMAL DUA UNIT PWR PADA SATU TAPAK. Tujuan analisis ini adalah untuk menghitung dosis efektif ekivalen tahunan dari gas mulia, iodium dan zat radioaktif lainnya yang terlepas kelingkungan dan PLTN jenis PWR selama beroperasi normal. Dosis efektif ekivalen tahunan di luar daerah tapak PWR yang disebabkan oleh pelepasan gas mulia dan iodium radioaktif ke lingkungan harus dihitung secara seksama. Selama operasi normal, paparan tersebut, dihitung dengan computer code ANDOSE-JINS. ANDOSE-JINS digunakan oleh Nuclear Power Engineering Corporation, Jepang untuk mengevaluasi dosis operasi normal dan PLTN yang akan dibangun. Analisis dosis paparan radioaktif yang berasal dari dua unit PWR yang beroperasi secara normal pada satu tapak merupakan bahasan utama pada makalah ¡ni. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dosis untuk penduduk sekitar PWR masih di bawah batas yang diizinkan.  
PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP SIFAT KEKERASAN PADUAN Zr - Sn - Fe - Nb Djoko Hadi Prajitno; Putu Sukmabuana
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2001.2.2.2126

Abstract

PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP SIFAT KEKERASAN PADUAN Zr—Sn—Fe—Nb. Penelitian perlakuan panas paduan logam Zirkonitim Zr-Sn-Fe-Nb pada temperatur 700-900°C dengan waktu pernanasan 1 - 4 jam, Hasil peleburan menggunakan tungku pelelehan busur tunggal dengan atmosfer gas argon telah dilakukan. Hasil analisis dengan difraksi sinar X menunjukkan bahwa fasa yang  terbentuk didorninasi oleb fasa-α. Hasil karakterisasi dengan mikroskop optic rnenunjukkan bahwa naiknya temperatur pemanasan akan rnengubah struktur mikro paduan logam dan basket wave menjadi basket wave dengan ukuran yang Iebih besar. sedangkan bertambah Iamanya waktu pemanasan akan menaikkan jumlah pembentukan struktur mikro basket wave yang besar. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa kenaikan temperatur dan waktu perlakuan panas akan menurunkan kekerasan paduan Zr-Sn-Fe-Nb.
DOSIS PASIEN SEBAGAI INDIKATOR KONDISI PAPARAN: SURVAI DI SEPULUH RUMAH SAKIT DI JAWA Suwarno Wiryosimin
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2001.2.2.1675

Abstract

DOSIS PASIEN SEBAGAI INDIKATOR KONDISI PAPARAN: SURVAI DI SEPULUH RUMAH SAKIT DI JAWA. Prosedur radiologi diagnostik tidak selalu dilaksanakan oleh operator yang berkualifikasi atau di bawah pengawasan ahliradiologi. Keadaan seperti ¡ni mungkin berpengaruh pada terimaan dosis pasien. Penetapan tidak langsung kondisi paparan rutin yang diterapkan dalam praktek radiologi diagnostik di rurnah sakit kadang-kadang sangat bermanfaat. Salah satu cara pelaksanaannya adalah melalui pengukuran dosis kulit Ds , dosis tempat berkas keluar danpasienDex , dan dosis pada arah berkas menuju gonad Dg yang diterima pasien yang mendapat pemeriksaan radiografi thoraks. Terimaan dosis ¡ni diukur menggunakan dosimeter termolumin esensi (DTL 100) yang masing-masing ditempelkan pada punggung dan dada pasien, dan yang ketiga ditempelkan 25 cm dibawah dosimeter pertama. Diperoleh data dan 1437 pasien dari berbagai rumah sakit diJawa. Di antaranya 753 pasien yang mendapat perneriksaan radiografi penuh, 295 mendapat pemeriksaan radiografi mini (MCS), dan 389 mengalami pemeriksaan fluoroskopi. Pemakaian tabung sinar-X dengan tegangan di bawah 70 kV dan tanpa dipasang filter tambahan, menghasilkan Ds /Dex lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan teknik tegangan lebih tinggi ditambah dengan pemasangan filter. Pemberian paparan dengan berkas radiasi yang terlalu luas menghasilkan Ds/Dg yang rendah di band¡ngkan dengan luas berkas yang lebih kecil.
PENENTUAN KANDUNGAN ESTRADIOL (E2) DAN LUTEINIZING HORMONE (LH) PADA PETAURUS BREVICEPS PAPUANUS (MARSUPIALIA) SELAMA SATU STKLUS ESTRUS. Lieu A; Sutasurya N; Agung Janika Sitasiwi
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2001.2.2.1673

Abstract

PENENTUAN KANDUNGAN ESTRADIOL (E2) DAN LUTEINIZING HORMONE (LH) PADA PETAURUS BREVICEPS PAPUANUS (MARSUPIALIA) SELAMA SATU STKLUS ESTRUS. Telah dilakukan penentuan kandungan estradiol (E2) dan Lueinizing hormone (LH) plasma darah selama satu siklus estrus pada Petarus breviceps papuanus betina dewasa, stuatu marsupialia yang hidup di Irian Jaya dan Kepulauan Aru. Data biologi reproduksi jenis hewan ini sangat sedikit. Kadar hormon E2 dan LH plasma darah pada setiap fase selama sikius estrus ditentukan dengan metode RIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan hormon E2 dan LH mengalami kenaikan dan penurunan secara nyata dan berjalan seiring dengan dicapainya perubahan fase selama sikius estrus. Kandungan hormon E2 dan LH tertinggi dicapai pada fase estrus. Sedang kandungan terendah pacla Pasediestrus. Padafase estrus. LH memperlihatkan terjadinya lonjakan konsentiasi yang berarti bahwa pada periode estrus ¡ni terjadi ovtilasi. Akan tetapi, Pada penelitian ini, waktu terjadinya ovulasi belum dapat ditentukan. Dapat disimpulkan bahwa kandungan E2 dan LH pada Petarus breviceps papuanus betina dewasa selama satu siklus mencapai kandungan tertinggi pada fase estrus dan terendah pada fase diestrus 

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2001 2001


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 2 (2023): August 2023 Vol 24, No 1 (2023): February 2023 Vol 23, No 2 (2022): Agustus 2022 Vol 23, No 1 (2022): February 2022 Vol 22, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 22, No 1 (2021): February 2021 Vol 21, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 21, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 20, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 20, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 15, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 13, No 1 (2012): Februari 2012 Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 12, No 1 (2011): Februari 2011 Vol 11, No 2 (2010): Agustus 2010 Vol 11, No 1 (2010): Februari 2010 Vol 10, No 2 (2009): Agustus 2009 Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009 Vol 9, No 2 (2008): Agustus 2008 Vol 9, No 1 (2008): Februari 2008 Vol 8, No 2 (2007): Agustus 2007 Vol 8, No 1 (2007): Februari 2007 Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006 Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006 Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005 Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005 Vol 5, No 2 (2004): Agustus 2004 Vol 5, No 1 (2004): Februari 2004 Vol 4, No 4 (2003): Agustus Edisi Khusus 4 2003 Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003 Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): Agustus Edisi Khusus 1 2003 Vol 4, No 1 (2003): Februari 2003 Vol 3, No 2 (2002): Agustus 2002 Vol 3, No 1 (2002): Februari 2002 Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001 Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001 Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000 Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000 More Issue