cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 1,211 Documents
Proses untuk Menurunkan Konsentrasi Sianida Bebas dalam Air Limbah Pertambangan Emas Skala Kecil Majalis, Asep Nurohmat; Lusiani, Sri; Novitasari, Yeni
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.073 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v20i1.3214

Abstract

ABSTRACTThe processing of gold by cyanidation has an impact on the release of free cyanide into the environment contained in the tailings. Free cyanide is very dangerous because it has very high toxicity. The process to remove free cyanide from tailings is the oxidation-precipitation using a mixture of sulfur and oxygen catalyzed by copper (II). This process can reduce the concentration of free cyanide as well as heavy metals. Free cyanide is oxidized to cyanate and heavy metals are deposited as metal-hydroxide. The optimum parameter of these methods on tailing cyanidation from gold ore Lebak Situ Village-Lebak Gedong District-Lebak Regency-Banten province are the ratio of the weight of SO2/CN- is 7; the catalyst dose is 75 mg/L; pH is 9 and the processing time is 4 hours. Application tests of the optimum parameter were able to reduce free cyanide concentration from 95.8 mg/L to 0.25 mg/L. Wastewater from the processing with this process has fulfilled the specified Quality Standards. The wastewater pollution index value before the treatment process is 136.32, changing to 0.36 after processing. These changes indicate that the oxidation-precipitation process has been able to change the condition of cyanidation wastewater from heavily polluted to better conditions.Keywords: cyanidation, tailing, oxidation, optimum parameter, aplication test, pollution index ABSTRAKPengolahan emas dengan sianidasi berdampak pada pelepasan sianida bebas ke lingkungan yang terkandung di dalam tailing. Sianida bebas sangat berbahaya karena mempunyai toksisitas yang sangat tinggi. Salah satu proses untuk menghilangkan sianida bebas dari tailing adalah oksidasi-presipitasi menggunakan campuran gas sulfur dan oksigen terkatalisis tembaga (II). Proses ini mampu menurunkan konsentrasi sianida bebas sekaligus logam berat.  Sianida bebas dioksidasi menjadi sianat dan logam berat diendapkan sebagai logam-hidroksida. Parameter optimum proses tersebut pada tailing sianidasi bijih emas Lebak Situ Kecamatan Lebak Gedong Kabupaten Lebak Provinsi Banten adalah rasio berat SO2/CN- 7; dosis katalis 75 mg/L; pH pengolahan 9 dan waktu pengolahan 4 jam. Uji aplikasi parameter optimum tersebut mampu menurunkan konsentrasi sianida bebas dari 95,8 mg/L menjadi 0,25 mg/L. Air limbah hasil pengolahan dengan proses tersebut telah memenuhi Baku Mutu yang ditetapkan. Nilai indeks pencemaran air limbah sebelum proses pengolahan adalah 136,32 berubah menjadi 0,36 setelah dilakukan proses pengolahan. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa proses oksidasi-presipitasi telah mampu mengubah kondisi air limbah sianidasi dari tercemar berat menjadi kondisi lebih baik.Kata kunci: sianidasi, tailing, oksidasi, parameter optimum, uji aplikasi, indeks pencemaran
KUALITAS DEBU DALAM UDARA SEBAGAI DAMPAK INDUSTRI PENGECORAN LOGAM CEPER Prayudi, Teguh
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.802 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i2.210

Abstract

Dalam tulisan ini disampaikan hasil penelitian kandungan debu dalam udaraambient untuk daerah industri pengecoran logam Ceper yang terletak diKecamatan Ceper, Kabupaten Klaten-Jawa Tengah. Industri pengecoran logam ini merupakan industri yang dilakukan oleh masyarakat yang tergabung dalam koperasi Batur Jaya. Mengingat sejarah pembentukannyasebagai industri rakyat yang telah berlangsung secara turun menurun sejak jaman kolonialisasi, maka masalah lingkungan belum pernah menjadi bagian dari proses pengembangan industri ini.Melalui penelitian ini dicoba mengidentifikasi permasalahan lingkungan yang telah timbul di daerah industri ini, khususnya masalah pencemaran debu didalam udara ambient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi debu di wilayah ini telah melampaui nilai ambang batas yang diperbolehkan. Untuk itu perlu adanya usaha untuk menurunkan kadar tersebut melalui konsep pembangunan industri yang berwawasan lingkungan.
KARAKTERISASI SUMBERDAYA LAHAN DAN PEWILAYAHAN KOMODITAS UNGGULAN PERKEBUNAN DI PULAU BURU Mubekti, Mubekti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1353.725 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1239

Abstract

Evaluasi karakter lahan dan pewilayahan komoditas perkebunan berdasarkan kesesuaian lahan telah dilakukan di Pulau Buru, dimana wilayah ini merupakan salahsatu pulau utama di Provinsi Maluku yang mempunyai potensi sumberdaya lahan yang tinggi. Namun demikian karakter lahan sangat bervariasi dari satu tempat ketempat lainnya karena adanya factor-faktor pembatas di dalamnya. Dalam metodologi dijelaskan secara singkat tentang evaluasi lahan, kesesuaian lahan dan pewilayahankomoditas perkebunan. Kemudian bahasan hasil studi di Pulau Buru disajikan meliputi penggunaan, karakter, dan kesesuaian lahan, serta pewilayahan komoditas perkebunan. Sebagian besar wilayah studi masih ditutupi oleh hutan, dan hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan sebagai lahan garapan. Dareah studi terdapat 5 fisiografi terbagi menjadi 15 unit lahan. Sebagian besar lahan masuk dalam katagori tidak sesuai (N), dan hanya sebagian kecil yang masuk katagori sesuai (S). Secara alami yang menjadi factor pembatas lahan adalah kemiringan curam, ketinggian tempat, kedalaman tanah yang dangkal, dan ketersediaan air. Total luasan lahan yang potensial untuk dikembangkansebagai lahan perkebunan adalah 187.902 hektar, dan sekitar 50 % dari lahan tersebut terletak di hutan yang dapat dikonversi.
KEANEKARAGAMAN TANAMAN PEKARANGAN DAN PEMANFAATANNYA DI DESA LAMPEAPI, PULAU WAWONI – SULAWESI TENGGARA Rahayu, Mulyati
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.627 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v6i2.338

Abstract

In Indonesia, home garden have not aequire any much awareness yet. Although this home garden can be a valuable incomes for family if manage in good way. Research and inventory on plant diversity of home garden in Lampeapi village, Wawonii Dictrict, Southwest Of Celebes resulted of 40 species.Those plants are used daily needs and can be used for raising family income such as “onii” Cocos nucifera, “marisa” Piper nigrum, “dambo” Anacardium occidentale, “punti” Musa spp. and coklat Theobroma cacao. Diversity of plants species, as proportion and indigenous knowledge of local people is very interesting to study in order to conserve their germ plasma.
CITRA TEGAK RESOLUSI TINGGI UNTUK PENGELOLAAN LINGKUNGAN Karsidi, Asep
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6679.514 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i2.1603

Abstract

Masyarakat umum belum sepenuhnya memahami tentang peta dan fungsinya, masih banyak yang keliru mengambil informasi yang terkandung didalam selembar peta. Dengan kehadiran citra satelit yang begitu mudah diakses melalui media internet semakin menghawatirkan terhadap  pemahaman informasi yang dikandung dalam selembar citra dan selembar peta. Citra yang belum atau tidak melalui proses koreksi sesuai kaidah pemetaan akan menyesatkan, sebaliknya peta yang diproduksi bersumber dari citra satelit atau fotogrametris telah melalui proses sesuai kaidah pemetaan sehingga dimensi ukuran dan orientasi objek sebagi informasi yang dikandung dalam selembar peta atau peta citra dapat diandalkan dan tidak akan menyesatkan. Citra tegak resolusi tinggi merupakan peta citra yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi berbasis keruangan yang handal untuk berbagai tujuan termasuk pengelolaan lingkungan.Kata kunci: Citra Tegak (Ortho Image), Fotogrametris, Orthorektifikasi, Peta.
KAJIAN KONSERVASI BUAH MERAH MELALUI KULTUR JARINGAN TANAMAN; EKSTRASI , FRAKSINASI BUAH, UJI ANTIOKSIDAN, DAN UJI ANTIDIABETIK Priyono, Sumarnie Hasto
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.598 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v9i3.466

Abstract

Buah merah (Pandanus conoideus Lam.) Pandanaceae has several local name in Kelila, Wamena – Papua based on its size, fruit colo, leaf color and taste. It has wide distribution and can be found low land to high land. Buah merah contains valuable nutrients and bioactive compounds in abundant/high concentration, such as: â-caroten, tocopherol, fatty acids (oleic acid, linoleic acid, linolenic acid and decanoic acid). Its cultivation had been done ocal people but not extensively. The easiest way of buah merah propagation was by separating buah merah seedling and stem cutting or byplanting its.The aim of the study were to compile the data that support plant identification of buah merah from Kelila, Wamena-Papua, to study is potency for antioxidant and antidiabetic properties and determine the best media in tissue culture for producing buah merah planlet. The result showed that shoot bud from stem explant cultured in media combination of MS + IBA (2 mg/l) + BA(5 mg/l) produce 10 plantlets, while callus came from leaf tip explant cultured in media combination of MS + BA (5mg/l)+TDZ (0.02 mg/l) The antioxidant test showed that ethyl acetate fraction had good antioxidant activity LC 50 (0.253) while petroleum ether fraction showed good antidiabetic properties with 0.5 % (0.560), 0.25 % (0.593) and control is 0.633.
Penentuan Temperatur Optimal Pembakaran Boiler untuk Karbonisasi Hidrotermal Sampah Organik Melalui Model Semi-Analitik Perpindahan Panas Dewanti, Dian Purwitasari; Sulaiman, Albert
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1120.768 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v20i2.3484

Abstract

ABSTRACTBoiler is the one of the importance main equipment in the hydrothermal carbonization process. Steam produced from boiler is used to hydrothermal carbonization of organic waste in the reactor. This steam is produced due to the thermal displacement resulting from fuel combustion. The effectiveness of thermal displacement affects the amount of the fuel consumed and the air emissions produced by the combustion process. The study of the thermal transfer in a water tube typed boiler through Rayleigh-Benard convection semi-analytic modeling was carried out in this study. The boiler is modeled as a cylinder of two-dimensions with degrees of freedom of radius and height of the cylinder. Semi-analytic solutions are obtained by applying the Galerkin method where ordinary nonlinear differential equation systems are solved using the 4th order Runge-Kutta method. The results show that the amplitude that is function of the stream and thermal dispersion will oscillate sharply at the start of the heating process and then periodically oscillate with small variability as quasi patterns. Simulation shows that the rolling condition starts with a large rolling radius and then shrinks that is followed by uniformly distributed rolling and thermal spread throughout the boiler. The simulation results show the optimal temperature is around 300 oC. At this temperature, steam meets the conditions needed during the hydrothermal carbonization process of organic waste and fuel consumption can be adjusted to reduce air emissions resulting from combustion.Key words: boiler, convective, heat transfer, hydrothermal carbonization, Rayleigh-Benard.ABSTRAKBoiler atau ketel uap merupakan salah satu peralatan utama yang sangat penting pada proses karbonisasi hidrotermal. Uap air (steam) yang dihasilkan dari boiler dibutuhkan untuk proses karbonisasi hidrotermal sampah organik dalam reaktor. Produksi uap disebabkan oleh perpindahan panas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar. Efektifitas perpindahan panas mempengaruhi jumlah bahan bakar yang dibutuhkan dan emisi udara yang dihasilkan oleh proses pembakaran tersebut. Kajian perpindahan panas dalam boiler bertipe water tube melalui pemodelan semi analitik konveksi Rayleigh-Benard dilakukan dalam penelitian ini. Boiler dimodelkan sebagai silinder dua dimensi dengan derajat kebebasan jari jari dan tinggi silinder. Solusi semi analitik diperoleh dengan menerapkan metode Galerkin dimana sistem persamaan diferensial biasa nonlinier model dipecahkan menggunaan metode Runge-Kutta orde 4. Hasilnya menunjukkan bahwa amplitude yang merupakan fungsi aliran (stream) dan dispersi panas akan berosilasi secara tajam pada awal waktu proses pemanasan dan kemudian secara periodik berosilasi dengan variabilitas yang kecil mengikuti pola kuasi. Simulasi menunjukkan bahwa kondisi rolling dimulai dengan jari jari rolling yang besar dan kemudian mengempis yang diikuti dengan tersebar meratanya rolling dan panas secara seragam di seluruh boiler. Hasil simulasi menunjukkan suhu optimal adalah sekitar 300oC. Pada suhu tersebut, steam memenuhi kondisi yang dibutuhkan selama proses karbonisasi hidrotermal sampah organik dan konsumsi bahan bakar bisa diatur untuk mengurangi emisi udara yang dihasilkan dari pembakaran.Kata kunci: boiler, karbonisasi hidrotermal, konvektif, perpindahan panas, Rayleigh-Benard.
BEBAN PENCEMARAN LIMBAH INDUSTRI DAN STATUS KUALITAS AIR SUNGAI CITARUM terangna, nana; yusuf, iskandar a
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.484 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i2.242

Abstract

Sungai Citarum beserta tiga waduk besar yaitu Saguling Cirata dan Juanda (Jatiluhur) memiliki fungsi ekonomi ekologi dan sosial yang sangat penting bagi masyarakat Jawa Barat dan DKI Jakarta. Potensi yang demikian pentingnya tersebut terancam oleh penurunan kualitas air sungai karena beban pencemaran yang terus meningkat telah melampaui daya tampung sumber air tersebut. Beban pencemaran terbesar berasal dari limbah penduduk dan industri sehingga memerlukan prioritas penanganan utama dalam upaya pengendalian pencemaran air.Meskipun PROKASIH telah berhasil menurunkan beban pencemaran limbah industri,namun kualitas air Sungai Citarum sejak PROKASIH tahun 1989 sampai saat ini belum menunjukkan perbaikan, bahkan cenderung memburuk. Status kualitas air Sungai Citarum sejak tahun 1989 sampai saat ini tidak pernah memenuhi Baku Mutu Air yang telah ditetapkan Pemerintah Daerah sepanjang tahun.Berdasarkan hasil simulasi model kualitas air pada sub. DPS Citarum Hulu, untuk memulihkan kualitas air sungai Citarum Hulu sampai mjemenuhi Baku Mutu Air yang ditetapkan sepanjang tahun, diperlukan pengurangan beban pencemaran organik (BOD) sebesar 85%. Oleh karena itu pengolahan limbah industri saja tidak cukup, sehingga pengolahan limbah domestik dari pemukiman harus dilakukan secara bersamaan. Selain itu diperlukan upaya peningkatan daya tampung sungai melalui upaya konservari daerah tangkapan air pada DPS Citarum.Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, pembangunan sistem Pengumpulan dan Pengolahan Limbah Industri Terpusat (SPPLIT) pada sejumlah zona-zona (cluster) industri pada DPS Citarum merupakan kebijaksanaan strategis untuk menurunkan beban pencemaran limbah industri. Disamping itu upaya pemulihan kualitas air Sungai Citarum perlu ditunjang dengan upaya penegakan hukum yang konsekwen, serta komitmen semua pihak yang berkepentingan untuk melaksanakan upaya pengendalian pencemaran air yang telah direncanakan secara nyata dan konsisten.
SPATIAL STATISTICS FOR ESTIMATING SAGO STOCK IN WEST PAPUA, INDONESIA = Statistika Spasial untuk Estimasi Stok Sagu di Papua Barat, Indonesia ., Mubekti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1416.401 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v14i2.1427

Abstract

Sagu sawit adalah salah satu Genus Metroxylon dari keluarga Palmae , yang mengakumulasi sejumlah besar pati di batangnya. Sebagai sumberdaya makanan bertepung, sagu bisa menjadi peran penting sehubungan dengan kemungkinan kekurangan pangan di dunia di masa depan. Sagu sawit adalah tanaman tropis yang tidak hanya tumbuh di lahan kering, tetapi juga tumbuh dengan adaptasi yang tinggi terhadap lahan basah seperti rawa air tawar, rawa gambut ataubrakish. Asal-usul sagu diyakini membentang dari Maluku dan Papua dari Indonesia ke New Guinea. Namun, perhatian untuk mengeksplorasi penyebaran dan potensi sagu belum dilakukansecara memadai di Papua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan metode statistik spasial untuk pemetaan dan memperkirakan saham sagu di Inanwatan District, Kabupaten SorongSelatan, Papua Barat. Kerangka sampling area berupa metode segmen persegi yang diterapkan untuk memperkirakan stok sagu, yang melibatkan beberapa tahapan, yaitu, (1) Stratifikasi daerahpenelitian dengan menggunakan resolusi tinggi dari data satelit, (2) Desain survei kerangka sampel, (3) Survei lapangan untuk truthing tanah, dan (4) analisis data. Hasil menunjukkan bahwa totaldaerah penelitian adalah 13.315 ha terdiri dari 2.892 ha hutan non - sagu dan 10,423 ha hutan sagu. Hutan sagu dibagi menjadi 3 strata, yaitu kepadatan rendah, kepadatan sedang, dan kepadatantinggi, yang memiliki luas wilayah 630 ha, 392 ha, dan 9.401 ha. Populasi sagu matang di kepadatan rendah , kepadatan sedang , dan kepadatan tinggi 22,680 berdiri , 32,928 berdiri , dan 549,018berdiri sebesar 4.930 ton , 7,226 ton , dan 109,044 ton pati sagu , masing-masing. Sehingga , total saham sagu di daerah penelitian adalah seluruh 121,200 ton pati sagu. Kata Kunci : statistik spasial, area kerangka sampling, penginderaan jauh, sagu sawitAbstractSago palm is one of Genus Metroxylon belonging to Family Palmae, that accumulates a huge amount of starch in its stem.As invaluable resouces of starchy food, sago palm could be an important role inrespect to possible food shortage in the world in future. Sago palm is a tropical plant which not only grows in the dry lands but also grows with high adaption to low-lying wetlands such as fresh waterswamp, peat swamp or brakish water. The origin of sago palm is believed to be the area extending from Moluccas, and Papua of Indonesia to New Guinea. However, the attention to explore spreadand potential of sago stock has not been done adequately in Papua. The Objective of this study is to develop spatial statistics method for mapping and estimating sago stock in Inanwatan District,Sorong Selatan Regency, West Papua. Area frame sampling of square segment method is applied for estimating sago stock, which involves some stages, i.e., (1) Stratification of study area by usinghigh resolution of satellite data, (2) Design of sample frame survey, (3) Field survey for ground truthing, and (4) Data analysis. The Results show that the total of study area is 13,315 ha consistedof 2,892 ha non-sago forest and 10.423 ha sago forest. Sago forest is divided into 3 strata, namely low density, medium density, and high density, which has area of 630 ha, 392 ha, and 9,401 harespectively. The population of ripe sago palm in low density, medium density, and high density are 22.680 stands, 32.928 stands, and 549.018 stands equal to 4.930 tons, 7.226 tons, and 109.044 tonsof sago starch, respectively. So that, the total sago stock in the whole study area is 121.200 tons of sago starch. Keywords: spatial statistics, area frame sampling, remote sensing, sago palm
PENGHILANGAN DETERJEN DAN SENYAWA ORGANIK DALAM AIR BAKU AIR MINUM DENGAN PROSES BIOFILTER UNGUN TETAP TERCELUP Said, Nusa Idaman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.134 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v7i1.370

Abstract

According to PDAM survey in Jakarta, Surabaya and other cities, surfacewater resources didn’t meet standard quality anymore for raw drinking water.Synthetic detergents, mostly anionic detergents have been widely used inIndonesia over past three decades, similar to its use in other developing countries, and residuals from such use have entered the country's riverine and estuarine systems. Detergent and other organic substance problems have become more seriuos especially in urban areas where the spread of sewerage systems are still low. According to this reason, it is important to develop low-cost technology to solve this problem such as developing biological treatment for removing detergents and organics.The present study describes the removal detergents and organic matter inriver water using submerged fixed bed biofilter with honeycomb tube plastic media. The experiments were operated by submerged fixed bed biofilter reactor using honeycomb plastic media continuously with size 21 cm x 30 cm x 59 cm, the total volume 372 litters. Results of experiments showed that using this method the removal efficiency of organic matter were affected by hydraulic retention time in reactor. The best conditions are achieved in aerobic tretment (Hydrolic retention time 4 hours) with the removal efficiency were 68,702% for organic materials,and 71,85% for detergent respectively.

Page 36 of 122 | Total Record : 1211


Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue