cover
Contact Name
Akmal Fajri
Contact Email
akmalfajri11@gmail.com
Phone
+6285277368920
Journal Mail Official
admin@pusakacendekia.org
Editorial Address
Jl. Tgk Chik No.16, Beurawe, Kec. Kuta Alam, Kab. Kota Banda Aceh.
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia
ISSN : -     EISSN : 31096891     DOI : https://doi.org/10.65427/puscen.vi1i
Aims Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia is a leading peer-reviewed and open-accsess journal on Linguistic and literary studies in the world, which publishes scholarly works of researchers and scholars from around the world, and specializes in the Language and Literature. This journal is published by Pusaka Cendekia Indonesia Foundation Banda Aceh. Focus Journal Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia focuses on pubishing the highest quality scientifiec articles emphasizing linguistic and literature issues with interdisicplinary and multidisciplinary approaches. Editors welcome scholars, researchers and practitioners of languange and literature around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. Scope Journal Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia encompasses original research articles, review articles, and short communications, that deal with development issues Language and literature. scope Including: Linguistic, Literature, History, Culture, and Philology.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "vol. 2 no. 1 (2026)" : 3 Documents clear
Persuasive Communication of Wilayatul Hisbah in Sharia Enforcement in Aceh Besar Rahmat Nazar
Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Pusaka Cendekia Indonesia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65427/puscen.v2i1.19

Abstract

This study examines persuasive communication used by Wilayatul Hisbah (WH) in supporting the enforcement of Islamic sharia regulations in Aceh Besar, Indonesia. Using a qualitative descriptive case-study approach, the research draws on interviews, field observation, and institutional documents concerning WH communication and enforcement activities. The analysis identifies three interrelated modes of persuasion: educational communication that translates legal and religious norms into accessible advice and socialization; dialogic communication that creates space for two-way explanation and response; and humanistic communication that emphasizes empathy, dignity, and proportionality. These modes are combined with preventive monitoring and formal enforcement rather than replacing them. The findings suggest that persuasive interaction can strengthen legal understanding, reduce interactional resistance, and create conditions for voluntary compliance. However, the available qualitative evidence does not establish a causal decline in violation rates. The study contributes by interpreting WH communication through persuasion and procedural-legitimacy perspectives and by showing that effective sharia enforcement depends not only on regulatory authority but also on message design, communicator credibility, respectful treatment, and community legal literacy.   Penelitian ini mengkaji komunikasi persuasif yang digunakan Wilayatul Hisbah (WH) dalam mendukung penegakan regulasi syariat Islam di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus melalui wawancara, observasi lapangan, dan telaah dokumen kelembagaan terkait aktivitas komunikasi dan penegakan WH. Analisis menemukan tiga pola persuasi yang saling berkaitan, yaitu komunikasi edukatif yang menerjemahkan norma hukum dan agama ke dalam nasihat serta sosialisasi yang mudah dipahami; komunikasi dialogis yang membuka ruang penjelasan dan tanggapan dua arah; serta komunikasi humanis yang menekankan empati, martabat, dan proporsionalitas. Ketiga pola tersebut dipadukan dengan langkah preventif dan penegakan formal, bukan untuk menggantikannya. Temuan menunjukkan bahwa interaksi persuasif berpotensi memperkuat pemahaman hukum, mengurangi resistensi interaksional, dan menciptakan kondisi bagi kepatuhan sukarela. Namun, bukti kualitatif yang tersedia belum cukup untuk membuktikan penurunan angka pelanggaran secara kausal. Penelitian menegaskan pentingnya desain pesan, kredibilitas komunikator, perlakuan yang menghormati masyarakat, dan literasi hukum dalam penegakan syariat.
Language Games in Primary Arabic Learning: A Pre-Experimental Study Irawati; Anshar Zulhelmi
Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Pusaka Cendekia Indonesia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65427/puscen.v2i1.22

Abstract

This study re-examines classroom language games in primary Arabic instruction at Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banda Aceh and evaluates changes in students’ short-term learning achievement. The revised analysis uses a pre-experimental one-group pretest-posttest design supported by classroom observation. The analyzed intervention group comprised 18 students, with achievement measured before and after game-based Arabic learning. Mean scores increased from 28.33 (SD = 11.38) to 72.50 (SD = 11.01), producing a mean gain of 44.17 points; all students improved. Because gain scores showed marginal non-normality, a Wilcoxon signed-rank test was used as the primary inferential analysis and indicated a significant difference (W = 0, p < .001). A paired-samples t test produced the same conclusion, t(17) = 23.16, p < .001. Classroom observations also suggested greater participation and enthusiasm, although motivation was not measured with a validated scale. The findings indicate a strong association between the intervention period and improved achievement, but causal claims remain limited by the absence of a control group, the small sample, and incomplete documentation of the intervention protocol   Penelitian ini menelaah kembali penggunaan permainan bahasa dalam pembelajaran bahasa Arab tingkat dasar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Banda Aceh dan mengevaluasi perubahan hasil belajar jangka pendek peserta didik. Analisis revisi menggunakan desain pra-eksperimental satu kelompok dengan pretest-posttest yang didukung observasi kelas. Kelompok intervensi yang dianalisis berjumlah 18 peserta didik dan hasil belajar diukur sebelum serta sesudah pembelajaran bahasa Arab berbasis permainan. Nilai rata-rata meningkat dari 28,33 (SD = 11,38) menjadi 72,50 (SD = 11,01), dengan kenaikan rata-rata 44,17 poin; seluruh peserta didik mengalami peningkatan. Karena skor selisih menunjukkan penyimpangan marginal dari normalitas, uji Wilcoxon digunakan sebagai analisis inferensial utama dan menunjukkan perbedaan signifikan (W = 0; p < 0,001). Uji t berpasangan memberikan kesimpulan yang sama, t(17) = 23,16; p < 0,001. Observasi kelas juga mengindikasikan partisipasi dan antusiasme yang lebih tinggi, tetapi motivasi tidak diukur menggunakan skala tervalidasi. Temuan menunjukkan hubungan kuat antara periode intervensi dan peningkatan hasil belajar, namun klaim kausal dibatasi oleh ketiadaan kelompok kontrol, ukuran sampel kecil, dan dokumentasi intervensi yang belum lengkap
Audience Reception of Othman Alibrahim’s Kun Fayakun: A Reader-Response Study Rizki Rinaldi; Ahmad Fauzan
Jurnal Bahasa dan Sastra Pusaka Cendekia Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Pusaka Cendekia Indonesia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65427/puscen.v2i1.23

Abstract

This study examines how digital audiences construct meaning around Othman Alibrahim’s Arabic acapella nasheed Kun Fayakun through Wolfgang Iser’s reader-response framework. Using a qualitative interpretive design, the study analyzes fifteen public YouTube comments documented from the performance’s comment section and selected purposively because they directly address the singer, the nasheed’s spiritual message, or affective-symbolic reactions. The comments were anonymized and coded according to response focus, shared repertoire, textual indeterminacy, and audience concretization. The findings identify three interconnected reception patterns. First, aesthetic-performative responses foreground vocal clarity, acapella delivery, and the singer’s expressive quality. Second, spiritual-textual responses interpret the nasheed through an Islamic repertoire of divine power, supplication, hope, and healing. Third, symbolic-affective responses use emojis and brief expressions to condense admiration, grief, serenity, and spiritual comfort. The study argues that YouTube comments make visible forms of concretization that remain largely implicit in conventional literary reading. It extends Iser’s framework to digital musical reception while emphasizing that a small purposive comment corpus cannot represent the entire audience.   Penelitian ini mengkaji bagaimana audiens digital membangun makna terhadap nasyid akapela Arab Kun Fayakun karya Othman Alibrahim melalui kerangka respons pembaca Wolfgang Iser. Penelitian menggunakan desain kualitatif interpretatif dengan menganalisis lima belas komentar publik YouTube yang didokumentasikan dari kolom komentar pertunjukan dan dipilih secara purposif karena secara langsung membahas penyanyi, pesan spiritual nasyid, atau respons afektif-simbolik. Identitas pengguna dianonimkan dan data dikodekan berdasarkan fokus respons, repertoar bersama, ketaktertentuan teks, dan konkretisasi audiens. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola resepsi yang saling berkaitan. Pertama, respons estetis-performatif menonjolkan kejernihan vokal, penyajian akapela, dan ekspresivitas penyanyi. Kedua, respons spiritual-tekstual memaknai nasyid melalui repertoar Islam tentang kekuasaan Ilahi, doa, harapan, dan penyembuhan. Ketiga, respons simbolik-afektif menggunakan emoji serta ungkapan singkat untuk memadatkan kekaguman, kesedihan, ketenangan, dan kenyamanan spiritual. Penelitian ini menunjukkan bahwa komentar YouTube dapat memperlihatkan proses konkretisasi makna yang sering tidak terlihat dalam praktik pembacaan konvensional. Kajian ini memperluas penerapan teori Iser pada resepsi musik digital, sekaligus menegaskan bahwa korpus komentar purposif yang kecil tidak dapat mewakili seluruh audiens.

Page 1 of 1 | Total Record : 3