cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul Jakarta
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Fisioterapi: Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 18584047     EISSN : 25283235     DOI : https://doi.org/10.47007/fisio.v22i2
Core Subject : Health, Science,
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi aims to spread conceptual thinking or ideas, review and the research findings obtained in the field of Physioterapy Science. This journal focuses on the issues of Physioterapy Science involving : Pediatric Neurology Musculoskeletal Cardio pulmonal Sport Geriatric
Articles 188 Documents
ANALISIS BIOMEKANIK KINETIK PADA ATLET BADMINTON DENGAN NYERI LUTUT SAAT GERAKAN BACKHAND DIAGONAL FORWARD LUNGES
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 22, No 01 (2022): FISIOTERAPI: JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v22i01.5062

Abstract

AbstractBadminton is a popular racquet sport around the world, this sport has the characteristics of explosive and intensive movements. The incidence of badminton injuries less than the other sports, but the severity is higher, one of the most common injuries is knee injury The purpose of this study was to see there was a relationship or not between the quality of knee pain (measured by KOOS), muscle activation (measured by surface EMG) and to determine whether there is an effect of multiregional history injury on the activation of m.vastus medialis oblique, m.vastus lateralis, m.biceps femoris and m.erector spine during backhand diagonal forward lunges. This type of research is a cross sectional study design The samples in this study were 21 athletes who were included in the inclusion criteria. The results of the normality test were by Shapiro Wilk the results obtained were p 0.064> 0.05, the correlation test using Pearson correalation 0.00 <00.5 there is a strong relationship between the quality of pain with muscle activation and different tests using the independent sample t-test m.erector spine (0.04 <0.05) showed an effect of multiregional injury history on activation on m.erector spine. Keywords: Badminton, Lunges, Knee Pain, Muscle activation
KORELASI ANTARA FLEKSIBILITAS DORSIFLEKSI ANKLE TERHADAP KESEIMBANGAN BERJALAN PADA LANSIA WANITA DI DESA PENARUNGAN, KECAMATAN MENGWI
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 22, No 01 (2022): FISIOTERAPI: JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v22i01.4359

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui korelasi antara fleksibilita dorsifleksi ankle terhadap keseimbangan berjalan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan rendomized sampling dengan kriteria inklusi sampel rentang umur 60 sampai 75 tahun, yang tidak mengalami nyeri pada ekstremitas bawah dan mampu berdiri mandiri serta melakukan aktivitas berjalan secara mandiri. Didapatkan sampel penelitian berjumlah 10 orang yang dilakukan pengukuran fleksibilitas dorsifleksi ankle menggunakan weight-bearing lunge test, dan pengukuran keseimbangan berjalan menggunakan time up and go test. Selanjutnya dari hasil penelitian dilakukan analisis deskriptif dengan uji normalitas menggunakan shapiro wilk test, didapatkan data dari kedua variabel berdistribusi normal dengan nilai signifikan p>0,050. Kemudian dilakukan uji hipotesis untuk mengetahui korelasi kedua variabel menggunakan pearson corelation, didapatkan korelasi dengan nilai signifikan 0,000 artinya terdapat korelasi, dan nilai pearson correlation atau koefisien korelasinya menunjukkan nilai 0,924 artinya fleksibilitas dorsifleksi dan keseimbangan berjalan mempunyai tingkat hubungan sangat kuat yang bersifat negatif. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi serta koefesien korelasi yang sangat kuat antara fleksibilita dorsifleksi ankle terhadap keseimbangan berjalan pada lansia wanita.Kata kunci: Lansia Wanita, Fleksibilitas Dorsifleksi Ankle, Keseimbangan Berjalan.
Hubungan Balance Confidence dengan Risiko Jatuh pada Lansia
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 22, No 01 (2022): FISIOTERAPI: JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v22i01.4209

Abstract

Latar Belakang: Lansia adalah subjek yang berisiko tinggi terhadap jatuh. Dalam rangka mencegah jatuh lansia, diperlukan identifikasi risiko jatuh yang efektif. Balance confidence adalah salah satu faktor yang berkontribusi pada terjadinya jatuh lansia yang dapat dinilai berdasarkan ABC scale dan FES. Tujuan Penelitian: Menganalisis hubungan balance confidence terhadap risiko jatuh lansia berdasarkan studi empiris yang dipublikasi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Metode: Narrative literature review dilakukan pada Desember 2020 hingga April 2021 melalui database: Medline, Pubmed, Proquest, Pedro, Google Scholar. Penilaian artikel full teks yang diterbitkan 2010 hingga April 2021 yang menjadi kerangka kerja untuk analisis ini. Berdasarkan kriteria inklusi/ekslusi, terdapat 10 studi yang memenuhi syarat. Hasil: balance confidence lebih rendah pada pejatuh daripada nonpejatuh. ABC scale merupakan tes yang paling reliabel dalam menilai risiko jatuh pada lansia. Kesimpulan: Balance confidence yang rendah memiliki risiko jatuh tinggi, balance confidence tinggi memiliki risiko jatuh rendah. Balance confidence dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko jatuh pada lansia.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TELEHEALTH GUNA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP BAGI PASIEN LAYANAN FISIOTERAPI: CRITICAL REVIEW
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 21, No 02 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v21i2.4830

Abstract

Latar Belakang: Seiring perkembangan zaman, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi juga diterapkan dalam bidang kesehatan khususnya Fisioterapi. Telehealth merupakan salah satu layanan yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan seperti sulitnya akses menuju layanan Fisioterapi, keterbatasan biaya dan transportasi, serta kondisi pandemi yang tidak memungkinkan untuk melakukan terapi secara langsung. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat efektivitas penggunaan telehealth dalam layanan Fisioterapi. Metode: Melakukan critical review pada delapan artikel Randomized Controlled Trial (RCT) terpilih, dengan ketentuan artikel Quartile 1 dan 3. Hasil: Layanan telehealth dapat dijadikan alternatif pilihan untuk individu yang kurang mampu mengakses layanan konvensional. Tingkat efektivitas dari penggunaan telehealth dapat dilihat melalui banyak hal seperti kondisi wilayah yang memadai, koneksi jaringan internet, faktor usia dan pemahaman pasien menggunakan alat telekomunikasi, serta kasus penyakit yang diderita. Kesimpulan: Berdasarkan hasil studi critical review terhadap delapan artikel terpilih, layanan telehealth efektif digunakan dan dapat dijadikan alternatif pilihan dalam melakukan interaksi real-time bagi pasien layanan fisioterapi
EFEKTIVITAS TERAPI LATIHAN TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL LUTUT PADA KASUS DISLOKASI PATELLA DEXTRA
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 21, No 02 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v21i2.4428

Abstract

Latar Belakang: Dislokasi patella merupakan salah satu kategori instabilitas sendi dengan pola pergerakan kombinasi sedikit rotasi disertai benturan pada sisi valgus. Berbagai masalah yang timbul diantaranya nyeri dan spasme, ketidakstabilan lutut, penurunan ROM, serta keterbatasan fungsional. Terapi latihan berupa active static stretching exercise, core exercise, dan CKCE diperkirakan mampu meningkatkan kemampuan fungsional dengan menurunkan nyeri dan spasme, meningkatkan kestabilan lutut, dan meningkatkan ROM. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi latihan terhadap peningkatan kemampuan fungsional lutut pada kasus dislokasi patella dextra. Metode: Studi kasus tunggal berupa pemberian intervensi fisioterapi pada perempuan usia 20 tahun dengan kasus dislokasi patella dextra. Terapi latihan dengan metode static stretching exercise dan CKCE diberikan selama 2 kali per minggu sedangkan core exercise diberikan selama 3 kali per minggu dengan masing – masing latihan dievaluasi selama 4 kali. Penilaian intensitas nyeri gerak menggunakan VAS, penilaian ROM menggunakan Goniometer, dan penilaian kemampuan fungsional menggunakan parameter Kujala dan NPI. Hasil: Terdapat penurunan nyeri dan peningkatan ROM serta peningkatan kemampuan fungsional yang dievaluasi menggunakan skor Kujala dan NPI. Kesimpulan: Studi ini menunjukan bahwa intervensi terapi latihan stretching exercise, core exercise, dan CKCE dapat meningkatkan kemampuan fungsional lutut pada kasus dislokasi patella dextra yang diukur menggunakan parameter fungsional.
EFEKTIVITAS HIDROTERAPI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL pada KASUS LOW BACK PAIN MEKANIKAL: LITERATURE REVIEW
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 21, No 02 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v21i2.4526

Abstract

ABSTRAK: Latar Belakang. Low Back Pain adalah salah satu gejala yang sering digambarkan dengan rasa nyeri yang terjadi di daerah lumbal atau lumbosakral yang menyerang 7,3% pada 540 juta orang pada tahun 2015. Adapun LBP tersering adalah LBP mekanikal dengan penyebab adanya Hernia Nukleus Pulposus dan nonspesifik (idiopatik). Kondisi ini menyebabkan gangguan fungsional dan gerak sehingga pasien membutuhkan intervensi fisioterapi, salah satunya hidroterapi. Bahan dan Metode. Metode penelitian dalam penulisan artikel ini adalah literature review melalui empat database, yaitu Science Direct, EBSCOhost, Google Scholar, dan PubMed pada 26 Maret 2021 yang sesuai dengan PICO framework dan kriteria inklusi. Adapun alat ukur yang dapat digunakan untuk menilai kemampuan fungsional adalah ODI, MODI, QBPDS, dan RMDQ. Tujuan. efektivitas hidroterapi terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada kasus LBP mekanikal. Hasil. Terdapat peningkatan kemampuan fungsional pada LBP mekanikal dalam masa latihan 8 minggu dengan dosis latihan 3 sesi/minggu, 8-10x repetisi dan waktu latihan 60 menit/sesi dan metode yang dianjurkan adalah berjalan, ROM exercise, stretching exercise, strengthening exercise, squat, lunges, latihan stabilisasi, serta pedalling dan cycling. Simpulan. Pemberian hidroterapi efektif terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada pasien LBP mekanik dengan berbagai parameter serta memperhatikan berbagai hal, seperti dosis dan metode latihan. Kata Kunci: Low Back Pain, LBP Mekanikal, Hidroterapi, Kemampuan Fungsional, Disabilitas
STUDI KASUS: HYDROTHERAPY PADA CEREBRAL PALSY ATHETOID CASE STUDY: HYDROTHERAPY IN CEREBRAL PALSY ATHETOID
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 21, No 02 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v21i2.4513

Abstract

Background: Dyskinetic / athetoid cerebral palsy is caused by damage to the basal ganglia of the brain. The basal ganglia are responsible for sending messages to the body to help coordinate and control movement.Objective: To determine the implementation of physiotherapy in increasing muscle strength, maintaining spasticity, functional ability, and standing balance in cases of spastic quadriplegy athetoid cerebral palsy using the Halliwick method of hydrotherapy as a modality.Results: After 4 times therapy for spastic quadriplegy athetoid cerebral palsy, the results of the assessment on spasticity from T1 to T4 did n ot increase spasticity, muscle strength increased in the abductor hip from T2: 3 to T3: 4, flexor knee dextra T1: 3 to T4: 4, plantar flexor ankle dextra from T3: 3 to T3: 4. In gross motor skills increased from T1: 64.5% to T3: 65.8%, and from balance in standing static T1: 7 seconds, T2: 15 seconds, T3: 22 seconds, T4: 23 seconds, and balance in stepping is able to T1: 1 step to T2: 3. Improvement in GMFM motor functional abilities T1: 64.5% to 65.8% at T4, Increase in standing balance T1 : 7 seconds at T4 to : 23 Seconds, on the ability to step T1 : 1 step at T4 to : 2 steps.Conclusion: Halliwick's hydrotherapy method can improve muscle strength, maintain spasticity, improve standing and walking balance abilities and improve motor functional abilities in cases of athetoid spastic quadriplegy cerebral palsy.Keywords: Dyskinetic cerebral palsy, athetoid spastic quadriplegic cerebral palsy, Hydrotherapy      
EXERCISE THERAPY YANG BERPENGARUH EFEKTIF TERHADAP PENURUNAN NYERI DAN DISABILITAS PENDERITA HERNIA NUCLEUS PULPOSUS LUMBAL
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 21, No 02 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v21i2.4432

Abstract

Masalah kesehatan yang umum dan mempengaruhi kesehatan maupun performa saat bekerja adalah nyeri punggung bawah (LBP). Salah satu penyebab LBP adalah Hernia Nucleus Pulposus (HNP). HNP merupakan gangguan diskus intervertebral yang menyebabkan nyeri dan disabilitas. Hal ini memerlukan perhatian dalam penanganan HNP dengan exercise therapy. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi literatur terkait dengan exercise therapy apa sajakah yang berpengaruh efektif terhadap penurunan nyeri dan disabilitas penderita HNP lumbal. Penelitian ini dengan studi literatur diterbitkan dengan rentang waktu publikasi maksimal 10 tahun terakhir. Literatur didapatkan dari 5 search engine yaitu PubMed (n=2), SemanticScholar (n=6), NCBI (n=1), Taylor & Francis (n=0), dan JSTOR (n=0) dengan total 9 literatur yang didapatkan dengan metode PICOS, selanjutnya diseleksi sesuai kriteria inklusi untuk mendapatkan literatur yang eligible dan diekstraksi dengan formulir ekstraksi data. Terdapat 9 literatur dengan desain randomized controlled trial. Exercise therapy yang ditemukan berupa Mckenzie exercise, core/lumbar stabilization exercise, general exercise, neural mobilisasi, dan Propioceptive Neuromuscular Fascilitation (PNF). Alat ukur yang digunakan yaitu VAS dan NRS untuk nyeri, lalu ODI dan RMDQ untuk disabilitas dengan hasil p-value menunjukkan p<0.05 dari keseluruhan literatur. Mckenzie exercise, core/lumbar stabilization exercise, dan PNF memiliki pengaruh lebih efektif dibandingkan dengan terapi konvensional dan exercise therapy lainnya.
BEDA EFEK MIRROR THERAPY DENGAN PROPRIOCEPTIVE NEUROMUSCULAR FACILITATION DALAM MENINGKATKAN FUNGSIONAL ANGGOTA GERAK ATAS PADA PASIEN PASCASTROKE
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 21, No 02 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v21i2.4427

Abstract

Abstrak
EFEKTIVITAS PEMBERIAN LATIHAN MELALUI TELEHEALTH TERHADAP PENURUNAN NYERI dan PENINGKATAN FUNGSI LUTUT pada OSTEOARTRITIS KNEE: STUDI LITERATUR
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 21, No 02 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v21i2.4402

Abstract

ABSTRAK: Latar Belakang.  Osteoartritis merupakan penyakit degeneratif yang menyerang 65% lansia di Indonesia. Kondisi ini menyebabkan gangguan fungsi dan gerak sehingga pasien membutuhkan intervensi fisioterapi. Covid-19 menyebabkan terapi tatap muka tidak memungkinkan, sehingga diperlukan intervensi jarak jauh (telehealth) Bahan dan Metode. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review. Pencarian dilakukan melalui ProQuest, EBSCoHost, Taylor&Francis, Wiley Online, dan PUBMED pada 7 Mei 2021. Dari pencaharian literatur dari empat database, 42 artikel ditemukan. Setelah screening berdasarkan judul dan abstrak ditemukan 22 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Tujuh artikel dimasukkan dalam review setelah membaca artikel full-text. Pendekatan sederhana oleh Aveyard digunakan untuk sintesis data.  Tujuan. Mengetahui efektivitas pemberian latihan melalui telehealth terhadap penurunan nyeri dan peningkatan fungsi lutut pada kasus osteoartritis knee. Hasil.  Terdapat penurunan nyeri dan peningkatan fungsi lutut pada pasien OA knee dengan pemberian latihan melalui telehealth dalam masa terapi 6 minggu-3 bulan. Pengawasan fisioterapis penting dalam memberikan intervensi latihan. Panggilan telepon dan sesi sinkronus video 1-2x seminggu efektif dilakukan. Latihan yang bisa dilakukan adalah strengthening, ROM exercise, dan open and close chain. Pemberian logbook untuk mencatat sesi latihan baik digunakan, dosis latihan yang efektif adalah 2-7 hari/minggu namun tetap harus bersifat individual. Simpulan.  Pemberian latihan fisioterapi menggunakan aplikasi telehealth dapat menjadi solusi intervensi untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi lutut jika memperhatikan beberapa hal, seperti metode telehealth, dosis yang bersifat individual, dan ketersediaan alat terapi. Kata Kunci: telehelath, fisioterapi, latihan, nyeri, fungsi lutut, osteoartritis lutut

Page 2 of 19 | Total Record : 188


Filter by Year

2005 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 22, No 02 (2022): FISIOTERAPI: JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 22, No 01 (2022): FISIOTERAPI: JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 21, No 02 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 21, No 01 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 20, No 2 (2020): Fisioterapi: Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 20, No 1 (2020): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 19, No 2 (2019): FISIOTERAPI : JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 19, No 1 (2019): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 18, No 2 (2018): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 18, No 1 (2018): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 17, No 2 (2017): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 17, No 1 (2017): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 16, No 2 (2016): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 16, No 1 (2016): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 15, No 2 (2015): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 15, No 1 (2015): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 14, No 2 (2014): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 14, No 1 (2014): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 13, No 2 (2013): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 13, No 1 (2013): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 12, No 1 (2012): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 11, No 1 (2011): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 9, No 2 (2009): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) More Issue