cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul Jakarta
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Fisioterapi: Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 18584047     EISSN : 25283235     DOI : https://doi.org/10.47007/fisio.v22i2
Core Subject : Health, Science,
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi aims to spread conceptual thinking or ideas, review and the research findings obtained in the field of Physioterapy Science. This journal focuses on the issues of Physioterapy Science involving : Pediatric Neurology Musculoskeletal Cardio pulmonal Sport Geriatric
Articles 188 Documents
Perbedaan Pengaruh Pemberian Strenghthening Exercise Jenis Kontraksi Concentric Dengan Eccentric Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Biceps Brachii
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v5i2.577

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian strengthening exercise jenis kontraksi concentric dengan jenis kontraksi eccentric terhadap peningkatan kekuatan otot biceps brachiiI Penelitian yang dilakukan bersifat quasi eksperimental untuk mempelajari fenomena sebab akibat dengan memberikan perlakuan pada obyek penelitian. Sampel penelitian terdiri dari 15 orang yang terdiri dari 8 orang laki-laki dan 7 orang perempuan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, sampel ini dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan dimana 15 sampel ini diberikan 2 perlakuan sekaligus yaitu kelompok perlakuan 1 yang diberi latihan penguatan jenis kontraksi concentric yang dilakukan pada lengan kiri sampel dan kelompok perlakuan 2 yang diberi latihan penguatan jenis kontraksi eccentric yang dilakukan pada lengan kanan sampel. Untuk melihat peningkatan kekuatan otot biceps brachii dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah latihan penguatan, kondisi ini akan dibuktikan dalam penelitian ini dengan alat ukur Dynamometer. Hasil pengujian hipotesa dengan T-test related didapatkan Nilai P=0.000 pada kelompok perlakuan dan didapatkan Nilai P=0.000 pada kelompok perlakuan 2. Dari hasil pengujian hipotesa, diperoleh nilai p value 0,146, dimana dari hasil ini disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok perlakuan.Kata Kunci : strengthening exercise, concentric, eccentric
Perbedaan Pengaruh Pemberian Latihan Metode De lorme Dengan Latihan Metode Oxford Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Quadriceps
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v5i2.576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian latihan metode De Lorme dengan latihan metode Oxford terhadap peningkatan kekuatan otot  quadriceps. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Juli  2005 sampai dengan Agustus 2005 di klinik fisioterapi Universitas Indonusa Esa Unggul Jakarta. Metode penelitian bersifat kuasi eksperimental untuk mengetahui efek suatu perlakuan pada objek penelitian. Hasil yang didapat dari penelitian ini dengan menggunakan uji T-Test Related untuk mengukur tingkat kekuatan otot pada kelompok perlakuan 1 adalah nilai P value=0,000 (P<a, a=0,05), yang berarti ada pengaruh peningkatan kekuatan otot quadriceps yang sangat bermakna pada pemberian latihan metode De Lorme. Sedangkan hasil uji T-Test Related untuk mengukur tingkat kekuatan otot pada  kelompok perlakuan 2 adalah nilai P value=0,000 (P<a, a=0,05), yang berarti ada pengaruh peningkatan kekuatan otot quadriceps yang sangat bermakna pada pemberian latihan metode Oxford. Berdasarkan grafik tidak tampak perbedaan peningkatan tingkat kekuatan otot pada kedua kelompok perlakuan, walaupun pada kelompok perlakuan 2 menunjukan peningkatannya yang lebih dari kelompok perlakuan 1. Pada uji beda dua mean dengan menggunakan uji T-Test Independent didapat nilai P value=0,627 (P<a, a=0,05), yang berarti tidak ada perbedaan pengaruh pemberian latihan metode De Lorme dengan latihan metode Oxford terhadap peningkatan kekuatan otot QuadricepsKata Kunci: Strengthening Exercise,Otot Quadriceps, De Lorme, Oxford.
Pengaruh Penambahan Contract Relax Stretching Pada Intervensi Interferensial Current dan Ultrasound Terhadap Pengurangan Nyeri Pada Sindroma Miofasial Otot Supraspinatus
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v5i1.574

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh penambahan contract relax streching pada intevensi IFC dan Ultrasound terhadap pengurangan nyeri sindroma miofasial M Supraspinatus. Dengan jumlah sample 16 orang baik laki-laki maupun perempuan, dengan usia sample antara 20-40 tahun. Jumlah sample dibagi 2 kelompok yaitu 8 orang kelompok kontrol dengan intervensi IFC dan Ultrasonik dan 8 orang kelompok perlakuan dengan intervensi IFC, Ultrasonik dan Contract Relax Stretching. Sindroma miofasial otot Supraspinatus adalah suatu kondisi yang bercirikan adanya regio yang hipersensitif yang disebut sebagai trigger area pada otot atau jaringan ikat longgar pada bahu yang bersama-sama dengan adanya reaksi nyeri yang spesifik pada daerah-daerah yang berhubungan dengan titik picu pada saat trigger area diberi suatu rangsangan. Hasil analisis dengan uji Wilcoxon match pairs pada kelompok kontrol dengan nilai P 0,012 (P<α, α= 0,05),yang berarti ada pengaruh yang signifikan terhadap pengurangan nyeri, ). IFC dan Ultrasonik dan contract relax stretching memiliki efek terapeutik yaitu pengurangan nyeri. Hasil uji Wilcoxon match pairs pada kelompok perlakuan l dengan nilai P 0,012 (P<α, α= 0,05),yang berarti ada pengaruh yang signifikan terhadap pengurangan nyeri. Dari uji mann whitney didapat P = 0,006 yang berarti ada pengaruh penambahan yang sangat signifikan antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Dengan demikian penerapan IFC, ultrsonik dan Contract Relax Stretching sangat efektif dan optimal dalam pengurangan nyeri sindroma miofasial otot Supraspinatus.Untuk itu dapat dijadikan sebagai alternatif metode terapi pada kasus ini.Kata Kunci: Contract Relax Streching, Sindroma Miofasial, Otot Supraspinatus
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Mahasiswa Program Studi Diploma III Fisioterapi Melalui Model Skenario Belajar Berdasar Masalah Terintegrasi pada Mata Kuliah Fisioterapi untuk Kasus Susunan Syaraf Tepi
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v5i1.573

Abstract

The aims of this research were (1) to obtain the developmental of the scenario intergrated  problem based learning model  and (2) to know can the use of scenario intergrated  problem based learning increase the student’s achievement. The subject of this research was all forth semestres of student of Physio Therapy department in Muhammadiyah University of Surakarta. The research conducted as long as one semester with the result was the developmental model of the Scenario intergrated  problem based learning. In the and of the study, researcher obtained two results. One was that the developmental model of scenario intergrated  problem based learning consits of (9) nine steps, namely (1) give a scenario, (2) clarify  terms and concepts, (3) define the problem, (4) Analysis the problem with brainstroming, (5) Summarize and make a map, (6) formulate the learning objective and define the individual / self study with read a jornal, consult an expertise, etc, (7) Prepare a presentation, (8) Synthesize and do a test toward a  new information, (9) Elaboration. Second, The achievement of subject of this study can be increased by the use of this method.Keywords: Scenario, Intergrated Problem, Based Learning   
Pengaruh Penambahan MWD pada Terapi Inhalasi, Chest Fisioterapi (Postural Drainage, Huffing, Caughing, Tapping dan Clapping) dalam Meningkatkan Volume Pengeluaran Sputum pada Penderita Asma Bronchiale
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v5i1.572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan MWD pada terapi Inhalasi, Chest Fisioterapi (Postural Drainage, huffing, caughing, tapping dan clapping) dalam meningkatkan volume pengeluaran sputum pada penderita asma bronchiale. Penelitian dilaksanakan pada bulan februari 2006 yang bertempat di Rumah Sakit Umum Tangerang. Sample berjumlah 20 orang, dengan pengambilan sample dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dan kemudian dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok perlakuan 1 diberikan terapi MWD, Inhalasi dan Chest Fisioterapi (Postural Drainage, huffing, caughing, tapping dan clapping), sedangkan kelompok perlakuan 2 diberikan Inhalasi dan Chest Fisioterapi (Postural Drainage, huffing, caughing, tapping dan clapping). Hasil penelitian menyatakan intervensi MWD, Inhalasi dan Chest Fisioterapi (Postural Drainage, huffing, caughing, tapping + clapping) pada penderita asma bronchiale mengalami perubahan volume sputum yang sangat bermakna. Hal ini dapat dilihat dari uji T-Test Related dengan nilai P = 0.000 (P<0.05). Pada intervensi Inhalasi dan Chest Fisioterapi (Postural Drainage, huffing, caughing, tapping dan clapping) melalui uji T-Test Related dengan nilai P = 0.000 (P<0,05) yang berarti terjadi perubahan volume sputum yang sangat bermakna pula. Pada perbandingan antara MWD, Inhalasi dan Chest Fisioterapi (Postural Drainage, huffing, caughing, tapping dan clapping) dengan Inhalasi dan Chest Fisioterapi (Postural Drainage, huffing, caughing, tapping dan clapping), berdasarkan uji T-Test Independent sample, diperoleh nilai P = 0.116 (P>0.05) yang berarti bahwa ada peningkatan volume pengeluaran sputum yang sangat signifikan.Kata Kunci: Cronaxie, Kekuatan Otot, SDC
Perbedaan Pengaruh Metode Latihan Beban Terhadap Kekuatan dan Daya Tahan Otot Biceps Brachialis Ditinjau dari Perbedaan Gender (Studi Komparasi Pemberian Latihan Beban Metode Deelorme dan Metode Oxford pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fisioterap
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v5i1.571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perbedaan Pengaruh antara metode latihan lari cepat berbeban dan metode latihan lari cepat tanpa beban terhadap pening-katan kecepatan maksimal lari 100 meter (2), Perbedaan peningkatan kecepatan maksimal antara frekuensi langkah tinggi dan frekuensi langkah rendah, (3) Interaksi antara metode latihan dengan frekuensi terhadap peningkatan kecepatan maksimal lari 100 meter. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang terdiri dari tiga variabel, yaitu variabel bebas manipulatif (metode latihan), variabel bebas atributif (frekuensi) dan variabel terikat (kecepatan maksimal lari 100 meter). Rancangan penelitian adalah desain faktorial 2 x 2. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa putra semester II program penkepor JPOK FKIP UNS Surakarta berjumlah 40 siswa yang di tes kecepatan maksimal lari cepat. Subyek direkam dengan kamera kecepatan tinggi untuk mengukur rentangan kinematika tubuh bagian bawah. Teknik analisis data yang digunakan adalah anlisis varian dua jalur (Two-Way ANAVA ) dengan bantuan program komputer SPSS 11.5 for Windows. Untuk Uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov – Smirnov dan uji homogenitas menggunakan uji Levene,s Test for Equality of Varians taraf signifikansi  alfa = 0.05. Untuk analisa data, subyek kemudian dibagi menjadi dua yaitu yang memiliki frekuensi lankah tinggi (n = 20) dan frekuensi langkah rendah (n = 20) berdasar pada variabel kinematika kecepatan lari cepat (saat perkenaan dengan permukaan tanah dan saat diudara). Kesimpulan Penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Terdapat perbedaan pengaruh antara metode latihan lari cepat berbeban dan metode latihan lari cepat tanpa beban terhadap peningkatan kecepatan maksimal lari 100 meter (Fo = 81,395 >  Ft = 4,11), (2) Ada perbedaan pengaruh antara frekuensi langkah tinggi dan frekuensi langkah rendah terhadap peningkatan kecepatan maksimal lari 100 meter dengan ( Fo = 219,41 > Ft = 4,11), dan (3) Tidak Ada interaksi antara metode latihan dan frekuensi langkah terhadap peningkatan kecepatan maksimal lari 100 meter (Fo = 2,158 < Ft = 4,11). Kata Kunci: Efek Kinematika Langkah, waktu saat dipermukaan tanah, waktu melayang, waktu melangkah.Kata Kunci: Lari Cepat, Langkah, Metode Latihan
Pengaruh Penambahan Nelson Traction Pada Intervensi Micro Wave Diathermy (MWD) dan Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) Terhadap Pengurangan Nyeri Pada Upperthorakal Akibat Joint Blockade
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v5i1.570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Nelson Traction yang dikombinasi dengan pemberian MWD dan TENS terhadap pengurangan nyeri upperthoracal akibat joint blockade. Sampel penelitian berjumlah 20 orang yang dibagi dalam dua kelompok perlakuan. Penelitian ini bersifat quasi experimental. Pada kelompok perlakuan 1 diberikan terapi MWD dan TENS sedangkan kelompok perlakuan 2 diberikan MWD, TENS, dan Nelson Traction. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat rasa nyeri adalah dengan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS). Kelompok perlakuan 1efek terapi yang dihasilkan adalah memperbaiki sirkulasi jaringan, relaksasi otot, meningkatkan metabolisme, pengurangan nyeri di level sensoris, level spinal, dan di level supraspinal. Kelompok perlakuan 2 selain efek tersebut juga diperoleh efek yang lain yaitu adanya pembukaan pada sendi yang mengalami penguncian, pengembalian nucleus ke anterior, penguluran otot dan ligamen, pelebaran foramen intervertebralis, serta berkurangnya gangguan respirasi terutama pada saat inspirasi. Pengolahan data dan analisa data menggunakan analisa statistik dengan uji Wilcoxon Match Pairs dan uji Mann-Whitney. Pada kelompok perlakuan 1 ditemukan perbedaan penurunan tingkat rasa nyeri yang signifikan antara sebelum dengan sesudah intervensi dengan hasil 27.50 unit VAS dan P value = 0,013 (P<0,05). Pada kelompok perlakuan 2 ditemukan perbedaan penurunan tingkat rasa nyeri yang sangat signifikan antara sebelum dengan sesudah intervensi dengan hasil 26.70 unit VAS dan P value = 0,005 (P<0,05). Perbedaan penurunan tingkat rasa nyeri antara kelompok perlakuan 1 dengan kelompok perlakuan 2 sesudah intervensi relatif kecil yaitu 0.8 unit VAS. Pada uji statistik ditemukan perbedaan penurunan tingkat rasa nyeri tidak signifikan dengan Nilai P = 0,677 (P>0.05).Kata Kunci: Nelson Traction, Joint Blockade, Nyeri
Pengaruh Penurunan Nilai Chronaxie Pada Arus Strength Duration Curve Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot
Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/fisio.v5i1.569

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penurunan nilai chronaxie pada arus strength duration curve terhadap peningkatan kekuatan otot. Penelitian yang dilakukan ini bersifat quasi eksperimen .Sampel penelitian terdiri dari 30 orang yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling 1 kelompok sample dilakukan pengukuran nilai kekuatan otot dan nilai chronaxie sebelum dan sesudah dilakukan latihan. Dengan design penelitian yang telah ditetapkan maka kesimpulan akan dapat diperoleh dengan menggunakan analisa comparative antara nilai cronaxie sebelum dan sesudah otot mengalami peningkatan kekuatan. Pada pembuktian hipotesis, data statistik yang di dapatkan dalam pengukuran, peneliti menggunakan uji T-test Related untuk mengetahui pengaruh penurunan nilai chronaxi terhadap peningkatan kekuatan otot. Hasil pengukuran yang diperoleh dari SDC (Strength Duration Curve) dan Dynamometer. Dimana dari hasil pengujian hipotesa didapatkan P = 0,000 , atau dengan nilai t sebesar 16,098 dan t-tabel pada df 29 dan taraf signifikan 0,05 yaitu sebesar 1,6991. Hal tersebut menunjukkan ada perbedaan yang bermakna nilai chronaxie sebelum dan sesudah otot mengalami peningkatan. Yang secara deskriptif menunjukkan rata-rata nilai chronaxie mengalami penurunan sehungga dapat dikatakan bahwa peningkatan kekuatan otot pada sejumlah kelompok sample dipengaruhi oleh penurunan nilai chronaxie.Kata Kunci: Cronaxie, Kekuatan Otot, SDC

Filter by Year

2005 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 22, No 02 (2022): FISIOTERAPI: JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 22, No 01 (2022): FISIOTERAPI: JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 21, No 02 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 21, No 01 (2021): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 20, No 2 (2020): Fisioterapi: Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 20, No 1 (2020): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 19, No 2 (2019): FISIOTERAPI : JURNAL ILMIAH FISIOTERAPI Vol 19, No 1 (2019): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 18, No 2 (2018): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 18, No 1 (2018): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 17, No 2 (2017): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 17, No 1 (2017): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 16, No 2 (2016): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 16, No 1 (2016): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 15, No 2 (2015): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 15, No 1 (2015): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 14, No 2 (2014): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 14, No 1 (2014): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 13, No 2 (2013): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 13, No 1 (2013): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 12, No 1 (2012): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 11, No 1 (2011): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 9, No 2 (2009): Fisioterapi : Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) More Issue