cover
Contact Name
Muhammad Syafiq
Contact Email
yppijurnal@gmail.com
Phone
+6282170781263
Journal Mail Official
yppijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Riau - Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Islamic Studies Journal
ISSN : -     EISSN : 30467608     DOI : https://doi.org/10.62207
Core Subject : Religion,
Discussing Islam, Islamic culture, and Islamic civilization in the context of the contemporary world. The journal aims to promote a deeper understanding of Islam and provide space for in-depth research in Islamic studies.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
MEWUJUDKAN MODERASI BERAGAMA DI ERA MASYARAKAT DIGITAL (REFLEKSI QS. AL-HUJURAT AYAT 13) Amrina Anggrarini
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal (ISLAM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/xnmejz86

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan sosial, budaya, dan keagamaan yang signifikan. Keterbukaan akses terhadap informasi memperkaya wawasan keagamaan, namun juga menimbulkan tantangan berupa ekstremisme, intoleransi, dan disinformation. Dalam konteks ini, moderasi beragama menjadi solusi penting untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan kehidupan beragama di masyarakat majemuk. QS. Al-Hujurat ayat 13 menegaskan kesetaraan manusia, pentingnya saling mengenal (ta’aruf), dan ketakwaan sebagai ukuran kemuliaan, bukan perbedaan suku, ras, atau status sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, dengan sumber data dari tafsir Al-Qur’an, buku, dan jurnal terkait moderasi beragama. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai QS. Al-Hujurat ayat 13 dapat memperkuat moderasi beragama di tengah arus informasi digital yang sering memunculkan narasi keagamaan bias dan provokatif. Moderasi beragama tidak melemahkan keyakinan, melainkan menempatkan agama secara proporsional dan berkeadaban. Dalam pendidikan Islam, nilai-nilai ini perlu ditanamkan untuk membentuk generasi religius, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan. Dengan demikian, QS. Al-Hujurat ayat 13 menjadi landasan moral dan teologis bagi pembangunan masyarakat damai dan inklusif di era digital.
PERBANDINGAN KEBEBASAN MANUSIA DENGAN TAKDIR PERSPEKTIF MUKTAZILAH DAN ASY’ARIYAH Syarifah Syarifah; Alfi Julizun Azwar; Fenti Febriani
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 2 No. 2 (2025): Islamic Studies Journal (ISLAM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/25kz0f53

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan pandangan antara dua aliran besar dalam teologi Islam, yaitu Muktazilah dan Asy’ariyah, mengenai hubungan antara kehendak Tuhan dan kebebasan manusia dalam menentukan takdir. Fokus utama kajian ini adalah memahami bagaimana kedua aliran memaknai konsep takdir dan kehendak bebas, serta menelusuri titik persamaan dan perbedaan di antara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif-komparatif, dengan studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data. Sumber data terdiri atas literatur primer seperti buku Teologi Asy’ariyah, Teologi Islam,  Memahami Aliran Muktazilah dan kitab Al-Ibanah, serta data sekunder berupa tesis, artikel, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muktazilah menekankan kebebasan penuh manusia dalam bertindak, sebagai bagian dari keadilan Tuhan, dan menolak intervensi langsung Tuhan atas perbuatan manusia. Sebaliknya, Asy’ariyah berpandangan bahwa semua perbuatan manusia berada di bawah kehendak mutlak Tuhan, dan manusia hanya memiliki peran pasif berupa usaha (kasb). Meskipun berbeda, keduanya tetap sepakat bahwa Allah Swt adalah penguasa mutlak alam semesta, dan manusia tetap berperan sesuai batas-batas teologis masing-masing. Implikasi penelitian ini mendorong pemahaman teologis yang moderat, kritis, dan relevan terhadap isu takdir dan tanggung jawab manusia.
PENERAPAN BUDAYA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER ISLAM SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 BONDOWOSO Lucky Damara Yusuf
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 2 No. 3 (2025): Islamic Studies Journal (ISLAM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/st3bw128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi budaya sekolah dalam pembentukan karakter Islami siswa di Madrasah Tsanawiyah  Negeri 2 Bondowoso. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa budaya sekolah yang diterapkan mencakup nilai-nilai Islami seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan etika terhadap guru dan sesama siswa. Faktor pendukung dalam pembentukan karakter Islami meliputi lingkungan sekolah yang kondusif, program keagamaan yang rutin, serta peran aktif dari guru dan orang tua. Di sisi lain, faktor penghambatnya termasuk kurangnya kesadaran siswa dan keterbatasan fasilitas pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan budaya sekolah yang baik mampu membentuk karakter siswa yang religius, disiplin, dan bertanggung jawab. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa budaya sekolah memiliki peran penting dalam pembentukan karakter Islami siswa, yang berdampak positif terhadap perkembangan moral dan sosial mereka. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah-sekolah lain dalam mengimplementasikan budaya yang mendukung pembentukan karakter Islami siswa.
KESETARAAN GENDER  DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Pandu Wijaya; Kusnadi Kusnadi; Aristopan Aristopan
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 2 No. 3 (2025): Islamic Studies Journal (ISLAM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/zhy72m18

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Al-Quran”. Dalam melakukan penelitian penulis mengumpulkan dan menganalisa pendapat para mufassir dari kitab tafsir Al-Misbah, Ibnu Katsir dan kitab tafsir al-Bayan yang menafsirkan Al-Quran surah ‘Ali Imran ayat 195 dan surah an-Nisa’ ayat 32, serta relevansinya terhadap terhadap perkembangan abad modern saat ini. Penelitian ini menggunakan metode tafsir maudhu’i dengan pendekatan historis dan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data-data pada penelitian ini diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data ini menggunakan teknik dokumentasi atau studi literatur, data yang disajikan secara analisis deskriptif yaitu dengan memaparkan data yang berkaitan dengan merujuk ayat-ayat al-Quran sebagai data primer dan kitab-kitab tafsir, buku-buku literatur yang berkaitan sebagai data sekunder. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam syariat agama Islam, dalam Al-Quran tidak ada perbedaan antara pria dan wanita, banyak ajaran dalam al-Quran khususnya surah Ali ‘Imran ayat 195 dan surah An-Nisa ayat 32 yang mendukung kesetaraan gender dan mendorong peran aktif wanita dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk menjadi pemimpin.
PERAN PESANTREN AL-GHOZALI CIREBON DALAM MEMBENTUK AKHLAK MULIA SANTRI DI ERA DIGITAL Cece Nasehudin; Zyza Mujahidah Nashral Millah; Aisyah F.S.E F.S.E
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 2 No. 3 (2025): Islamic Studies Journal (ISLAM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/yzrdwc66

Abstract

Pesantren Al-Ghozali Cirebon berperan penting dalam membentuk akhlak mulia santri di tengah tantangan era digital. Penelitian ini mengkaji bagaimana pesantren ini mengintegrasikan pembinaan akhlak dalam proses pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas, serta strategi menghadapi dampak negatif teknologi digital. Metode pendekatan langsung digunakan untuk menanamkan nilai-nilai akhlak, dengan fokus pada kitab klasik seperti Akhlak Lil Banin dan Ta'limul Muta'allim. Hasil observasi menunjukkan dampak positif teknologi seperti akses mudah ke pengetahuan keislaman, namun juga negatif seperti individualisme dan penurunan kepekaan sosial. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan perilaku sehari-hari, tanpa kurikulum khusus etika digital. Saran untuk pengembangan meliputi pemanfaatan teknologi secara bijak dan kajian khusus tentang dampak digital. Penelitian ini menekankan pentingnya keseimbangan antara tradisi pesantren dan inovasi digital untuk membentuk santri yang berakhlak mulia.
NEGOTIATING MUSLIM IDENTITY IN THE AGE OF GLOBALIZATION: A LITERATURE REVIEW Nadia Alifa Nur Aenida; Hanifa Mawadah; Doddy S. Truna; Erni Haryanti Kahfi
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 2 No. 3 (2025): Islamic Studies Journal (ISLAM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/b28vcg30

Abstract

Globalization has had a considerable influence on Muslim identity, especially in the social, cultural, and technological fields. This article aims to discuss how Muslims not only understand their religious identity, but also guard it from world changes and technological advances. By reviewing various current literature sources that discuss how Muslim identity is formed and developed in an ever-changing environment. This research shows that Muslim identity is not something fixed, but is formed through an ongoing process of adjustment between the Islamic values that have been traditionally inherited and the influence of modernity that has emerged in the era of globalization. Muslims have shown an active role by responding to gender-related issues, fighting discrimination against Islam, and overcoming negative stereotypes, while utilizing the use of digital media as an easier means of conveying and strengthening religious identity. Thus, understanding Muslim identity today requires examining the diversity of Muslim experiences in various contexts, as each group faces distinct challenges and expresses its religious identity in unique ways within a global society.
FILSAFAT ISLAM DI MASA GOLDEN MEAN: STUDI ATAS FILOSOFIS MANUSIA TERBANG, ARISTOTELES, DAN PARA FILSUF ZAMAN KEEMASAN ISLAM: RELEVANSI MEREKA HARI INI Teuku Muhammad Fauzan Robbani
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 2 No. 3 (2025): Islamic Studies Journal (ISLAM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/0hz3kd87

Abstract

Penelitian ini membahas pemikiran Aristoteles dan para filsuf pada Zaman Keemasan Islam serta relevansinya terhadap pemikiran kontemporer. Fokus utama kajian adalah konsep manusia sebagai makhluk yang memiliki potensi untuk “terbang” secara intelektual dan spiritual, yang dieksplorasi melalui pemikiran metafisika, etika, dan logika. Studi ini menggunakan metode kajian literatur dengan menelaah teks-teks klasik dan interpretasi modern terkait Aristoteles, Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Al Ghazali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gagasan-gagasan filsafat klasik dan Islam memiliki relevansi signifikan dalam konteks pengembangan pemikiran kritis, etika, dan pendidikan saat ini. Konsep manusia yang mampu “melampaui keterbatasan” menjadi inspirasi dalam menghadapi tantangan modern, seperti etika teknologi, pembangunan karakter, dan pencarian makna hidup. Dengan demikian, penelitian ini menekankan pentingnya dialog antara pemikiran klasik dan kontemporer untuk memperkaya wawasan filosofis dan praktis di era modern.
PENGARUH PENERAPAN ECOSUFISM-BASED LEARNING TERHADAP PENGAMALAN NILAI-NILAI TASAWUF MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK SISWA KELAS XI MA ASH-SHOMADIYAH TUBAN Khofifah Habibul Ulum; Alfianti Sumsurrohmah
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 2 No. 3 (2025): Islamic Studies Journal (ISLAM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/74h1fe21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan Ecosufism-Based Learning dalam mata pelajaran Akidah Akhlak untuk meningkatkan pengamalan nilai-nilai tasawuf siswa kelas XI di MA Ash-Shomadiyah Tuban. Penelitian menggunakan Pre-Experimental Design dengan desain One Group Pre-Test – Post-Test pada 25 siswa. Data dikumpulkan melalui tes tulis yang mengukur tiga indikator utama: kesadaran akan kehadiran Allah dalam alam semesta, cinta dan kepedulian terhadap makhluk hidup, serta keharmonisan dengan alam. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan, dari rata-rata nilai pretest 61,88 menjadi posttest 82,12, dengan uji Paired Sample T-Test menghasilkan t hitung –72,657 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, menunjukkan bahwa model pembelajaran ini efektif. Pembahasan penelitian menegaskan bahwa Ecosufism-Based Learning mampu menumbuhkan kesadaran spiritual, pemahaman nilai tasawuf, dan sikap kepedulian ekologis siswa. Konsep ecosufisme yang mengintegrasikan dimensi spiritual dan praktik keseharian membuat siswa tidak hanya memahami teori tasawuf, tetapi juga mengamalkannya melalui interaksi dengan lingkungan sebagai amanah Allah, sehingga tercipta keseimbangan antara spiritualitas, moral, dan kepedulian terhadap alam. Temuan ini mendukung penguatan karakter religius berbasis tasawuf sekaligus kesadaran ekologis, serta memberikan model pembelajaran praktis yang relevan bagi institusi pendidikan.
KOMBINASI PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN MEDIA DIGITAL DALAM MENGATASI KESULITAN MEMBACA AL-QUR’AN DI SMPN 3 TUBAN Desi Eka Saputri; Kharisma Maya Maulidah
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 2 No. 3 (2025): Islamic Studies Journal (ISLAM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/dd5qyd66

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dan Tahfidz di SMPN 3 Tuban sebagai upaya pembentukan karakter religius siswa. Tujuan penelitian adalah menilai efektivitas metode pembelajaran, penggunaan media digital, serta peran motivasi dan dukungan keluarga dalam pemerataan kemampuan membaca Al-Qur’an. Metode penelitian kualitatif diterapkan dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deduktif dan induktif untuk menemukan pola, hambatan, serta peluang perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program BTQ dan Tahfidz berjalan dengan baik melalui kelas Tahfidz dan integrasi kurikulum, namun terdapat perbedaan kemampuan membaca antar siswa, motivasi yang masih rendah, serta keterbatasan media pembelajaran. Pemanfaatan media digital seperti aplikasi belajar, video tilawah, proyektor, dan grup komunikasi mampu meningkatkan literasi Al-Qur’an dan motivasi belajar, walaupun akses teknologi dan kedisiplinan pemakaian perlu ditingkatkan. Kesimpulannya, dibutuhkan standar metode pembelajaran yang konsisten, peningkatan dukungan orang tua, serta integrasi media digital yang lebih terstruktur untuk meratakan hasil belajar dan memperkuat karakter keislaman siswa. 
KEHUJJAHAN HADIS NABAWI SEBAGAI DALIL NAHWU-SHARF: ANALISIS VALIDITAS BAHASA DENGAN METODE LINGUISTIK FORENSIK Rifan Basahona; Baso Pallawagau
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 2 No. 4 (2025): Islamic Studies Journal (ISLAM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/4zr6yh61

Abstract

Hadis Nabawi tidak hanya berfungsi sebagai sumber hukum Islam, tetapi juga sebagai sumber utama dalam pengembangan ilmu bahasa Arab, khususnya bidang nahwu dan sharf. Namun, muncul perdebatan tentang sejauh mana hadis dapat dijadikan dalil kebahasaan, mengingat potensi variasi linguistik yang muncul akibat perbedaan periwayatan dan dialektika Arab klasik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas kebahasaan hadis melalui pendekatan linguistik forensik, guna menilai kehujjahan hadis sebagai dasar kaidah nahwu-sharf. Dengan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan analisis linguistik forensik untuk mengidentifikasi keaslian,  konsistensi, dan keakuratan struktur bahasa hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, hadis-hadis dengan sanad sahih juga memiliki koherensi linguistik yang tinggi dan sesuai dengan struktur bahasa Arab standar pada masa Nabi. Penerapan linguistik forensik terbukti efektif untuk menilai autentisitas bahasa teks keagamaan secara objektif. Kesimpulannya, hadis Nabawi dapat dijadikan dasar dalam pembentukan kaidah nahwu-sharf, dengan dukungan bukti linguistik forensik yang memperkuat kehujjahannya secara ilmiah.

Page 3 of 4 | Total Record : 35