cover
Contact Name
Ummu Harmain
Contact Email
jrp.pasca.usi@gmail.com
Phone
+628126449719
Journal Mail Official
jrp.pasca.usi@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Sekolah Pascasarjana - Universitas Simalungun Jl. Sisingamangaraja - Pematangsiantar
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Regional Planning (Edisi Elektronik)
Published by Universitas Simalungun
ISSN : -     EISSN : 23025980     DOI : https://doi.org/10.36985
Jurnal Regional Planning (JRP) merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Simalungun yang berisikan tentang artikel ilmiah Perencanaan Wilayah dan Kota. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ini diharapkan dapat menambah khasanah pengetahuan di bidang Perencanaan Wilayah dan Kota serta menjadikan sarana bagi para profesional baik dari dunia usaha, pendidikan, ataupun peneliti untuk menyebarluaskan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Perencanaan Wilayah dan Kota melalui publikasi hasil penelitian. Terbit Februari dan Agustus
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 84 Documents
Kajian Efisiensi, Kesesuaian Wilayah, Dan Analisis Teknoekonomi Penerapan Mesin Pengering Cabai Tenaga Surya Di Kabupaten Simalungun Immanuelta Sitepu; Yuni Lestari br Sitepu
Jurnal Regional Planning Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Regional Planning Vol 8 No 2 Agustus 2026
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/3ax07z58

Abstract

Cabai merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, tetapi sifatnya mudah rusak dan sangat dipengaruhi oleh kadar air pascapanen. Penelitian ini bertujuan mengkaji efisiensi teknis, kesesuaian wilayah, dan kelayakan teknoekonomi penerapan mesin pengering cabai tenaga surya di Kabupaten Simalungun. Kajian dilakukan pada tahun 2026 dengan pendekatan deskriptif-kuantitatif melalui analisis data sekunder produksi cabai, penilaian potensi energi surya, simulasi kebutuhan energi pengeringan, pembobotan kesesuaian wilayah, dan simulasi ekonomi. Rancangan yang dianalisis adalah pengering kabinet surya berkapasitas 50 kg/batch. Hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan panas efektif desain sekitar 51,2 MJ/batch dan efisiensi pengeringan 21,4-28,7%. Wilayah prioritas penerapan adalah Purba dan Raya, diikuti Dolok Pardamean, Silimakuta, dan Pematang Silimahuta. Pada simulasi teknoekonomi dengan investasi awal Rp15.000.000, umur alat 10 tahun, tingkat diskonto 10%, biaya operasi dan pemeliharaan 5% investasi per tahun, serta 120 batch/tahun, total biaya tahunan ekuivalen diperkirakan Rp3,19 juta atau sekitar Rp26,6 ribu/batch. Analisis sensitivitas menunjukkan simple payback period sekitar 1,33-2,86 tahun untuk manfaat ekonomi Rp50-100 ribu/batch, dengan NPV 10 tahun tetap positif pada seluruh skenario. Hasil tersebut menunjukkan bahwa teknologi berpotensi layak secara teknis dan ekonomi apabila tingkat pemanfaatan alat dan nilai tambah produk dapat dipertahankan
Evaluasi Implementasi Samsat Keliling Dan Dampaknya Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Di Kota Pematangsiantar Eko Sahabat Sinaga; Ummu Harmain; M Ade Kurnia Harahap
Jurnal Regional Planning Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Regional Planning Vol 8 No 2 Agustus 2026
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/kbhjyf38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi layanan Samsat Keliling serta menganalisis dampaknya terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kota Pematangsiantar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Variabel penelitian meliputi jangkauan layanan Samsat Keliling, sebaran lokasi layanan, aksesibilitas pelayanan, dan tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, penyebaran kuesioner, serta pengumpulan data sekunder dari instansi terkait. Analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif, uji instrumen penelitian, serta analisis spasial untuk memetakan distribusi layanan dan tingkat kepatuhan wajib pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi layanan Samsat Keliling memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kota Pematangsiantar. Jangkauan layanan dan aksesibilitas pelayanan yang lebih baik mampu meningkatkan kemudahan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Namun demikian, distribusi lokasi layanan Samsat Keliling masih belum merata pada seluruh wilayah kecamatan sehingga masih terdapat beberapa wilayah dengan tingkat keterjangkauan pelayanan yang rendah. Kondisi tersebut berimplikasi pada perbedaan tingkat kepatuhan wajib pajak antarwilayah. Analisis spasial menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki akses pelayanan lebih dekat dan didukung jaringan transportasi yang baik cenderung memiliki tingkat kepatuhan pembayaran pajak yang lebih tinggi dibandingkan wilayah dengan akses pelayanan terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi penempatan titik layanan Samsat Keliling berbasis analisis spasial diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kota Pematangsiantar
Sawah Di Tengah Gempuran Kota: Dinamika Alih Fungsi Lahan Pertanian Di Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematangsiantar Parlaungan Purba; Ummu Harmain
Jurnal Regional Planning Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Regional Planning Vol 8 No 2 Agustus 2026
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ax80fa53

Abstract

Konversi lahan pertanian menjadi kawasan terbangun merupakan fenomena struktural yang terus berlangsung di kota-kota menengah Indonesia, termasuk Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Artikel ini mengkaji ulang fenomena alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Siantar Marimbun dengan memutakhirkan data hingga periode 2023–2025, mengingat kajian-kajian terdahulu di wilayah ini umumnya masih menggunakan data tahun 2007–2017. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif-kualitatif berbasis analisis data sekunder mutakhir yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar, serta kajian pustaka atas penelitian sejenis, yang dipadukan dengan data hasil penelitian lapangan terdahulu sebagai garis dasar (baseline) historis. Hasil kajian menunjukkan jumlah penduduk Kecamatan Siantar Marimbun meningkat dari 15.607 jiwa (2015) menjadi 20.909 jiwa (2023), tumbuh rata-rata di atas 3,7 persen per tahun, jauh melampaui proyeksi 0,90 persen per tahun yang digunakan pada kajian sebelumnya. Tekanan penduduk ini terus mendorong perluasan kawasan terbangun, meskipun kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan perbaikan jaringan irigasi berhasil menahan laju penyusutan sawah di tingkat kota, bahkan mencatatkan sedikit peningkatan luas baku sawah dari 1.279 Ha (2024) menjadi 1.314,5 Ha (2025). Faktor hukum/perizinan dan faktor sosial ekonomi (harga lahan dan pergeseran mata pencaharian) tetap menjadi determinan utama konversi lahan, sedangkan faktor fisik/topografi relatif tidak signifikan. Secara nasional, tren serupa terjadi, dengan penyusutan lahan baku sawah sebesar 79,6 ribu hektare pada periode 2019–2024. Artikel ini merekomendasikan penguatan implementasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), percepatan penetapan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), serta insentif ekonomi bagi petani sebagai strategi pengendalian alih fungsi lahan di Kecamatan Siantar Marimbun
Mengejar Laju Pertumbuhan Penduduk: Evaluasi Ketersediaan Dan Proyeksi Kebutuhan Sarana Perkotaan Kota Pematangsiantar Hingga Tahun 2035 Lersima Sihotang; Ummu Harmain
Jurnal Regional Planning Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Regional Planning Vol 8 No 2 Agustus 2026
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/aptx9n03

Abstract

Ketersediaan sarana perkotaan yang memadai merupakan prasyarat bagi Kota Pematangsiantar dalam menjalankan fungsinya sebagai kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Utara dan pusat pelayanan bagi wilayah hinterland-nya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat ketersediaan sarana perkotaan eksisting dan memproyeksikan kebutuhan sarana hingga tahun 2035 berdasarkan pertumbuhan penduduk terbaru. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pematangsiantar tahun 2023–2025 serta data primer hasil observasi lapangan sebagai pembanding. Tingkat ketersediaan sarana dinilai menggunakan skala pembobotan (baik, cukup, kurang) mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 41/PRT/M/2007 dan SNI 03-1733-2004, sedangkan proyeksi kebutuhan dihitung dengan metode pertumbuhan geometrik (bunga berganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Pematangsiantar meningkat dari 274.838 jiwa (2023) menjadi 278.320 jiwa (2024) dengan laju pertumbuhan rata-rata 1,89% per tahun, sehingga penduduk diproyeksikan mencapai sekitar 341.973 jiwa pada tahun 2035, bertambah 63.653 jiwa (22,87%) dari kondisi 2024. Sarana pendidikan, kesehatan, peribadatan, perdagangan, dan olahraga secara umum berada pada kategori “baik” (bobot 90%–100%), sementara sarana pemerintahan dan pelayanan umum masih berada pada kategori “cukup” (74,55%). Peningkatan jumlah rumah sakit dari 7 unit (2016) menjadi 10 unit dan puskesmas dari 8 menjadi 19 unit pada 2023 mengindikasikan perbaikan pelayanan kesehatan, namun proyeksi penduduk hingga 2035 tetap menuntut penambahan signifikan pada sarana pendidikan dasar-menengah dan sarana pemerintahan. Penelitian ini merekomendasikan agar Pemerintah Kota Pematangsiantar memperbarui basis data sarana perkotaan secara berkala dan mengintegrasikan proyeksi kependudukan terbaru ke dalam revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)