Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan diterbitkan 3 (tiga) kali dalam satu tahun yaitu Edisi Januari, Mei, dan September. Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan menyajikan hasil penelitian dan tinjauan pustaka sehingga jurnal ini bermanfaat bagi dokter, pengambil kebijakan, tenaga kesehatan, dosen serta mahasiswa yang tertarik dengan publikasi ilmiah terkait Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Articles
429 Documents
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Kontrol Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Bukit Hindu Kota Palangka Raya
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/klinik.v2i2.1239
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang menjadi permasalahan kesehatan sampai saat ini. Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak kasus TB di dunia. Pengobatan TB minimal selama 6 (enam) bulan sehingga membutuhkan kepatuhan tinggi dari penderitanya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan kontrol adalah adanya dukungan keluarga. Kurangnya kepatuhan kontrol dan dukungan keluarga yang kurang sangat mempengaruhi keberhasilan pengobatan pasien sehingga dampaknya tidak tercapai kesembuhan dan terjadi resistensi obat. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui Hubungan dukungan keluarga dengan Kepatuhan Kontrol Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Bukit Hindu Kota Palangka Raya. Metode: Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan menggunakan pendekatan Cross sectional. Variabel penelitian yaitu dukungan keluarga sebagai variabel independen dan kepatuhan kontrol sebagai variabel dependen. Teknik penentuan responden menggunakan Accidental sampling, data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan diuji dengan uji statistik Chi Square. Populasi penelitian adalah pasien yang menjalani pengobatan TB di Puskesmas Bukit Hindu tahun 2022 berjumlah 35 responden. Hasil: Hasil penelitian didapat bahwa p = 0,000, α = 0.05, sehingga p < α maka H0 ditolak dan H1 diterima, menunjukan hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol. Kesimpulan: Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol pasien TB di Puskesmas Bukit Hindu Kota Palangka Raya. Penelitian ini diharapkan dapat membantu instansi kesehatan, instansi pendidikan, pasien TB dan keluarganya dalam meningkatkan informasi tentang pentingnya dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol pasien TB.
Faktor Permasalahan Stunting Di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Serta Cara Pencegahannya
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/klinik.v2i2.1248
Stunting menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) adalah anak balita dengan nilai z-scorenya kurang dari -2.00 SD/standar deviasi (stunted) dan kurang dari -3.00 SD (severely stunted). Jadi dapat disimpulkan bahwa stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang dialami oleh balita yang mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan standarnya. Dampak stunting pada jangka pendek berdampak terhadap pertumbuhan fisik yaitu tinggi anak di bawah rata-rata anak seusianya. Sedangkan untuk jangka panjang, stunting akan menyebakan anak menjadi rentan terjangkit penyakit seperti penyakit diabetes, obesitas, penyakit jantung, pembuluh darah, kanker, stroke, dan disabilitas di usia tua dan berkaitan dengan kualitas SDM suatu negara. Jika stunting tidak segera diatasi hal ini tentunya akan menyebabkan penurunan kualitas SDM di masa yang akan datang. Pemerintah Daerah melakukan upaya pencegahan stunting dengan melakukan kegaitan sosialisasi ke setiap desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Hubungan Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Perilaku Perawatan Gigi Dan Mulut Pada Anak Usia 7-9 Tahun Di Mis Miftahul Huda 1 Palangka Raya
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/klinik.v2i2.1249
Masalah gangguan kesehatan gigi dan mulut yang rentan terjadi pada anak-anak juga dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Berdasarkan fenomena yang didapatkan pada tanggal 23 September 2022 di Mis Miftahul Huda 1 Palangka Raya dengan menggunakan metode wawancara langsung dan observasi dari 21 siswa terdapat 14 siswa yang hanya menggosok gigi pada pagi hari saja, 5 anak diantaranya bahkan menjawab jarang menggosok gigi. Tujuan: Penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan perilaku perawatan gigi dan mulut pada anak usia 7-9 tahun di Mis Miftahul Huda 1 Palangka Raya. Metode Penelitian: Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari kuesioner pengetahuan dengan jumlah 18 soal dan kuesioner perilaku dengan jumlah 20 soal. Menggunakan metode Purposive Sampling sebanyak 77 Responden di Mis Miftahul Huda 1 Palangka Raya. Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan menggunakan pendekatan Cross sectional menggunakan Uji Statistik Chi Square. Hasil Penelitian: Menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 27 responden (35%) tentang kesehatan gigi dan mulut dan berperilaku negatif sebanyak 44 responden (57,2%) dalam perawatan kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan analisis didapatkan hasil p value 0,031 < α dengan tingkat signifikan 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku. Penelitian ini diharapkan dalam membantu instansi kesehatan, instansi pendidikan, orang tua dan anak dalam meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan perawatan gigi dan mulut pada anak.
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Orang Tua Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Mantangai Hilir Puskesmas Mantangai
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/klinik.v2i2.1251
1000 HPK ( Hari Pertama Kehidupan) merupakan masa yang paling penting dalam pemenuhan gizi anak untuk mengurangi kejadian stunting. Kesadaran orang tua akan membentuk pola atau perilaku Kesehatan terutama dalam pencegahan stunting seperti dalam pemenuhan gizi mulai dari ibu hamil, gizi anak, menjaga lingkungan dan sanitasi rumah yang baik, dan perilaku hidup bersih dan sehat. Penyebab dari stunting yaitu berhubungan dengan kejadian, berat badan lahir, riwayat penyakit kehamilan, tinggi badan orang tua, faktor sosial ekonomi, Pendidikan ibu, pendapatan keluarga, pengetahuan ibu. Selain itu, penyebab tidak langsung terjadinya stunting adanya faktor yang berhubungan dengan terjadinya stunting kurangnya asupan gizi saat ibu mengandung, bayi tidak diberikan ASI Eksklusif pada enam bulan pertama, dilanjutkan dengan MPASI sampai anak berusia 2 tahun, kualitas kesehatan yang kurang baik dan cakupan pelayanan Kesehatan yang kurang. Metode : Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan rancangan cross sectional dan teknik total sampling. Responden pada penelitian ini berjumlah 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil : Hasil analisa statistik diketahui bahwa tingkat pengetahuan berada dikategori cukup dan Sikap responden berada dikategori positive dengan hasil uji chi square p value = 0,014 (p < 0,05). Pembahasan : Berdasarkan hasil penelitian antara fakta dan teori tidak terdapat kesenjangan. Hal ini sejalan dengan teori dimana pengetahuan dapat menumbuhkan sikap yang positif. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan bermakna antara tingkat hubungan pengetahuan dengan sikap orang tua dalam upaya pencegahan stunting di Desa Mantangai Hilir Puskesmas Mantangai.
Penerapan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Pada Pasien Gastritis Dengan Masalah Nyeri Akut Di Rumah Sakit Bhayangkara M. Hasan Palembang Tahun 2022
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/klinik.v2i2.1253
Latar Belakang: Kasus kejadian gastritis yang terjadi di Kota Palembang pada tahun 2016 sebanyak 12.019 kasus. Angka tersebut mengalami penurunan di tahun 2017 sebanyak 10.823 kasus. Pada tahun 2018, kejadian gastritis mengalami peningkatan sebanyak 11.891 kasus. Gastritis adalah penyakit yang disebabkan oleh meningkatnya asam lambung sehingga mengakibatkan inflamasi atau peradangan yang mengenai mukosa lambung. Salah satu terapi non-farmakologi yang dapat diberikan pada penderita yang mengalami nyeri pada gastritis adalah terapi relaksasi nafas dalam. Tujuan: Memperoleh pengalaman dan pengetahuan secara nyata serta dapat mendokumentasikan dalam Penerapan Teknik Relaksasi Nafas Dalam pada pasien Gastritis dengan Masalah Nyeri Akut pada pasien Gastritis. Metode: Jenis Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode deskritif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi masalah Asuhan Keperawatan pada dua pasien dengan Gastritis. Asuhan Keperawatan dilakukan pada dua pasien yang dilakukan pada tanggal 13-16 Juni 2022. Hasil: Dari hasil Asuhan Keperawatan pada Ny “S” dan Ny “M” dengan Diagnosa Keperawatan pertama yaitu Nyeri Akut berhubungan dengan agen pencedera biologis (inflamasi pada mukosa lambung), hasil evaluasi pada pasien pertama Ny “S” didapatkan pasien tidak merasa nyeri lagi, sebelum dilakukan teknik relaksasi nafas dalam skala nyeri 5 (Sedang), masalah nyeri teratasi dan intervensi dihentikan. Untuk evaluasi yang didapatkan pada pasien kedua Ny “M” didapatkan skala nyeri 2 (Sedang), sebelum dilakukan teknik relaksasi nafas dalam skala nyeri 7 (Berat), masalah nyeri teratasi sebagian dan intervensi dihentikan. Kesimpulan: Catatan perkembangan kepada kedua pasien penerapan teknik relaksasi nafas dalam untuk menurunkan skala nyeri. Hasil evaluasi keperawatan pada Ny “S” masalah teratasi sedangkan Ny “M” masalah teratasi sebagian. Saran: Diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dan menambah ilmu pengetahuan, serta dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan penerapan teknik relaksasi nafas dalam pada pasien gastritis.
Hubungan Pola Makan Yang Mengandung Purin Dengan Penyakit Asam Urat (Gout Hyperuricemia) Pada Orang Dewasa Di Kelurahan Karangrejo Sumbersari Jember
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/klinik.v2i2.1258
Gout Hyperuricemia atau penyakit Asam Urat dapat terjadi akibat penumpukan Purin dalam tubuh yang diakibatkan oleh banyak faktor, salah satunya makan makanan dengan kandungan Purin yang tinggi. Indonesia dianggap sebagai negara dengan pengidap Asam Urat tertinggi di dunia. Beberapa daerah di Indonesia telah diteliti dan menunjukkan hasil yang cukup tinggi. Salah satu pemicunya adalah konsumsi makanan dengan kadar Purin yang tinggi. Penelitian ini bermaksud untuk melihat hubungan antara asupan makanan tinggi Purin dengan tingkat Asam Urat dalam tubuh masyarakat di Kelurahan Karangrejo Sumbersari Jember. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Responden penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan 30 responden memenuhi kriteria yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan 10 orang positif memiliki Asam Urat yang tinggi dan berpotensi terkena penyakit Asam Urat. Responden lain kadar Asam Uratnya tercatat rendah dan sebagian besar normal. Melalui sesi wawancara, diketahui bahwa alasan utama yang menjadi penyebab responden positif memiliki tingkat Asam Urat tinggi adalah dari Pola Makan yang tidak sehat, di mana mereka sering mengonsumsi daging jeroan dan makanan berlemak sehari-hari. Selain itu ditemukan alasan lain seperti kurangnya edukasi pencegahan dan penanganan potensi penyakit Asam Urat serta terbatasnya akses menuju puskesmas.
Peningkatan Berat Badan Balita Melalui Pemanfaatan Pos Gizi Masyarakat Berbasis Kelor
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/klinik.v2i2.1262
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari pembangunan nasional yang diarahkan untuk mempertinggi derajat kesehatan termasuk keadaan gizi masyarakat dalam rangka peningkatan kualitas dan taraf hidup serta kecerdasan dan kesejahteraan rakyat pada umumnya. Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai reaksi dari konsumsi makanan dan Proyek perubahan yang akan dilaksanakan pada Seksi Gizi khususnya berkaitan dengan Peningkatan Berat Badan Balita melalui Pemanfaatan Pos Gizi Masyarakat (Pos Giat) Berbasis Kelor Di Kabupaten Sumbawa Barat ini ditujukan untuk meningkatkan berat badan balita dalam rangka menunjang proses penyusunan kebijakan pedoman standar dan pengelolaan program Perbaikan Gizi Masyarakat. Mewujudkan hal tersebut perlu dilakukan perubahan khususnya berkaitan dengan penanggulangan masalah gizi di Kabupaten Sumbawa Barat. Pencapian dari hasil “Peningkatan Berat Badan Balita Melalui Pemanfaatan Pos Gizi Masyarakat (Pos Giat) Berbasis kelor Di Kabupaten Sumbawa Barat” harus memenuhi kriteria keberhasilan dan mengikuti tahapan kegiatan utama yang telah ditetapkan sebelumnya. Mengacu kepada rencana kegiatan yang telah ditetapkan diharapkan kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik pula. Namun tentunya dalam pelaksanaan kegiatan tersebut tidak berjalan mulus sesuai dengan yang direncanakan, baik itu dikarenakan kebijakan, arahan pimpinan, perubahan lingkungan strategis, maupun perkembangan pemikiran. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Penemuan Dini dan Pemetaan Ibu Hamil melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Peliuk di Kabupaten Sumbawa Barat, dengan Berdasarkan Kesimpulan dari Peningkatan Berat Badan Balita Melalui Pemanfaatan Pos Gizi Masyarakat (Pos Giat) Berbasis kelor Kabupaten Sumbawa Barat disampaikan sebagai berikut : 1. Data hasil pengukuran antropometri (Berat Badan dan Tinggi Badan) setelah dilaksanakan Pos Gizi Masyarakat (Pos Giat) Berbasis Kelor dipergunakan sebagai dasar perencanaan untuk kegiatan yang cepat dan tepat dalam hal Penanggulangan Masalah Gizi di Kabupaten Sumbawa Barat. 2. Pembentukan Pos Gizi Masyarakat (pos Giat) Berbasis Kelor untuk Balita Bermasalah Gizi di masing-masing wilayah puskesmas di Kabupaten Sumbawa Barat. 3. Hasil Dari kegiatan Proyek Perubahan Pemanfaatan Pos Gizi Masyarakat (Pos Giat) berbasis Kelor dapat dijadikan acuan untuk pembentukan dan pelaksanaan kegiatan penanggulangan masalah Gizi di Kabupaten Sumbawa barat. 4. Pemanfaatan Pos Gizi Masyarakat (Pos Giat) Berbasis Kelor dapat di gunakan dalam menyusun Rencana kegiatan Jangka Menengah dan Jangka panjang Daerah Kabupaten Sumbawa Barat.
Gambaran Tingkat Kecemasan Anak Pra sekolah Berdasarkan Frekuensi Hospitalisasi di Ruang Anak Rumkit TK II.Prof.Dr.J.A Latumeten Ambon
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/klinik.v1i3.1264
. Latar Belakang Kecemasan adalah kebingungan, kekhawatiran pada sesuatu yang akan terjadi dengan penyebab yang tidak jelas. Bagi anak prasekolah Sakit dan dirawat di rumah sakit adalah Hal baru yang mengerikan, mereka menerima keaadaan ini sebagai rasa ketakutan, bahkan beberapa di antara mereka akan secara menolak masuk rumah sakit.Tujuan Penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat kecemasan anak prasekolah Berdasarkan Frekuensi hospitalisasi di ruang anak Rumkit TK.II.Prof.Dr.J.A. Latumeten Ambon. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. pengambilan Sampel menggunakan teknik Accidental Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Pengumpulan data diperoleh melalui instrument Spance Children’s Anxiety Scale (SCAS). Penelitian ini diambil di Ruang Anak Rumkit TK II.Prof.Dr.J.A.Latumeten Ambon. Hasil Penelitian ini yang baru pertama kali masuk rumah sakit sebanyak 16 responden (53,3) dan sebagian kecil responden pernah mengalami Riwayat di rawat sebelumya atau ≥ 2 kali sebanyak 14 responden (46,7). Untuk tingkat kecemasan sebagian besar responden mengalami kecemasan berat sebanyak 11 responden (36.7),cemas sedang sebanyak 8 responden (26.7) dan sebagaian kecil responden mengalami panik yaitu sebanyak 2 responden (6.7). Kesimpulan Tingkat kecemasan anak prasekolah saat pertama kali dirawat adalah kecemasan berat,Tingkat Kecemasan anak prasekolah yang ≥ 2 kali dirawat di kategorikan dalam cemas berat dan cemas sedang .
Penerapan Intervensi Terapi Reflexology Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Post Histerektomi Dengan Mioma Uteri
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/klinik.v2i2.1265
Hysterectomy is a surgical procedure for removing all or part of the uterus due to gynecological diseases, one of which is uterine myoma. The impact that is often felt by patients after surgery is the presence of incisions and damaged tissue causing a sensation of pain. Reflexology therapy as a non-pharmacological action is a new innovation for reducing pain with a very simple relaxation method. This case study aims to determine the application of reflexology therapy to reduce pain levels in postoperative hysterectomy patients. The method in this research is a case study in post hysterectomy patients who experience complaints of pain. The instrument used is using a Numeric rating scale (NRS) with finger-hand relaxation intervention given for 3 days. The results of this case study showed that by doing reflexology therapy for 3 days there was a significant decrease in pain levels from a scale of 5 to a scale of 2. The effectiveness of applying standard nursing care in reducing the level of pain given to patients showed a decrease in pain levels from the first day of intervention to the first day of intervention third.
Strategi Manajemen Peningkatan Mutu Rekam Medis Elektronik Di Rumah Sakit
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/klinik.v2i2.1269
Peningkatan mutu merupakan faktor yang sangat penting dalam bidang pelayanan rumah sakit, dengan tingkat pelayanan yang baik maka akan meningkatkan kualitas pelayanan. Mutu pelayanan kesehatan sebagai derajat atau tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku. Salah satunya pelayanan rekam medis. Tujuan dari tinjauan teoritis ini untuk mengetahui strategi manajemen peningkatan mutu rekam medis di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah tinjauan teoritis dengan menganalisis dan membandingkan teori yang telah ada. Hasil tinjauan teoritis ini yaitu strategi manajemen yang perlu dilakukan yaitu dengan dimensi pelayanan kesehatan yang mencakup reliability, responsiviness, assurance, empaty, dan tangibles. Rekam medik sebagai suatu keterangan baik yang tertulis maupun terekam tentang identitas, anamnesa, penentuan fisik laboratorium, diagnosis segala pelayanan dan tindakan medik yang diberikan kepada pasien, dan pengobatan baik yang di rawat inap, rawat jalan maupun gawat darurat.