cover
Contact Name
Krissi Wahyuni Saragih
Contact Email
jurnal.moralita@gmail.com
Phone
+6281385488531
Journal Mail Official
jurnal.moralita@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Simalungun Jl Sisingamangaraja No 1 Pematangsiantar
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by Universitas Simalungun
ISSN : -     EISSN : 23026561     DOI : https://doi.org/10.36985
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Simalungun Pematangsiantar. Jurnal ini sebagai media informasi dan publikasi hasil penelitian, perkembangan teoritis, dan karya ilmiah mengenai pendidikan, pancasila dan kewarganegaraan, hukum, kearifan lokal, sosial politik dan pembelajarannya, khususnya pada bidang Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober" : 5 Documents clear
IMPLEMENTASI BAHASA JAWA UNTUK MEMBENTUK SOPAN SANTUN SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKN Tunjung Bayu Sinta; Hanifah
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/0tr0mj19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai implementasi bahasa Jawa dalam membentuk sopan santun siswa pada mata pelajaran PPKn di Sekolah Menengah Kejuruan Matesih yang meliputi (1) implementasi penggunaan bahasa Jawa dalam membentuk sopan santun siswa pada mata pelajaran PPKn. (2) tindak lanjut implementasi bahasa Jawa dalam membentuk sopan santun siswa pada mata pelajaran PPKn. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah kepala sekolah, guru PPKn, dan siswa. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi penggunaan bahasa Jawa dalam membentuk sopan santun siswa pada mata pelajaran PPKn dilaksanakan dengan tiga tahap yaitu kegiatan awal, inti dan penutup. Tindak lanjut penggunaan bahasa Jawa melalui tiga aspek yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotor.
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KENAKALAN PESERTA DIDIK DI MADRASAH TSANAWIAH MESRA PEMATANGSIANTAR TP. 2023/2024 Krissi wahyuni Saragih; Sariaman Gultom; Hadijah Hasibuan
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/y4nxkb23

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi yang di gunakan guru Madrasah Tsanawiah Mesra dalam mengatasi kenakalan peserta didik. Yang menjadi latar belakang dari penelitian ini karna pada saat melakukan observasi ke Madrasah Tsanawiah Mesra, peneliti menemukan peserta didik yang melakukan kenakalan mulai dari terlambat, rebut dalam kelas,keluar jam kelas tanpa alasan, berkata bohong, berkata kasar (kotor) ,berkelahi. Dalam lembaga pendidikan terdapat peserta didik yang menjadi generasi dari bangsa ini. Peserta didik dalam rentang usia adalah seorang anak yang dalam perkembangannya dari masa anak-anak hingga remaja. Dalam hitungan rata-rata peserta didik dapat di golongkan sebagai orang yang belum dewasa, ia membutuhkan pengajaran, pelatihan, dan bimbingan orang dewasa untuk mengantarkan menuju kedewasaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil penelitian dari sebuah skripsi yang berjudul Strategi Guru Dalam Mengatasi Kenakalan Peserta Didik di Madrasah Tsanawiah Mesra Pematangsiantar Tahun Pelajaran 2023/2024. Oleh karna itulah di perlukan strategi guru dalam mengatasi kenakalan peserta didik agar membentuk kepribadian peserta didik yang beriman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia,sehat, berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi waega negara yang demokratis serta tanggung jawab. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apakah faktor dan bentuk yang menyebabkan terjadinya kenakalan peserta didik di Madrasah Tsanawiah Mesra Pematangsiantar tahun pelajaran 2023/2024? ( 2) Apakah strategi yang di gunakan guru dalam mengatasi kenakalan peserta didik di Madrasah Tsanawiah Mesra Pematangsiantar tahun pelajaran 2023/2024? Yang menjadi responden dalam penelitian ini yaitu wawancara 1 guru wali kelas dan 20 guru yang mengajar di Madrasah Tsanawiah Mesra Pematangsiantar dengan metode angket.
PANCASILA SEBAGAI PEDOMAN DASAR DALAM PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK ASASI MANUSIA Ibnu Abdillah; Nur Asyarah Tanjung; Aprila Ayu Puspita; Anis Nur Aqilah; Yusuf Khalifah
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/k6v8ap16

Abstract

Hak Asasi manusia adalah hak dasar atau kewarganegaraan yang melekat pada individu sejak ia lahir secara kodrat yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Esa yang tidak dapat dirampas dan dicabut keberadaannya dan wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan dan perlindungan harkat dan martabat manusia. Indonesia merupakan negara yang berlandaskan atas hukum. Sehingga Negara Indonesia wajib memberi perlidungan Hak Asasi Manusia kepada setiap masyarakatnya. Sementara negara hukum adalah negara yang berdasarkan pada kedaulatan hukum. Hukumlah yang berdaulat. Negara adalah merupakan subjek hukum, dalam arti rechtstaat. Karena negara itu dipandang sebagai subjek hukum, maka jika ia bersalah dapat dituntut di depan pengadilan karena perbuatan melanggar hukum. Penelitian ini membahas peran Pancasila sebagai dasar negara dalam perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif dan studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Pancasila berfungsi sebagai pedoman hukum yang menjamin hak-hak dasar warga negara. Pancasila, meskipun tidak disebutkan secara eksplisit dalam UUD 1945, menjadi sumber hukum fundamental yang mendasari peraturan perundang-undangan. Hasil menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila, terutama "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," menjadi landasan etika bagi perlindungan HAM. Pancasila dan UUD 1945 menjamin kesetaraan dan non-diskriminasi, sehingga setiap warga negara memiliki hak yang dilindungi oleh hukum. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya sebagai ideologi, tetapi juga sebagai kerangka hukum yang mendukung kesejahteraan dan martabat manusia di Indonesia. (Hidayat Eko, 2016).
PENGARUH PEMAHAMAN NILAI-NILAI PANCASILA TERHADAP KESADARAN HUKUM: STUDI PADA MAHASISWA Nazwa Rahma Fitri; Chelsie Nayla Shaqi; Nadiyah Putri Budiani; Abbad Dzorif; Fadhillah Mubarok Siregar
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ebhgd069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman nilai-nilai Pancasila terhadap kesadaran hukum di kalangan mahasiswa. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif, penelitian melibatkan 28 responden mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert 5 poin yang terdiri dari 15 pernyataan mencakup dimensi pemahaman nilai-nilai Pancasila dan kesadaran hukum. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara pemahaman nilai-nilai Pancasila dengan kesadaran hukum mahasiswa, dimana 78.6% responden memiliki pemahaman baik tentang nilai-nilai Pancasila dan 60.7% mematuhi peraturan berdasarkan kesadaran. Namun, ditemukan kesenjangan dalam implementasi praktis, terutama dalam aspek penegakan aturan oleh mahasiswa, dengan hanya 28.6% yang berani menegur pelanggaran dan 32.1% yang melaporkan kecurangan akademik. Penelitian merekomendasikan pengembangan program terintegrasi untuk penguatan internalisasi nilai Pancasila, pembangunan sistem pelaporan pelanggaran yang aman, pelatihan keberanian sosial, penguatan role model, dan evaluasi berkala program kesadaran hukum berbasis Pancasila.
PERANAN NORMA-NORMA DALAM MEMBENTUK SIKAP BERKARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH SMK TRISAKTI PEMATANGSIANTAR Sariaman Gultom; Imman Yusuf Sitinjak; Novi Silvia
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ak312e67

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk Untuk mengetahui perlunya mempelajari norma-norma bagi peserta didik serta untuk mengetahui peranan norma-norma dalam membentuk sikap berkarakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan pendekatan penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi, lokasi penelitian di sekolah Pematang Siantar. Perlunya mempelajari norma-norma bagi peserta didik adalah untuk membentuk karakter yang baik, memiliki etika dan moral yang baik yang dapat dilaksanakan dan dilakukan dikehidupan sehari-hari bukan hanya dilakukan dilingkungan sekolah namun juga dalam bermasyarakat. Peranan norma-norma dalam membentuk sikap berkarakter peserta didik adalah untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memberi keputusan atau bertingkah laku. Penumbuhan kesadaran peserta didik sebagai peningkatan terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah norma yang dapat membiasakan peserta didik dalam melakukan kegiatan yang positif. Pendidikan sebagai cara pendidik dalam memberikan respon kepada peserta didik baik di kelas maupun di luar kelas,dengan melakukan pembelajaran yang menyenangkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5