cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
COPE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "COPE, No. 02 Vol. XVI November 2012" : 7 Documents clear
REMEDIAL TEACHING IPA BERBANTUAN TUTOR SEBAYA Tusidi Karyono
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif COPE, No. 02 Vol. XVI November 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9446.167 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v16i2.3962

Abstract

Penulisan Karya Ilmiah Tinjauan tnt bertujuan untuk menyajikan cara pelaksanaan Remedial Teaching IPA berbantuan tutor sebaya untuk menangani siswa berkesulitan belajar IPA di kelas VII D Semester I S"MPNegeri 4 Yogyakartapada materi yang berkaitan dengan Kompetensi Dasar: Mendeskripsikan Besaran Pokok dan Besaran Turunan beserta satuanya; Mendeskripsikan Suhu dan Pengukurannya; dan Melakukan Pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa kelas VII D Semester I SMP Negeri 4 Yogyakarta menemui kesulitan belajar IPA karena masih memerlukan penyesuaian dengan lingkungan belajar yang baru setelah lulus dari Sekolah Dasar. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang tidak lulus KKM 75% pada UlanganHarian materi yang berkaitan dengan Kompetensi Dasar: Mendeskripsikan Besaran Pokok dan Besaran Turunan beserta satuanya; Mendeskripsikan Suhu dan Pengukurannya; dan Melakukan Pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dari 34 siswa hanya lulus 9 siswa, sehingga siswa yang tidak lulus tersebut dianggap sebagai siswa yang berkesulitan belajar. Untuk penjaminan mutu lulusan, maka guru perlu menangani siswa berkesulitan belajar tersebut dengan program perbaikan (Remedial Teaching) IPA secara klasikal dan individual dengan berbantuan tutor sebaya. Pelaksanaan program perbaikan (Remedial Teaching) individual dengan model pembelajaran kooperatij STAD (Student TeamAchievement Division). Siswa berkesulitan belajar berdiskusi di kelompoknya dibantu tutor sebaya untuk memecahkan kesulitan belajarnya. Tutor sebaya diambil dari siswa yang sudah lulus KKM Ulangan Harian. Pada akhir program perbaikan (remedial), siswa diberikan test untuk evaluasi. Hasil pelaksanaan program perbaikan (Remedial Teaching) berbantuan tutor sebaya terhadap siswa kelas VIID Semester I SMP N 4 Yogyakarta adalah 28 % siswa dapat berhasil lulus dengan nilai sesuai KKMyaitu minimal 75 %. Sedangkan siswa yang mengalami kenaikan nilai dibanding nilai Ulangan Harian sebesar 92 %. Hal ini menunjukkan bahwa program Remedial Teaching IPA dengan berbantuan tutor sebaya ini perlu ditindaklanjuti dengan penyempurnaan pelaksanaannya agar mendapatkan hasil yang lebih baik
PENINGKATAN PEMAHAMAN, KETERAMPILAN BERFIKIR, DAN SIKAP DEMOKRATIS SISWA DENGAN METODE DISKUSI KELOMPOK DALAM PEMBELAJARAN PKN DI KELAS XI L 1 SMK N 3 KASIHAN Mujinem Mujinem
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif COPE, No. 02 Vol. XVI November 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7545.751 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v16i2.3963

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman materi pokok PKn melalui penerapan metode diskusi kelompok di kelas Xl Ll SMK N 3 Kasihan Bantul, dan untuk menerapkan metode diskusi kelompok sehingga dapat meningkatkan keterampilan berpikir dan sosial dalam memecahkan masalah sosial di lingkungannya, serta untuk menerapkan metode diskusi kelompok sehingga dapat menumbuhkan sikap demokratis siswa. Penelitian ini mengarah pada penelitian tindakan kelas, subyek penelitian adalah siswa kelas XI L 1 SMK N -3 Kasihan Bantu! yang berjumlah 30 siswa. Metode pengumpulan data adalah.studidokumentasi, dan pengamatan. Teknik analisa data menggunakan presentase dan analisis kualitatif untuk mengetahui peningkatan pemahaman, keterampilan, dan sikap demokratis dengan metode diskusi kelompok di SMK N 3 Kasihan Bantul kelas Xl L 1. Hasil penelitian  ini menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman materi pembelajaran PKn melalui metode diskusi kelompok di SMK N 3 Kasihan Bantu! kelas Xl L 1 memuaskan dilihat dari peningkatan prestasi belajar PKn siswa yang berwujud kemampuan intelektual, keterampilan dan sikap sebagai warga negara yang baik di masyarakat. Penerapan metode diskusi kelompok mampu meningkatkan keteramp ilan berpikir siswa tentang materi pendidikan kewarganegaraan. Data penelitian ini ditemukan bukti empiris bahwa partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran sudah meningkat, siklus 1 sebesar 69,93 dan siklus 11 sebesar 81,27, serta metode pembelajaran PKn dengan diskusi kelompok terbukti meningkatkan pada siklus 158,85% pada siklus 11 sebesar 66% danprestasi belajardalam memecahkan masalah dan pengambilan keputusan secara mufakat dan bersama-sama
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR Anna Dwi Purwanti
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif COPE, No. 02 Vol. XVI November 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3898.411 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v16i2.3957

Abstract

Kendala yang banyak dijumpai pada pembelajaran IPA adalah karena kurangnya minat belajar siswa pada mata pelajaran tersebut. Hal ini mengakibatkan nilai belajar siswajuga kurang maksimalkarenatidak bisa mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Keberhasilan dari pembelajaran ditentukan oleh seberapa besar minat siswa pada mata pelajaran tertentu, sehingga harus lebih diperhatikanoleh berbagaipihak dalam rangka mengukurtingkat keberhasilan dalam proses pembelajaran. Upaya untuk membantu mengatasi masalah tersebut dicoba dengan menggunakan sebuah metode pembelajaran yang tepat, yaitu dengan menerapkan pendekatan kontekstual bagi siswa. Dalam hal iniyang digunakan adalah strategi pembelajaran inkuiri, dimana siswa melaksanakan proses pembelajaran dengan mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar. Siswa berfikir kritis dan analistis untuk menemukan sendirijawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan, dilakukan melalui tanyajawab antara guru dan siswa. Dengan penerapan pendekatan kontekstual diharapkan minat belajar siswa pada pembelajaran IPA akan meningkat, sehingga siswa bisa mencapai keberhasilan dalam pembelajaran
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK SISWA KELAS X 3 SMA NEGERI 2 SEKAYU MUSI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Rojaki Rojaki
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif COPE, No. 02 Vol. XVI November 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11278.142 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v16i2.3964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas menulis puisi siswa kelas X 3 SMA Negeri 2 Sekayu melalui model pembelajaran sinektik. Jenis penelitian adalahpenelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X 3 SMA Negeri 2 Sekayu berjumlah 29 siswa. Penelitian tindakan ini dilakukan selama dua siklus yang pada tiap siklusnya terdapat empat komponen, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, tes, catatan lapangan, dan dokumen tugas siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran sinektik dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas X 3 SMA Negeri 2 Sekayu. Peningkatan kualitas proses pada akhirnya berdampak positif pada peningkatan kualitas produk. Hal ini berdasarkan hasil tes praktik kemampuan menulis puisi dari tes awal hingga siklus II Pada tes awal skor rata-rata siswa sebesar 24,86 setara dengan 62,15%. Setelah dilakukan tindakan siklus 1 meningkat menjadi 28,77 setara dengan 71,92% dan pada akhir siklus 11skor rata-rata siswa menjadi 33, 17 atau setara dengan 82,92%. Kenaikan skor rata-rata siswa mulai Tes Awal hingga siklus 11 adalah sebesar 8,31 atau setara dengan 20, 77%
PENINGKATAN HASIl BElAJAR MATEMATIKA DENGAN PENERAPAN TEORI BRUNER PADA SISWA KElAS IV SD N CEPIT PENDOWOHARJO, SEWON KABUPATEN BANTUL Tutut Umi Wulansari
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif COPE, No. 02 Vol. XVI November 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8602.677 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v16i2.3958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD N Cepit denganpenerapan Teori Bruner, dengan keberadaan benda konkret sebagai media menuju rangsangan pembentukan konsep pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti bersama guru kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVB SD N Cepit yang berjumlah 24 siswa, sedangkan objek penelitiannya adalah hasil belajar siswa melalui teori Bruner. Pengumpulan data diperoleh melalui tes, observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Validitas instrument yang digunakan adalah validitas isi (content validity). Teknik analisis data secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teori Bruner dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IVB SD N Cepit. Teori Bruner yang terdiri tiga tahap yaitu enactive (adanya benda konkret), iconic (menggambar benda konkret) serta symbolic (menyatakan dalam simbol matematika) dengan menekankan keberadaan benda konkret, telah membantu siswa untuk memahami konsep matematika, khususnya dalam penelitian ini adalah pokok bahasan pecahan. Peningkatan hasil belajar dapa dilihat dari dua hal yaitu keberhasilan proses dan keberhasilan produk. Berdasarkan catatan lapangan dan pedoman observasi menunjukkan bahwa setelah pelaksanaan pembelajaran matematika melalui teori Bruner terjadi perubahan aktivitas belajar siswa serta aktivitas mengajar guru ke arah yang positij. Siswa semakin aktif dalam pembelajaran, demikian pula guru semakin kreatif dalam pembelajaran. Penilaian hasil belajar dilakukan melalui tes pada setiap akhir pembelajaran dan dilakukan tes akhir (post tes) di setiap akhir siklus. Nilai siswa sebelum dilakukan tindakan skor rata-rata kelas 5,4 dengan nilai tertinggi 7, terendah 4, dan belum ada siswa yang mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang diterapkan sekolah, yaitu 7,5 atau sebanyak 75% dari jumlah siswa yang hadir mencapai KKM. Setelah dilakukan tindakan selama dua siklus, hasil belajar siswa mengalami peningkatan, yang dapat dilihat dari hasil post-test yaitu rata-rata kelas 8,72, nilai tertinggi 10, nilai terendah 5, dan sebanyak 21 siswa mencapai KKM atau sebesar 91,3% dari seluruh siswa yang hadir
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE TUTOR SEBAYA PADA SISWA KELAS 8 SMP IT MASJID SYUHADA' YOGYAKARTA Winahyu, Ririn Rekno
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif COPE, No. 02 Vol. XVI November 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5035.741 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v16i2.3960

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk meningkatkanmutupembelqjaranmatematika di SMP IT Masjid Syuhada Yogyakartayang ditunjukan dalam meningkatnya prestasi belajar siswa. Diharapkan 60% darijumlah siswa kelas 8 SMP IT Masjid Syuhada Yogyakarta telah menguasai, memahami dan mampu menerapkan konsep matematika sehingga mendapatkan nilai ulanganharian lebih dari atau sama dengan 50. Metode penelitian  menggunakan metode tutor sebaya. Jenis penelitian menggunakan prinsip dasar penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 silkus. Subyek penelitian adalah kelas 8 dengan jumlah siswa 16 orang SMP IT Masjid Syuhada. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini dengan menggunakan observasi, catatan lapangan dan tes. Instrumen penelitian ini menggunakan 2 buah instrumen yaitu instrumen observasi yang dipergunakan lembar observasi siswa, guru, balikandan instrumenpenilaianyang digunakan lembar kerja siswa(LKS), tes. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis diskriptif kualitatif dimana lembar observasi siswa, guru, balikan menggunakan angket dan instrumen penilian menggunakan tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa minat siswa terhadap pelajaran matematika cukup rendah (55%). Partisipasi siswa dalam aktivitas kurang dengan dilihat dari peran siswa dalam menjawab pertanyaan guru (56,25%), peran siswa dalam membantu teman yang tidak bisa menjawab pertanyaan guru juga kurang (50%). Aktivitas pada saat mengerjakan LKS, peran siswa dalam membantu siswa yang belum bisa masuk kategori kurang (50%). Pada siklus 1 nilai rata-rata tes 30,38. Pada siklus 2 rata-rata 46,67 dan siklus 3 rata-rata 37,81. Dari 3 siklus yang berhasil siklus 2 dengan tingkat ketuntasan 60%. Sedangkan dari rata-rata nilai siswa belum berhasil untuk semua siklus. Pelaksanaan model tutor sebaya guru membentuk kelompok dengan kemampuan heterogen, memberikan informasi tentang materi yang diajarkan, guru memberikan permasalahan  kepada masing-masing kelompok untuk didiskusikan,anggota kelompok yang sudah jelas memberi penjelasan pada anggota kelompok yang belum jelas. Siswa diminta menjelaskan hasil jawaban didepan kelas, siswa lain menanggapi, guru memberikan motivasi pada setiap kelompok
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Retno Kuning Dewi Pusparatri
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif COPE, No. 02 Vol. XVI November 2012
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v16i2.3961

Abstract

Sosiologi memiliki posisi strategis dalam membahas dan mempelajari masalah­masalah sosial-politik dan budaya yang berkembang di masyarakat dan selalu siap dengan pemikiran kritis dan alternatif menjawab tantangan yang ada. Berdasarkan pengalaman  belajar sosiologi, siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan sikap berpikir kritis. Hal ini terbukti dengan terjadinya kesulitan siswa untuk mengungkapkan pendapat dan ide pemecahan masalah dalam dampak perubahan sosial yang dibicarakan. Ketidakmampuan siswa dalam mengungkapkan pendapat jelas berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah. Akibatnya ketika siswa menghadapi masalah, mereka kesulitan untuk menyelesaikannya, sehingga mengambil jalan pintas dengan bunuh diri, minum-minuman keras dan sebagainya. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa adalah model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Tujuan yang ingin dicapai oleh Strategi P BM adalah kemampuan siswa untuk berpikir kritis, analitis, sistematis dan logis untuk menemukan alternatif pemecahan masalah melalui eksplorasi data secara empiris dalam rangka menumbuhkan sikap ilmiah. Model pembelajaran berdasarkan masalah adalah model pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik, sehingga siswa dapat menyusun pengetahuannya sendiri, menumbuhkembangkan keterampilan yang lebih tinggi dan inkuiri, memandirikan siswa, dan meningkatkan kepercayaan diri sendiri. Strategi pembelajaran berbasis masalah merupakan strategi bercirikan penggunaan masalahdalam kehidupannyata yang diharapkan ketika diterapkan dalam pembelajaran sosiologi materi dampak perubahan sosial mampu menghantarkan siswa dalam meningkatkan kemampuannya dalam berpikir kritis

Page 1 of 1 | Total Record : 7