cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
COPE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1: Mei 2016" : 10 Documents clear
MENINGKATKAN KEBIASAAN MEMBACA BUKU INFORMASI PADA ANAK SEKOLAH DASAR Suci Susilowati
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 1: Mei 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.826 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v20i1.10792

Abstract

Ulasan ini bertujuan untuk meningkatkan minat membaca buku informasi pada anak Sekolah Dasar Negeri Balanggala yang belakangan ini mengalamibanyak kemunduran. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup yang tidak dibiasakanuntuk membaca buku sejak dini. Berdasarkan pembahasan tentang meningkatkan kemampuan baca buku informasi pada anak Sekolah Dasar, diketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan indeks minat baca 0,001 yang berarti bahwa baru ada 1 dari 1000 orang yang memiliki minat baca dan menempatkan Indonesia pada peringkat 96 dari negara-negara yang ada di dunia. Padahal untuk membentuk suatu masyarakat yang belajar harus dimulai dari masyarakat yang gemar membaca. Oleh sebab itu, penerapan kebiasaan membaca yang dilaksanakan sejak sekolah dasar akan membantu masyarakat Indonesia memiliki generasi dengan minat baca yang tinggi. Dimulai dari kebiasaan membaca buku-buku informasi pendidikanyang banyak disediakan di sekolah-sekolah yang memang sudah didesain dengan gaya bahasa yang sederhana dan menarik untuk anak sekolah dasar. Guru dan orang tua juga mengambil peran penting dalam meningkatkan minat baca anak baik di sekolah maupun di rumah sehingga semua saling bersinergi dan berkesinambungan agar kegiatan membaca tidak hanya berlangsung di sekolah saja, tetapi juga tetap menjadi kegiatan rutin di rumah dan di dalam kehidupan sehari-hari 
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MELALUI PENERAPAN METODE NUMBERED HEAD TOGETHER PADA SISWA KLAS X SMA 3 BANTUL Wahyu Widyastuti
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 1: Mei 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.78 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v20i1.10787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran Biologi melalui metode numbered head together, dan (2) meningkatkan hasil belajar Biologi melalui metode numbered head together. Sumber informasi penelitian tindakan kelas ini adalah guru, siswa, dan kepala sekolah. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Analisis data penelitian menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Untuk memberikan makna keberhasilan, tindakan mengacu pada kriteria relatif. Unjuk kerja dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran menunjukkan hasil lebih baik serta kekurangkurangnya 85% dari jumlah siswa mencapai ketuntasan belajar ≥ 75.Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan secara nyata bahwa tindakan penerapan metode numbered head together mampu: (1) meningkatkan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran dan (2) meningkatkan hasil belajar biologi. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kenaikan rata-rata nilai dari 58,19 sebelum tindakan, siklus I menjadi 70,97, dan di siklus II meningkat menjadi 79,47 
PENERAPAN STRATEGI DIRECTED LISTENING THINKING APPROACH (DLTA) DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK PADA SISWA SEKOLAH DASAR Wibowo, Muhammad Arief
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 1: Mei 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.288 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v20i1.10793

Abstract

Kegiatan menyimak merupakan dasar dalam mempelajari keterampilan berbahasa yang lain. Berdasarkan pengalaman dan kenyataan di lapangan dapat diketahui bahwa kemampuan menyimak siswa masih rendah. Siswa kesulitan dalam menyebutkan unsur cerita, menjawab pertanyaan sesuai cerita yang didengar, dan menceritakan kembali isi cerita yang telah didengar. Aktivitas belajar siswa belum terlibat aktif dalam memahami isi cerita. Pembelajaran yang dilakukan kepada siswa guru dilakukan dengan cara menyimak bacaan untuk dibaca mandiri bukan oleh guru. Hal itu tidak sesuai dengan aspek pada kurikulum pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu aspek mendengarkan (menyimak).Selain itu, belum ada media yang digunakan oleh guru. Oleh karena itu, dalam penelitian ini diterapkan strategi Direct Listening Thinking Activities (DLTA) dalam pembelajaran keterampilan pada siswa sekolah dasar (SD). Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pengertian mengenai keterampilan menyimak, (2) mendeskripsikan mengenai pengertian strategi Direct Listening Thinking Activities (DLTA), (3) mendeskripsikan langkah-langkah dalam penerapan strategi Direct Listening Thinking Activities (DLTA) dapat pembelajaran keterampilan menyimak. Jenis penelitian ini adalah dekriptif kualitatif dengan penjelasan konsep dari berbagai sumber dan dirangkum dan disimpulkan dalam satu kesatuan yang utuh dan runtut. Kesimpulan dari penelitian adalah strategi Direct Listening Thinking Activities (DLTA) dapat dimanfaatkan dalampembelajaran keterampilan menyimak pada siswa jenjang sekolah dasar (SD). Saran yang diberikan adalah hendaknya guru dapat: (a) menerapkan strategi Direct Listening Thinking Activities (DLTA) sesuai tahap-tahapnya; (b) memilih bahan cerita atau informasi yang disukai siswa; (c) menggunakan media yang bervariasi yaitu media rekaman dan gambar; (d) memberi ruang lebih banyak untuk siswa mengaktualisasikan dirinya
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X L A MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATA DIKLAT MELAKUKAN PEKERJAAN MEKANIK DASAR PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK DI SMKN 5 SURAKARTA Ismana, Hery
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 1: Mei 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.303 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v20i1.10788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa melalui model pembelajaran Problem based learning (PBL) pada mata diklatmelakukan pekerjaan mekanik dasar kelas X LA program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik semester gasal tahun pelajaran 2012/2013 di SMK Negeri 5 Surakarta. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rerata hasil belajar siswa. Apabila dibandingkan rata-rata hasil belajar pada kondisi awal dengan rata-rata hasil tes pada kondisi akhir pada siklus 2 ada peningkatan yang cukup tinggi yaitu:7,60 – 6,5 =1,04. Jika dipersentase kenaikan rata-rata nilai sebesar 15,85%, sedangkan untuk peningkatan proses belajar bila dibandingkan dengan kondisi awal sbb.: (1) jumlah siswa yang bertanya pada kondisi awal ada 6,06% meningkat menjadi 15,15%, (2) jumlah siswa yang aktif dari 12,12% menjadi 63,63%, dan(3) jumlah siswa yang memanfaatkan sumber belajar lain dari 0% menjadi 24,24%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa model PBL mampu meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata diklat melakukan pekerjaan mekanik dasar, baik secara proses maupun secara hasil
MENGAJARKAN EJAAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR Pitasari Rahmaningsih
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 1: Mei 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.149 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v20i1.10794

Abstract

Ejaan merupakan dasar dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Ejaan digunakan sebagai bentuk baku dalam penulisan ilmiah dan resmi. Akan tetapi, pada kenyataannya saat ini penggunaan ejaan yang baku belum sepenuhya dapat diterapkan. Apalagi bagi siswa SD. Masih banyak siswa SD yang belum mengerti bagaimana ejaan yang baik dan benar. Di lain pihak, dalam pengajaran ejaan umumnya masih menggunakan metode klasikal dan kurang mendapatkan perhatian khusus. Oleh karena itu, permasalahan yang akan dibahas pada makalah adalah berkait pengertian ejaan, macam-macam ejaan, dan bagaimana proses pembelajaran ejaan di SD. Komponen pembelajaran ejaan berisi tentang kesempatan menulis setiap hari, kesempatan membaca setiap hari, dinding kata, mengoreksi naskah, prosedur dalam kamus, pilihan ejaan dan kesadaran mengeja. Pengajaran ejaan dapat dilakukan dengan menggunakan tes mingguan, menyesuaikan diri untuk memenuhi kebutuhan siswa dan menilai kemampuan mengeja siswa
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA MELALUI METODE PEER TUTORING PADA SISWA KELAS V SDN 1 PANDOWAN, KULON PROGO Siti Sugiarti
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 1: Mei 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.058 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v20i1.10789

Abstract

Keterampilan dalam menyelesaikan soal cerita Matematika siswa kelas V yang rendah mengakibatkan rendahnya keberhasilan belajar siswa. Kondisi ini dikarenakan masih ditemui pembelajaran yang berpusat pada guru. Guru kurang mempercayakan kepada siswanya yang pandai untuk membelajarkan kepada temannya yang kurang mampu. Akibatnya siswa kurang terampil dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Penelitian tindakan ini menggunakan metode peer tutoring dengan membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen. Siswa-siswa pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya. Guru bertindak sebagai narasumber utama. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Pandowan, Brosot, Galur, Kulon Progo. Siswa kelas V sebanyak 24 siswa terdiri 12 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan dalam menyelesaikan soal cerita Matematika siswa kelas V meningkat dengan menggunakan metode peer tutoring. Dari data yang diperoleh pada siklus I, 5 siswa (20,83%) mendapat kriteria baik sekali, 7 siswa (29,17%) mendapat kriteria baik, 10 siswa (41,67%) mendapat kriteria cukup, dan 2 siswa (8,33%) mendapat kriteria perlu bimbingan. Pada siklus II terdapat peningkatan keterampilan dalam menyelesaikan soal cerita Matematika yaitu 9 siswa (37,50%) mendapat kriteria baik, dan 15 siswa (62,50%) mendapat kriteria baik sekali. Hasil belajar siswa dapat meningkat dengan menggunakan metode peer tutoring. Pada siklus I hasil rata-rata test akhir diperoleh nilai rata-rata 68,75. Pada siklus II tes akhir diperoleh nilai rata-rata 96,75
PENERAPAN METODE BERCERITA DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERBAHASA DAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Arie Sanjaya
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 1: Mei 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.841 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v20i1.10795

Abstract

Kegiatan bercerita pada anak dapat dipandang penting karena memberikan dampak positif pada anak. Dengan bercerita, anak dapat berbagi dan menciptakan pengalaman bersama, mengembangkan kemampuan anak dalam menafsirkan peristiwa yang ada di luar pengalaman langsungnya. Melalui cerita-cerita yang disampaikan, pemahanaan anak tentang dunia dapat diperluas dalam atmosfer yang penuh cinta dengan cara yang aman. Dengan cerita pula anak tidak perlu mengalami sendiri kejadian-kejadian berbahaya untuk memahami adanya bahaya. Anak tidak perlu mengalami penderitaan untuk memahami adanya penderitaan dan tokoh cerita. Bahkan dengan kegiatan bercerita anak dapat memahami apa itu kebahagiaan dan bagaimana mencapainya, lalu memproyeksikan pemahamannya itu ke masa depan dan bergerak mencapainya di kemudian hari. Kegiatan bercerita juga bermanfaat dalam hal menarik minat dan perhatian murid, melatih pemahaman, perluasan perbendaharaan kata dan tatabahasa, serta dapat meningkatkan penguasaan keterampilan murid dalam mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis, dan mengembangkan imajinasi. Bercerita dapat membantu murid untuk melatih imajinasi dan ketreampilan berbahasa melalui aktivitas menceritakan kembali. Murid juga dapat mengembangkan episode-episode atau versi-versi baru dengan gambaran dan imajinasi berdasarkan cerita aslinya
PENERAPAN PENDEKATAN PENGALAMAN BERBAHASA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DI SEKOLAH DASAR KELAS RENDAH Devita Vuri
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 1: Mei 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.083 KB) | DOI: 10.21831/jig cope.v20i1.10790

Abstract

Pembelajaran bahasa di SD kelas rendah meliputi aspek membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Aspek membaca dan menulis merupakan halyang sangat penting untuk diajarkan di SD kelas awal. Dengan membaca danmenulis, semua ilmu pengetahuan akan diserap oleh siswa. Akan tetapi, kesulitandalam mengajarkan membaca dan menulis permulaan terletak pada strategi yangdigunakan. Guru cenderung menggunakan panduan buku dengan bahasa yang kakudan sulit dimengerti oleh siswa. Sedangkan bagi siswa kelas rendah, belajar haruslah kegiatan yang menyenangkan dan bermakna. Artinya, kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Oleh karena itu, strategi yang dapat diterapkan adalah Pendekatan Pengalaman Berbahasa (Language Experience Approach). Pendekatan ini berdasarkan pengalaman siswa yang kemudian diterapkan dalam mengajarkan membaca dan menulis permulaan pada siswa
PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN PERMAINAN KARTU KIMIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Ceri Setiyati
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 1: Mei 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v20i1.10796

Abstract

Keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sangat menentukan prestasi belajar. Guru diharapkan dapat merancang pembelajaran yang dapat menarik minat belajar serta mengaktifan dan menyenangkan bagi peserta didik. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dengan mengemas permainan kartu kimia dalam pembelajaran kimia. Materi  kimia yang disajikan adalah materi sistem periodik unsur dan konfigurasi elektron kelas X semester gasal di SMA. Dengan menguasai materi ini dapat mempermudah peserta didik mengikuti materi berikutnya. Materi ini dikemas dalam permainan kartu kimia secara berkelompok. Dengan bermain dan belajar peserta didik akan aktif dan diharapkan prestasi peserta didik dapat meningkat. Pada penelitian tindakan kelas ini, siklus pertama dengan topik unsur dalam SPU, pengelolaan pembelajaran mencapai prosentase 72,16% dalam kategori baik hasil belajar peserta didik yang mendapat nilai ≥ 70 baru mencapai 75%. Setelah siklus kedua dengan topik konfigurasi elektron pengelolaan pembelajaran mengalami kenaikan menjadi 77,14% dan hasil belajar peserta didik meningkat menjadi 92,86%. Hal menunjukkan penelitian tindakan kelas berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X-3 di SMA Negeri 3 Bantul. Dari hasil observasi pengelolaan pembelajaran peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran. Dari hasil angket siswa menunjukan rasa senang dalam mengikuti pembelajaran kimia dengan metoda permainan kartu kimia
MENGAJARKAN MEMBACA DAN MENULIS PUISI DI SEKOLAH DASAR Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Ilmiah Guru Caraka Olah Pikir Edukatif Vol 20, No 1: Mei 2016
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jig cope.v20i1.10791

Abstract

Tujuan pembelajaran menulis di Sekolah Dasar (SD) diarahkan pada tercapainya kemampuan mengungkapkan pendapat, ide gagasan, pengalaman, informasi pesan, menggunakan ejaan dan memanfaatkan unsur-unsur kebahasaan karya sastra dalam menulis. Pencapaian tujuan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah metode pembelajaran. Metode pembelajaran dapat meningkatkan motivasi siswa dalam menciptakan suasana belajar kolaboratif dan membuat siswa aktif. Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas siswa adalah metode Discovery – Inquiry. Melalui metode pembelajaran ini diharapkan siswa mampu menulis puisi dengan benar. Metode ini memberikan peluang kepada siswa untuk aktif terlibat langsung dalam proses pembelajaran dengan menemukan sendiri materi yang sedang dipelajarinya. Dengan demikian, pengalaman siswa akan bertambah banyak yang bisa menjadi kosakata dalam menulis puisi

Page 1 of 1 | Total Record : 10