cover
Contact Name
Nuris Dwi Setiawan
Contact Email
edukasimuara@gmail.com
Phone
+6281578146104
Journal Mail Official
edukasimuara@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sonokeling 1, no. B-30, Rt.002/Rw.008, Plamongan Indah, Plamongansari, Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MURAKOM
Published by CV. Muara Edukasi
ISSN : 31104754     EISSN : 31231985     DOI : https://doi.org/10.64365
Core Subject :
Merupakan tempat publikasi ilmiah yang bertujuan untuk mengembangkan dan menfasilitasi hasil penelitian inter-disiplin di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, sistem komputer, informatika dan komunikasi sebagai media bagi para dosen, guru, peneliti dan para praktisi dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, sistem komputer, informatika dan komunikasidari seluruh Indonesia, dalam melakukan pertukaran informasi tentang hasil-hasil penelitian terbaru yang telah dilakukan. Adapun ruang lingkup Jurnaladalah: Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) Data Science dan Big Data Sistem Informasi Internet of Things (IoT) Rekayasa Perangkat Lunak Keamanan Siber (Cybersecurity) Jaringan Komputer dan Komunikasi Data Komputasi Awan (Cloud Computing) Sistem Cerdas dan Robotika Pengolahan Citra dan Sinyal Digital Blockchain dan Teknologi Terdistribusi Human-Computer Interaction (HCI) Algoritma dan Struktur Data Komputasi Kuantum (Quantum Computing) Etika dan Regulasi Teknologi Sistem Kendali (Control Systems) Elektronika Daya (Power Electronics) Sistem Tertanam (Embedded Systems) Instrumentasi dan Sensor Robotika dan Otomasi Sistem Mikroprosesor dan Mikrokontroler Komunikasi Nirkabel dan RF (Radio Frequency) Pengolahan Sinyal Digital (Digital Signal Processing) Rangkaian Analog dan Digital Internet of Things (IoT) dalam Elektronika Sistem Elektronik Medis dan Biomedis Keandalan dan Perawatan Sistem Elektronik Elektronika Mobil dan Kendaraan Listrik Elektronika Industri dan Otomasi Pabrik Energi Terbarukan dan Elektronika Hijau
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Menuju Jaringan Nirkabel 6G yang Kognitif: Optimalisasi Permukaan Cerdas (RIS) Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Lingkungan Radio yang Cerdas Amelia Putri Wulandari; Sugeng Sugeng
MUARA KOMPUTER : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer & Elektronika Vol. 2 No. 4 (2026): MUARA KOMPUTER : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer & Elektronika
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/murakom.v2i4.569

Abstract

Generasi keenam (6G) jaringan nirkabel menuntut kapasitas, keandalan, dan kemampuan adaptasi yang belum pernah ada sebelumnya. Permukaan Cerdas yang Dapat Dikonfigurasi Ulang (Reconfigurable Intelligent Surface/RIS) telah muncul sebagai teknologi kunci untuk mewujudkan lingkungan radio yang cerdas, memungkinkan kontrol dinamis atas propagasi gelombang elektromagnetik. Namun, optimalisasi sistem berbasis RIS menghadirkan tantangan signifikan karena ruang konfigurasi yang berdimensi tinggi dan propagasi nirkabel yang kompleks. Tinjauan ini mengkaji pendekatan mutakhir kecerdasan buatan (AI) untuk optimalisasi RIS dalam jaringan 6G, dengan fokus pada tiga aplikasi inti: (1) konfigurasi RIS dan beamforming, (2) estimasi kanal RIS, dan (3) manajemen sumber daya dalam jaringan berbantuan RIS. Teknik pembelajaran mesin termasuk pembelajaran terawasi, pembelajaran penguatan mendalam (DRL), pembelajaran federasi (FL), dan model generatif telah menunjukkan potensi untuk mengungguli pendekatan optimasi klasik dalam skenario kompleks. Investigasi lebih lanjut mengkaji konsep radio kognitif di era 6G, di mana integrasi AI, komputasi tepi, dan RIS mentransformasi manajemen spektrum dari kerangka optimasi konvensional menuju paradigma AI-native. Tantangan yang masih ada mencakup overhead pelatihan yang tinggi, generalisasi model yang terbatas, kompleksitas estimasi kanal bersama, dan masalah keamanan serta interoperabilitas. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa sinergi antara RIS dan AI menjanjikan jaringan 6G yang cerdas, adaptif, dan efisien energi, tetapi memerlukan penelitian berkelanjutan dalam arsitektur yang dapat diskalakan, algoritma yang kuat, dan pertimbangan implementasi praktis.
Ketahanan Siber di Era Konektivitas Total: Kerangka Kerja Terpadu untuk Mengidentifikasi, Menilai, dan Memitigasi Kerentanan pada Perangkat IoT Astrid Maharani Kristanti; Yudha Pratama Nugraha
MUARA KOMPUTER : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer & Elektronika Vol. 2 No. 4 (2026): MUARA KOMPUTER : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer & Elektronika
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/murakom.v2i4.576

Abstract

Era konektivitas total yang ditandai dengan proliferasi perangkat Internet of Things (IoT) yang masif telah mengubah lanskap ancaman siber secara fundamental. Penelitian ini mengkaji kerangka kerja terpadu untuk mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi kerentanan pada perangkat IoT di tengah kompleksitas ekosistem digital yang terus berkembang. Melalui tinjauan literatur sistematis terhadap perkembangan terkini dalam keamanan IoT, penelitian ini mengidentifikasi bahwa kerentanan perangkat IoT bersifat multidimensi mencakup kelemahan pada perangkat keras, perangkat lunak, protokol komunikasi, dan lapisan aplikasi yang memerlukan pendekatan keamanan berlapis. Temuan menunjukkan bahwa kerangka kerja yang efektif harus mengintegrasikan tiga pilar utama: (1) identifikasi kerentanan melalui kombinasi pemindaian otomatis, threat modeling, dan analisis perilaku berbasis AI; (2) penilaian risiko yang adaptif menggunakan metode kuantitatif yang mempertimbangkan konteks operasional dan dinamika ancaman; dan (3) mitigasi melalui strategi zero trust, segmentasi jaringan, dan pembaruan keamanan berkelanjutan. Pendekatan AI-driven untuk deteksi intrusi berbasis machine learning mencapai akurasi hingga 99% untuk kategori serangan utama seperti DDoS, spoofing, dan botnet Mirai, sementara arsitektur zero trust berbasis blockchain dan SDN menunjukkan efektivitas dalam mengisolasi node yang terkompromi. Penelitian ini juga menyoroti peran regulasi seperti Cyber Resilience Act (CRA) Uni Eropa yang mulai berlaku pada 2027, yang mengubah keamanan siber dari sekadar praktik terbaik menjadi kewajiban hukum dengan sanksi tegas bagi pelanggar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketahanan siber IoT memerlukan transformasi dari pendekatan reaktif menuju strategi proaktif yang mengintegrasikan teknologi, proses, dan kepatuhan regulasi secara holistik.
Kecerdasan Buatan Agentik dalam Onkologi: Dari Tumor Board Virtual Menuju Pengobatan Kanker yang Dipersonalisasi Pratiwi Nurul; Hasanah Hasanah
MUARA KOMPUTER : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer & Elektronika Vol. 2 No. 4 (2026): MUARA KOMPUTER : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer & Elektronika
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/murakom.v2i4.597

Abstract

Kecerdasan buatan bergerak melampaui batas-batas dunia digital menuju ranah fisik. Physical AI dan embodied intelligence menjadi frontier baru penelitian AI, di mana sistem cerdas tidak hanya memproses data tetapi juga berinteraksi secara langsung dengan lingkungan nyata melalui badan fisik (embodiment). Tinjauan ini mengkaji peran krusial sensor canggih dan sistem tanpa baterai dalam mewujudkan visi Physical AI. Melalui analisis terhadap perkembangan terkini dalam sensorik canggih, arsitektur komputasi hemat energi, dan sistem tanpa baterai, penelitian ini mengidentifikasi bahwa sensor merupakan "gerbang data" yang menghubungkan dunia fisik dengan model kecerdasan. Temuan menunjukkan bahwa e-skin fleksibel berbasis tekstil dan sensorimotorik proprioseptif telah mencapai akurasi pengenalan gestur >98% dan deteksi objek tak terlatih dengan deviasi 0,49 cm pada rentang 5,5 cm, menandakan kemampuan generalisasi yang melampaui pengenalan pola sederhana. Arsitektur komputasi bertingkat (layered inference architecture) dengan lapisan refleks hingga tingkat kebijakan global menjanjikan pengurangan konsumsi energi dramatis dengan memetakan setiap kejadian ke lapisan inferensi paling rendah yang dapat bertindak aman dan benar, memungkinkan operasi tanpa baterai yang berkelanjutan melalui pemanenan energi. Telaah ini menyimpulkan bahwa masa depan Physical AI bergantung pada sinergi antara sensor canggih yang mampu menangkap data fisik multimodal (tekanan, suhu, tekstur, propriosepsi) dan sistem tanpa baterai yang memungkinkan operasi mandiri, berkelanjutan, dan terdistribusi dalam skala besar.

Page 4 of 4 | Total Record : 33