cover
Contact Name
Moh Riswandha Imawan
Contact Email
p3i@um-surabaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3i@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Proceeding Universitas Muhammadiyah Surabaya ini merupakan kumpulan Jurnal kegiatan hasil konferensi atau seminar yang diadakan oleh Masing - Masing program studi yang ada di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Proceeding UMSurabaya
ISSN : -     EISSN : 29627656     DOI : https://doi.org/10.30651/pc.v1i1
Core Subject :
Proceeding Universitas Muhammadiyah Surabaya ini merupakan kumpulan Jurnal kegiatan hasil konferensi atau seminar yang diadakan oleh Masing - Masing program studi yang ada di Lingkungan Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "2018" : 25 Documents clear
PENGABDIAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) MELALUI DETEKSI DINI ANEMIA Sri Mukhodim Faridah Hanum; Titin Eka Nuriyanah; Puspitasari Puspitasari
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha kesehatan Sekolah (UKS) merupakan usaha kesehatan dasar yang ditujukan ke sekolah dan menjadi tugas bagi Puskesmas untuk mencapai kesehatan dan meningkatkan prestasi belajar anak sekolah. Salah satu fungsi UKS adalah sebagai wadah dalam memberikan pendidikan kesehatan awal terutama untuk anak sekolah. Masalah  kesehatan yang dialami oleh anak remaja antara lain adalah anemia. Anemia adalah kondisi yang menunjukkan kadar hemoglobin di dalam darah berada dibawah nilai normal. Kejadian anemia menyebabkan berkurangnya konsentrasi, sehingga dapat mengakibatkan menurunnya prestasi belajar anak sekolah. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kualitas UKS dengan melakukan pelatihan deteksi dini anemia. Lokasi kegiatan pengabdian Masyarakat dilaksanakan di MTS Muhammadiyah 1 Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Metode yang dilakukan yaitu observasi, interview, dan pelatihan deteksi dini anemia. Hasil pengabdian masyarakat adalah pengelola dan kader UKS dapat melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin yang selanjutnya akan menjadi pelayanan berkelanjutan di MTS Muhammadiyah 1 Taman dalam mendeteksi secara dini kejadian anemia.
PENGABDIAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) MELALUI DETEKSI DINI ANEMIA Sri Mukhodim Faridah Hanum; Titin Eka Nuriyanah; Puspitasari Puspitasari
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha kesehatan Sekolah (UKS) merupakan usaha kesehatan dasar yang ditujukan ke sekolah dan menjadi tugas bagi Puskesmas untuk mencapai kesehatan dan meningkatkan prestasi belajar anak sekolah. Salah satu fungsi UKS adalah sebagai wadah dalam memberikan pendidikan kesehatan awal terutama untuk anak sekolah. Masalah  kesehatan yang dialami oleh anak remaja antara lain adalah anemia. Anemia adalah kondisi yang menunjukkan kadar hemoglobin di dalam darah berada dibawah nilai normal. Kejadian anemia menyebabkan berkurangnya konsentrasi, sehingga dapat mengakibatkan menurunnya prestasi belajar anak sekolah. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kualitas UKS dengan melakukan pelatihan deteksi dini anemia. Lokasi kegiatan pengabdian Masyarakat dilaksanakan di MTS Muhammadiyah 1 Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Metode yang dilakukan yaitu observasi, interview, dan pelatihan deteksi dini anemia. Hasil pengabdian masyarakat adalah pengelola dan kader UKS dapat melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin yang selanjutnya akan menjadi pelayanan berkelanjutan di MTS Muhammadiyah 1 Taman dalam mendeteksi secara dini kejadian anemia.
PENGABDIAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) MELALUI DETEKSI DINI ANEMIA Sri Mukhodim Faridah Hanum; Titin Eka Nuriyanah; Puspitasari Puspitasari
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha kesehatan Sekolah (UKS) merupakan usaha kesehatan dasar yang ditujukan ke sekolah dan menjadi tugas bagi Puskesmas untuk mencapai kesehatan dan meningkatkan prestasi belajar anak sekolah. Salah satu fungsi UKS adalah sebagai wadah dalam memberikan pendidikan kesehatan awal terutama untuk anak sekolah. Masalah  kesehatan yang dialami oleh anak remaja antara lain adalah anemia. Anemia adalah kondisi yang menunjukkan kadar hemoglobin di dalam darah berada dibawah nilai normal. Kejadian anemia menyebabkan berkurangnya konsentrasi, sehingga dapat mengakibatkan menurunnya prestasi belajar anak sekolah. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kualitas UKS dengan melakukan pelatihan deteksi dini anemia. Lokasi kegiatan pengabdian Masyarakat dilaksanakan di MTS Muhammadiyah 1 Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Metode yang dilakukan yaitu observasi, interview, dan pelatihan deteksi dini anemia. Hasil pengabdian masyarakat adalah pengelola dan kader UKS dapat melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin yang selanjutnya akan menjadi pelayanan berkelanjutan di MTS Muhammadiyah 1 Taman dalam mendeteksi secara dini kejadian anemia.
PENGABDIAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) MELALUI DETEKSI DINI ANEMIA Sri Mukhodim Faridah Hanum; Titin Eka Nuriyanah; Puspitasari Puspitasari
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha kesehatan Sekolah (UKS) merupakan usaha kesehatan dasar yang ditujukan ke sekolah dan menjadi tugas bagi Puskesmas untuk mencapai kesehatan dan meningkatkan prestasi belajar anak sekolah. Salah satu fungsi UKS adalah sebagai wadah dalam memberikan pendidikan kesehatan awal terutama untuk anak sekolah. Masalah  kesehatan yang dialami oleh anak remaja antara lain adalah anemia. Anemia adalah kondisi yang menunjukkan kadar hemoglobin di dalam darah berada dibawah nilai normal. Kejadian anemia menyebabkan berkurangnya konsentrasi, sehingga dapat mengakibatkan menurunnya prestasi belajar anak sekolah. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kualitas UKS dengan melakukan pelatihan deteksi dini anemia. Lokasi kegiatan pengabdian Masyarakat dilaksanakan di MTS Muhammadiyah 1 Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Metode yang dilakukan yaitu observasi, interview, dan pelatihan deteksi dini anemia. Hasil pengabdian masyarakat adalah pengelola dan kader UKS dapat melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin yang selanjutnya akan menjadi pelayanan berkelanjutan di MTS Muhammadiyah 1 Taman dalam mendeteksi secara dini kejadian anemia.
PENGARUH EKSTRAK METANOL DAN EKSTRAK AIR DAUN BUNGA PUKUL EMPAT TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS PYOGENES Gylang A Prakoso; Oke Kadarullah; Ratna W Febriyanti; Muhammad N Haitamy
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Streptococcus pyogenes merupakan penyebab tersering infeksi saluran pernafasan atas akut seperti tonsilofaringitis dan dapat menimbulkan komplikasi berat. Ekstrak herbal merupakan salah satu alternatif terapi di tengah risiko resistensi bakteri. Ekstrak metanol dan air bunga pukul empat lebih efektif daripada ekstrak etanol dan kloroform dalam menghambat bakteri gram positif dan negatif. Namun peran ekstrak bunga pukul empat dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus pyogenes belum diketahui. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak metanol dan ekstrak air bunga pukul empat dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus pyogenes. Rumusan masalah penelitian ialah apakah terdapat pengaruh ekstrak metanol dan ekstrak air daun bunga pukul empat terhadap pertumbuhan Streptococcus pyogenes. Penelitian bersifat eksperimen laboratorium pada enam kelompok uji yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif serta empat kelompok konsentrasi dari masing-masing ekstrak terhadap pertumbuhan Streptococcus pyogenes. Pertumbuhan bakteri dinilai dengan mengukur diameter zona hambat. Data dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Skrining fiotkimia didapatkan hasil ekstrak metanol mengandung tanin, saponin, dan alkaloid. Ekstrak air mengandung tanin, alkaloid, dan flavonoid. Dari penelitian didapatkan hubungan antara besar ekstrak metanol daun bunga pukul empat dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus pyogenes (P value 0,08). Ekstrak metanol dengan konsentrasi 12,5mg/ml memiliki zona hambat paling besar dibandingkan dengan konsentrasi lain. Data ekstrak air menunjukkan tidak adanya hubungan antara besar konsentrasi ekstrak dengan zona hambat pertumbuhan Streptococcus pyogenes (P value 0,253). Ekstrak metanol bunga pukul empat berpengaruh terhadap pertumbuhan Streptococcus pyogenes, sedangkan ekstrak air tidak berpengaruh. Dapat dilakukan penelitian lanjutan tentang efektivitas ekstrak metanol bunga pukul empat pada hewan coba.
EKSPLORASI POLA SIDIK JARI DAN SUDUT AXIAL TRIRADIUS DIGITAL (ATD) PADA ANAK RETARDASI MENTAL DI PALEMBANG Trisnawati Mundijo; Vonny Alfanda
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatoglifi adalah ilmu yang mempelajari pola sidik jari, jumlah sulur dan jumlah triradius yang perkembangannya diatur oleh genetik. Beberapa kelainan kromosom atau genetik mempengaruhi fenotip dermatoglifi diantaranya pada retardasi  mental. Penelitian ini  merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengeksplorasi  bagaimana pola sidik jari dan sudut ATD yang khas pada anak retardasi mental di Palembang. Sampel penelitian berjumlah 78 orang didapatkan dari Yayasan Pembinaan AnakCacat Palembang dan Yayasan Bina Autis Mandiri Palembang dengan cara total sampling. Data penelitian diambil dengan cara pengolesan lipstik pada sepuluh jari tangan untuk identifikasi pola sidik jari dan penempelan palmar kanan dan kiri pada bantalan cap untuk menghitung besar sudut ATD di lembar observasi. Hasil penelitian didapatkan peningkatan frekuensi pola ulnar loop (58,3%) dan penurunan pada pola accidental whorl (0,8%). Sedangkan untuk sudut ATD didapatkan hasil tertinggi pada kategori normal yaitu sudut 35o-50o, pada tangan kanan dan kiri masing-masing sebesar 76,9% dan 75,6%.
ANALISIS KUALITATIF KANDUNGAN FORMALIN DALAM MIE BASAH YANG DI JUAL DI PASAR TRADISIONAL WILAYAH PLAJU PALEMBANG Yanti Rosita; Putri Erlyn; Rahma Noora
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Formalin sudah d larang dalam makanan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/Menkes/Per/IX/88, tetapi kenyataannya masih banyak makanan termasuk mie basah yang mengandung formalin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis kandungan formalin pada mie basah yang dijual pedagang di pasar tradisonal Plaju Palembang. Sepuluh sampel mie basah yang dianalisis didapatkan dari pedagang yang berada di pasar tradisonal Plaju Palembang. Pengamatan ciri fisik dilakukan dengan cara mengamati parameter-parameter seperti bau menyengat, tampak mengkilap, tidak mudah, putus tidak lengket dan masa simpan mie basah yang dibandingkan dengan mie basah kontrol negatif yang tidak mengandung formalin. Pemeriksaan Laboratorium dilakukan dengan menggunakan Tes Kit, Tes KMnO4 dan Tes Tollens. Pada Tes Kit akan menghasilkan warna ungu dan Tes KMnO4 akan menghasilkan warna coklat beningSerta pada Tes Tollens akan terbentuk cermin perak. Hasil penelitian menunjukan 10 sampel mie basah positif mengandung formalin pada uji fisik dan uji laboratorium di Tes Kit dan Tes KMnO4sedangkan untuk Tes Tollens hanya 4 sampel dari 10 sampel yang dinyatakan positif mengandung formalin. Sampel mie basah yang positif mengandung formalin rata-rata memiliki ciri fisik bau menyengat, tekstur yang tidak mudah putus, tidak lengket dan mempunyai warna yang mengkilap serta asih tetap cerah setelah penyimpanan 1-2 hari. Sedangkan sampel kontrol negatif mengalami kerusakan seperti berjamur, berlendir, bertekstur rapuh dan lengket setelah 2 hari masa penyimpanan.
ANALISIS KUALITATIF KANDUNGAN FORMALIN DALAM MIE BASAH YANG DI JUAL DI PASAR TRADISIONAL WILAYAH PLAJU PALEMBANG Yanti Rosita; Putri Erlyn; Rahma Noora
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Formalin sudah d larang dalam makanan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/Menkes/Per/IX/88, tetapi kenyataannya masih banyak makanan termasuk mie basah yang mengandung formalin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis kandungan formalin pada mie basah yang dijual pedagang di pasar tradisonal Plaju Palembang. Sepuluh sampel mie basah yang dianalisis didapatkan dari pedagang yang berada di pasar tradisonal Plaju Palembang. Pengamatan ciri fisik dilakukan dengan cara mengamati parameter-parameter seperti bau menyengat, tampak mengkilap, tidak mudah, putus tidak lengket dan masa simpan mie basah yang dibandingkan dengan mie basah kontrol negatif yang tidak mengandung formalin. Pemeriksaan Laboratorium dilakukan dengan menggunakan Tes Kit, Tes KMnO4 dan Tes Tollens. Pada Tes Kit akan menghasilkan warna ungu dan Tes KMnO4 akan menghasilkan warna coklat beningSerta pada Tes Tollens akan terbentuk cermin perak. Hasil penelitian menunjukan 10 sampel mie basah positif mengandung formalin pada uji fisik dan uji laboratorium di Tes Kit dan Tes KMnO4sedangkan untuk Tes Tollens hanya 4 sampel dari 10 sampel yang dinyatakan positif mengandung formalin. Sampel mie basah yang positif mengandung formalin rata-rata memiliki ciri fisik bau menyengat, tekstur yang tidak mudah putus, tidak lengket dan mempunyai warna yang mengkilap serta asih tetap cerah setelah penyimpanan 1-2 hari. Sedangkan sampel kontrol negatif mengalami kerusakan seperti berjamur, berlendir, bertekstur rapuh dan lengket setelah 2 hari masa penyimpanan.
NEUROPATI OPTIK TOKSIK AKIBAT ETAMBUTOL Laily Irfana
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Neuropati Optik Toksik (NOT) adalah kelainan pada fungsi penglihatan akibat kerusakan saraf optik yang disebabkan oleh zat beracun salah satunya adalah etambutol. Kejadian NOT terkait etambutol ini sangat bervariasi dari beberapa studi berkisar antara 0,5 - 35% penderita. Neuropati optik toksik dapat memberikan gejala berupa penurunan penglihatan yang berlangsung progresif, semakin memberat hingga dapat terjadi kebutaan. Meskipun hilangnya penglihatan ini bersifat reversibel saat etambutol diturunkan dosisnya atau dihentikan, beberapa pasien mengalami gangguan penglihatan permanen bahkan dengan dosis obat yang standar. Beberapa kasus progresifitas tetap berjalan meskipun obat telah dihentikan. Seringkali dijumpai perbaikan yang tidak sempurna. Bahkan ada pula yang mengalami kebutaan permanen. Tujuan dari penelitian ini adalah Melaporkan kasus Neuropati Optik Toksik akibat terapi Etambutol pada penderita TB. Seorang wanita usia 28 tahun, dengan keluhan pandangan kabur sejak satu minggu yang lalu dan dirasakan semakin memberat. Tidak didapatkan keluhan mata merah, nerocoh, maupun nyeri pada mata. Pasien juga mengeluhkan nyeri kepala terasa berat pada seluruh kepala disertai mual. Keluhan lain seperti kejang, penurunan kesadaran, kelemahan separo tubuh, kesemutan, merot, maupun pelo tidak didapatkan. Tidak ada riwayat diabetes maupun hipertensi. Pasien terdiagnosis TB paru satu bulan yang lalu, kemudian mulai menjalani pengobatan TB regimen HRZE dengan dosis standar sejak dua minggu ini. Pemeriksaan Fisik dan neurologis hanya didapatkan penurunan visus VOD 6/20, VOS 6/40, scotoma central, funduskopi macular reflex OS menurun, pemeriksaan lain dalam batas normal.  Pada pasien ini, keluhan pandangan kabur mulai dirasakan setelah satu minggu mengkonsumsi etambutol, durasi ini cukup cepat mengingat pada literatur disebutkan onset munculnya gejala mulai dua bulan hingga enam bulanan. Dosis etambutol yang dikonsumsi oleh pasien ini adalah dosis standar, yaitu 15 mg/kgBB. Pada pemeriksaan fisik& neurologis semua pemeriksaan normal kecuali status oftalmologis. Didapatkan VOD 6/20 VOS 6/20, scotoma central, funduskopi macular reflex menurun. Pemeriksaan laboratorium juga telah dilengkapi dan tidak didapatkan abnormalitas. Pada awalnya pasien juga mengeluh nyeri kepala disertai muntah. Sehingga neurologis juga memikirkan diferential diagnosis suatu proses intrakranial. Namun hal ini telah disingkirkan dengan hasil CT Scan kepala yang menunjukkan gambaran normal. Selama perawatan terapi yang diberikan adalah berupa anti inflamasi, neurotropik, obat simtomatis untuk keluhan nyeri kepala mual muntahnya, dan melanjutkan terapi TBnya tanpa etambutol. Evaluasi visus dilakukan setiap hari saat opname, dilanjutkan tiap minggu saat rawat jalan. Perbaikan mulai dirasakan oleh pasien setidaknya tiga hari setelah dilakukan penghentian regimen etambutol. Perubahan yang signifikan tampak setelah dua minggu penghentian. Kemudian tiga minggu setelah keluhan, di klinik rawat jalan pasien mengatakan bahwa penglihatannya sudah kembali normal, demikian pula hasil pemeriksaannya, VODS 6/6, scotoma central-, funduskopi dbn. Neuropati optic akibat etambutol dapat reversibel. Penghentian obat harus segera dilakukan bila didapatkan keluhan terkait penglihatan pada pasien, yaitu berupa penurunan visus, gangguan lapang pandang, maupun abnormalitas funduskopi. Dari evaluasi visus selama perawatan, pasien mengalami perbaikan visus sempurna dalam waktu tiga minggu setelah obat dihentikan.
PENGARUH HEALTH EDUCATION DENGAN MEDIA KALENDER TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN MORBUS HANSEN DI SURABAYA UTARA Susiyana Indah Pratiwi; Nur Mukarromah
PROCEEDING UMSURABAYA 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakpatuhan pasien kusta minum obat bisa dikarenakan kejenuhan lama pengobatan yakni 6-18 bulan atau kurangnya dukungan keluarga, sehingga perlu diberikan motivasi tentang kepatuhan minum obat dengan media kalender. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Health Education dengan media kalender terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien Morbus Hansen (Kusta) di Surabaya Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimental dengan desain One Group Pre – Test desaingn. Populasi dalam penelitian ini seluruh pasien Morbus Hansen (Kusta) di Surabaya Utara dengan besar sampel 24 pasien yang diambil dengan teknik Cluster random sampling. Variabel independen Health Education dengan media Kalender, dan Variabel dependen yaitu kepatuhan minum obat, Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dengan nilai uji validitasnya 148-312 yaitu 0,306 dan hasil rehabilitee 0,776 dianalisa menggunakan uji statistic Wilcoxon Sign Rank Test SPSS 22 dengan derajat kemaknaan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian sebelum dan sesudah dilakukan pemberian Health Education dengan media kalender didapatkan nilai sig (2-tailed) p=0,000 p≤α = 0,05 dengan nilai Z -3,900  dan Ties 8 maka Ho ditolak yang berarti ada pengaruh Health Education dengan media kalender terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien kusta di Surabaya Utara. Dapat disimpulkan dorongan keluarga untuk memotivasi pasien agar pasien patuh dalam minum obat, dengan adanya Health Education dengan media kalender pasien dapat meningkatkan tingkat kepatuhan, karena kepatuhan adalah faktor utama untuk mendukung kesembuhan.

Page 2 of 3 | Total Record : 25