cover
Contact Name
Esti Swatika Sari
Contact Email
humaniora@uny.ac.id
Phone
+628156865456
Journal Mail Official
humaniora@uny.ac.id
Editorial Address
https://journal.uny.ac.id/index.php/humaniora/about/editorialTeam
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Humaniora
ISSN : 14124009     EISSN : 25286722     DOI : https://doi.org/10.21831/hum.v26i2.40019
Jurnal Penelitian Humaniora is published by Institute of Research and Community Service, Universitas Negeri Yogyakarta Jurnal Penelitian Humaniora publishes articles of non educational research and issues related to humanity (culture, language, arts, social sciences)
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 25, No 2 (2020)" : 5 Documents clear
Siger sebagai karakteristik motif batik Lampung karya Andanan batik Lampung Nyoman Weda Astawan
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 25, No 2 (2020)
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2398.943 KB) | DOI: 10.21831/hum.v25i2.40208

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: karakteristik batik siger Lampung karya Andanan batik Lampung di Desa Negeri Sakti Pesawaran Lampung, motif Lampung yang diterapkan sebagai kombinasi pada batik Andanan Lampung, dan proses pembuatan batik Andanan Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif pendekatan fhenomenologi. Subyek penelitian ini adalah hasil produksi batik Andanan Lampung. Obyeknya adalah motif siger Lampung yang dijadikan karakteristik batik Andanan Lampung, motif yang dikombinasi, dan proses pembuatan batik. Teknik pengumpulan data menggunakan metode interviu, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan: credibility, transferability, dependenbility, dan comfirmability. Teknik analisis data dengan cara menghimpun, mereduksi, mengklarifikasi data, menarik kesimpulan, dan menyusun laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama,karakteristik batik Andanan Lampung adalah motif Siger sebagai motif utama dalam setiap desainnya. Kedua, motif yang sering dikombinasi pada batik ini adalah motif daun kopi, daun sirih, motif giometris, dan nongeometris, motif manusia, sembagi, motif kapal atau perahu dan pohon hayat. Ketiga, proses pembuatan batik menggunakan canting, dengan teknik batik tulis.Kata kunci: motif Siger sebagai karakteristik motif batik Andanan Lampung
Analisis semiotik dalam cerpen “Tak ada yang Gila di Kota ini” Hani Latifah
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 25, No 2 (2020)
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.423 KB) | DOI: 10.21831/hum.v25i2.40209

Abstract

Karya-karya sastra umumnya memiliki tanda atau simbol yang merepresentasikan makna tertentu yang perlu dipecahkan. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan telaah kode-kode yang terdapat dalam cerpen “Tak Ada yang Gila di Kota Ini” karya Eka Kurniawan dengan menggunakan analisis semiotik yang dikemukakan oleh Roland Barthes yang mencakup beberapa sistem kode yaitu kode aksi, kode teka-teki, kode budaya, kode konotatif, dan kode simbolik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan mengaplikasikan teknik baca dan catat. Data berupa, kata, frasa, klausa, dan atau kalimat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelima kode digunakan dalam cerpen diatas. Ada delapan bagian yang merepresentasikan kode aksi. Sementara itu, kode teka-teki digunakan untuk menggambarkan salah satu tokoh. Kode budaya digunakan untuk menggambarkan nilai-nilai yang dianut dan dipercayai para tokoh dalam cerpen. Dan dua kode terakhir yaitu kode konotatif dan simbolik, merupakan dua kode yang saling melengkapi satu sama lain, dimana kode konotatif menyiratkan suatu makna tertentu yang kemudian di di dalam novel tersebut direpresentasikan dalam bentuk symbol-simbol.Kata kunci: semiotik Roland Barthes, kode, makna, cerpen
Seni dan kewargaan Kusen Alipah Hadi; GR Lono Lastoro Simatupang; St Sunardi
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 25, No 2 (2020)
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.539 KB) | DOI: 10.21831/hum.v25i2.40232

Abstract

Pengadaan Pasa Harau Art and Culture Festival di Nagari Harau, Kabupaten Limapuluhkota, Sumatera Barat bertujuan untuk memberikan kontribusi pada tata kelola seni dan peluangnya mengambil bagian dalam proses demokratisasi di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dimana para peneliti ikut terlibat langsung dalam upaya menumbuhkan kembali dan melestarikan nilai-nilai budaya yang ada di Nagari Harau. Pasa Harau Art and Culture Festival merupakan suatu tindakan yang dipilih untuk diimplementasikan dalam penelitian ini, dimana pelaksanaan kegiatannya sudah disesuaikan dengan sistem/struktur organisasi yang baru. Struktur organisasi ini menyatu dengan Pemerintah Nagari Harau, institusi adat, dan bersifat fleksibel terdiri dari unsur-unsur Rapat Nagari, Dewan Festival, Direktur, Kurator, dan keuangan. Refleksi yang merupakan salah satu rangkaian dalam siklus penelitian tindakan mencatat dua hal penting yaitu 1) diperlukan suatu upaya yang lebih gigih untuk mendapatkan kepercayaan dan juga akses dari masyarakat setempat dalam upaya pelestarian nilai budaya di Nagari Harau dan 2) perlu adanya antisipasi terkait munculnya pelaku bisnis pariwisata yang hanya peduli pada keuntungan atau ajakan kolaborasi penuh resiko oleh birokrasi dalam pelaksanaan kegiatan Pasa Harau Art and Culture Festival. Kata kunci: seni, tata kelola seni, dan kewargaan
Implikasi pendidikan luar sekolah anak melalui Paguyuban Seni Jemblung di era global Dedy Sartono
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 25, No 2 (2020)
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.93 KB) | DOI: 10.21831/hum.v25i2.40207

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap kiprah dan kontribusi Pendidikan Luar Sekolah dalam pembangunan manusia khususnya melalui Paguyuban Seni di Kelurahan Gedungkiwo, Yogyakarta di masa kini serta bagaimana Pendidikan Luar Sekolah berperan dalam meningkatkan pencapaian Indeks Pembangunan Manusia di wilayah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Semua data primer diperoleh langsung dari informan di Kelurahan Gedongkiwo dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Informan dalam penelitian ini dapat dikategorikan menjadi tiga yaitu informan dasar, informan kunci dan informan tambahan. Kepala desa terpilih sebagai informan dasar, ketua sanggar sebagai informan kunci dan pemangku kepentingan serta penari sebagai informan tambahan. Data primer juga dikumpulkan dari peserta didik sebagai informan tambahan melalui teknik snowball sampling. Sementara itu, data sekunder dikumpulkan melalui studi literatur. Semua kumpulan data dianalisis menggunakan teori estetika, teori hegemoni dan relasi kekuasaan. Hasil penelitian menunjukkan kinerja Paguyuban seni di Kelurahan Gedongkiwo di era global berimplikasi pada karakter kepribadian anak, peningkatan semangat dan solidaritas dalam masyarakat serta penguatan kesadaran dalam pelestarian budaya.Kata kunci: implikasi, Paguyuban Seni, Gedongkiwo, era global.
Representasi makna kesendirian pada lirik lagu “Ruang Sendiri” karya Tulus Ghea Pradita Ratunis
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 25, No 2 (2020)
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.912 KB) | DOI: 10.21831/hum.v25i2.37830

Abstract

Artikel ini mengkaji makna kesendirian pada lirik lagu “Ruang Sendiri” karya Tulus melalui analisis semiotika Roland Barthes. Adapun makna yang diungkapkan adalah makna denotasi, konotasi, dan mitos. Dalam kajian ini digunakan teori semiotika Roland Barthes untuk menjelaskan denotasi, konotasi, dan mitos dari makna “kesendirian” yang terkandung dalam lirik lagu tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif interpretif atau cara berpikir induktif, yaitu cara berpikir dari khusus ke umum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen, yaitu penelusuran dan perolehan dari berbagai sumber yang terdapat data yang diperlukan. Hasil kajian semiotika terhadap lirik lagu “Ruang Sendiri” sebagai berikut. Makna denotasi dari lirik lagu “Ruang Sendiri” adalah keinginan penulis lagu merasakan rasanya sendiri, bebas, dan tanpa kekasih bersamanya. Konotasinya penulis merasa adanya rasa bosan terhadap pasangannya, tidak tahu lagi bagaimana perasaannya kepada pasangannya. Makna mitosnya, pencipta lagu ingin menyampaikan bahwa kesendirian, waktu untuk melakukan hal sendiri, tidak selalu denganpasangannya merupakan hal yang dibutuhkan oleh setiap orang yang sedang menjalin hubungan percintaan.Kata kunci: makna, semiotika lirik, lagu

Page 1 of 1 | Total Record : 5