cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2024): April" : 35 Documents clear
Analisis Pengaruh Material Abrasif Pada Blasting Dengan Variasi Metode Coating Terhadap Prediksi Laju Korosi Dan Daya Rekat Adhesi Anam, Muhammad Aza Syafiul; Manik, Parlindungan; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu material dapat berkurang nilai dan kekuatannya yang diakibatkan dari interaksi antara suatu logam dengan lingkungan yang bersifat korosif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh material abrasive pada blasting dengan variasi metode coating terhadap prediksi laju korosi dan daya rekat adhesi pada baja. Baja ASTM A36 merupakan jenis baja karbon rendah yang sering digunakan dalam industri kemaritiman dan konstruksi kapal. Penelitian ini menggunakan tiga jenis material abrasive (steel grit, aluminium oxide, dan garnet) untuk membersihkan pemukaan baja sebelum dilapisi dengan empat metode coating (brush, roll, spray, dan powder coating). Pengujian laju korosi dilakukan dengan metode elektrokimia, sementara pengujian daya lekat cat menggunakan metode pull-off test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis material abrasive dan metode coating berpengaruh terhadap nilai laju korosi dan daya rekat adhesi. Jenis material abrasive yang paling optimal adalah steel grit dengan nilai rata – rata 0,23959, sedangkan metode coating yang paling optimal yaitu spray pada pengujian laju korosi dengan nilai 0,24349. Pada pengujian adhesi jenis material abrasif steel grit menjadi material abrasif dengan nilai rata – rata tertinggi yaitu 9,8291, sedangkan metode coating dengan nilai rata – rata tertinggi yaitu metode coating spray dengan nilai 9,4656 MPa, tetapi jika dilihat pada grafik metode powder coating terlihat hasil pengujian yang lebih stabil dibandingkan metode lainnya.
Analisa Reschedule Reparasi Tiga Unit Kapal menggunakan Metode Critical Chain Project Management (CCPM) Aeni, Kartika Nur; Mulyatno, Imam Pujo; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reparasi kapal berdasarkan repair list pada setiap kapal banyak mengalami keterlambatan karena sistem pekerjaan reparasi terpisah padahal sistem fasilitas saling memiliki ketergantungan, maka dari itu penelitian ini dilakukan penjadwalan ulang reparasi dengan menggabungkan repair list tiga unit kapal secara simultan sehingga diantisipasi keterlambatannya menggunakan metode critical chain project manajement (CCPM). CCPM merupakan suatu metode manajemen proyek yang berfokus pada pengelolaan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis durasi pada aktivitas kritis, menghitung biaya tenaga kerja, serta menentukan nilai buffer pada proyek reparasi tiga unit kapal. Hasil perhitungan pada penelitian ini didapatkan 22 aktivitas kritis dengan lama durasi reparasi 14 hari sudah termasuk penggunaan buffer, dan lebih cepat 6 hari dari durasi awal. Biaya tenaga kerja yang diperoleh dengan metode CCPM yaitu Rp. 141.131.250,- dan lebih hemat 25,8% dari biaya awal Rp. 190.200.000,- karena ada resources levelling dan buffer time yang menekan biaya pada sistem critical chain project management. Penelitian ini juga memperhitungkan nilai produktivitas, dimana produktivitas optimal terjadi pada pekerjaan replating, pengetesan plate deck, serta bangunan kapal sebesar 1000 kg/hari dan hasil analisis mengenai jumlah peralatan memenuhi dalam kegiatan proyek reparasi setelah dilakukan reschedule menggunakan critical chain project management.   
DESAIN KAPAL AMBULANS BERLAMBUNG KATAMARAN SEBAGAI PENUNJANG FASILITAS KESEHATAN Guguraty, Resti Apriana; Amiruddin, Wilma; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maluku Utara adalah daerah kepulauan dengan wilayah pesisir yang sangat luas sehingga membutuhkan kapal sebagai alat trasportasi guna memenuhi kebutuhan masyarakat diwilayah tersebut. Terdapat data kebutuhan terkait dengan jumlah pasien diwilayah yang di maksud pada kisaran 1200-3000 orang/tahun. Tujuan penelitian ini adalah mendesain kapal ambulans untuk mendukung kebutuhan sebagaimana yang dimaksud dengan kapasitas metode yang digunakan dalam perancangan ini menggunakan kapal pembanding berdasarkan hasil analisa diperoleh kapal ambulans dengan ukuran utama dengan nilai LOA 20 m, LPP 19,0709  m, H 2,77 m, T 0.9 m, Cb 0.6, kecepatan 14 Knot, menentukan nilai hambatan kapal yaitu 52,2 KN, untuk mesin penggerak kapal berdasarkan BHP didapatkan hasil 788,45 HP, dibuat pemodelan lambung, rencana garis dan rencana umum menggunakan software khusus. Setelah mendapatkan desain kapal, rencana garis, dan rencana umum kemudian dilakukan analisa stabilitas yang sudah sesuai dengan IMO dan IS Code, analisa hidrostatis dan hasil membuat estimasi biaya pembangunan kapal sebesar Rp.481.571.204.
Analisis Hambatan Total pada Stepped Planing Hull dengan Variasi Geometri Trim Tab Dropfins menggunakan Metode Computational Fluid Dynamics Simatupang, Ridho Justicia; Budiarto, Untung; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Planing hull memiliki karakteristik hidrodinamika pada fase planing yang menimbulkan gaya angkat. Dalam mendesain planing boat harus dapat memaksimalkan gaya hidrodinamika untuk menghasilkan performa yang baik. Upaya untuk meningkatkan performa kapal adalah menambahkan appandage. Penelitian ini menggunakan trim tab untuk mereduksi nilai hambatan yang dihasilkan oleh kapal. Penelitian ini menggunakan model stephull dan modifikasi pada trim tab, yaitu menambahkan dropfins dengan variasi lebar span dan chord, serta kecepatan kapal. Penelitian ini menggunakan FVM dengan persamaan RANS dan model turbulensi k-ω SST untuk memperkirakan aliran turbulensi di sekitar kapal dan free surface dimodelkan menggunakan VOF dengan fasa air dan fasa udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan hambatan total setelah dilakukan instalasi trim tab, dimana reduksi hambatan total terbesar terdapat pada trim tab C2 di Fn 2.29 sebesar 6.8%. Kenaikan hambatan total terjadi di satu variasi, yaitu trim tab A di Fn 1.41 sebesar 2.84%. Trim tab tanpa dropfins lebih baik dalam mereduksi hambatan total, tetapi tidak lebih baik dalam menurunkan sudut trim kapal. Seluruh variasi pada penelitian ini mampu menurunkan sudut trim dengan perubahan terbesar pada trim tab A di semua kecepatan, namun variasi trim tab A di Fn 1.41 menciptakan penambahan hambatan total.
Analisis Kinerja Sistem Bongkar Muatan Curah Kering di PELINDO III Tanjung Emas Semarang Azzam, Muhammad Abdullah; Santosa, Ari Wibawa Budi; Mulyanto, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja merupakan hasil kerja terukur yang dicapai pelabuhan dalam melaksanakan pelayan pelabuhan.Seiring perkembangan waktu,pelabuhan Tanjung Emas justru memiliki nilai kinerja yang masih kurang dan tidak kosisten.Penelitian ini akan menganalisis penyebab kurang maksimalnya kinerja bongkar curah kering non pangan dan menganalisis kinerja bongkar ditahun yang akan datang sehingga dapat mengetahui apakan kinerja masih sesuai standar atau tidak dan rekomendasi perbaikan.Penelitian ini menggunakan 2 metode analisis yaitu fault tree analysis untuk mengetahui kurang maksimalnya kinerja dan metode forecasting menggunakan trend analysis untuk mengetahui arus bongkar dan kinerja di masa yang akan datang.Penelitian ini menghasilkan fasilitas perlatan pelabuhan merupakan faktor terbesar dalam kurang maksimalnya kinerja bongkar dengan nilai probabilitas sebesar 0.0.Hasil perhitungan utilitas perlatan juga mengalami overload pada luffing crane diangka 84% dan pada excavator diangka 104%.Setelah melakukan forecasting juga terlihat pada tahun 2033 luffing crane megalami overload diangka 122%,excavator diangka 154%,dan grab diangka 116%.Setelah dilakukan penambhan alat berupa 1 luffing crane,2 excavator dan 1 grab,nilai utilitasnya turun menjadi 25-41% untuk luffing crane,51-72% untuk excavator dan 27-39% untuk grab sehingga utulitas kinerja peralatan masih sesuai dengan peraturan.Sehingga dapat disimpulkan faktor kurang maksimalnya kinerja bongkar adalah karena kurangnya perlatan dan dilakukan penambahan fasilitas agar sesuai dengan standar kinerja.
Pengaruh Temperatur dan Tegangan Listrik pada proses Elektroplating Lapisan Seng Terhadap Laju Korosi pada Baja Karbon Rendah A36 Candra, Ronaldo; Budiarto, Untung; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal baja sangat rentan terhadap serangan korosi, Jumlah korosi yang diinduksi pada baja struktural ditentukan oleh kehadiran oksigen, garam dan air di lingkungan paparan. Korosi dapat membuat kualitas dari baja menurun. Cara pencegahan korosi pada baja yang sering digunakan adalah dengan cara baja dilapisi dengan lapisan penghalang atau disebut electroplating. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui laju korosi dengan variasi tegangan dan suhu pada proses elektroplating pada baja karbon rendah A36.Pada penelitian ini menggunakan tegangan dan suhu yang berbeda yaitu dengan tegangan 7V 9V 11V dan suhu 47°C, 57°Cdan 67°C. Pengujian laju korosi ini menggunakan metode elektrokimia. Hasil dari pengujian elektrokimia mendapatkan hasil terkecil dan terbaik pada pelapisan dengan tegangan 11V suhu 57°C yaitu 0.022555 mmpy dengan ketebalan 6.00 µm. Sehingga dapat disimpulkan semakin tebal lapisan belum tentu menhasilkan laju korosi yang rendah. Pada uji ketebalan mendapatkan hasil lapisan terbaik pada pelapisan dengan Tegangan 11V dan Suhu 67°C. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besarnya tegangan dan suhu dapat menghasilkan lapisan yang lebih tebal.
Analisa Kekuatan Konstruksi pada Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) Menggunakan Metode Elemen Hingga Shidqi, Muhammad Ilham
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) sebagai alat operasi amfibi oleh TNI harus dilakukan kajian kekuatan pada konstruksi geladak akibat  pembebanan muatan artileri. KAPA digunakan untuk mengangkut beberapa jenis artileri. Jenis muatan mempunyai kerakteristik pembebanan yang merata keseluruh geladak kendaraan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan nilai tegangan dan defleksi maksimum pada kontruksi geladak Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA). Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga (FEM) dan mengacu kepada aturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Penulis melakukan penelitian dengan 4 kondisi pembebanan. Kondisi pertama 1 Meriam M1939 dengan total muatan 4500 kg, kondisi kedua 1 Meriam M1938 dengan total muatan 3100 kg, kondisi ketiga 1 Howitzer LG-1 MK II dengan total muatan 1500 kg, kondisi keempat 1 Meriam M119 Howitzer dengan total muatan 2100 kg. Validasi dilakukan pada model dengan cara membandingkan hasil perhitungan simulasi dengan perhitungan analitis menggunakan teori balok dan didapatkan nilai error sebesar 3,08%. Bahan material yang digunakan KI-A36 dengan yield 250 MPa, hasil analisa FEM didapatkan tegangan maksimum 134,8 MPa dan defleksi 8,91 mm, hasil dari penelitian kekuatan konstruksi pada Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) telah memenuhi kriteria aturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI)
Analisis Frekuensi Tubrukan Kapal Menggunakan Causation Probability Berdasarkan Metode Bayensian Network : Studi Kasus Alur Pelayaran Barat Surabaya Maharani, Heslina Fifani; Yudo, Hartono; Hadi, Eko Sasmito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubrukan kapal mejadi salah satu kecelakaan yang memiliki nilai presentasi terbesar. Menurut laporan investigasi KNKT dan laporan hasil sidang putusan mahkamah pelayaran, kecelakaan tubrukan kapal menjadi salah satu ancaman yang serius baik untuk dua kapal atau lebih yang terlibat. Hal itu akan menimbulkan kerugian ada nya korban jiwa dan kerugian material. Penelitian ini melakukan pemodelan bertujuan mengetahui faktor penyebab yang berkontribusi besar pada probabilitas tubrukan kapal, mengetahui nilai causation probability di tiga tipe tubrukan kapal diperairan Indonesia, dimana causation probability didefinisikan sebagai probabilitas terjadinya kegagalan untuk menghindar ketika kapal berada dijalur tubrukan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan ialah metode bayensian network untuk pemodelan nya. Hasil yang didapat yaitu probabilitas kapal mengalami tubrukan adalah  64%. Nilai causation probability tipe tubrukan kapal Head-on yaitu 5,69 x10⁻⁵, Tubrukan kapal Crossing yaitu 4,23 x10⁻⁵, dan Tubrukan Kapal Overtaking yaitu 0,96  x10⁻⁵. Nilai causation probability tersebut diaplikasikan ke dalam frekuensi tubrukan kapal di alur pelayaran barat surabaya menghasilkan frekuensi tubrukan kapal berturut turut. Head-on sebesar 0,17, crossing  sebesar 0,00009  dan overtaking sebesar 0,008. Berdasarkan pemodelan bayensian network yang telah dibuat, didapatkan node factor yang memiliki pengaruh besar yaitu “Technical Failure”, “ Crew Competence”, dan “Preventive Timing”.
ANALISIS PENGARUH pH AIR TERHADAP LAJU KOROSI DENGAN PENGELASAN GMAW APLIKASI COATING DAN TANPA COATING BAJA A36 Pardede, Epan Rexky; Kiryanto, Kiryanto; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja Astm A36 yang umumnya diterapkan dalam pembangunan struktur kapal. kandungan karbon sekitar 0,14%, Baja ASTM A36 termasuk dalam kategori baja karbon rendah dengan kemampuan las yang baik,salah satu jenis pengelasan yang sering digunakan adalah GMAW (Gas Metal Arc Welding). Gmaw (Gas Metal Arc Welding) suatu proses menyambungkan dua material atau lebih menjadi satu melalui proses pencairan dengan menggunakan elektroda gulungan (filler metal).dan masalah terbesar yang dialami adalah korosi, korosi menjadi salah satu penyebab kerusakan yang paling sering terjadi pengaruh terhadap lingkungan sekitarnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kadar pH air, semakin asam kadar ph airnya maka laju korosi akan semakin tinggi, salah satu pencegahan yang dilakukan adalah pelapisan coating. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar pH air terhadap laju korosi dengan pengelasan GMAW aplikasi coating dan tanpa coating baja a36. Pengujian laju korosi pada penelitian ini menggunakan metode elektrokimia dan WeightLoss,dengan kadar pH air 4,6,7 dan 9. Hasil yang didapatkan dari pengujian laju korosi tertinggi terjadi pada spesimen yang tidak di coating dengan pH air 4 dengan nilai 4,5 mmpy dan hasil laju korosi terendah terdapat pada spesimen dengan coating pada pH air 7 dengan nilai laju korosi 0.042216054 mmpy. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh coating dapat menghambat laju korosi dan tingkat keasaman air berpengaruh terhadap kenaikan laju korosi.
Analisa Pengaruh Variasi Ketebalan Serta Jenis Coating Pada Pelat Baja SS400 Terhadap Laju Korosi dan Uji Adhesi Aji, Alfi Bayu; Santosa, Ari Wibawa Budi; Mulyatno, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja SS 400 merupakan material utama dalam industri perkapalan. Meskipun memiliki keunggulan, baja ini menghadapi masalah yang tidak dapat dihindari yakni korosi. Namun dapat diperlambat dengan melakukan pemberian pelapisan pada permukaan baja (coating). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi ketebalan dan jenis coating yang berbeda terhadap pengujian adhesi dan laju korosi. Material yang digunakan adalah baja SS400 dengan menerapkan variasi ketebalan 75 µm, 125 µm, dan 250 µm, serta jenis coating alkyd dan epoxy sebagai primer coating menggunakan solvent thinner. Pengujian adhesi menggunakan metode pull-off-test dengan Standar ASTM D4541, sedangkan untuk pengujian laju korosi menggunakan metode elektrokimia menggunakan sel tiga elektroda dengan software CorrTest sesuai standar ASTM G102. Pengujian dilakukan setelah pelapisan diaplikasikan dan cat benar-benar kering. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai adhesi metode pull-off-test  tertinggi diperoleh pada pelapis epoxy hempadur mastic 45881  dengan ketebalan 250 µm, yaitu 18,78 MPa. Sementara itu, laju korosi metode elektrokimia terbaik diperoleh pada coating epoxy hempadur mastic 45881 dengan ketebalan 125 µm menghasilkan nilai 0,016915 mmpy. Semakin tebal penerapan coating tidak selalu meningkatkan perlindungan terhadap laju korosi, tetapi justru dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya cacat coating yang dapat menurunkan perlindungan pada material.

Page 1 of 4 | Total Record : 35