cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2018): April" : 6 Documents clear
Studi Pengaruh Variasi Bentuk Buritan Terhadap Hambatan Dan Nilai Wake Kapal Tradisional Belimbing Dengan Menggunakan Metode CFD Dicky Darmawan; Parlindungan Manik; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 2 (2018): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.7 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan dan sebagian besar penduduk Indonesia berprofesi sebagai nelayan, masing – masing daerah mempunyai ciri khas kapal ikan, salah satunya kapal ikan didaerah Tuban Jawa Timur. Mengacu pada aliran fluida yang terjadi, perhitungan nilai hambatan total saat kapal beroperasi menjadi penting karena berpengaruh terhadap aliran fluida yang ditimbulkan serta besarnya kecepatan kapal. Oleh karena itu tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menghitung nilai hambatan total dan nilai wake kapal serta membandingkan hasil antara kapal asli dengan kapal yang telah di variasi bentuk buritannya yang bertujuan untuk mencari performa terbaik kapal. Analisa kapal menggunakan software Computational Fluid Dynamic dan untuk pemodelan kapal menggunakan Software Rhinoceros.                 Berdasarkan hasil analisa perhitungan CFD nilai hambatan total pada kecepatan asli yaitu pada v = 7 knots model kapal sebelum di modifikasi memiliki nilai hambatan total sebesar 6.0651 KN. Sedangkan nilai hambatan total pada model bentuk buritan +6o sebesar 5.47 KN dengan selisih  berkurang 9.81% dan bentuk buritan +4o sebesar 5.4839 KN dengan selisih berkurang 9.58% dari model sebelum modifikasi. Untuk besar nilai wake terkecil ada pada model bentuk buritan +6o sebesar 0.20646 dengan selisih berkurang 14.28% dan model bentuk buritan +4o sebesar 0.202098 dengan selisih  berkurang 16.09% dari model sebelum modifikasi.
Analisis Teknis Pengaruh Kerapatan Bahan Pengisi Polyurethane Sebagai Penguat Pada Konstruksi Fiberglass Dadan Hamdan Ramdani
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 2 (2018): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fibreglass Reinforced Plastic (FRP) merupakan suatu bahan yang menyerupai lapisan tipis dari polimer yang terdiri dari serat penguat dan resin. Fibreglass Reinforced Plastic (FRP) penguatan luar dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan geser, lentur, dan tekan. Poliuretan memiliki banyak kegunaan, diantaranya digunakan sebagai busa, selebihnya sebagai bahan elastomer dan pelapis. Busa yang keras digunakan dalam panel-panel konstruksi terisolasi, serta dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk memperkuat konstruksi. Dalam penelitian ini ada 3 (tiga) macam spesimen berdasarkan variasi dari tingkat densitas atau kerapatan polyurethane yaitu ρ polyurethane = 42-45 kg/m3, ρ polyurethane = 52-56 kg/m3 dan ρ polyurethane = 74-78 kg/m3 dan spesimen tanpa bahan pengisi serta dari masing masing spesimen diambil 3 (tiga) sampel untuk diuji tekan. Untuk hasil pengujian didapatkan nilai Tegangan tekan yang ditunjukan pada variasi spesimen tanpa bahan pengisi polyurethane  memiliki nilai Tegangan tekan 0,221 Mpa, dan hasil rata – rata pada variasi dengan pengisi polyurethane kerapatan 43 Kg/m3 memiliki nilai 0,432 Mpa, hasil rata – rata pada variasi dengan pengisi polyurethane kerapatan 54 Kg/m3 memiliki nilai 0,468 Mpa. Dan yang terakhir hasil rata – rata pada variasi dengan pengisi polyurethane kerapatan 76 Kg/m3 memiliki nilai 0,665 Mpa.
Studi Analisa Perbandingan Hambatan dan Stabilitas Kapal Penyeberangan Tipe Lambung Monomaran dengan Catamaran Jalur Pelayaran Lembar NTB ke Padang Bai Bali. Erlangga, Jatie
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 2 (2018): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.407 KB)

Abstract

Salah satu inovasi dalam bidang produksi kapal adalah rekayasa bentuk lambung kapal yang bertujuan untuk memproduksi kapal dengan performa yang lebih baik. Diantara sekian banyaknya tipe lambung kapal adalah Monomaran dan Catamaran. Analisa perbandingan hambatan, stabilitas, dan olah gerak terhadap model kapal dengan tipe lambung Monomaran dan Catamaran dilakukan untuk mengetahui gambaran performa masing – masing   kapal saat beroperasi di rute perairan Lembar NTB ke Padang Bai Bali. Analisa hambatan, stabilitas, dan olah gerak dapat dilakukan dengan menggunakan  software Maxsurf.Hasil pengujian hambatan dengan software Maxsurf  pada kecepatan 17 knot menunjukan model kapal dengan tipe lambung Catamaran  memiliki hambatan sebesar 99,5 kN dengan daya sebesar 1.087,77 Hp , lebih kecil 23 % dibandingkan model kapal Monomaran. Dengan besar displacement yang sama hasil pengujian stabilitas menggunakan software Maxsurf Stability menunjukan bahwa kapal Catamaran memiliki jarak Gz yang lebih besar pada kondisi I, II, dan III, dan telah memenuhi semua kriteria stabilitas yang ditentukan. Hasil pengujian olah gerak menunjukan model kapal Catamaran memiliki respon pitching yang lebih baik dibandingkan model kapal Monomaran pada sudut masuk air 00 (depan) dan 900 (samping), sedangkan pada sudut masuk air 1800 (belakang), kapal Monomaran memiliki respon pitching yang lebih baik dibandingkan dengan kapal Catamaran.
Analisa Pengaruh Geometri Lunas Bilga terhadap Performa Kapal pada Kapal Patroli Pilot Boat 15 Meter Xantiano Cristianus Sinaga
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 2 (2018): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.977 KB)

Abstract

Kapal patroli sering digunakan untuk penegakan wilayah laut NKRI. Salah satu cara yang dipercaya dapat meningkatkan performa kapal adalah dengan menambahkan lunas bilga. Lunas bilga adalah sayap atau sirip yang tidak bergerak yang di pasang di kedua sisi kapal untuk menahan gerak oleng kapal dimana fungsinya sebagai alat penambah stabilitas kapal. Pada awalnya adalah pembuatan model dengan rencana garis yang sudah ada, kemudian dibuat lagi model dengan penambahan bilga beberapa variasi. Setelah itu dilakukan analisa nilai wake friction dan olah gerak kapal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penaikan nilai wake friction pada salah satu model sampai 330 % dari model kapal tanpa bilga dan untuk olah gerak kapal nilai heaving mengalami kenaikan sebesar 7,37 % , sedangkan untuk nilai rolling tidak mengalami perubahan lebih dari 1 %, serta untuk nilai pitching mengalami kenaikan sebesar 19,28 % dari model tanpa bilga. Semua kondisi hasil analisa olah gerak kapal sudah memenuhi standar Tello 2009.
Analisis Pengaruh Hull Vane Tipe NACA 4412 Sudut 10o Terhadap Hambatan dan Seakeeping pada Kapal Perintis 750 DWT Dengan Variasi Jumlah dan Posisi Foil Hull Vane menggunakan Metode CFD Wisesa Maheswara; Untung Budiarto; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 2 (2018): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.075 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi perkapalan sudah banyak diaplikasikan pada kapal. Hal itu sangat penting karena dapat meningkatkan performa kapal, diantaranya mengurangi hambatan dan memperbaiki olah gerak kapal. Hull vane adalah fixed foil yang terletak pada buritan kapal dan di bawah garis air. Gaya angkat pada hull vane dapat mengurangi terjadinya running trim. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perancangan hull vane pada kapal, baik dalam hal jumlah dan posisi foil untuk menghasilkan hambatan  dan olah gerak kapal yang optimal. Pada penelitian ini penulis menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD) didalam menyelesaikan masalah dari tujuan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada model 5 variasi double foil hull vane dengan posisi foil 2%LWL di belakang kapal dan 50%T(sarat) adalah model dengan nilai peningkatan hambatan total paling kecil dari kapal original yaitu 3,148 %, terjadi pada Fn 0,32. Sedangkan untuk olah gerak kapal nilai heaving terbaik pada model 5 kapal yaitu double foil hull vane posisi foil 2%LWL dibelakang kapal dan 50% serta 4%LWL di belakang kapal dan 60%T (sarat)  dengan pengurangan nilai heaving sebesar 3,22 % yang terjadi pada tiga Fn yaitu 0,26, 0,28, 0,32 sedangkan  nilai pitching mengalami peningkatan dengan penambahan mencapai 3,89% s di Froude number 0,34 pada model 6.
Analisa Kekuatan Besi Hollow Sebagai Bahan Penegar Pada Kapal Fiber Dengan Menggunakan Finite Elemen Method (Fem) sena fadhilah agam; wilma amiruddin; hartono yudho
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 2 (2018): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kekuatan memanjang dari kapal fiberglass akan ditentukan oleh ukuran modulus profil penampang melingtang nya dalah satu profil yang berfungsi sebagai arah penumpu panjang kapal adalah profil konstruksi lunas guna melihat nilai kekuatan besi hollow maka dapat diberikan perlakuan pada dimensi profil dengan variasi a/b. Pada penilitian ini variasi model besi hollow berdasarkan perbandingan dimensi a/b yaitu 0,25;1 dan 4.Variasi kletebalan ketebalan 2 mm;5 mm dan 10 mm dan varisai panjang yaitu 250 mm sampai dengan 2000 mm.Analisis buckling yang dilakukan menggunakan  software metode elemen hingga Abaqus . Berdasarkan hasil penelitian dengan variasi a/b dan kondisi pembebanan, maka ditemukan bahwa semakin kecil nilai a/b pada besi hollow maka nilai momen sebelum buckling semakin besar yaitu a/b 0,25 dengan nilai momen sebelum buckling sebesar 24317000 Nm  namun dengan semakin besarnya nilai a/b besi hollow  maka semakin kecil nilai momen sebelum buckling yang terjadi pada besi hollow Besi hollow dengan perbandingan a/b 0,25 memiliki nilai momen sebelum buckling dan plastis buckling paling besar diantara a/b 1 ; 4 

Page 1 of 1 | Total Record : 6