cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2018): Juli" : 8 Documents clear
Analisa Pengaruh Variasi Geometri Lunas Bilga Terhadap Olah Gerak dan Hambatan kapal Tradisional di Danau Toba Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic rajagukguk, mangatas yohannes; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia dan menggunakan kapal sebagai salah satu transportasi penting sebagai penghubung , kapal-kapal di Danau Toba umumnya mempunya olah gerak yang kurang baik , sehingga diperlukannya tambahan pada lambung kapal untuk memperbaiki olah gerak kapal di Danau Toba yaitu dengan penambahan lunas bilga , dan kapal yang diteliti adalah kapal penumpang tradisional KM. Horas Ronita Nainggolan , lunas bilga adalah sayap atau sirip yang tidak bergerak yang di pasang pada kelengkungan bilga di kedua sisi kapal. Lunas ini merupakan alat untuk menahan gerak oleng kapal dimana fungsinya sebagai alat penambah stabilitas kapal. Pemasangan lunas bilga harus di tempatkan sejauh mungkin dari sumbu oleng dan mengarah kearah atau sejajar sumbu tersebut,  dengan adanya penambahan lunas bilga ini akan memperbaiki gerakan kapal dengan persentasi model original terhadap setiap model pemasangan lunas dengan heaving sebesar 90,058 % , nilai pitching sebesar 80,12% , dan rolling 44,56 % , tetapi dengan penambahan lunas bilga akan menambah nilai hambatan kapal, persentasi nilai terbesar setiap model dengan model original terhadap hambatan total sebesar 9,436%, hambatan gelombang sebesar 13,10%, dan hambatan viskositas sebesar 5,16%  di Danau Toba, dan lunas bilga yang digunakan pada penelitian ini adalah bentuk segitiga, dan dapat diaplikasikan pada kapal , dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat di Danau Toba.
Analisa Pengaruh Jumlah dan Geometri Fin pada Rudder Terhadap Kemampuan Manuvering Kapal (Studi Kasus Kriso Container Ship) Ighel Bryantama Putra; Parlindungan Manik; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam mendesain kapal di Indonesia masih saja ada permasalahan yang harus di selesaikan, Salah satunya adalah mengoptimalkan hambatan pada rudder di kapal dengan cara mendapatkan nilai manuver yang bagus dan menambahkan fin pada rudder kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa performa yang dihasilkan akibat penambahan fin pada rudder dengan menggunakan pendekatan software ANSYS Fluent 18.1 untuk mencari nilai gaya angkat pada rudder dan perhitungan manual dengan metode slender body strip untuk mendapatkan nilai dari manuver dengan variasi sudut kemudi 15º, 25º, 30º. Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa peningkatan gaya angkat kemudi terbesar terjadi pada sudut rudder 30º dengan menggunakan 3 fin di posisi tengah yaitu sebesar 5027,82 KN dibandingkan dengan rudder tanpa menggunakan fin sebesar 3284,05 KN. Data nilai manuver diperoleh dari kemudi dengan menggunakan fin, dimana mengalami penurunan nilai radius putaran dengan rudder menggunakan fin dan rudder tanpa menggunakan fin disemua sudut yang dianalisa pada sudut rudder 15º, 25º, 30º dengan menggunakan 2 fin di posisi tengah yaitu berturut-turut sebesar 34,3%, 19.6%, 23,6%. Kemudian untuk rudder yang menggunakan 3 fin di posisi tengah yaitu sebesar 15,5%, 10,9%, 26,3%. Jadi dengan hasil ini, waktu untuk kapal dalam melakukan manuver menjadi lebih cepat.
Analisa Pengaruh Variasi Geometri Centerbulb Elips & Foil Kapal Katamaran Terhadap Gerakan Slamming Berbasis Software CFD (Computational Fluid Dynamic) Namo Prima Sembiring; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap kapal saat beroperasi diatas air mengalami gerakan yang disebabkan kapal itu sendiri maupun dari luar (seakeeping). Gerakan yang berasal dari luar kapal menyebabkan gelombang besar yang dapat membahayakan ABK. Penelitian sebelumnya instalasi ceterbulb pada kapal katamaran dapat mengurangi gerak vertikal dan respon percepatan gerak vertikal. Pada penelitian ini akan dianalisa pengaruh penambahan centerbulb  terhadap gerakan slamming kapal katamaran serta diperoleh bentuk dan geometri yang optimal. Sehingga sebelum membangun suatu kapal sudah diketahui pengaruh geometri dan bentuk centerbulb yang diinstall pada kapal katamaran. Adapun cara untuk mengetahui gerakan slaamming kapal katamaran yaitu dengan melakukan permodelan kapal di software maxsurf dan rhinoceros dan analisa olah gerak menggunakan softwae ansys aqwa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan centerbulb pada kapal katamaran dapat mengurangi gerakan slamming, dan bentuk dari centerbulb foil lebih optimal dibandingkan dengan centerbulb berbentuk elips pada wave heading 1800. Panjang pada centerbulb merupakan faktor yang sangat mempengaruhi gerakan slamming kapal katamaran. Centerbulb kapal katamaran dengan panjang 1,48 m dan diameter 0,504 m berbentuk foil dapat mengurangi ptobabilitas slamming 22,91% pada wave heading 1800 dan centerbulb  dengan panjang 1,339 m dan diameter 0,504 m berbentuk elips dapat mengurangi probabilitas slamming 38,63% pada wave heading 1500.
Evaluasi Schedule Penyebab Keterlambatan Pada New Ship Building Project Berdasarkan Manajemen Risiko Studi Kasus Kapal Perintis 2000 GT Rezza Alvian Santosa; Imam Pujo Mulyatno; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelesaian proyek bangunan baru kapal sering tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak. Faktor risiko sangat berpengaruh dalam mencapai kesuksesan proyek. Maka analisa risiko dan mitigasi risiko diperlukan dalam manajemen risiko proyek. Penelitian ini memerlukan objek data berupa main schedule proyek. Kemudian dilakukan analisa risiko dengan identifikasi dan verifikasi risiko yang ada pada proyek bangunan baru kapal perintis 2000 GT. Dengan menggunakan metode Monte Carlo dan Software Primavera Risk Analyst, pada penelitian kali mendapatkan hasil berupa peringkat risiko, perkiraan keberhasilan suatu proyek terhadap schedule proyek, aktivitas sensitif dan jalur kritis proyek, serta mitigasi risiko atau respon terhadap proyek bangunan baru kapal perintis 2000 GT. Hasil menunjukan nilai persentase keterlambatan sebesar 12,65 % dari target pembangunan yang dicapai adalah 727 hari. Maka proyek mengalami delay akibat adanya risiko selama 92 hari dan proyek diperkirakan selesai dalam 819 hari. Pada proyek bangunan baru kapal perintis 2000 GT di PT. Janata Marina Indah didapatkan 16 risiko yang berpengaruh terhadap pekerjaan dengan 4 risiko kategori sangat tinggi, 9 risiko kategori tinggi ,dan 3 risiko kategori sedang.
Analisa Pengaruh Angle of Attack Fin stabilizer terhadap Righting moment pada Kapal Perintis 500 DWT Nur Rifqi Sabila
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia perkapalan stabilitas adalah salah satu faktor yang sangat penting karena stabilitas sangat bepengaruh dengan kenyamanan dan keselamatan kapal. Dalam perancangan sebuah kapal didesain dengan baik agar memiliki stabilitas yang baik. Upaya untuk meningkatkan stabilitas kapal contohnya dengan penggunaan ship motion control seperti bilge keel, fin stabilizer, tanki stabilizer dll. Pada penelitian ini mengkaji tentang pengaruh penggunaan fin stabilizer pada kapal perintis 500 DWT  yang bertujuan untuk meningkatkan stabilitas dan olah gerak kapal khususnya gerakan Rolling. Peneltian ini dilakukan dengan mengkaji gaya yang dihasilkan oleh fin stabilizer dengan memvariasikan sudut serangnya, kemudian gaya yang didapatkan dari fin tersebut digunakan sebagai koefisien damping guna menganalisa gerakan rollingnya di Ansys Aqwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penggunaan fin stabilizer dapat mengurangi rolling kapal lebih dari 50% dan gaya yang dihasilkan oleh fin stabilizer dipengaruhi oleh sudut serang, sudut serang yang besar mampu menghasilkan koefisien damping lebih besar, begitu sebaliknya, tetapi dalam penggunaan konfigurasi fin stabilizer juga diselaraskan dengan besar amplitude rolling kapal. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagaimana metode yang dilakukan dalam pemasangan fin stabilizer pada kapal.
Analisa Pengaruh Variasi Temperatur Pemanasan Low Tempering, Medium Tempering, Dan High Tempering Pada Jenis Medium Carbon Steel Baja St 60 Terhadap Struktur Mikro, Kekerasan, Dan Ketangguhan (Toughness) Rashif Kusuma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, perubahan struktur mikro, harga impact (ketangguhan), dan harga kekerasan pada baja jenis medium carbon steel ST 60 dengan variasi temperatur spesimen : quenching , tempering 200⁰C, tempering 400⁰C dan tempering 600⁰C, sehingga dapat bermanfaat sebagai referensi untuk meningkatkan mutu material baja pada jenis medium carbon steel. Pemberian laku panas di dalam tungku (furnace) 850⁰C selama 30 menit kemudian di quenching dengan larutan air garam dengan kandungan garam 10% dan dilanjutkan tempering selama 30 menit dengan variasi tempering : 200⁰C, 400⁰C dan 600⁰C. Pengujian yang dilakukan adalah : uji komposisi, uji mikrografi, uji kekerasan, dan uji impact.Dari hasil pengujian komposisi kimia pada spesimen baja ST 60 didapatkan unsur penyusun utamanya adalah besi (Fe) = 98,1%, mangan (Mn) = 0,572%, silisium (Si) = 0,246%, dan karbon (C) = 0,362%. Dari hasil pengamatan struktur mikro pada spesimen quenching didapatkan fasa martensit, spesimen tempering 200⁰C didapatkan fasa martensit temper, spesimen tempering 400⁰C didapatkan fasa bainit, dan  pada spesimen tempering 600⁰C didapatkan fasa ferit dan perlit halus . Dari hasil pengujian kekerasan didapatkan harga kekerasan rata-rata tertinggi pada spesimen quenching sebesar 772,67 VHN dan berturut-turut menuju posisi terendah, yaitu : spesimen tempering 200⁰C sebesar 625 VHN, spesimen tempering 400⁰C sebesar 448,67 VHN dan paling rendah spesimen tempering 600⁰C sebesar 295 VHN. Dari hasil pengujian impact didapatkan harga ketangguhan rata-rata paling tinggi (paling liat) adalah spesimen tempering 600⁰C sebesar 3,11 J/mm2 dan berturut-turut menuju posisi terendah, yaitu tempering 400⁰C sebesar 2,56 J/mm2, tempering 200⁰C sebesar 2,02 J/mm², dan yang paling rendah (paling getas) adalah spesimen quenching sebesar 1,25 J/mm² dikarenakan adanya fasa martensit pada spesimen tersebut. 
Analisa Perbandingan Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Aluminium 6061 Terhadap Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan MIG (Metal Inert Gas) M. Idam Titahgusti; Sarjito Jokosisworo; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 6061 merupakan jenis logam paduan yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi dalam berbagai bidang industri, termasuk dalam industri perkapalan sebagai rangka konstruksi. Jenis pengelasan yang tepat sangat dibutuhkan agar hasil sambungan las yang dihasilkan dapat maksimal. Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan MIG (Metal Inert Gas) adalah jenis pengelasan yang sering digunakan dalam penyambungan aluminium karena memiliki berbagai kelebihan dibandingkan jenis pengelasan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil kekuatan tarik, impak, dan mikrografi pada aluminium 6061 setelah pengelasan menggunakan las TIG dan MIG dengan jenis sambungan double v-butt joint 60°. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sambungan las dari pengelasan MIG memiliki kekuatan tarik serta regangan rata-rata sebesar 109.16 MPa dan 8.27%, yang lebih baik daripada sambungan las pengelasan TIG, yaitu sebesar 73.61 MPa dan 7.93%. Sedangkan kekuatan impak rata-rata yang dihasilkan dari sambungan las menggunakan pengelasan TIG memiliki kekuatan impak sebesar 0.063 J/mm2 yang lebih baik daripada sambungan las menggunakan pengelasan MIG yaitu sebesar 0.056 J/mm2. Perubahan struktur mikro dari sambungan las menggunakan pengelasan MIG memiliki tingkat kerapatan yang lebih baik dibandingkan pengelasan TIG, karena struktur mikro yang dihasilkan pada las MIG terlihat lebih menyatu dan dapat bersubtitusi yang terlihat pada daerah HAZ (Heat Afected Zone).
Optimasi Centerbulb Berbentuk Elips pada Kapal Catamaran untuk Memperkecil Nilai Hambatan Menggunakan Metode RSM (Response Surface Method) Agusta Ndururu
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal Katamaran merupakan suatu jenis kapal yang telah banyak digunakan untuk berbagai tujuan. Penggunaan Kapal Katamaran yang telah meluas membuat banyak kalangan yang ingin meneliti jenis kapal ini, dan salah satu objek yang penting untuk diteliti adalah mengenai Hambatan Kapal Katamaran. Salah satu cara untuk memperkecil nilai hambatan pada kapal katamaran adalah dengan penambahan centerbulb pada demi-hull kapal katamaran Dalam penelitian ini, centerbulb pada kapal katamaran akan dioptimasi dengan menggunakan metode RSM (Response Surface Method). Pembuatan model kapal dan model centerbulb dilakukan dengan menggunakan software Maxsurf Modeller dan Rhinoceros 4.0, dan dilakukan simulasi menggunakan software berbasis CFD.  Setelah data di olah menggunakan metode RSM , melewati tahap Orde 1 , Steepest Descent dan Orde 2 maka dihasilkan sebuah persamaan respon. Persamaan ini menghasilkan plot permukaan minimum yang terbentuk dari nilai-nilai minimum pada analisa hambatan. Model Centerbulb yang didapat dari persamaan dengan ukuran diameter 0.05168 m dan panjang 0.18598 m merupakan model yang paling optimal yang mampu menurunkan nilai Hambatan Total sebesar 16,29 % pada Fn 0.6.

Page 1 of 1 | Total Record : 8