cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2019): Januari" : 17 Documents clear
Analisa Engine Matching - Propeller Pada Kapal Perintis Sabuk Nusantara 51 Dengan Variasi Variabel Propeller ginting, reynaldi philipus
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal Perintis Sabuk Nusantara 51 1200 GT merupakan kapal yang beroperasi di wilayah perairan Indonesia bagian barat. Dalam perencanaan perancangan sistem permesinan dan propulsi pada kapal, engine-propeller matching (EPM) sangatlah dibutuhkan. Ketidaksesuaian antara daya yang dihasilkan oleh main engine, propeller dan hambatan kapal mengakibatkan tidak optimalnya gaya dorong yang dihasilkan untuk mendapatkan kecepatan service. Besaran daya menjadi tidak efisien apabila karakteristik dari main engine tidak sesuai dengan karakteristik propeller. Penelitian dilakukan dengan mengkaji hambatan kapal dengan metode holtrop, kemudian menghitung daya dan karakteristik tiap propeller yang telah ditentukan dengan variasi J dari 0,5 sampai 1,4, P/D dari 0,5 sampai dengan 1,4, dan Blade dari 3 sampai 5 tanpa mengubah bentuk lambung dan spesifikasi mesin kapal. Lalu dilakukan engine propeller matching guna mencari kesesuaian antara daya dan kecepatan pada main engine dengan propeller. Dari hasil perhitungan didapatkan propeller yang memiliki match point terbaik yaitu B3-55 dengan effisiensi 0,4 dan daya propeller 547, B4-55 dengan effisiensi 0,42 dan daya propeller 554,3, dan B5-55 dengan effisiensi 0,43 dan daya propeller 574,3.
Analisa Sifat Mekanis Baja ST 60 Setelah Carburizing Menggunakan Arang Batok Katalis BaCO3 Dan Quenching Dengan Oli Dan Air garam Ahmad Fhadillah; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 60 merupakan baja karbon menengah yang digunakan sebagai bahan pembuatan kapal dan komponen mesin  pada kapal, baja ini termasuk dalam baja tempa campuran yang dapat dikeraskan dan banyak  digunakan dalam kostruksi mesin kapal. Carburizing itu sendiri merupakan proses thermos-chemical yang dilakukan dengan cara memanaskan spesimen pada suhu +8500 dalam wadah yang mengandung karbon dan di campurkan BaCO3  sebagai katalis dan di tahan selama 90 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik, kekerasan dan perubahan struktur mikro, dan kekerasan baja ST 60 setelah proses carburizing  dan quenching. Proses quenching dilakukan secara cepat menggunakan media pendingin oli mesran SAE 20W-50 dan air garam 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahawa baja ST 60 setelah carburizing tanpa diquenching memiliki kekuatan tarik sebesar 649,22 MPa, quenching oli 572,65 MPa dan quenching air garam 625,97 MPa, untuk nilai kekerasan vickers setalah carburizing tanpa quenching sebesar 176,76 VHN, quenching oli 230.99 VHN dan quenching dengan air garam 432,68 VHN. Kesimpulan dari pernelitian ini menunjukkan bahwa baja ST 60 dengan uji tarik quenching oli kekuatanya semakin bertambah, sedangkan uji vickers nilai kekerasanya makin bertambah ketika di quenching air garam dan metalografi menunjukkan bawha fasa perlite yang semakin banyak pada quenching air garam sehingga tingkat kekerasannya naik.
Analisa Olah Gerak Dan Kekuatan Kapal Ikan PVC 15 GT di Laut Jawa Moh. Hasan Sidiq; Deddy Chrismianto; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.374 KB)

Abstract

Pertimbangan dari data penelitian terdahulu didapat kapal model U2 dan V2 kapal ikan berbahan PVC 15 GT memiliki kemampuan stabilitas dan hambatan memenuhi standar IMO. Maka penulis melanjutkan penelitian dengan menganalisa olah gerak, slamming, deckwetness dan kekuatan. Dengan  software olah gerak kapal di dapat model U2 dan V2, pada kapal U2 diperoleh Rolling pada 90o adalah 5,81 deg, velocity 0,113932 rad/s, acceleration, 0,1812 rad/s2, slamming pada 45o adalah  0,3309 slamming/jam, Hasil perhitungan probabilitas dan intensitas slamming menunjukkan bahwa kapal U2 memenuhi standar di sudut 45o probabilitas Nordforsk ’89 karena memiliki probabilitas slamming dibawah 0,003 atau 0,3%, Deckwetness pada 45o adalah 4,16131 deckwetness/jam, dan dihasilkan tegangan terbesar terjadi pada moment saging di bagian alas dengan 1,04 Mpa. Sementara, tegangan paling kecil terjadi pada moment tenang pada bagian struktur sebesar 0.34 MPa.Pada kapal V2, di peroleh Rolling  45o adalah 4,13 deg, velocity 0,03617rad/s, acceleration 0,03167 rad/s2 Slaming pada 45o adalah  4,236 slamming/jam. Hasil perhitungan probabilitas dan intensitas slamming menunjukkan bahwa kapal U2 memenuhi standar sudut 45o probabilitas Nordforsk ’89 karena memiliki probabilitas slamming dibawah 0,003 atau 0,3%, Deckwetness pada 45o adalah 29,436 deckwetness/jam, Kekuatan dapat diketahui tegangan terbesar terjadi pada moment saging di bagian alas dengan 1,42 Mpa. tegangan paling kecil terjadi pada moment tenang pada bagian struktur sebesar 0.26MPa
Analisa Pengaruh Penggunaan Chine Terhadap Performa Kapal Studi Kasus Pilot Boat 15m Dengan Metode Computational Fluid Dynamics (CFD) Bagus Wijaya Pratama; Parlindungan Manik ST,MT.; Ir. Kiryanto MT.
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pilot Boat dikategorikan sebagai kapal cepat merupakan kapal yang berfungsi bagi petugas pandu untuk naik/turun ke/dari kapal yang dipandu di perairan wajib pandu, perairan pandu luar biasa dan di luar perairan wajib pandu saat masuk/keluar pelabuhan/sandar dan lepas ke/dari dermaga/tambatan. Dalam upaya mengetahui pengaruh penggunaan chine terhadap performa kapal, maka dilakukan variasi perubahan terhadap sudut dan dimensi chine. Dengan perubahan kecepatan yang dilakukan kelipatan 5 dari 5-30 knot. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi untuk menganalisa hambatan kapal dan olah gerak kapal menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD)pada kapal pilot boat 15m. Anlisa yang dilakukan adalah hambatan kapal dan olah gerak kapal, dalam penilitian ini hanya dilakukan analisa olah gerak kapal pitching dan rolling. Selanjutnya hasil dari simulasi CFD akan divalidasi menggunkan validasi numerik dengan menggunakan kriteria residual sebesar 10-3 untuk hambatan kapal. Untuk analisa olah gerak kapal menggunakan 2 sudut heading 900 dan 180o dengan tinggi gelombang 1m dan 2m. Dari hasil yang diperoleh model 3 memiliki hambatan total paling minimal sebesar 17908N dan model 5 memenuhi kriteria NORDFORSK untuk tinggi gelombang 1m dan 2m.
Analisa Stabilitas Dan Olah Gerak (Seakeeping) Kapal Pada MV. Pan Marine Setelah Dikonversi Dari Kapal Kru Menjadi Kapal Wisata Andhyka Cakrabuana Adhitama; Eko Sasmito Hadi; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1705.237 KB)

Abstract

MV. Pan Marine merupakan salah satu kapal offshore yang sudah lama lay up disebabkan industri minyak dan gas yang sedang menurun. Oleh sebab itu, PT. Pan Marine melakukan konversi kapal tersebut dari kapal kru (offshore supply vessel) menjadi kapal wisata (passengger ship) agar tetap bisa operasi dan menghasilkan pemasukan. Kapal tersebut mengalami penambahan bangunan atas sehingga kapasitas muatan akan semakin banyak. Penelitian ini dilakukan dengan berbagai macam kondisi muatan serta menggunakan 5 variasi sudut yang berbeda. Tujuannya adalah mendapat nilai GZ, periode oleng, serta roll motion yang sesuai dengan standar kriteria umum. Metode yang digunakan adalah dengan membuat model 3D dari kapal sebelum dan setelah konversi yang nantinya akan digunakan untuk menganalisa stabilitas serta olah gerak menggunakan software CFD. Hasil dari analisa tersebut kemudian disesuaikan dengan kriteria IMO A.749(18) untuk stabilitas dan NORDFORSK untuk olah gerak. Dari analisa stabilitas didapatkan perbedaan rata-rata GZ kedua model kapal adalah 2,78% dan perbedaan rata-rata periode oleng dari kedua model kapal adalah 0,99%. Untuk analisa olah gerak, perbedaan nilai RMS gerakan roll pada kedua model kapal adalah 30%. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa kapal konversi ini layak secara stabilitas dan olah geraknya, sehingga aman untuk digunakan mengangkut penumpang.
Analisa Penambahan Hull Vane dengan Tipe Foil NACA 4412 terhadap Hambatan dan Gaya Angkat pada Kapal Pilot Boat 15 Meter dengan Variasi Sudut Serang dan Kedalaman Foil Menggunakan Metode CFD Surya Yusuf Afriansyah; Untung Budiarto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal patroli merupakan kapal berkecepatan tinggi yg digunakan untuk berpatroli mengamankan suatu daerah.. Pada saat kapal berpatroli mempunyai hambatan kapal (resistance). Untuk mengurangi nilai hambatan pada kapal dengan menggunakan  Hull Vane. Hull Vane adalah fixed foil yang terletak di bawah garis air pada bagian buritan kapal. Aliran gelombang disekitar Hull Vane tersebut akan mengakibatkan gaya angkat sehingga dapat menambah gaya dorong kapal dan mengurangi hambatan kapal. Ukuran hull vane yang digunakan pada penelitian ini yaitu panjang chord foil 0,27 m dan span foil 3,312 m. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konfigurasi sudut dan kedalaman foil pada hull vane yang menghasilkan gaya angkat paling besar serta hambatan yang paling kecil. Penelitian ini menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD). Penelitian dilakukan dengan menganalisa dan menghitung hambatan total kapal. Berdasarkan hasil analisa menggunakan software Tdyn 12.2.3.0 didapatkan nilai gaya angkat terbesar yaitu 29,4768 KN untuk variasi sudut serang 2 derajat dan kedalaman 100% T. Nilai hambatan total diperkecil 35,112%.. Nilai tersebut terjadi pada Froude Number 1,085.Dari beberapa variasi hull vane yang dilakukan didapatkan variasi hull vane yang paling efektif yaitu untuk variasi sudut serang 2 derajat dan kedalaman 100% T.
Studi Analisis Kekuatan Poros Propeller Kapal KMP. Pertiwi Nusantara Akibat Dikenai Torsi Dari Propeller Mahendra Guna Satriananta; Hartono Yudo; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.645 KB)

Abstract

Bahan poros propeller yang baik akan mempengaruhi kekuatan dan umur material poros propeller. Salah satu cara pemilihan poros propeller kapal adalah pemilihan material poros propeller maupun memberikan variasi baru pada poros propeller untuk mengetahui kekuatan dan nilai ekonomis poros propeller. Poros propeller berbahan Stainless Steel merupakan jenis bahan poros propeller yang paling banyak digunakan pada kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai safety factor dan kekuatan puntir dari variasi poros propeller kapal KMP. Pertiwi Nusantara. Variasi yang dilakukan adalah pengurangan dan penambahan diameter poros propeller dan bahan Manganese Bronze poros propeller sebagai bahan  pembanding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Safety Factor poros propeller bahan Stainless Steel bernilai 5.2 dan Safety Factor bahan Manganese Bronze bernilai 5.6. Sedangkan kekuatan puntir poros propeller bahan Stainless Steel 33,45 dan kekuatan puntir bahan Manganese Bronze 37,20 N/.
Analisa Pengaruh Holding Time Tempering Terhadap Kekerasan, Keuletan, Ketangguhan dan Struktur Mikro Pada Baja ST 70 Dwi Joko Purnomo; Sarjito Jokosisworo; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.355 KB)

Abstract

Baja karbon sering digunakan dalam industri perkapalan dan memiliki aplikasi yang luas karena mempunyai kemampuan work hardening dan ketahanan destruktif yang baik setelah menerima perlakuan panas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kekerasan, nilai tarik, kuat impact (ketangguhan) dan perubahan struktur mikro pada baja jenis medium carbon steel ST 70 setelah perlakuan panas tempering, sehingga hasilnya dapat diaplikasikan dilapangan. Metode yang digunakan yaitu baja diberi perlakuan panas quenching pada suhu +850o C ditahan 30 menit kemudian dilanjutkan dengan tempering pada suhu +450o C ditahan selama 1 jam, 2 jam dan 3 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kekerasan tertinggi terdapat pada baja ST 70 perlakuan panas tempering 1 jam dengan kenaikan nilai kekerasan sebesar 25,85% dari baja ST 70 tanpa perlakuan panas, nilai tarik tertinggi terdapat pada baja ST 70 perlakuan panas tempering 3 jam dengan kenaikan nilai tarik sebesar 38,60% dari baja ST 70 tanpa perlakuan panas, nilai impact tertinggi terdapat pada baja ST 70 perlakuan panas tempering 2 jam dengan penurunan nilai impact sebesar 45,01% dari baja ST 70 tanpa perlakuan panas.
Analisa Pengaruh Bilge Keel Tipe Bulb Terhadap Lambung V Dan U Pada Kapal Patroli Dengan Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Agus Saputra; Untung Budiarto; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1507.157 KB)

Abstract

Indonesia merupakan Negara Maritim karena Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di Dunia dan sebagian wilayah Indonesia adalah perairan. Kapal patroli merupakan kapal yang ukurannya relatif kecil didesain untuk menjaga keamanan perairan suatu Negara, untuk menjaga lautan Indonesia yang luas ini dibutuhkan lebih banyak kapal patroli dengan kualitas yang baik pada saat melaju dalam kecepatan yang tinggi. Lunas bilga (Bilge keel) adalah suatu plat/sirip pada samping lambung kapal yang biasanya berbentuk flat bar, bentuk V dan berbentuk bulb, plat yang digunakan oleh bilge keel harus sama dengan yang digunakan dengan lambung kapal, fungsi lunas bilga adalah untuk mencegah gerakan rolling kapal yang terlalu ekstrem pada saat di lautan. Pada penilitian ini penulis akan menganalisa apakah lunas bilga berpengaruh pada gerakan rolling kapal dan hambatan pada lambung kapal berbentuk V dan U dengan sudut datang gelombang 90o dan dengan kecepatan 25%, 50%, 75%, dinas dan kecepatan maksimal. Menyangkut penelitian sebelumnya yang menganalisa penggunaan lunas bilga pada kapal patroli yang sama dan lunas bilga tidak berpengaruh pada gerakan rolling kapal. Pada penelitian ini penulis mendapat kesimpulan bahwa lunas bilga berpengaruh pada gerakan rolling kapal pada lambung berbentuk U maupun berbentuk V, dengan hasil lambung V dengan penggunaan bilga 3 m merupakan lunas bilga yang paling efektif dalam mengurangi gerakan rolling kapal sebesar 16% pada kecepatan 75%, sebesar 27% pada kecepatan dinas dan sebesar 37% pada kecepatan maksimal. Lunas bilga jika dipasang pada lambung U dapat mengurangi hambatan gelombang kapal sebesar 2-38% namun menambah hambatan gesek sebesar 0,5-13% pada lambung V lunas bilga bekerja kurang efektif karena penempatan lunas bilga yang kurang optimal sehingga menambah hambatan gelombang kapal sebesar 1-40%.
Analisa Kekuatan Struktur Gravity Davit pada Kapal Perintis 1200 GT dengan Metode Elemen Hingga Arif Wahyudin; Hartono Yudho; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Davit berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan sekoci penolong diatas kapal. Davit sering tidak dimaksimalkan dalam perencanaan pengadaan maupun penggunaanya sehingga kurang optimal dari segi kemampuan topangnya. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan topang maksimal dari struktur davit pada kapal perintis 1200 GT dengan menggunakan variasi beban kapasitas sekoci. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa tegangan yang terjadi pada struktur davit dengan pembebanan sekoci bermuatan penuh selanjutnya modeling dan analisa menggunakan Msc. Patran dan Msc. Nastran. Msc. Nastran dapat memberikan keluaran berupa default fringe atau tegangan ultimate dan default deformation yang terjadi pada struktur dewi-dewi dari efek pembebanan. Hasil dari analisa menunjukan bahwasanya struktur davit pada kapal perintis 1200 GT mampu untuk menopang sekoci bermuatan penuh kapasitas kurang dari atau sama dengan 85 orang dengan nilai tegangan sebesar 56,5 N/mm2 serta nilai safety factornya sebesar 4,16 pada kriteria bahan dan 2,66 pada tegangan ijin maksimum, sesuai dengan standar BKI dan standar NCVS yang mengharuskan davit mampu menahan 2,2 kali beban kerja pada uji beban statis.

Page 1 of 2 | Total Record : 17