cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik PWK
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2014): November 2014" : 46 Documents clear
HOMESTAY SEBAGAI USAHA PENGEMBANGAN DESA WISATA KANDRI Fithria Khairina Damanik; Mardwi Rahdriawan
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.505 KB)

Abstract

Desa wisata Kandri merupakan desa wisata yang ada di Kota Semarang dengan keunggulan berada dekat dengan objek wisata Goa Kreo dan Waduk Jatibarang serta memiliki potensi lokal yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Adanya desa wisata ini menjadi peluang bagi warga untuk menyediakan homestay bagi wisatawan. Selain mejadi akomodasi yang ditawarkan, homestay juga menjadi peluang usaha baru bagi warga. Pengembangan homestay yang masih baru dan hanya digunakan oleh kelompok-kelompok tertentu memerlukan penelitian untuk mengetahui lebih dalam tentang kondisi homestay di Desa Wisata Kandri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan homestay di Desa Wisata Kandri dilihat dari 3 (tiga komponen utama pengembangan program ini, yaitu kelembagaan, pelaku dan produk. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Hasil penelitian ini akan menggambarkan pengembangan program homestay dilihat dari kelembagaan lokal yang ditunjukan oleh keberadaan organisasi lokal yang mengatur kegiatan pariwisata yaitu Pokdarwis Pandanaran dan Sukomakmur. Organisasi ini membawahi pelaku program homestay yang merupakan kelompok-kelompok swadaya masyarakat yang ada di Desa Wisata Kandri. Kelembagaan dan pelaku program homestay ini menghasilkan produk yang ditawarkan sebagai atraksi yang menjadi alasan wisatawan untuk datang berupa rumah homestay dan kegiatan yang menjadi atraksi wisata. Hasil analisis ini akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi bagi pengembangan homestay dilihat dari ketiga komponen tersebut.
PERSEPSI DAN PREFERENSI MAHASISWA UNDIP TEMBALANG UNTUK BERSEPEDA KE KAMPUS Donny Cipta Utama; Agung Sugiri
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.32 KB)

Abstract

Kawasan pendidikan Kampus Undip Tembalang merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas terpadat di Kota Semarang. Kawasan ini dihuni oleh puluhan ribu mahasiswa. Kemacetan dan polusi udara juga terjadi di kawasan ini karena tingginya aktivitas dan penggunaan kendaraan bermotor oleh mahasiswa. Untuk mengurai kemacetan dan menurunkan tingkat polusi udara, pihak kampus telah menerapkan beberapa program, salah satunya adalah program penerapan jalur sepeda di kawasan kampus. Sejumlah sepeda juga disediakan oleh pihak kampus dengan bekerja sama dengan pihak swasta. Namun pada penerapannya, mahasiswa tetap menggunakan kendaraan bermotor untuk pergi ke kampus maupun melakukan aktivitas sehari-hari. Padahal sebagian besar mahasiswa bertempat tinggal pada jarak atau radius nyaman bersepeda yaitu ± 2 km. Maka dilakukanlah penelitian ini guna mencari tahu bagaimana upaya yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan minat mahasiswa bersepeda ke kampus. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu diidentifikasi terlebih dahulu mengapa minat dan preferensi mahasiswa untuk bersepeda ke kampus sangat rendah. Selain itu juga perlu digali lebih dalam mengenai penilaian atau persepsi mahasiswa terhadap kinerja program sepeda kampus saat ini. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan alat analisis deskriptif, pembobotan, serta skoring. Berdasarkan analisis ditemukan bahwa rendahnya minat mahasiswa untuk bersepeda ke kampus sangat dipengaruhi oleh faktor fisik lingkungan kawasan Tembalang. Bentuk lahan yang berbukit serta keberadaan PKL dan parkir kendaraan di bahu jalan akibat fungsi perdagangan pada sejumlah ruas jalan sangat mempengaruhi minat mahasiswa untuk bersepeda. Faktor lain yang mempengaruhi rendahnya minat bersepeda mahasiswa adalah akses terhadap sepeda kampus yang sangat kurang serta karakteristik kendaraan bermotor yang lebih fleksibel dan praktis dibanding alat transportasi lainnya. Kinerja program sepeda kampus menurut mahasiswa saat ini masih kurang, terdapat beberapa aspek pendukung yang perlu mendapat perbaikan, antara lain kinerja vegetasi, jangkauan jalur sepeda, dan keamanan jalur sepeda. Pembangunan pos peminjaman sepeda menjadi prioritas fasilitas yang perlu dibangun untuk meningkatkan minat bersepeda, hal ini masih terkait dengan akses mahasiswa terhadap sepeda kampus. Pada dasarnya mahasiswa memiliki minat untuk bersepeda ke kampus, namun sejauh ini infrastruktur pendukung sepeda kampus dirasa belum memadai sehingga penggunaan sepeda hanya dinilai sebagai ajang rekreasi dan sarana olahraga, belum menjadi sebuah alternatif transportasi untuk menuju ke kampus.
KAJIAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WARGA TETAP TINGGAL DI PERUMAHAN RAWAN LONGSOR (STUDI KASUS : PERUMAHAN BUKIT MANYARAN PERMAI) Kenida Ajeng Setiyaning; Fitri Yusman
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.421 KB)

Abstract

Perumahan Bukit Manyaran Permai merupakan salah satu perumahan rawan longsor yang terdapat di Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati. Perumahan ini mayoritas memiliki kelerengan agak curam  sekitar 15-25% . Selain topografi yang agak curam, jenis tanah di perumahan ini sebagian besar jenis grumosol bertekstur lempung yang peka terhadap longsor. Perumahan ini dikembangkan oleh pengembang perumahan (PT. Dian Semenko) tahun 1983 dan mulai dioperasikan tahun 1984. Berdasarkan hasil survei lapangan, warga yang memilih tetap tinggal di Perumahan ini berjumlah 250 KK dari jumlah awal 400 KK sehingga dapat disimpulkan mayoritas warga tetap memilih tinggal di perumahan walaupun kondisinya  rawan longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi warga tetap tinggal di Perumahan Bukit Manyaran Permai yang rawan longsor. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan analisis faktor dengan bantuan software SPSS dengan menggunakan skala likert. Hasil studi penelitian berdasarkan hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa faktor yang sangat mempengaruhi warga tetap tinggal di perumahan rawan longsor adalah faktor hubungan interaksi warga. Kemudian hasil penelitian berdasarkan pengelompokkan faktor terbentuk dua kelompok faktor yaitu faktor kenyamanan (faktor kondisi lingkungan, faktor suasana lingkungan yang nyaman, dan faktor keterbatasan biaya pindah) dan faktor sosial (faktor lama tinggal, faktor kedekatan dengan saudara, dan faktor hubungan interaksi warga). Jadi, dapat disimpulkan dari penelitian ini adalah faktor sosial lebih mempengaruhi dibandingkan dengan faktor kenyamanan karena adanya hubungan interaksi warga dari adanya sense of community di lingkungan perumahan. Sense of community muncul karena adanya hubungan emosional bersama yaitu adanya perasaan yang sama terkena kerusakan akibat longsor. Hubungan interaksi warga di perumahan ini ditunjukkan dengan adanya upaya perbaikan lingkungan akibat longsor yaitu perbaikan jalan dan perbaikan drainase.
STUDI PENERAPAN FASILITAS GEDUNG PARKIR MASSAL DI WILAYAH KAMPUS UNDIP TEMBALANG Umi Nutriandini; Bambang Susantono
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.319 KB)

Abstract

Manajemen parkir merupakan strategi yang mendorong penggunaan efisien terhadap fasilitas parkir yang ada. Manajemen parkir yang tepat akan mengurangi kebutuhan perjalanan jauh, mengurangi jumlah perjalanan pendek, dan juga memicu perpindahan moda yang ramah lingkungan(Rye, 2011).Kampus Undip Tembalang belakangan ini sedang gencar mengusung tema pembangunan kampus berkelanjutan, yaitu “Green Campus“. Namun pada kenyataannya, telah terjadi peningkatan penggunaan kendaraan pribadi yang mengakibatkan berkurangnya kinerja jalan, menurunnya kualitas udara, serta menuntut areal parkir yang lebih luas lagi dari sebelumnya. Melalui penelitian ini, ditawarkan sebuah konsep pembatasan kendaraan pribadi bagi warga kampus dengan menciptakan fasilitas park and ride berupa gedung parkir massal. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana probabilitas kesediaan dari warga kampus untuk menggunakan fasilitas tersebut. Berdasarkan analisis regresi logistik, ditemukan bahwa terdapat perbedaan variabel yang berpengaruh terhadap probabilitas kesediaan antar kelompok responden. Kesediaan warga kampus juga sudah cukup besar akan hal tersebut dengan berbagai pertimbangan yang berbeda pada masing-masing kelompok responden. Hal lain yang dapat dipelajari melalui penelitian ini adalah bahwa masalah utama yang ditimbulkan dari kendaraan pribadi adalah kebutuhan terhadap lahan parkir.Dari semua hasil analisis diharapkan dapat memberikan gambaran secara lengkap dan menyeluruh mengenai karakteristik warga Kampus Undip Tembalang dalam menanggapi isu transportasi kampus khususnya manajemen perparkiran.
KEBERADAAN MODA TRANSPORTASI UMUM TIDAK BERMOTOR DALAM MENDUKUNG AKTIVITAS PARIWISATA DI KAWASAN MALIOBORO, YOGYAKARTA Yuliana Trisnawati; Broto Sunaryo
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.637 KB)

Abstract

Keberadaan moda kendaraan tidak bermotor saat ini sudah semakin menghilang dan tergeser oleh kendaraan bermotor yang dirasa lebih efisien dan efektif dalam melakukan perjalanan ke suatu tempat. Perubahan fungsi kadangkala terjadi dimana kendaraan tidak bermotor sudah tidak lagi menjadi transportasi umum namun beralih peran menjadi transportasi wisata yang menjual daya tarik wisatawan terhadap kendaraan kuno yang sudah jarang ditemui. Kawasan wisata Malioboro merupakan salah satu tempat wisata di Kota Yogyakarta yang hingga kini masih menjadi tempat keberadaan transportasi umum tidak bermotor seperti becak dan delman. Keberadaannya juga tidak lepas dari adanya aktivitas wisata di kawasan tersebut yang menjadikan kendaraan tidak bermotor sebagai primadona bagi wisatawan. Fenomena yang demikian menarik untuk diteliti, dengan pertanyaan penelitian: Seberapa besar keberadaan moda transportasi umum tidak bermotor dalam mendukung aktivitas wisata di kawasan Malioboro? Hal ini penting dalam mempertahankan keberadaan moda kendaraan tidak bermotor ditengah-tengah tingginya penggunaan kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh keberadaan transportasi umum tidak bermotor di sekitar kawasan wisata Malioboro dalam mendukung aktivitas pariwisata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan data di kumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara dengan informan yang dipilih melalui teknik penelitian sampel snowbal sampling untuk tukang becak dan tukang andong, accidental sampling untuk wisatawan dan sensus untuk pengelola toko souvenir. Hasil akhir dari penelitian ini bahwa keberadaan moda transporatsi umum tidak bermotor di Malioboro masih dipertahankan sebagai daya tarik bagi wisatawan melalui berbagai upaya peningkatan baik dari kualitas, kemampuan, kelayakan sehingga mampu menjadi daya dukung bagi aktivitas pariwisata di Malioboro
PERENCANAAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI KECAMATAN BANYUMANIK Paramitha Kusuma Astuti; Asnawi .
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.382 KB)

Abstract

Kecamatan Banyumanik merupakan salah satu Kecamatan di Kota Semarang yang berfungsi sebagai daerah pemekaran sehingga cocok untuk dikembangkan menjadi kawasan permukiman. Selain itu, pemilihan Kecamatan Banyumanik disebabkan masih adanya masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak memiliki rumah dikarenakan adanya keterbatasan daya beli dibuktikan dengan adanya masyarakat yang tinggal di rumah sewa. Masyarakat yang menjadi sasaran dalam perencanaan ini adalah masyarakat yang tidak diakui statusnya oleh perbankan (non-bankable) dan tidak memiliki kemampuan untuk menjangkau perumahan yang disediakan oleh pasar formal. Oleh karena itu, kegiatan perencanaan ini dilakukan untuk merencanakan  desain perumahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah di Kecamatan Banyumanik. Skenario yang diusulkan dalam kegiatan perencanaan ini adalah “Tersedia Rumah Baru bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah”. Kegiatan perencanaan ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner secara purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis skoring. Hasil kegiatan perencanaan ini adalah adanya pembangunan rumah sederhana dengan teknologi Risha yang cepat dan murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang non-bankable sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan rumahnya yang diawali dengan mengetahui karakteristik masyarakat berpenghasilan rendah, menghitung kebutuhan ruang pembangunan perumahan, memilih lokasi pembangunan perumahan, dan menganalisis perencanaan pembangunan perumahan.

Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 13, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 12, No 4 (2023): November 2023 Vol 12, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 12, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 11, No 4 (2022): November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 11, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 10, No 4 (2021): November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 10, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 10, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 9, No 4 (2020): November 2020 Vol 9, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 9, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 8, No 4 (2019): November 2019 Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 8, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 7, No 4 (2018): November 2018 Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018 Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): November 2017 Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 4 (2016): November 2016 Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016 Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 4, No 4 (2015): November 2015 Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015 Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 4 (2014): November 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014 Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 4 (2013): November 2013 Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013 Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2012): November 2012 More Issue