cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017" : 36 Documents clear
STUDI PEMANFAATAN BANGUNAN PANTAI SEBAGAI PROTEKSI JALAN TOL SEMARANG – DEMAK Agung Kristian; Siek Stefanus Hendra Wijaya; Sriyana Sriyana; Salamun Salamun
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.05 KB)

Abstract

Jalan Nasional Semarang – Demak merupakan jalan nasional di bagian utara Pulau Jawa yang menghubungkan antara Kota Semarang dengan Kabupaten Demak. Pertumbuhan arus lalu lintas yang pesat menimbulkan kepadatan di Jalan Nasional Semarang – Demak, sehingga pemerintah memberikan respon dengan adanya perencanaan Jalan Tol Semarang – Demak. Jalan Tol Semarang – Demak tersebut direncanakan melewati garis Pantai Morosari, Kabupaten Demak. Garis Pantai Morosari sangat terpengaruh oleh aspek hidrodinamika kelautan seperti abrasi, erosi, dan sedimentasi. Karena permasalahan tersebut, perlu adanya bangunan perlindungan pantai yang berguna melindungi garis Pantai Morosari serta dapat melindungi trase rencana Jalan Tol Semarang – Demak nantinya. Perencanaan bangunan pantai pelindung jalan tol Semarang – Demak ini mempertimbangkan gejala – gejala kelautan akibat gelombang laut dan pasang surut air laut. Data yang digunakan adalah data angin dari Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Semarang pada jangka waktu Januari 2007 sampai Mei 2017; data pasang surut dari Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Semarang pada tanggal 11 Mei 2017 – 25 Mei 2017; data tanah dari Laboratorium Mekanika Tanah, Fakultas Teknik, Departemen Teknik Sipil, Universitas Diponegoro; dan peta batimetri dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Tengah. Metode analisis yang digunakan adalah metode Admiralty untuk menghitung elevasi pasang surut air laut; metode SMB untuk menghitung kedalaman dan ketinggian gelombang di perairan dalam dan perairan dangkal; program GENESIS untuk memprediksi perubahan garis pantai; dan program PLAXIS untuk mengetahui daya dukung tanah dan penurunan tanah; serta dilakukan pemilihan dan perencanaan bangunan pelindung pantai untuk proteksi jalan tol Semarang – Demak. Berdasarkan hasil analisis tugas akhir ini, didapatkan elevasi pasang surut adalah HHWL = +154,07 cm, MHWL = +122,49 cm, MSL = +83,46 cm, MLWL = +44,42 cm, dan LLWL = +12,85 cm; jenis pasang surut adalah campuran condong ke harian ganda; kedalaman gelombang pecah sebesar 2,12 m dengan ketinggian gelombang pecah 1,7 m; didapatkan jenis bangunan pelindung terpilih adalah kombinasi antara offshore submerged breakwater dan revetment; ketinggian gelombang di area bangunan offshore submerged breakwater adalah 1,864 m; ketinggian gelombang di area bangunan revetment adalah 0,49 m; offshore submerged breakwater direncanakan 4 (empat) buah pada kedalaman – 3,5 m dengan dimensi panjang 400 m; lebar 19,35 m; tinggi 3,1 m; dengan jarak antar breakwater 150 m; revetment sepanjang garis pantai yang terdapat trase jalan tol sebesar 2300 m pada kedalaman – 0,5 m dengan dimensi panjang 2300 m; lebar 9 m; dan tinggi 2,4 m. Terjadi penurunan sebesar 5,371 cm pada bangunan breakwater dan sebesar 5,008 cm pada bangunan revetment dengan menggunakan bantuan program PLAXIS.
PERENCANAAN WADUK DESEL GUNA PENANGGULANGAN BANJIR PADA SUNGAI BERINGIN, SEMARANG Alian Kuntoro Wibowo; Candra Tri Widodo; Suseno Darsono; Hari Budieny
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.54 KB)

Abstract

Kota Semarang adalah salah satu kota besar yang berada di daerah pesisir pantai utara Pulau Jawa. Kota ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.763.370 jiwa pada tahun 2016 dan menjadi kota besar nomor lima di Indonesia. Luas Kota Semarang tercatat sebesar 373,80 km². Semarang merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi banjir. Masalah utama yang dihadapi di Semarang ini yaitu masalah banjir dengan genangan yang cukup lama. Sungai Beringin merupakan sungai yang secara periodik menyebabkan banjir di kawasan Mangkang, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Seringkali pada musim penghujan tanggul pada sungai Beringin tidak mampu menahan debit air sungai Beringin sehingga tanggul tersebut jebol dan mengakibatkan banjir.Guna menanggulangi banjir yang terjadi maka dibuatlah sistem pengendalian banjir dengan membuat tampungan berupa embung dan waduk di beberapa daerah hulu sungai Beringin. Dari beberapa bangunan yang akan direncanakan, diperkirakan Waduk Desel merupakan bangunan dengan kapasitas tampungan tertinggi. Sehingga memiliki peran penting dalam penanggulangan banjir sungai Beringin. Perencanaan Waduk Desel meliputi perencanaan kontruksi bendungan dan bangunan pelengkapnya. Perhitungan debit banjir rencana didesain menggunakan debit rencana 100 tahun untuk kontruksi bendungannya dan 50 tahun untuk konstruksi saluran pengelak. Debit banjir rencana yang didapatkan adalah 116,0 m³/s. Pemodelan waduk desel direncanakan menggunakan aplikasi HEC-HMS 4.2 dan Plaxis 8.2. Konstruksi bendungan pada Waduk Desel direncanakan menggunakan tipe urugan dengan ketinggian 50 m dan kelandaian lereng 1:3 yang dapat menampung air dengan volume 9,192,471.87  m³. Proyek ini menelan biaya sebesar Rp 816,503,642,600.00.
PERENCANAAN DERMAGA KAPAL PERINTIS DI PULAU KURUDU, PAPUA Agung Adyawardhana; Laras Atikasari; Priyo Nugroho; Ilham Nurhuda
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.118 KB)

Abstract

Transportasi merupakan sarana yang penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan terutama dalam mendukung kegiatan perekonomian dan perkembangan di suatu wilayah. Pulau Kurudu yang terletak di Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua adalah salah satu pulau yang belum memiliki sarana perhubungan laut yang memadai. Hal ini menjadi salah satu penghambat perkembangan ekonomi yang perlu diperhatikan. Dalam rangka menunjang perkembangan ekonomi di Pulau Kurudu maka perlu dilakukan pembangunan maupun peningkatan fasilitas dermaga untuk menunjang pelayanan transportasi laut di daerah tersebut. Dermaga kapal perintis ini dibangun di sisi Timur Laut Pulau Kurudu. Perencanaan dermaga ini menggunakan data gelombang dengan periode ulang 50 tahun dan data pasang surut selama 31 hari yang dianalisis dengan metode admiralty. Pemodelan gelombang dilakukan dengan program Mike21. Data kapal terbesar yang rutenya melewati Pulau Kurudu, yaitu kapal dengan bobot 2000 GT digunakan sebagai acuan dalam menentukan dimensi dermaga. Dalam perencanaan struktur dermaga ini, sistem struktur dianalisis dengan menggunakan program SAP2000 dengan model 3D. Dari hasil perencanaan layout ditentukan panjang jetty head 84 m dengan lebar 8 m yang dihubungkan dengan trestle sepanjang 148 m dan lebar 6 m, serta causeway dengan panjang 28 m dan lebar 6 m.
HUBUNGAN PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN INFRASTRUKTUR DI KOTA SEMARANG Arga Satria Arsandi; Dimas Wahyu R; Ismiyati Ismiyati; Ferry Hermawan
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena di Negara yang sedang berkembang seperti di Indonesia adalah perkembangan penduduk yang tidak terkendali. Sementara dengan terus berkembangnya penduduk juga terus berkembang infrastruktur perkotaan seperti perumahan, perhotelan, infrastruktur. yang menjadi permasalahan seberapa pengaruh perkembangan infrastruktur sebagai dampak perkembangan penduduk yang terus meningkat di Kota Semarang. sudah optimalkah kebijakan Pemerintah dengan kondisi perkembangan infrastruktur di kota Semarang? Tujuan studi ini adalah: 1) Mengidentifikasi perkembangan penduduk dan perkembangan infrastruktur, 2) Menganalisis seberapa pengaruh perkembangan infrastruktur perkotaan sebagai dampak pertumbuhan penduduk, 3) Menganalisis apakah kebijakan yang diberlakukan sudah optimal ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode deskriptif  kuantitatif serta metode pemetaan dari identifikasi infrastruktur dengan kebijakan yang berlaku. Hasil penelitian ini menggambarkan perkembangan penduduk yang cepat dan tak terkendali atau tidak merata di kota Semarang, yang berdampak pada perkembangan infrastruktur yang tidak efisien yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang belum optimal.
NORMALISASI SUNGAI KERUH DAN TEKNIK NILAI JEMBATAN PLOMPONG, KABUPATEN BREBES Sam Yoel; Tivri Manthiq; Sriyana Hari Nugroho; Hari Nugroho
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.642 KB)

Abstract

Kegagalan pembangunan pada suatu struktur jembatan, bisa disebabkan karena terjadinya degradasi pada dasar sungai. Kegagalan tersebut dapat merugikan baik secara ekonomi dan sosial bagi pengguna jalan khususnya jembatan baru yang akan dibangun. Sebagai contoh yaitu pada perencanaan Jembatan Plompong di Kabupaten Brebes, dimana pada perencanaannya belum memperhitungkan analisis hidrolika. Hal ini nantinya akan membahayakan struktur dan kegagalan pembangunan, sehingga diperlukan kajian normalisasi sungai dan teknik nilai.Tahap awal dalam merencanakan normalisasi sungai dilakukan dengan analisis hidrologi dan hidrolika. Debit rencana hasil perhitungan analisis hidrologi dengan periode ulang 50 tahun, sebesar 162.31 m3/dtk. Analisis hidrolika digunakan untuk mengetahui kemampuan penampang dalam menampung debit rencana. Hasil analisis hidrolika dengan program HEC-RAS menunjukkan beberapa kapasitas penampang eksisting sungai melimpas, sehingga perlu dilakukan pelebaran pada penampang basah sungai. Perhitungan teknik nilai pada jembatan Plompong menghasilkan perlunya pembangunan groundsill pada jembatan baru untuk menjaga bagian bawah jembatan Plompong dari sedimen. Pembangunan groundsill mengurangi kecepatan aliran air dari 4.72m/dt menjadi 2.78m/dt.Di dalam tugas akhir ini, ruang lingkup yang direncanakan meliputi normalisasi sungai, perencanaan perkuatan tebing berupa Dinding Penahan Tanah, dan pembangunan groundsill. Kegiatan ini memakan biaya sebesar Rp 12.492.000.000,- dengan waktu pengerjaan 10 bulan.
EVALUASI KINERJA RUANG TUNGGU PENUMPANG DI STASIUN SEMARANG PONCOL Irvan Nurhadi; Muhammad Iqbal AE; Bambang Pudjianto; Bagus Hario Setiaji
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.957 KB)

Abstract

Permintaan layanan kereta api penumpang yang semakin meningkat berpengaruh pada kinerja ruang tunggu penumpang di stasiun kereta api Semarang Poncol yang disikapi kurang maksimal oleh masyarakat, sehingga diperlukan evaluasi penilaian lebih lanjut. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui penawaran (supply), permintaan (demand), dan kinerja ruang tunggu penumpang eksisting sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia tentang Standar Pelayanan Minimum Untuk Angkutan Orang Dengan Kereta Api nomor 48 tahun 2015. Evaluasi ini menggunakan cara pengamatan langsung untuk perhitungan di hall dan perhitungan data sekunder untuk membandingkan kondisi SOP, real dan kondisi terlambat di ruang tunggu dalam. Dari hasil analisis diperoleh kapasitas hall eksisting masih mencukupi terhadap jumlah terbesar orang di hall. Kapasitas total ruang tunggu dalam eksisting masih mencukupi terhadap kondisi SOP dan riil, namun tidak mencukupi jika terjadi keterlambatan. Durasi menunggu pada kondisi terlambat lebih lama dibandingkan pada kondisi SOP dan riil. Dari hasil analisis perlu diperhatikan penambahan luas ruang tunggu dalam untuk antisipasi kondisi terlambat. Selain itu perlu juga prediksi kapasitas hall dan ruang tunggu dalam pada waktu mendatang dan kesiapannya dalam menghadapi kondisi kepadatan pada waktu tertentu. Pengaturan waktu boarding penumpang dan waktu perintah naik kereta api diperlukan agar dapat mengurangi kepadatan penumpang di ruang tunggu dalam.

Page 4 of 4 | Total Record : 36