cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+6281390576830
Journal Mail Official
jurnalbiologi@live.undip.ac.id
Editorial Address
Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Akademika Biologi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26219824     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Akademika Biologi diterbitkan oleh Departemen Biologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Semarang. Jurnal ini sebagai media publikasi hasil karya ilmiah lulusan S1 Departemen Biologi. Jurnal Akademika Biologi menerima artikel-artikel yang berhubungan dengan bidang ilmu biologi.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 Juli 2019" : 5 Documents clear
Uji Antagonisme Jamur Patogen Fusarium solani Penyebab Penyakit Layu pada Tanaman Cabai dengan Menggunakan Beauveria bassiana Secara In Vitro Nurul Halwiyah; Rejeki Siti fe; Budi Raharjo; Susiana Purwantisari
Jurnal Akademika Biologi Vol. 8 No. 2 Juli 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.061 KB)

Abstract

Beauveria bassiana merupakan jamur patogen serangga yang bersifat menguntungkan karena mempunyai sifat antagonis terhadap jamur patogen Fusarium solani penyebab penyakit layu pada tanaman. Mekanisme pengendalian dengan penggunaan jamur B. bassiana berpotensi mampu menghambat pertumbuhan patogen tanaman, hal ini menjadi keunggulan tersendiri bagi jamur Beauveria bassiana sebagai agen pengendali hayati. Pemanfaatan Beauveria bassiana sebagai agen pengendali hayati terhadap jamur patogen Fusarium solani merupakan salah satu alternatif penting untuk mengendalikan jamur patogen tersebut tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya hambat dan mekanisme jamur B. bassiana terhadap jamur F. solani secara in vitro dengan uji antagonisme. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik yang dilakukan dengan 3 perlakuan. Perlakuan I yaitu kontrol positif (nistatin), perlakuan II yaitu B. bassiana, dan perlakuan III adalah kontrol negatif (akuades steril). Masing-masing perlakuan dilakukan dengan 3 kali ulangan. Pengukuran daya hambat (%) dan laju pertumbuhan koloni jamur (cm) dilakukan selama tujuh hari. Data pengukuran tersebut dianalisis melalui uji ANOVA. Uji antagonisme secara in vitro menunjukkan bahwa B. bassiana mempunyai kemampuan dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen F. solani dengan nilai persentase daya hambat 29,19 % melalui mekanisme antagonisme yaitu antibiosis.
Pengaruh Pupuk Organik Padat dan Cair dari Serasah Mangrove terhadap Pertumbuhan Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. var. Numbu) Fransisca Dian Anggraeni; Endah Dwi Hastuti; Sri Haryanti
Jurnal Akademika Biologi Vol. 8 No. 2 Juli 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.129 KB)

Abstract

Produksi Sorgum di Indonesia cenderung mengalami penurunan sehingga perlu adanya upaya peningkatan produksi. Peningkatan produksi tanaman sorgum dilakukan dengan penambahan pupuk organik. Serasah mangrove sangat potensial untuk dijadikan pupuk organik. Penelitian bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh pupuk organik dari serasah mangrove terhadap pertumbuhan tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. var. Numbu), serta mengkaji dan menganalisis pemupukan manakah diantara pupuk organik padat dan pupuk organik cair dari serasah mangrove yang optimal dalam pertumbuhan tanaman sorgum (Sorghum bicolor L. var. Numbu). Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap. Dosis pemupukan Po : kontrol, P1 : pupuk organik padat 94.2 gr, P2 : pupuk organik padat 141.3 gr, P3 : pupuk organik cair 50 ml, P4 : pupuk organik cair 100ml. Parameter pertumbuhan yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, dan panjang akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysist of Variances (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik dari serasah mangrove memiliki kecenderungan meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan panjang daun tanaman sorgum. Pupuk organik padat dari serasah mangrove memiliki kecenderungan lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk organik cair.
Keanekaraaman Burung Daerah Terbuka Dan Tertutup Hutan Kota Tinjomoyo Dengan Hutan Kota Universitas Diponegoro Semarang Muhammad Abu Naim; Mochamad Hadi; Karyadi Baskoro
Jurnal Akademika Biologi Vol. 8 No. 2 Juli 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.273 KB)

Abstract

Hutan Kota merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memiliki luas minimal 0,25 ha pada wilayah perkotaan dengan vegetasi pohon yang dominan. Berdasarkan peran dan fungsinya, kawasan hutan kota dapat dikembangkan sebagai penyangga wilayah resapan air tanah, rekreasi alam, pelestarian plasma nutfah, sangtuari dan habitat satwa liar. Hutan Kota Tinjomoyo (57,5 ha) dan Hutan Kota Universitas Diponegoro (26 ha) merupakan dua hutan kota Pemerintah Kota Semarang yang memiliki wilayah paling luas. Burung merupakan salah satu vertebrata yang peka terhadap lingkungan, baik faktor fisik, kimia maupun biologi. Keberadaan burung di hutan kota berperan dalam memperkuat fungsi ekologis kota, memencarkan biji, polinator, pengendali hama dan menambah nilai estetika kota. Tujuan penelitian yaitu untuk mengkaji keanekaragaman burung yang ada di hutan kota. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2019 dengan melakukan pengamatan dan pendataan langsung pada daerah terbuka dan tertutup Hutan Kota Tinjomoyo serta Hutan Kota Universitas Diponegoro menggunakan metode point count. Analisis yang digunakan yaitu dengan menggunakan indeks kelimpahan jenis, indeks keanekaragaman jenis, indeks kemerataan jenis dan uji t-Hutcheson. Dijumpai 48 jenis burung, 10 jenis masuk kategori dominan dengan 2 jenis burung dominan di semua lokasi. Indeks keanekaragaman jenis sedang dengan nilai indeks keanekaragaman 2-2,73 dan persebaran jenis merata dengan indeks kemerataan 0,55-0,76. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada daerah terbuka dan tertutup antara Hutan Kota Tinjomoyo dengan Hutan Kota Universitas Diponegoro. Hutan Kota Universitas Diponegoro pada daerah terbuka dengan daerah tertutup berbeda signifikan.
Ekspresi Gen Penyandi Peroksidase Cabai Merah (Capsicum Annuum L.) (Caper) sebagai Respons terhadap Fusarium Oxysporum Athried Elsima; Rejeki Siti Ferniah; Hermin Pancasakti Kusumaningrum
Jurnal Akademika Biologi Vol. 8 No. 2 Juli 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.391 KB)

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas pertanian penting di Indonesia yang sering terkena serangan OPT ( organisme pengganggu tanaman) misalnya Fusarium oxysporum. Tanaman cabai merah memiliki sifat ketahanan kimiawi aktif yaitu mengekspresikan peroksidase sebagai respons terhadap infeksi patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi gen penyandi peroksidase pada tanaman cabai merah sebagai respons terhadap jamur F. oxysporum. Penelitian ini diawali dengan inokulasi jamur pada tanaman cabai merah dilakukan dengan metode rendaman akar. Analisis ekspresi gen penyandi peroksidase menggunakan qRT-PCR dilakukan pada gen CaPer dengan gen 18s rRNA sebagai gen pembaku, pada interval 6, 48, dan 96 jam setelah inokulasi. Hasil penelitian gen CaPer terekspresi paling tinggi pada 6 jam setelah inokulasi. 
Inventarisasi Anggrek (Orchidaceae) Epifit di Kawasan Hutan Petungkriyono Pekalongan Jawa Tengah Mika Mardiyana; Murningsih Murningsih; Sri Utami
Jurnal Akademika Biologi Vol. 8 No. 2 Juli 2019
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.058 KB)

Abstract

Anggrek berdasarkan tempat hidupnya dikelompokkan menjadi dua yaitu anggrek terestrial atau anggrek yang tumbuh diatas permukaan tanah dan anggrek epifit yang hidup menempel pada tumbuhan lain. Keberadaan anggrek epifit lebih banyak ditemukan di alam karena berhubungan dengan pohon inangnya sehingga memudahkan untuk mendapat cahaya matahari.  Anggrek banyak dijumpai di hutan hujan tropis. Salah satu hutan hujan tropis dengan keanekaragaman anggrek yang tinggi adalah Petungkriyono yang dijadikan sebagai kawasan ekowisata. Potensi anggrek di kawasan Hutan Petungkriyono perlu dikaji agar tetap terjaga dan lestari. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 23 Maret – 12 April 2019 di Hutan Petungkriyono Pekalongan Jawa Tengah.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji jenis anggrek epifit di kawasan Hutan Petungkriyono Pekalongan Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan membagi wilayah menjadi 3 stasiun berdasarkan ketinggian yang berbeda, yaitu stasiun I (700-900 m dpl), stasiun II (900-1.100 m dpl), stasiun III (1.100-1.300 m dpl). Setiap stasiun dibagi menjadi 3 titik sampling. Setiap titik sampling dibuat 3 plot sebagai ulangan dengan ukuran 10 x 10 m. Hasil penelitian di kawasan Hutan Petungkriyono didapatkan 46 jenis anggrek yang termasuk dalam 22 genus, dua diantaranya adalah anggrek endemik yaitu Malaxis junghuhnii dan Oberonia similis

Page 1 of 1 | Total Record : 5