cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4 (2016)" : 22 Documents clear
PENGARUH ARUS TERHADAP MUATAN PADATAN TERSUSPENSI DI MUARA SUNGAI DAN SEKITAR PERAIRAN KESUNEAN, CIREBON Gurning, Ridho Hans; Rochaddi, Baskoro; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muara Sungai Kesunean memiliki potensi terjadinya pendangkalan akibat pengendapan sedimen tersuspensi yang sangat tinggi. Pendangkalan ini tentunya berdampak negatif terhadap kondisi perairan seperti terhambatnya aliran sungai ke laut dan lebar sungai menjadi kecil. Potensi terjadinya pendangkalan dapat diketahui dengan mengetahui besar konsentrasi sedimen tersuspensi, kondisi arus dan pasang surut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus terhadap distribusi konsentrasi muatan padatan tersuspensi di muara sungai dan sekitar Perairan Kesunean, Cirebon. Penelitian dilakukan pada tanggal 7 – 15 April 2015 di Perairan Kesunean, Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penentuan lokasi pengambilan titik lokasi dengan menggunakan metode random sampling dan pengambilan sampel air di kedalaman 0.2d, 0.6d, 0.8d pada 7, 11, dan 15 April 2016. Analisis sampel sedimen tersuspensi di laboratorium menggunakan metode Gravimetri. Peta sebaran sedimen tersuspensi diinterpolasi menggunakan software ArcGIS 10.0 dan pemodelan arus laut menggunakan software MIKE 21. Hasil pengolahan data lapangan menunjukkan bahwa konsentrasi muatan padatan tersuspensi berkisar antara 44,44 – 300 mg/l, kecepatan arus berkisar antara 0,0069 – 0,6231 m/s dan tipe pasang surut di Perairan Cirebon ialah pasang surut campuran condong harian ganda. Terdapat nilai korelasi antara kecepatan arus (m/s) dengan konsentrasi muatan padatan tersuspensi (mg/l) berkisar antara 0,729 – 0,895
STUDI KARAKTERISTIK DAN PERAMALAN PASANG SURUT PERAIRAN TAPAKTUAN, ACEH SELATAN Christianti, Andhita Pipiet; Setiyono, Heryoso; Rifai, Azis
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.685 KB)

Abstract

Perairan Tapaktuan merupakan salah satu perairan yang dikelilingi hamparan karang dan pantai berpasir yang landai serta berhadapan langsung dengan samudera Hindia. Pemilihan perairan Tapaktuan sebagai daerah penelitian karena masih kurangnya informasi mengenai hidro-oseanografi salah satunya adalah pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasang surut serta memprediksi kondisi pasang surut setelah 5 tahun (tahun 2020) di perairan Tapaktuan. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari dimulai pada tanggal 1 - 30 November 2015 di Pelabuhan Tapaktuan, Aceh Selatan dengan menggunakan palem pasang surut dan interval pengukuran 1 jam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif . Perhitungan pasang surut dilakukan secara analisa harmonik dengan metode Admiralty dan untuk memprediksi pasang surut menggunakan software World Tides (MATLAB 7.1). Berdasarkan data pengolahan menggunakan metode Admiralty (29 piantan) sehingga dihasilkan 9 komponen pasang surut dan menunjukkan nilai Formzhal sebesar 0.5, dengan nilai MSL sebesar 300 cm, nilai HHWL sebesar 345 cm dan nilai LLWL sebesar 253 cm. Prediksi pasang surut bulan Desember 2020 dengan menggunakan software World Tides dan diolah menggunakan metode Admiralty menunjukkan nilai Formzhal sebesar 0.4, dengan nilai MSL sebesar 301 cm, nilai HHWL sebesar 347 cm dan nilai LLWL sebesar 255 cm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Perairan Tapaktuan, Aceh Selatan memiliki tipe pasang surut campuran condong harian ganda.
SEBARAN SEDIMEN TERSUSPENSI DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BENGAWAN SOLO, GRESIK, JAWA TIMUR Banjarnahor, Betty; Atmodjo, Warsito; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muara Sungai Bengawan Solo berpotensi mengalami pendangkalan akibat terendapnya sedimen tersuspensi dalam kurun waktu tertentu.Pendangkalan dapat merubah garis pantai dan mengganggu aktivitas pelayaran.Daerah yang mengalami pendangkalan dapat diidentifikasi dengan konsentrasi dan arah sebaran sedimen tersuspensi, khususnya yang dipengaruhi oleh pasang surut laut dan debit sungai.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola sebaran sedimen tersuspensi dan arah dominansi sebaran sedimen tersuspensi khususnya pada musim peralihan II bulan Oktober tahun 2015.Materi penelitian terbagi menjadi dua yaitu materi utama dan pendukung.Materi utama berupa percontoh air laut, arus laut dan pasang surut.Materi pendukung berupa peta dasar RBI dan LPI serta kondisi lingkungan lokasi penelitian. Penelitian ini menggunakan metode survey, sedangkan penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling dengan area sampling dan disproportionated stratified random sampling untuk penentuan lokasi stasiun pengambilan percontoh air laut sebanyak 20 stasiun. Analisa percontoh air laut menggunakan metode gravimetric sedangkan arah pergerakan arus laut dimodelkan menggunakansoftware MIKE 21.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata sedimen tersuspensi pada saat surut menuju pasang di kedalaman 0,2 d sebesar 156 mg/L, kedalaman 0,6 d sebesar 223 mg/L dan kedalaman 0,8 d sebesar 261 mg/L. Konsentrasi rata-rata sedimen tersuspensi pada saat pasang menuju surut di kedalaman 0,2 d sebesar 164 mg/L, kedalaman 0,6 d sebesar 212 mg/L dan kedalaman 0,8 d sebesar 252 mg/L.Debit sesaat Sungai Bengawan Solo stasiun 1 sebesar 0,265 mg/L (anak sungai 1), stasiun 2 sebesar 0,280 mg/L (anak sungai 2) dan stasiun 3 sebesar 0,441 mg/L (percabangan sungai). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebaran sedimen tersuspensi dipengaruhi oleh pergerakan arus pasang surut dan debit sungai sedangkan konsentrasi sedimen tersuspensi sebagian besar bersumber dari daratan. Sedimen tersuspensi tertinggi terletak pada lokasi pengambilan data yang berada di depan daratan pasang surut dan semakin berkurang kearah laut.    
KAJIAN KONDISI DAN SEBARAN KUALITAS AIR DI PERAIRAN SELATAN KABUPATEN SAMPANG, PROVINSI JAWA TIMUR Pratama, Dhika Rino; Yusuf, Muh; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.579 KB)

Abstract

Perairan selatan Kabupaten Sampang memiliki aktivitas jalur transportasi dan tempat berlabuh kapal – kapal yang limbahnya terbuang ke laut. Beberapa aktivitas perairan laut yang berpotensi terhadap penurunan kualitas air laut seperti kegiatan pelelangan ikan, kegiatan nelayan, kegiatan Kapal Mesin, kegiatan lalu lintas laut dan kegiatan limbah rumah tangga.Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran konsentrasi parameter kualitas air yang meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut dan logam berat Pb di Perairan Selatan Kabupaten Sampang.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif, yang diterapkan pada 15 titik stasiun, dan diharapkan dapat menggambarkan kondisi perairan selatan Kabupaten Sampang. Pengambilan sampel dilaksanakan pada tanggal 14-16 Agustus 2015. Data yang dikumpulkan sebagai variabel ukur adalah suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, logam berat Pb dan kecepatan serta arah arus. Variabel pendukung meliputi peta bathimetri wilayah selatan Kabupaten Sampang dan peta Rupa Bumi Indonesia Kabupaten Sampang. Data Kualitas yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan program arc GIS 10 dan dilakukan pemodelan menggunakan program SMS 10, sehingga menghasilkan output berupa distribusi spasial dan pemodelan arus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk parameter suhu mempunyai nilai sebaran berkisar antara 27,7-28,3 ⁰C. Parameter konsentrasi salinitas memiliki nilai sebaran berkisar antara 33,7-34 ppm. Parameter pH memiliki nilai sebaran berkisar antara 8,15-8,28. Parameter oksigen terlarut memiliki nilai sebaran antara 6,3-6,6 mg/l. Parameter logam berat memiliki nilai sebaran antara 0,53-0,73 mg/l. Sebaran kualitas air yang di pengaruhi arah arus yang dominan ke arah barat yang menyebabkan nilai konsentrasi suhu dan logam berat di perairan bagian barat lebih tinggi daripada perairan bagian timur, sedangkan nilai konsentrasi salinitas, oksigen terlarut dan pH di perairan bagian barat lebih rendah.
ANALISIS KARAKTERISTIK GELOMBANG LAUT DI PERAIRAN KECAMATAN BINAMU, KABUPATEN JENEPONTO, SULAWESI SELATAN Febriansyah, Egi; Sugianto, Denny Nugroho; Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan dengan letak geografis berada pada 5º23’12”-5º42’1,2” LS dan 119º29’12”-119º56’44,9” BT. Kabupaten Jeneponto memiliki 11 kecamatan, salah satunya yaitu Kecamatan Binamu. Sebagian besar masyarakat Binamu bermata pencaharian sebagai petani rumput laut. Besarnya gelombang di Perairan Binamu mengakibatkan terjadinya abrasi sehingga merusak ekosistem laut di perairan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik gelombang di Perairan Binamu. Penelitian dilaksanakan selama 3 hari yaitu pada tanggal 4-6 Oktober 2014. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif, pengambilan data gelombang dengan menggunakan ADCP type Argounaunt-XR. Pengolahan data angin dilakukan secara statistik yang selanjutnya dilakukan perhitungan dengan permalan metode Sverdrup Munk Bretschneider (SMB). Analisis refraksi dan difraksi gelombang menggunakan pemodelan Surface-water Modelling System (SMS) dalam modul STWAVE. Berdasarkan pengukuran di lapangan, Perairan Binamu memiliki tinggi dan periode signifikan sebesar 0,28 meter dan 4,6 detik. Berdasarkan hasil peramalan gelombang didapatkan pada musim barat tinggi gelombang maksimum mencapai 1,31 meter dengan periode 6,1 detik. Pada musim peralihan I tinggi gelombang maksimum mencapai 1,31 meter dengan periode 6,1 detik. Pada musim timur tinggi gelombang maksimum mencapai 1,09 meter dengan periode 5,5 detik. Sedangkan pada musim peralihan II tinggi gelombang maksimum mencapai 1,29 meter dengan periode 6,1 detik. Gelombang di Perairan Binamu termasuk kedalam tipe periode gelombang gravitasi karena memiliki periode antara 1-30 detik dan termasuk kedalam tipe perairan transisi (menengah) dimana nilai kedalaman relatif (d/L) berkisar antara 0,05 sampai 0,5. Refraksi gelombang terjadi karena adanya perubahan kedalaman. Difraksi gelombang terjadi akibat adanya bangunan pemecah gelombang di Perairan Binamu.
Peramalan Pasang Surut di Perairan Ujungnegoro Kabupaten Batang Jawa Tengah Saur, Jonathan; Setiyono, Heryoso; Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.968 KB)

Abstract

Pantai Ujungnegoro memiliki luas kawasan 6.800 Ha.Sebagian besar penduduk di pesisir pantai ujungnegoro yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan. Sebagai wilayah yang terpencil yang dikelilingi oleh laut, dan memiliki potensi wisata bahari yang sangat besar, wilayah ini tidak lepas dari pengaruh parameter oseanografi yaitu pasang surut.        Pasang surut merupakan suatu fenomena pergerakan naik turunnya permukaan air laut secara berkala yang diakibatkan oleh kombinasi gaya gravitasi dan gaya tarik benda-benda astronomi terutama oleh bumi, bulan dan matahari. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk meramalkan pasang surut di perairan pantai ujungnegoro karena pasang surut pada tiap perairan berbeda- beda.Analisis harmonik pasang surut menggunakan metode Admiralty. Tujuan perhitungan metode admiralty adalah untuk mendapatkan konstanta harmonik pasang surut yang meliputi Amplitudo, M2, S2, K1, O1, N2, K2, P1, M4, MS4. Hasil dari metode Admiralty diperoleh nilai Formzahl sebesar 1,57 cm maka pasang surut perairan Pantai Ujungnegoro adalah bertipe pasang surut harian tunggal dengan MSL = 64,3 cm, LLWL = 49 cm, dan HHWL = 80 cm.Peramalan Pasang Surut menggunakan software MIKE 21 yang memiliki nilai MRE sebesar 10,761%
KAJIAN PENGARUH BANGUNAN PEMECAH GELOMBANG TIPE SAMBUNG PANTAI TERHADAP GELOMBANG LAUT DI PELABUHAN TAPAKTUAN, ACEH SELATAN Wati, Ina Purnama; Purwanto, Purwanto; Prasetyawan, Indra Budi
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3273.574 KB)

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi gelombang dan proses trnsformasi gelombang sebelum dan sesudah adanya pemecah gelombang di Pelabuhan Tapaktuan, Aceh Selatan. Penelitian dilakukan pada tanggal 27 Oktober – 18 November 2015 di Pelabuhan Tapaktuan, Aceh Selatan bersama dengan Tim Unit Tugas Rigel 19-2015 OPS Tapaktuan, DISHIDROS TNI-AL. Variabel yang diamati berupa gelombang laut dan angin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini secara kuantitatif. Pengolahan data angin dilakukan secara statistik menggunakan peramalan gelombang metode SMB (Sverdrup-Munk-Bretschneider). Software yang digunakan untuk membuat model gelombang adalah MIKE 21 SW (Spectral Wave), dimana dapat diketahui proses transformasi gelombang akibat adanya pemecah gelombang. Hasil pengolahan data lapangan menunjukkan bahwa tinggi gelombang maksimum sebesar 2,75 meter dengan periode 5,86 detik. Tinggi gelombang signifikan (Hs) 0,98 meter dan periode signifikan (Ts) 5,74 detik. Tinggi gelombang minimum 0,04 meter dengan periode 5,38 detik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pelabuhan Tapaktuan, Aceh Selatan cocok jika akan dibangun pemecah gelombang tipe sambung pantai karena dapat mengurangi tinggi gelombang yang menjalar jauh lebih kecil.
ANALISIS PERAMALAN PASANG SURUT DENGAN METODE ADMIRALTY DAN AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARIMA) DI PERAIRAN PANTAI WIDURI KABUPATEN PEMALANG Wicaksono, Pulung Puji; Handoyo, Gentur; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.108 KB)

Abstract

Pantai Widuri merupakan salah satu pantai wisata yang berada di Kabupaten Pemalang. Pengembangan wisata Pantai Widuri terhambat kurangnya informasi data hidrooseanografi, yaitu pasang surut. Perhitungan pasang surut dapat dilakukan secara analisa harmonik dengan metode Admiralty dan analisa statistik dengan metode ARIMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasang surut dan meramalkan serta membandingkan nilai MSL di Perairan Pantai Widuri pada tahun 2016 sampai 2018 dengan pendekatan analisa harmonik dan pendekatan statistik. Pengukuran di lapangan dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus-4 September 2015 di dermaga Pantai Widuri dengan menggunakan palem pasut selama 15 hari dengan interval setiap jam. Data lapangan yang telah diteliti kemudian diolah dengan menggunakan metode Admiralty 15 piantan sehingga diperoleh 9 komponen pasang surut yang kemudian dilanjutkan dengan peramalan pasang surut (Rampas). Inputan ARIMA menggunakan data MSL bulanan pada Januari 2010 sampai September 2015 dari Badan Informasi Geospasial. Pengolahan ARIMA menggunakan software Minitab 16. Langkah peramalan dengan ARIMA adalah (1) melakukan proses identifikasi model dengan proses differencing, (2) melakukan estimasi parameter, (3) melakukan diagnostik dengan melihat apakah residual bersifat acak dan normal, (4) melakukan peramalan. Hasil metode Admiralty diperoleh nilai Formzahl sebesar 0,61 dengan nilai HHWL= 130 cm, MSL= 90 cm dan LLWL= 50 cm, yang berarti Perairan Pantai Widuri memiliki tipe pasang surut campuran condong harian ganda. Peramalan nilaiMSL dengan metode Admiralty berkisar 49,99 cm-60,58 cm dengan MRE sebesar 26,70%. Peramalan nilai MSL metode ARIMA diperoleh nilai berkisar 76,24 cm-83,45 cm dan nilai MRE sebesar 4,84%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peramalan MSL jangka pendek dengan menggunakan metode ARIMA lebih akurat bila dibandingkan dengan metode Admiralty.
Pengaruh Arus Sepanjang Pantai (Longshore Current) Terhadap Sebaran Sedimen Dasar di Perairan Teluk Awur, Jepara Safwan, Mohammad Arif; Widada, Sugeng; Subardjo, Petrus
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.325 KB)

Abstract

Mekanisme berpindahnya sedimen dari satu tempat ke tempat yang lain sangat dipengaruhi oleh longshore current(arus sepanjang pantai), hal ini menyebabkan terjadinya abrasidiwilayah Perairan Teluk Awur akibat penjalaran gelombang yang dibangkitkan oleh angin (gelombang permukaan). Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari arus sepanjang pantai terhadap angkutan sedimen dasar yang ada di Perairan Teluk Awur, Jepara. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 2-5 Maret 2015 di Perairan Teluk Awur, Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitaif. Peramalan gelombang laut menggunakan metode SMB (Sverdrup Munk Bretchneider) dengan inputan data angin, sedangkan untuk menentukan transport sedimen menggunakan rumus empiris yang didapat dari pengaruh gelombang.Hasil penelitian di Teluk Awur menunjukkan tinggi gelombang pecah ( )  berkisar antara 0,4 – 1,5 meter dengan kedalaman gelombang pecah berkisar antara ( ) 0,5 – 1,8 meter. Arus sepanjang pantai kecepatannya berkisar antara 0,7 – 2,0 m/s dengan arah cenderung menuju utara, karena gelombang dominan datang dari arah barat dan bentuk dari daratan Teluk Awur. Dominasi jenis sedimen di Teluk Awur berupa pasir dan gravely sand, dengan potensi angkutan sedimen berkisar 65,3 – 2.176 m³/hari atau 23.824 – 794.547 m³/tahun. 
IDENTIFIKASI VARIABILTAS UPWELLING BERDASARKAN INDIKATOR SUHU dan KLOROFIL-A DI SELAT LOMBOK Yuhendrasmiko, Randy; Kunarso, Kunarso; Wirasatriya, Anindya
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.326 KB)

Abstract

Upwelling merupakan proses terangkatnya massa air dalam yang kaya nutrien ke lapisan permukaan. Fenomena upwelling sangat membantu dalam menyediakan nutrien dengan konsentrasi tinggi. Selat Lombok memiliki produktivitas perairan yang tinggi akibat adanya fenomena upwelling yang terjadi secara musiman di Selat Lombok, maka diperlukannya analisa suhu dan klorofil-a sebagai indikator pendugaan daerah upwelling yang dikaitkan dengan pola angin di perairan Selat Lombok.        Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabilitas SPL secara musiman dan pengaruhnya terhadap klorofil-a, mengetahui waktu kejadian upwelling di Selat Lombok serta mengetahui  pengaruh angin muson terhadap kejadian upwelling di Selat Lombok.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini   adalah metode kuantitatif yang deskriptif  yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan SPL dan klorofil-a di perairan Selat Lombok yang digunakan untuk menentukan daerah upwelling, kemudian dihubungkan dengan angin dari ECMWF. Survei lapangan dilakukan dengan pengukuran Suhu secara vertikal dengan CTD.                                                                  Hasil penelitian ini menunjukkan nilai SPL pada musim timur (Juni-Agustus) dan peralihan II (September-November) lebih dingin (23,380C-29,540C) dibandingkan dengan musim barat (Desember-Februari) dan Musim peralihan I ( Maret-Mei) (25,460C-33,320C). Hal ini tidak mempengaruhi kadar klorofil-a di Selat Lombok yang ditunjukkan dengan korelasi (r) Sebesar 0,19. Upwelling terjadi pada bulan Juni sampai dengan bulan November 2015 dengan puncak terluas terjadi pada bulan Juni. Angin muson tenggara tampak berpengaruh positif terhadap kejadian upwelling dengan indikator korelasi antara kecepatan angin dan SPL sebesar -0,88.

Page 2 of 3 | Total Record : 22