Articles
417 Documents
A Book Review of Bill Bryson’s a Walk in the Woods
Aulia, Asri Novia
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 4, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (97.06 KB)
A Walk in the Woods is a true story about the author’s experience crossed the Appalachian Trail. Bill Bryson’s book consists of twenty one chapters that mostly talk about his experience, history and information about Appalachian Trail. In his novel he starts to collect the information about Appalachian Trail from the book and from experts, buy things for hiking and invite hiking companions. Stephen Katz accepted Bryson’s invitation to cross the Appalachian Trail. However, the interesting fact is neither Katz nor Bryson has experience of hiking. Their journey will be their first experience of hiking and they choose the hardest one.
BOOK REVIEW OF ANIMAL INSTINCTS WRITTEN BY NELL DIXON
Nurwanti, Endah
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 3, Number 3, Tahun 2014
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (27.468 KB)
This book review describes the struggle of animal sanctuary owner, Clodagh, to maintain her sanctuary under the theme of love. The purpose of this book review is to discuss Clodagh as the main character along with the plot and the theme she sets in. Describing intrinsic elements of the novel, the writer discusses the plot and the theme in relation to the main character. From this review, the writer finds that Animal Intincts uses romance as the theme, progressive plot, and a main character who has an extraordinary personality and has her ‘animal’ instinct. The witer concludes that humans have two aspects in their life, namely love and trust, which can lead humans to the truth in their life.
CODE SWITCHING AND THE FACTORS FOR CHANGING CODE USED BY THE ANNOUNCER OF SUARA SEMARANG RADIO
Wardani, Nofi Setya
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (208.535 KB)
Fenomena alih kode dan campur kode sangat lazim digunakan pada percakapan sehari hari baik dalam situasi yang resmi maupun tidak resmi. Buku ini membahas fenomena alih kode yang digunakan oleh penyiar stasiun radio Suara Semarang dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode tersebut. Alih kode adalah suatu peristiwa peralihan kode (dapat berupa dialek, bahasa, ragam, dll) yang terjadi ketika seorang berbicara. Alih kode yang terjadi pada ujaran penyiar radio Suara Semarang dikategorikan dalam alih kode metaforis yaitu alih kode yang disebabkan oleh terjadinya perubahan topik pada saat program berlangsung. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode tersebut ialah faktor usia yang menyebabkan alih kode dengan fungsi penanda identitas dan latar belakang sosial. Kemudian faktor gaya berbahasa yang menyebabkan alih kode dengan fungsi penanda kebakuan, dalam hal ini faktor kelas sosial juga menyebabkan terjadinya tingkatan kebakuan pada ujaran penyiar tersebut
Book Report of Night by Elie Wiesel
Ardiani, Tania
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (51.736 KB)
Penulisan tugas akhir “Bedah Buku Night karya Elie Wiesel” bertujuan untuk mengungkap simbol yang banyak digunakan oleh pengarang yang bertujuan untuk mewakili perasaan yang ingin disampaikan oleh pengarang yang tidak dijabarkan. Selain itu, tugas akhir ini juga menilai kelebihan dan kekurangan dari novel Night. Penulis memutuskan untuk membedah novel Night karena sebagai karya sastra novel ini merupakan sebuah karya sastra yang mengandung unsur sejarah sehingga bisa berperan ganda sebagai penyegar kalbu dan sumber wawasan. Penulis menggunakan metode membaca cermat untuk menemukan simbol, kelebihan dan kekurangan dari novel ini. Setelah dianalisis ditemukan bahwa ada beberapa simbol, yang sebagian merupakan simbol di agama Yahudi, yang digunakan untuk lebih menekankan penderitaan dari para korban Holocaust yang segala hak mereka telah dirampas oleh Nazi. Novel ini mempunyai kelebihan dalam temanya yaitu mempunyai tema tentang kejadian yang besar dan terkenal sehingga bisa dijadikan sebagai salah satu referensi kesejarahan yang didukung dengan penggunaan bahasa denotatif yang tidak ambigu. Kedekatan batin antara Eliezer dan ayahnya yang berkembang di kamp konsentrasi juga merupakan nilai lebih dari novel ini. Namun, hal yang menyulitkan dalam mendalami novel ini adalah beberapa istilah agama Yahudi dan bahasa Jerman sehingga diperlukan referensi lain untuk memahaminya. Dari segi penokohan, penulis menganggap bahwa tokoh Eliezer mempunyai karakter yang jauh lebih dewasa dan tidak sesuai dengan umurnya yang sebenarnya yaitu 15 tahun.
CROSS CULTURAL PRAGMATICS: POLITENESS STRATEGY USED IN RUSH HOUR MOVIE
Hasanah, Nur Hayati Uswatun
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 6, Number 1, Tahun 2017
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (61.251 KB)
Strategi kesopanan erat kaitannya dengan budaya. Setiap budaya memiliki bentuk strategi yang berbeda-beda. Strategi kesantunan dapatdiamati di setiap percakapan antar manusia termasuk juga dalam film.Film Rush Hour merupakan film seri terkenal yang karakter utamanya adalah Jackie Chan dan Chris Tucker yang keduanya memiliki latar belakang budaya berbeda.Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan jenis-jenis strategi kesantunan yang digunakan oleh kedua karakter utama dan menjelaskan persamaan dan perbedaan dari strategi kesopanan yang digunakan oleh kedua karakter utama tersebut. Pengumpulan data menggunakan non-participant observation dengan teknik note taking. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode padan.Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua karakter menggunakan keempat strategi kesopanan, yaitu strategi bald on record, positive politeness, negative politeness, dan off record.Detective James menggunakan 224 jenis strategi kesantunan dan Detective Lee menggunakan65 jenis strategi kesantunan. Ada beberapa perbedaan dan persamaan dalam strategi kesantunan yang digunakan kedua karakter utama.Persamaannya adalah kedua karakter utama menggunakan keempat strategi kesantuna yang paling sering digunakan oleh keduanya adalah bald on record, dan keduanya juga menggunakan beberapa multiple strategies.Beberapa perbedaannya adalah (1) Detective James lebih leluasa menggunakan strategi bald on record kepada semua orang dalam berbagai situasi sedangkan Detective Lee menggunakannya untuk orang yang lebih rendah dari atau sama dengan statusnya dan pada keadaan yang mendesak, (2) dalam menggunakan positive politeness strategy, Detective James cenderung menggunakan use in-group identity markers sedangkan Detective Lee cenderung menggunakan include both S and H in the activity, (3) dalam menggunakan negative strategy, Detective James cenderung menggunakan question, hedge dalam bentuk interrogative sedangan Detective Lee dalam bentuk inperative, dan (4) Detective James lebih banyak menggunakan multiple strategies daripada Detective Lee.
Bicultural Family and Ethnocentrism In “In The American Society” Short Story By Gish Jen
RAFSANDJANI, MARCHALIA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Number 2, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (329.356 KB)
“In The American Society” adalah cerita pendek tentang sebuah keluarga Cina yang tinggal di negara Amerika. Mr. Chang, sang kepala keluarga sangat menjunjung tinggi budaya Cina dan tidak dapat beradaptasi bahkan menerima kebudayaan Amerika meskipun sudah lama tinggal di Amerika. Sifat Mr. Chang ini juga terdapat pada salah satu tokoh yang muncul dalam cerita ini yaitu Jeremy. Meskipun Mr. Chang adalah seseorang yang memegang teguh budaya leluhurnya, istri dan kedua putrinya dapat beradaptasi dengan kebudayaan Amerika. Karena adanya budaya Amerika dan Cina dalam kehidupan keluarga Chang, maka keluarga Mr. Chang adalah salah satu contoh bicultural family di negara Amerika. Penulis memutuskan untuk membahas lebih lanjut mengenai karakter Mr. Chang dan Jeremy. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis lebih dalam mengenai ethnocentrism yang terdapat dalam diri Mr. Chang dan Jeremy. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Sementara metode pendekatan yang diterapkan adalah metode pendekatan intrinsik dan ekstrinsik. Penelitian dilakukan dengan mencocokkan ciri-ciri ethnocentrism yang mengacu kepada sifat-sifat Mr. Chang dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan untuk Jeremy berdasarkan perilaku yang ia tunjukkan kepada Mr. Chang. Dalam cerita ini pertemuan mereka dalam sebuah pesta memunculkan sifat ethnocentrism dalam diri mereka masing-masing dan memunculkan sebuah konflik berujung perselisihan pada kedua belah pihak. Dari hasil penelitian tersebut, didapatkan hasil bahwa karakter Mr. Chang dan Jeremy dalam cerita pendek “In The American Society” mempunyai semua ciri-ciri ethnocentrism di dalam dirinya. Untuk bicultural family dalam cerita ini menjelaskan tentang budaya Cina dan Amerika yang terdapat dalam kehidupan keluarga Chang. Beberapa contoh bicultural family yang terjadi kepada istri dan anak-anak Mr. Chang menegaskan bahwa meski mereka dapat beradaptasi dengan budaya Amerika tetapi mereka tidak melupakan budaya asli mereka. Mereka dapat memposisikan dirinya sebagai orang Cina dengan kebudayaannya dan orang Cina yang hidup di Amerika. Oleh karena itu, setelah membaca skripsi ini, diharapkan pembaca dapat mengetahui apa saja makna bicultural family dan ciri-ciri serta akibat dari ethnocentrism.
EMMA LOU’S PERSONALITY AS A YOUNG WOMAN WITH DARK SKINNED MULATTO DESCENDANTS IN 1 THE BLACKER THE BERRY BY WALLACE THURMAN
AQNISASARI, BIFINTYA HAYYU
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (93.456 KB)
Kepribadian adalah bagian dari jiwa yang membangun keberadaan manusia menjadi satu kesatuan, tidak terpecah belah dalam fungsi-fungsi. Perkembangan kepribadian seseorang yang baik dan buruk dapat dipengaruhi oleh keadaan dirinya sendiri atau karena faktor lingkungan. Hal tersebut dapat ditemukan dalam novel “The Blacker The Berry”. Peneliti merasa tertarik untuk meneliti lebih dalam mengenai perkembangan kepribadian tokoh utama dalam novel tersebut yang merupakan gadis keturunan Mulato, seorang Afrika-Amerika yang berkulit sangat hitam. Untuk mendapatkan hasil analisis yang baik, peneliti menggunakan dua metode penelitian, yaitu metode penelitian dengan studi kepustakaan dan metode pendekatan secara struktural dan psikologi. Dalam novel tersebut terlihat bahwa terjadi perkembangan perubahan kepribadian tokoh utama secara negatif dan positif berdasarkan lima jenjang kebutuhan menurut Abraham Maslow, yaitu Physiological Needs, Safety Needs, Love and Belongingness Needs, Self-Esteem Needs dan Self-Actualization Needs. Kata Kunci : “The Blacker The Berry” - kepribadian - lima jenjang kebutuhan menurut Abraham Maslow.
An Analysis of Personality Disorder and Abnormal Sexual Behavior that Lead to Crime in Seduction in Death Novel by J. D. Robb
Mayangsari, Putri
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 6, Number 3, Tahun 2017
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (86.681 KB)
This thesis is derived from the author’s curiosity about the formation process of a personality. Therefore, the aims of this thesis are to learn about the importance of a childhood surrounded by healthy environment and criteria that determine the normality of a person’s personality. Two antagonist characters in a novel entitled Seduction in Death by J. D Robb are used as the objects of analysis. The writer uses library research as the method of the research. The writer also uses Psychoanalytic theory by Sigmund Freud and Sexual Disorder theory to concludes that a person’s personality has been formed since childhood and influenced by his or her childhood experiences and environment. Additionally, a person’s childhood experiences also affect whether his or her personality is analyze the objects involving the intrinsic and extrinsic elements of the novel. The writer considered normal or not
COLONIALISM TOWARDS CHINESE SOCIETY IN W. SOMERSET MAUGHAM’S THE PAINTED VEIL
Pramesti, Endah
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 3, Number 4, Tahun 2014
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.814 KB)
In this paper, the writer is interested to analyze colonialism in William Somerset Maugham’s The Painted Veil. The purposes of the thesis are to analyze how the British colonization works during the cholera epidemic in China, to analyze how the response of China society about British colonization, and to analyze the perspective of the Western toward the Eastern which is implied in The Painted Veil. In doing this research, the writer uses method of library research. The object of the thesis is William Somerset Maugham’s The Painted Veil and the supporting data are any information related to the analysis of the object which are taken from the library or internet. The writer also uses postcolonial approach to help explain the issues in The Painted Veil. To investigate the issues, the writer uses colonialism theory by Ania Loomba. The results of the thesis is that British colonialism in China has three purposes. Those are: gold which is related to the economy domination, gospel or christianization, and glory which is related to domination of a nation. The colonialism results in positive and negative response from the Chinese. There is also the view from the Western toward the Eastern. The negative views from the West are stereotypes on how the West looks at the East. The Western thinks that their culture, appearance, manner, belief, and education are better than the Eastern. There is a line boundary between the West and the East. The line boundary makes a nation is different from the other.
THE CONFLICT BETWEEN WEIS TIMELENDERS COMPANY AND SOCIETY IN ANDREW NICCOL`S IN TIME
SIMANGUNSONG, HERWIN HALASAN
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 1, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (294.205 KB)
This final project is entitled “The Conflict Between The Weis Timelenders Bank and Society in Andrew Niccol`sIn Time.” The aim of this final project is to describe the conflict in In Time`s. This final project adopts Marxist theory of capitalism. The theory is used to figure out the impact of capitalism on the society. The method used in this study is cinematic analysis and textual analysis. To get the data, the writer reads books and took some notes that are related to the topic, both trough the library research and the internet. The conclusion of this final project shows that the working class makes resistances to the capitalist; and the working class needs a freedom to actualize themselves.