cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
ANALYSIS ON ANTI CAPITALISM IN THE “CLAMPDOWN” LYRIC BY THE CLASH Setiawan, Alif
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.766 KB)

Abstract

Kapitalisme merupakan sistem sosial yang diterapkan dalam sebuah Negara untuk mengatur infrastruktur dalam sebuah Negara termasuk masyarakat dan seluruh institusi di dalamnya. Di dalam lirik “Clampdown” yang ditulis oleh The Clash pada tahun 1979 di London, Untied Kingdom, penulis menemukan adanya indikasi penolakan terhadap sistem sosial yang diterapkan oleh pemerintahan di United Kingdom. Penulis menggunakan pendekatan sosiologi terhadap lirik tersebut guna mendapatkan informasi lebih lanjut terhadap lirik mengingat masalah yang terkandung di dalam lirik merupakan masalah tentang struktur sosial di dalam sebuah Negara. Dengan mengacu pada teori Karl Marx yang menolak kapitalisme sebagai sistem sosial, penulis memanfaatkan hubungan teori tersebut dengan lirik guna mencapai hasil penelitian yang ingin dituju. Dalam melakukan pembelajaran terhadap lirik tersebut, penulis menemukan penolakan yang cukup kuat terhadap kapitalisme yang muncul di Inggris pada masa itu. Adanya perbedaan kelas sosial yang kental di Inggris pada saat itu membuat The Clash menyuarakan suara masyarakat terhadap kondisi yang mereka hadapi. Mengingat pada tahun 70an, masyarakat Inggris sedang mengalami banyak masalah di dalam tubuh Negara. Dimulai dari inflasi yang tinggi serta tingkat pengangguran yang mencapai tingkat tertinggi pada akhir 70an sampai dengan pembatasan pembagian jatah listrik di setiap daerah. Hal tersebut merugikan semua pihak di Inggris pada masa itu. Namun yang paling mendapat tekanan dari keadaan tersebut tentu saja kaum proletar. Kesenjangan social yang terjadi saja sudah cukup mengganggu kententraman hidup mereka sehari-hari. Dengan keadaan seperti itu di Inggris mereka mendapat penderitaan berkali-kali lipat banyaknya setiap hari. Di dalam lirik “Clampdown” The Clash mengajak kaum kelas bawah untuk melakukan revolusi terhadap keadaan di Inggris pada saat itu. Dengan memanfaatkan semangat para pemuda di Inggris mereka mengajak masyarakat untuk melakukan perlawanan terhadap sistem sosial yang berjalan pada saat itu. Mereka juga menunjukkan hal-hal yang dapat dilakukan kaum kapitalisme dalam memanipulasi dan mengeksploitasi masyarakat untuk terus berada di dalam sistem kapitalis. Alienasi yang dilakukan kaum kapitalis terhadap kaum pekerja juga tidak luput dari perhatian The Clash untuk membuat mereka sadar bahwa para pekerja telah diperas waktu dan tenaganya setiap hari karna bekerja untuk kaum kapitalis.
THE WILL TO MEANING OF THE MAIN CHARACTER IN THE STARS SHINE DOWN NOVEL BY SIDNEY SHELDON Dipoputriningtyas, Ragilsagitta
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 3, Number 4, Tahun 2014
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.654 KB)

Abstract

The purpose of this thesis wants to analyze the will to meaning and the meaning of life of Lara Cameron in The Stars Shine Down novel by Sidney Sheldon. The analysis uses intrinsic and existential psychology method, that is Logoterapy. Basic concepts of Logoterapy that are used in this analysis are the will to meaning, freedom, responsibility, spirituality, and meaning of life. In Logotherapy by Victor Frankl, there are three sources of meaning of life. In intrinsic method, will be analyzed about theme, plot, character and setting that are supports the analysis of the meaning of life of Lara Cameron. The result of this study is that Lara’s life shows that every moment in life has a meaning of life, and showing how human finds the meaning of life. In every condition, people always look for their meaning of life to live their life. Logotherapy helps us to understand about the meaning of life deeper.  
THE MAXIM VIOLATION ON MATA NAJWA TALK SHOW ‘Selebriti Pengganda Simpati’ Alfina, Ester Okta
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 2, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.116 KB)

Abstract

In interacting with other people, Coperative Principle may be done in order to make a conversation run well and smoothly. However, there are chances when speakers have to violate a maxim in order to reinforce the self-esteem of others and to avoid offence and emberrassment. The purpose of the study is to find out the kinds of maxim violation done by the speakers on ‘Mata Najwa’ talk show and the motivation behind the speakers violating the maxims. The study used Non-Participant Observation Method to collect the data and Padan Method to identify the kinds of maxims violated by the speakers on ‘Mata Najwa’ talk show. The result of the study shows that there are fifteen utterances violating Quantity, Quality, Relation, and Manner maxims. The motivation behind the speakers violating the maxim is mostly because they want to show politeness and keep other’s self-esteem.
IN DEPTH REPORTING OF PERCEPTIONS ON THE DEVELOPMENT OF STAND UP COMEDY IN INDONESIA Trisnawati, Yeni
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.058 KB)

Abstract

Stand up comedy sebagai salah satu bentuk hiburan yang dikenal masyarakat luas telah mengalami perkembangan yang pesat. Namun perkembangan tersebut tidak selalu mendapat tanggapan yang baik. Setiap orang memiliki persepsi atau pandangan sendiri-sendiri mengenai suatu hal. Buku ini memaparkan penelitian akan bagaimana Stand up comedy berkembang baik dalam dunia internasional maupun di Indonesia itu sendiri, serta tentang bagaimana munculnya dua persepsi berbeda terhadap perkembangan Stand Up Comedy di Indonesia. Sebagian masyarakat Indonesia sangat menggemari stand up comedy yang kini menjamur namun sebagiannya juga ada yang tidak menyukainya.
The Psychological Aspect of Woman as Reflected in “Wrecking Ball” Music Video Regina, Mica
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 3, Number 4, Tahun 2014
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.182 KB)

Abstract

“Wrecking Ball” is a song that sung by American singer, Miley Cyrus. The lyric tells about a woman who feel so sad, depressed and frustrated. Wrecking ball symbolizes the phallic symbolism. The purpose of the study is to know the content of music video and to analyze the elements of poetry inside the lyric of Wrecking Ball. The study used intrinsic and extrinsic theories and library research method to compile the data. Library research is used to get literary and psychological theories. The finding of the study is the connotation of Love, Sex, and Pscyhosexual Stage inside of Wrecking Ball.
TheIdentity of Teenage Female In Indonesia Teenager MagazineGo Girl Puspa, Destari
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 3, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.796 KB)

Abstract

Bahasa, baikitulisanmaupuntulisan, memegangperananpentingdalamterciptanyahubungankomunikasi. Dalamsituasi yang dikategorikan formal, bahasa yang baikdanbenarselaludigunakan. Namundalamsituasidankonteks yang lain, penggunaanbahasa yang baikdanbenarterkadangdirasatidaktepatatautidakefektif, contohnyadalampercakapansehari – hariataupunbahasa yang digunakandalammajalah. Penelitianinimembahasmengenairepresentasiidentitasremajaperempuan Indonesia yang ditampilkandalammajalahGogirl!,denganmengeksplorkonstruksiidentitasremajaperempuan Indonesia melaluianalisisbahasadanisikeseluruhandarimajalahtersebutmelaluisegicontent artikel.Hasilanalisis yang telahdilakukanpenelitimengenairepresentasiremajaperempuan Indonesia meliputibahasa yang digunakanbersifat informal danpenggunaanalihkodekebahasaanmenunjukkankarakterremajaselainitudalampenelitianinijugamembahasidentitassosialremaja yang dihadapkanpadarealitaspandangantradisionaldanpandangan feminism. 
BOOK REVIEW ON LOUISA MAY ALCOTT’S “LITTLE WOMEN” THE ORIGINAL AND THE TRANSLATED VERSION BY GEMA MAWARDI Agustin, Silfi Dwi
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.83 KB)

Abstract

Little Women adalah novel klasik karya Louisa May Alcot. Novel ini berkisah tentang kehidupan empat perempuan bersaudara, mereka adalah Meg, Jo, Beth dan Amy March. Mereka hidup dalam kemiskinan oleh Mrs. March atau biasa dipanggil Marmee. Sedangkan ayah mereka Mr. March sedang bekerja pada di medan perang pada saat itu. Dengan cinta Marmee membesarkan ke empat anaknya. Banyak kegiatan keseharian mereka yang membuat keluarga yang miskin itu menjadi keluarga yang manis. Banyak pesan yang dapat kita ambil dari novel ini melalui setiap karakter. Berbagai pertengkaran, perkelahian, cemburu, cinta dan kasih sayang yang timbul dalam novel ini membuat kita seakan-akan larut dalam cerita. Buku ini bagus dan menarik, terlihat pada pembuatan buku ini yang tidak hanya dibuat sebuah novel tetapi juga dibuat dalam beberapa versi yakni sebuah film, serial TV, panggung opera, hingga drama musical.
THE CLASS STRUGGLE ANALYSIS OF MANCHESTER CHARTISM MOVEMENT IN ELIZABETH GASKELL’S A TALE OF MANCHESTER LIFE SUKMAWATI, MEILINA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.445 KB)

Abstract

This thesis is an analysis of a novel entitled Mary Barton: A Tale of Manchester Life by Elizabeth Gaskell. Overall, Mary Barton: A Tale of Manchester Life tells about the lifeof working class in Manchester. The purpose of this thesis are to analyze the effects, triggers and the exposition of the class struggle of the Chartism Manchester Movement in Mary Barton: A Tale of Manchester Life . To achieve the aims, the intrinsic aspects such as plot, characters and settings are employed in the analysis of the intrinsic elements of this novel. The writer also uses a sociological approach that is Marxist theory to analyze the social aspects of the novel. Marxist theory that focuses on the concept of class struggle is applied in the discussion of extrinsic aspects of this novel. The research method used in this study is library research by browsing the internet and reading some books. The result of this study shows that the class struggle of the Chartism Manchester Movement is encouraged by inequality of capitalist system where the workers are exploited by the system. This study also concludes that the working class struggle that is done by the Chartism Manchester Movement constructs the new system of employment in Manchester that will create a good relationship between the masters and the workers.
ANALYSIS OF INDONESIAN AFFIXES IN ENGLISH WORDS FOUND IN MOBILE GUIDE EDITION: 54-59 Khotimah, Khusnul
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.58 KB)

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting didalam kehidupan kita. Seiring berkembangnya jaman bahasa juga menjadi salah satu alat komunikasi untuk semua masyarakat dari berbagai belahan dunia. Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang bisa kita gunakan untuk berkomunikasi dengan masyarakat dari berbagai belahan dunia. Penggunaan bahasa Inggris yang meluas inilah yang menyebabkan terjadinya proses affiksasi antara bahasa Inggris dengan imbuhan bahasa Indonesia. Penelitian ini mengkaji mengenai kata-kata yang terdapat didalam majalah Mobile Guide edisi 54-59. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses affiksasi yang terjadi pada kosakata bahasa Inggris yang mendapat imbuhan bahasa Indonesia yang terdapat di majalah Mobile Guide edisi 54-59. Selain itu penulis juga ingin mendeskripsikan terjadinya perubahan kelas kata pada proses affiksasi yang terjadi pada kosakata bahasa Inggris yang mendapat imbuhan bahasa Indonesia. Teori yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah teori affiksasi yang dikemukakan oleh beberapa pakar linguistic seperti, Katamba (1993), O’Grady dan Guzman (1996), Harimurti (2007), dan Ramelan (1992). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu penulis mengidentifikasi kata-kata bahasa Inggris yang mengalami proses afiksasi dengan imbuhan bahasa Indonesia. Sumber data yang diteliti merupakan sebuah teks tertulis, maka penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan Simak Bebas Libat Cakap. Metode analisis data yang digunakan penulis adalah metode agih dan perluas. Penulis menemukan ada 182 kata bahasa Inggris yang mengalami proses afiksasi dengan imbuhan bahasa Indonesia yang terdapat pada majalah Mobile Guide edisi 54-59. 101 kata diantaranya merupakan prefiksasi proses, 43 merupakan sufiksasi proses, dan 38 lainya merupakan konfiksasi proses. Dari analisis yang telah dilakukan, penulis menarik kesimpulan bahwa kosa kata bahasa Inggris yang mengalami proses afiksasi dengan imbuhan bahasa Indonesia terjadi pada tiga jenis imbuhan bahasa Indonesia, yaitu: prefiks, sufiks dan konfiks. Adapun perubahan kelas kata yang sering terjadi adalah dari kata kerja menjadi kata benda ataupun kata sifat maupun sebaliknya.
FLAPPERS LIFESTYLE AS REFLECTED IN ‘THE GREAT GATSBY (2013)’ MOVIE Anindyaputeri, Safira
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 4, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.29 KB)

Abstract

The era of the 1920s, or often referred to as 'The Roaring Twenties' can be regarded as one of the golden era of the United States after World War I. The result of the golden age was a lifestyle of the women known as 'flapper'. Flapper can be identified by the way they dress and carry themselves, two of which are bob haircut and slim black dresses. Flapper lifestyle is one of the subcultures of the United States is still remembered until today.The writing of the thesis is aimed to identify and analyze flapper’s culture in The Great Gatsby movie produced in 2013. To obtain the desired result, the writer usestextual method with library research as data collecting method. The writer will use definitions and characteristics found in a book titled Flappers: a guide to an American subculture written by Kelly Boyer Sagert. Through analyses in this thesis, the writer concludes that as a long faded American subculture, the culture of flapper still can be seen in The Great Gatsby movie.