cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015" : 4 Documents clear
PENGARUH KONSENTRASI ASAP CAIR TERHADAP KUALITAS DAN KADAR KOLESTEROL BELUT (Monopterus albus) ASAP Hutomo, Hanggoro Dwi; Swastawati, Fronthea; Rianingsih, Laras
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.208 KB)

Abstract

Belut merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang potensial untuk dikembangkan sebagai teknologi usaha pada bidang perikanan di masa mendatang. Konsumsi belut masih dikatakan rendah karena tingginya kandungan kolesterol pada belut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi asap cair yang disinyalir dapat menurunkan kadar kolesterol yang terdapat pada belut asap terhadap mutu produknya berdasarkan sifat kimia fenol dan nilai proksimat (air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat), serta nilai organoleptik dan hedonik. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi asap cair  sebanyak (5%, 10%, 15%) pada produk belut asap dapat menurunkan nilai kadar kolesterol, protein, lemak, air, dan menaikan nilai kadar fenol, abu, dan karbohidrat. Dari segi kimiawi penambahan asap cair 5-15% pada belut asap terhadap kontrol (0%) memberikan perbedaan yang nyata dengan nilai fenol 147-289.66 (ppm), kolesterol 59.84-5.33 (mg/100gram), protein 69.17-63.50%, lemak 4.86-6.81%, air 75.21-69.62%, abu 9.59-13.66%, dan karbohidrat 0.52-0.78%. Berdasarkan nilai uji organoleptik dan hedonik untuk parameter rupa/warna, aroma, rasa dan tekstur terhadap belut asap yang disukai panelis adalah belut dengan penambahan konsentrasi asap cair 5-15% dengan nilai organoleptik 8.03- 8.17 (layak dikonsumsi), serta nilai hedonik 7.47-7.82 (disukai). Secara umum produk belut asap ini memiliki kenampakan menarik, utuh dan rapi, warna mengkilat, rasa dan bau amis yang tersamarkan dengan tambahan asap cair sangat terasa, gurih, spesifik ikan asap, dan tekstur dagingnya kompak, tidak keras dan mudah dikonsumsi yang merupakan ciri khas produk ikan asap.  Eel is a type of fish which is potential to be adopted into new fishery technology in the future. However, the consumption of eel is still low due to its high content of cholesterol.The purpose of this research is to figure out the impact of liquid smoke concentration which said to be able to decrease cholesterol content in the smoke eel towards the product quality based on fenol chemical characteristic and proximate value (water, ash, fat, protein, carbohydrate), and alsi organoleptic and hedonic value.The result shows that the increment of liquid smoke concentration to 5,10,15% in smoked eel product tends to decrease cholesterol content, water, and increase fenol content, protein, fat, ash, and carbohydrate. Chemically, the increment of liquid smoke between 5-15% in smoked eel towards the control (0%) implies a significant difference with fenol value of 147-289.66 (ppm). Cholesterol 59.84-5.33 (mg/100gram), protein 69.17-63.50%, fat 4.86-6.81%, water 75.21-69.62%, ash 9.59-13.66%, and carbohydrate 0.52-0.78%. Based on organoleptic and hedonic test value, the expected shape, color, smell and taste  parameter in smoked eel is the one with concentration increment of liquid smoked between 5-15 with organoleptic value of 8.03-8.17 (consumeable) and the hedonic value of 7.47-7.82 (expected). Generally, this smoked eel product have an interesting appereance, complete, and well-shaped, shining color, puridtaste and odor which can be distracted by adding liquid smoke. It's really tasty specific smoked fish and with complete texture of meat, soft, and consumeable are the characteristics of smoked fish products.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DENGAN ENZIM PAPAIN PADA PROSES BATING TERHADAP KUALITAS KULIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SAMAK Santika, Faidha; Riyadi, Putut Har; Anggo, Apri Dwi
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.589 KB)

Abstract

Bating merupakan salah satu tahapan proses penyamakan yang bertujuan untuk menghilangkan sebagian atau seluruh zat kulit yang bukan kolagen. Papain merupakan bahan alami yang mengandung enzim  protease cukup tinggi yang dapat menghilangkan zat non  kolagen dalam kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dengan konsentrasi enzim papain terbaik terhadap kualitas kulit ikan nila samak. Penelitian ini menggunakan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan lama perendaman menggunakan enzim papain dilakukan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lama perendaman menggunakan konsentrasi enzim papain terbaik sebesar 1,5% berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas fisik yaitu kekuatan tarik, kemuluran dan kekuatan sobek dan tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas fisik suhu kerut dan kualitas kimia kadar krom oksida. Kulit ikan nila samak dengan perlakuan lama perendaman 45 menit pada proses bating memiliki kekuatan fisik dan kimia terbaik yaitu, kekuatan tarik (2046,9 N/cm2); kemuluran (69,2%); kekuatan sobek (445,5 N/cm); suhu kerut (101oC) dan kadar krom oksida (3,57%). Bating was one of the stages of the process of tanning that aims to eliminate some or all non collagen substances of the skin. Papain was a natural ingredient that contains enzymes of protease high enough which can be able to eliminate non collagen substances of the skin. The purpose of this research were to know the effect of long soaking with best papain enzyme concentration to quality of tanned tilapia skin. This research used completely randomized design (CRD) with long soaking treatments on the bating process with three replications. Results of this research showed that difference of long soaking with five treatments were 15; 30; 45; 60; 75 minutes that used papain best 1,5% had significant effect (P<0.05) for physical quality were tensile strength, elongation, and tear strength. Meanwhile had not siginificant effect (P<0.05) for the physical quality was shrinkage temperature and chemical quality was contains of chrome oxide. Tanned tilapia skin with long soaking 45 minutes on the process of bating had the best of physical and chemical quality were the tensile strength (2046.9 N/cm2); elongation (69.2%);  tear strength (445.5 N/cm); shrinkage temperature (101oC) and contains of chrome oxide (3.57%).
PEMANFAATAN ASAP CAIR DAN PELUANG BISNIS USAHA PENGASAPAN IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsk) TANPA DURI (STUDI KASUS DI CV DINASTI, KROBOKAN, SEMARANG) Siagian, Windah Delima Lestari; Swastawati, Fronthea; Wijayanto, Dian
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.763 KB)

Abstract

Bandeng tanpa duri asap memiliki peluang untuk dikembangkan. Dengan semakin cerdasnya konsumen yang semakin mengutamakan keamanan pangan, ikan asap dengan asap cair bersifat prospektif untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan asap cair dan peluang bisnis usaha pengasapan ikan bandeng tanpa duri. Materi yang digunakan adalah ikan bandeng tanpa duri segar yang diperoleh dari CV Dinasti, Krobokan, Semarang dengan panjang standar rata-rata 24,77 ± 0,63 cm; panjang total rata-rata 30,81 ± 0,80 cm; berat rata-rata 223,46 ± 16,65 g/ekor; asap cair tempurung kelapa 7,5 %; larutan garam 10 %. Metode penelitian tahap I bersifat experimental laboratories menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor dengan 3 perlakuan (lama perendaman 5, 10 dan 15 jam) dengan 2 ulangan. Data organoleptik dianalisis dengan uji Kruskal Wallis, sedangkan data lisin, kadar air, Aw dan pH dianalisis menggunakan analisis ragam dengan software SPSS 16.0. Metode penelitian tahap II yaitu studi kasus. Data NPV, IRR dan PP dianalisis menggunakan Microsoft Office Excel 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lama perendaman asap cair berpengaruh signifikan (P < 0,05) terhadap asam amino lisin, kadar air, Aw dan pH. Akan tetapi, secara umum tidak berpengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap nilai organoleptik produk. Berdasarkan hasil penelitian kadar lisin antara 1,143 % - 1,617 %; kadar air 54,011 % - 58,165 %; nilai Aw 0,651 - 0,762; dan nilai pH 5,088 – 5,418. Perendaman asap cair selama 5 jam (A) menghasilkan kualitas produk paling baik. Nilai NPV produksi bandeng tanpa duri asap cair Rp. 720.129.046,-; IRR tidak teridentifikasi (nilai tinggi); dan nilai PP 0,92 tahun. Kesimpulannya adalah usaha pengasapan bandeng tanpa duri asap cair di CV Dinasti, Krobokan, Semarang layak untuk dikembangkan. Smoked boneless milkfish have a chance to develop. With increasing sophistication of consumers were increasingly prioritizing food safety, smoked fish with liquid smoke were prospective to be developed. The purpose of this research was to know the utilization of liquid smoke and business opportunity ventures smoking boneless milkfish. The materials used was fresh boneless milkfish obtained from CV Dinasti, Krobokan, Semarang with average standard length of 24.77 ± 0,63 cm; average total length of 30.81 ± 0.80 cm; average weight of 223.46 ± 16.65 g / tail; coconut shell liquid smoke 7.5 %; 10 % salt solution. Method research of phase I were experimental laboratories using Random Block Design (RBD) 1 factor with 3 treatment (long soaking of 5, 10 and 15 hours) with two replications. Organoleptic data analyzed by Kruskal Wallis test, whereas lysine, moisture content, Aw and pH were analyzed using analysis range (ANOVA) with software SPSS 16.0. Method research of phase II were a case study. NPV, IRR and PP data were analyzed using Microsoft Office Excel 2007. The results showed that the difference of long soaking liquid smoke had significant effect (P < 0,05) to lysine, moisture content, Aw and pH. However, in general no significant effect (P > 0,05) to organoleptic value of the product. Based on the results, the levels of lysine between 1,143 % - 1,617 %;  moisture content 54,011 % - 58,165 %; Aw value 0,651 - 0,762; and pH value 5,088 - 5,418. Soaking liquid smoke for 5 hours (A) produce the best quality products. NPV value of liquid smoke boneless milkfish production was 720.129.046,- IDR; Unidentified IRR (high value); and PP value 0,92 years. The conclusion was smoking business of liquid smoke boneless milkfish in CV Dinasti, Krobokan, Semarang feasible to be developed.
PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI BAHAN MINYAK DALAM PROSES PEMINYAKAN TERHADAP KUALITAS KULIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SAMAK Maharani, Ardila Tri; Darmanto, YS; Riyadi, Putut Har
Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.945 KB)

Abstract

Peminyakan merupakan salah satu tahapan dari proses penyamakan dimana peminyakan bertujuan untuk menjadikan kulit lebih lemas, lunak dan mudah dilekuk-lekukkan. Peminyakan dapat menggunakan berbagai macam minyak yaitu kuning telur dan minyak ikan tersulfit dimana kedua bahan tersebut mampu meningkatkan kemuluran pada kulit ikan nila samak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis minyak dan konsentrasi yang berbeda terhadap kualitas dari kulit ikan nila samak. Penelitian menggunakan desain percobaan faktorial dengan perlakuan bahan minyak yaitu minyak ikan tersulfit dan kuning telur serta konsentrasi bahan minyak yaitu 3%, 6%, 9%, 12%, 15% dan dilakukan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor bahan minyak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kemuluran, kekuatan tarik, kekuatan sobek dan kadar lemak. Sedangkan faktor konsentrasi bahan minyak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kemuluran, kekuatan sobek, kekuatan tarik dan kadar lemak. Interaksi kedua faktor berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kemuluran, kekuatan sobek, kekuatan tarik dan kadar lemak. Kulit samak ikan nila dengan konsentrasi kuning telur konsentrasi 3% merupakan produk yang terbaik dengan kriteria mutu: kekuatan sobek (368,10 N/cm2), kekuatan tarik (2169,85 N/cm2), kemuluran (69,51%) dan kadar lemak (5,52%).  Fatliquoring is one of tanning process which aims to make tanned skin more limp, soft and easy to indentation. Fatliquoring can use a wide variety of oils include are egg yolk and sulfitation fish oil where both materials are able to increase flexibility of tanned tilapia skin. The purpose of this research were to know effect of using different oil and concentration on quality of tanned tilapia skin. This research using factorial experimental design with oil material consist of sulfitation fish oil and egg yolk and oil material concentration consist of 3%, 6%, 9%, 12%, 15% treatments in three replication. The results showed that oil material factors had significant effect (P<0.05) against elongation, tensile strength, tear strength and fat content. Meanwhile, oil concentrations factor had significant effect (P<0.05) against elongation, tear strength, tensile strength and fat content. The interaction of these two factors had significant effect (P<0.05) against elongation, tear strength, tensile strength and fat content. Tanned tilapia skin  with egg yolk 3% was the best product which had the quality criteria: tear strength (368.10 N/cm2), tensile strength (2169.85 N/cm2), elongation (69.51%) and fat content (5.52%). 

Page 1 of 1 | Total Record : 4