cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016" : 36 Documents clear
ANALISIS BEBAN PENCEMARAN DAN INDEKS KUALITAS AIR SUNGAI KRENGSENG, TEMBALANG, SEMARANG Aruan, Daud; Purnomo, Pujiono Wahyu; A’in, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.396 KB)

Abstract

ABSTRAKWaduk Diponegoro merupakan bagian dari sistem pembangunan Universitas Diponegoro. Pembangunan Waduk Diponegoro bertujuan sebagai pengendali banjir, sediaan air tanah dan taman rekreasi di kawasan Tembalang. Sungai Krengseng merupakan salah satu sungai yang bermuara di Waduk Diponegoro. Kualitas air yang berada di Sungai Krengseng berpengaruh terhadap kualitas air di Waduk Diponegoro. Oleh karena itu, perlu diadakannya analisi tentang beban pencemar, kualitas air dan status pencemaran di Sungai Krengseng yang akan bermuara ke Waduk Diponegoro. Tujuan penelitian ini menghitung beban pencemaran (TSS, nitrat, fosfat dan BOD), serta mengkaji status pencemaran berdasarkan metode Indeks Kualitas Air. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah air sampel yang diambil dari hulu, tengah dan hilir Sungai Krengseng serta inlet Waduk Diponegoro. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis beban pencemaran dari sungai Krengseng dan Waduk Diponegoro adalah TSS 1.464,53 ton/tahun, nitrat 36,88 ton/tahun, fosfat 15,13 ton/tahun dan BOD 385 ton/tahun. Status pencemaran Sungai Krengseng dan Waduk Diponegoro adalah bagian hulu masuk ke dalam kelas tercemar ringan dan pada bagian tengah, hilir, serta waduk masuk ke dalam kelas tercemar sedang. Kata kunci:          Beban Pencemaran, Indeks Kualitas Air, Status Pencemaran, Sungai Krengseng, Waduk Diponegoro  ABSTRACT Diponegoro reservoir is a part of Development system of Diponegoro University.  Development of Diponegoro reservoir function are flood control, groundwater supplies, and amusement park on Tembalang area. Krengseng River is one of river that flow to Diponegoro reservoir. The quality of water on the Krengseng river has effect to the quality of water on Diponegoro reservoir. Therefore, there is an analysis about waters quality of pollution load, waters quality, and pollution status on Krengseng River that will flow on Diponegoro reservoir. The purpose of this study is to calculate pollution load ( TSS, nitral, fosfat, and BOD) and also study the pollution load based on method of waters quality index. The material used in the study of water sample are taken from upstream, middle, downstream of Krengseng river and Diponegoro reservoir lipped. This method used method survey. The result obtained by analysis of Pollution load from Krengseng river and Diponegoro reservoir are  TSS 1.464,53 tons/year, nitrat 36,88 tons/year, fosfat 15,13 tons/yearand BOD 385 tons/year. Pollution status of Krengseng River and Diponegoro reservoir are parts of upstream into low class pollution, middle downstream and reservoir into middle class pollution.  Keywords :            Pollution load, waters quality index, pollution status, Krengseng river, Diponegoro reservoir. 
ANALISIS KESUBURAN PERAIRAN WADUK JATIBARANG BERDASARKAN DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN BAKTERI HETEROTROFIK Hidayah, Siti Nur; Widyorini, Niniek; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.613 KB)

Abstract

ABSTRAKWaduk Jatibarang terletak di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Waduk tersebut digunakan sebagai pengendali banjir, tempat pariwisata, kegiatan menangkap ikan, dan rencana akan dibuat sebagai sumber air bersih melalui PDAM. Pemanfaatan waduk untuk berbagai keperluan kemungkinan dapat menurunkan kualitas air dari waduk tersebut. Penelitian ini mengkaji kesuburan perairan Waduk Jatibarang berdasarkan distribusi dan kelimpahan bakteri heterotrofik. Bakteri heterotrofik berperan penting dalam sistem perairan sebagai perombak dan meremineralisasi bahan-bahan organik menjadi komponen anorganik sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi kelimpahan bakteri heterotrofik, kandungan bahan organik total, hubungan kelimpahan bakteri heterotrofik dengan bahan organik total, dan status kesuburan waduk Jatibarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif bersifat studi kasus.  Sampling dilakukan pada tanggal 27 April dan 11 Mei 2016 di lima (5) stasiun dengan kedalaman 1 meter. Penghitungan kelimpahan bakteri menggunakan metode Total Plate Count (TPC). Pengujian kandungan bahan organik total menggunakan metode Titrimetri Permanganat SNI 06-6989.22-2004. Hasil pengamatan menunjukkan distribusi spasial-temporal bakteri heterotrofik fluktuatif dan relatif tinggi, dengan kelimpahan berkisar (45 – 131) x 105 cfu/ml. Kandungan bahan organik total berkisar 11,771 - 21,883 mg/l. Hubungan antara bakteri heterotrofik dengan bahan organik total yaitu hubungan yang terbalik menunjukkan tidak adanya hubungan antara keduanya. Status kesuburan perairan Waduk Jatibarang berdasarkannilai kelimpahan bakteri heterotrofik (45 – 131) x 105cfu/ml > (22 – 120) x 105 cfu/ml dan kandungan bahan organik total 11,771 – 21,883 mg/l perairan bersifat eutrofik. Kata kunci: Waduk Jatibarang; bakteri heterotrofik; bahan organik total; eutrofik ABSTRACTJatibarang Reservoirs located in District Gunungpati, Semarang. The reservoir are used as flood control, the tourism, fishing activities, and the plan will be created as a source of clean water through the taps. Utilization of reservoirs for various purposes may reduce the quality of the water reservoir. This study examines the productivity waters Jatibarang Reservoir based on the distribution and abundance of heterotrophic bacteria. Heterotrophic bacteria play an important role in aquatic systems as to change and remineralize organic materials into simple inorganic components. The purpose of this study was to determine the distribution of the abundance of heterotrophic bacteria, total organic matter content, abundance of heterotrophic bacteria relationships with total organic matter and productivity status Jatibarang Reservoirs. The method used in this research is descriptive case study. The sampling was conducted on April 27 and May 11, 2016 in five (5) stations with a depth of 1 meter. Calculation of the abundance of bacteria using Total Plate Count (TPC). Tests using a total organic matter content titrimetric method SNI 06-6989.22-2004 permanganate. The results showed the spatial-temporal distribution of heterotrophic bacteria volatile and relatively high, with an abundance range (45-131) x 105cfu/ml. Total organic matter content ranges (11.771 - 21.883) mg/l. The relationship between of heterotrophic bacteria with total organic material that is an inverse relationship showed no relationship between both. The productivity status of the dam water Jatibarang based on the abundance of heterotrophic bacteria (45-131) x 105cfu/ml > (22-120) x 105cfu/ml and organic matter content of the total 11.771 - 21.883 mg/l  waters are eutrophic.Keywords: Jatibarang Reservoir; heterotrophic bacteria; total organic matter; eutrophic
PERTUMBUHAN DAN MORTALITAS IKAN TUNA MATA BESAR (Thunnus obesus) DI SAMUDERA HINDIA YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN BENOA, DENPASAR, BALI Kurniawati, Erika; Ghofar, Abdul; Saputra, Suradi Wijaya; Nugraha, Budi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.295 KB)

Abstract

ABSTRAK Tuna mata besar (Thunnus obesus) di Samudera Hindia menjadi salah satu target utama penangkapan. Berdasarkan pemanfaatan tersebut, perlu dilakukan penelitian mengenai parameter populasi tuna mata besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek pertumbuhan, ukuran pertama kali tertangkap, parameter populasi, laju mortalitas, laju eksploitasi dan pola rekrutmen. Jumlah sampel tuna mata besar sebanyak 648 ekor diambil dari 21 armada rawai tuna (longline) yang melakukan bongkar selama penelitian. Data panjang tahun 2013-2014 diperoleh dari Loka Penelitian Perikanan Tuna Bali. Penelitian ini dilakukan bulan April-Mei 2016 di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali. Analisis data menggunakan Model Von Bertalanffy Growth Function dengan software FISAT II. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif. Faktor kondisi diperoleh sebesar 1,02-1,27. Ukuran pertama kali tertangkap (L50%) sebesar 126,54 cmFL. Persamaan pertumbuhan Von Bertalanffy Growth Function (VBGF) diperoleh Lt=199,5(1 - e 0,22 (t+0,451)), dengan nilai K= 0,22/tahun, nilai t0= -0,451 tahun dan L∞ = 199,5 cmFL. Laju mortalitas penangkapan (F) = 0,51/tahun, lebih besar daripada mortalitas alami (M) = 0,40/tahun, berarti kematian tuna mata besar lebih banyak disebabkan karena faktor eksploitasi/penangkapan. Laju eksploitasi (E)= 0,56 mengindikasikan tuna mata besar yang tertangkap oleh armada rawai tuna (longline) di Samudera Hindia dalam kondisi fully exploited (padat tangkap).Kata Kunci : Ikan tuna mata besar; aspek biologi; umur; pertumbuhan; mortalitas; laju eksploitasi; rekrutmen; Samudera Hindia  ABSTRACT Bigeye tuna (Thunnus obesus) in the Indian Ocean became one of the main targets of arrest. Based on utilization, research is needed on bigeye tuna population parameters. This study aims to determine of growth, size at the first caught, population parameters, mortality rate, exploitation rate and recruitment patterns. Number samples of bigeye tuna were taken from 648 fishes by 21 tuna longline fleets which was unloading during this study. Length data of 2013-2014 were obtained from Research Institute for Tuna Fisheries, Bali. This research was conducted April-May 2016 in Benoa Harbour, Denpasar, Bali. Data analysis used the Von Bertalanffy Growth Function Model with FISAT II software. The results showed negative allometric growth patterns. The condition factor was obtained for 1.02 to 1.27. The length at first caught (L50%) amounted to 126.54 cmFL. VBGF growth equation was obtained Lt=199.5(1 - e 0.22 (t + 0.451)), with the value K=0,22/year, t0= -0,451/year and L∞= 199,5 cmFL. The fishing mortality rate (F)= 0.51/year, it was bigger than the natural mortality (M)= 0.40/year, means that mostly mortality of bigeye tuna was caused by the exploitation / fishing factor. The exploitation rate (E)= 0.56, indicated that bigeye tuna were caught by tuna longline fleets in the Indian Ocean on fully exploited.Keywords:Bigeye tuna; biology aspect; age; growth; mortality; exploitation rate; recruitment; Indian Ocean
HUBUNGAN KANDUNGAN NITRAT DENGAN DENSITAS ZOOXANTHELLAE PADA BEBERAPA JENIS KARANG DI REEF FLAT PULAU PARI KEPULAUAN SERIBU JAKARTA Khuzma, Nur Latifah; Suryanto, Agung; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.18 KB)

Abstract

ABSTRAKPulau Pari merupakan salah satu pulau yang berada di tengah-tengah gugusan. Terumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas tinggi. Nitrat merupakan  nutrien sebagai salah satu faktor penentu terpeliharanya produktivitas perairan, maka penelitian ini akan mempelajari dukungan nitrat di dalam polip karang dan pengaruhnya terhadap keberadaan  zooxanthellae. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberagaman jenis karang, faktor lingkungan  yang  mempengaruhi  karang, kandungan nitrat dan densitas zooxanthellae pada beberapa jenis karang di reef  flat Pulau Pari Kepulauan Seribu Jakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2016 dengan metode deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh  jenis karang  yang dominan adalah  Acropora sp., Porites sp., dan Montipora sp., dengan penutupan karang hidup di stasiun I (dermaga) 36,4% kategori sedang, stasiun II (pemukiman penduduk) 22,4% kategori buruk dan stasiun III (jauh dari aktivitas penduduk) 67,2% kategori baik. Koefisien determinasi R2 antara nitrat dengan densitas  zooxanthellae pada masing-masing jenis karang dominan memiliki nilai R² yang  berbeda yaitu karang Acropora palifera diperoleh R²= 0.787 dapat diartikan bahwa variabel bebas X memiliki pengaruh kontribusi sebesar 78,7% terhadap variabel Y 21,3%, pada jenis karang Acropora divaricata diperoleh R²= 0.989 memiliki pengaruh kontribusi sebesar  98,9% terhadap variabel Y 1,1% dan jenis karang Porites cylindrica R²= 0.955 memiliki pengaruh kontribusi sebesar 95,5% terhadap variabel Y 4,5% lainnya dipegaruhi faktor lain diluar variabel X dari hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai R² diatas 0,5 yang berarti semakin erat hubungan antara variabel X dan Y. Semakin tinggi kandungan nitrat di dalam polip karang, maka semakin tinggi pula densitas zooxanthellae yang dikandungnya. Kata kunci: Beberapa Jenis Karang; Nitrat; Densitas Zooxanthellae; Pulau Pari ABSTRACT Pari Island is one island in the middle of the Thousand Islands cluster. Nitrate is a nutrient as a determining factor for the preservation of marine productivity, nutrients becomes an important factor. The problem is, whether the support is derived from the availability of nitrate in the water or in the coral polyps. Related to the above, this research will study the nitrate support in coral polyps and their effects on the presence of zooxanthellae. The purpose of this study is to determine the diversity of coral species, environmental factors affecting the coral, nitrate content and the density of  zooxanthellae in some types of coral on the Pari Island Reef Flat in Thousand Islands Jakarta. This study was conducted in March to April 2016, with descriptive method. The results obtained are the the dominant coral species Acropora sp., Porites sp., and Montipora sp., With live coral cover in the station I (pier) of 36,4% medium category, station II (residential) of  22.4% poor category and station III (away from the population activity) of 67,2% good category.The coefficient of R2 determination between nitrate with a density of  zooxanthellae in each the dominant coral species have different values R² is Acropora palifera obtained R²= 0.787 means that the independent variable X has the effect of a contribution of 78,7% to 21,3% Y variables, the coral species Acropora divaricata obtained R²= 0.989 has the effect of a contribution for 98,9% to 1,1% Y variables and coral species Porites cylindrica R²= 0.955 has the effect of a contribution of  95,5% to other variable Y 4,5% influenced other than the variable X of the results showed that the value of R² above 0,5 which means that the closer the relationship between the variables X and Y. the higher the nitrate content in coral polyps, the higher the density of zooxanthellae contains. Keywords: Types of Corals; Nitrate; Zooxanthellae Density; Pari Island
ASPEK BIOLOGI IKAN SEBELAH (Psettodes erumei) YANG TERTANGKAP DAN DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAWANG KABUPATEN KENDAL Barokah, Leni; Solichin, Anhar; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.754 KB)

Abstract

ABSTRAK Ikan Sebelah (Psettodes erumei) merupakan ikan demersal yang hidup di dasar perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek biologi ikan Sebelah di Perairan Kabupaten Kendal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2016. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling atau acak sederhana. Data primer meliputi panjang berat, tingkat kematangan gonad, dan fekunditas untuk mengetahui aspek biologi ikan Sebelah, sedangkan data sekunder meliputi data produksi ikan Sebelah selama penelitian. Hasil penelitian menunjukan ukuran panjang ikan Sebelah mempunyai kisaran 140 mm – 310 mm dan berat dengan kisaran 31 gram – 332 gram, ukuran pertama kali ikan tertangkap (L50%) adalah 228 mm. Sifat pertumbuhanya bersifat allometrik positif  dengan nilai Kn adalah 1,19. Tingkat kematangan gonad ikan Sebelah jantan didominasi oleh TKG III dan IV, sedangkan tingkat kematangan gonad ikan Sebelah betina didominasi oleh TKG IV. Nilai indeks kematangan gonad terendah pada ikan Sebelah jantan adalah 0,07% dan nilai IKG tertinggi adalah 1,03%, sedangkan nilai IKG terendah pada ikan Sebelah betina adalah 0,24% dan nilai IKG tertinggi adalah 4,41%. Fekunditasnya berkisar antara 38.832 – 64.318 butir. Diameter telur terkecil pada TKG IV dan terbesar pada TKG VI. CPUE tertinggi pada sampling minggu ke 1 yaitu sebesar 5.607 kg/kapal sedangkan CPUE terendah terjadi pada sampling minggu ke 4 yaitu sebesar 3.623 kg/kapal. Kata Kunci : Ikan Sebelah (Psettodes erumei), Perairan Kendal, Pola Pertumbuhan. ABSTRACT Flatfish (Psettodeserumei) is kind of demersal fish that lives in seabed. The aimed of this research is to find out the biological aspect of flatfish of Kendal Regency waters. The research was done in May to June of 2016. The method used in this research is descriptive method. In taking the sample, it uses simple random sampling method. The primary data include long weight, gonad maturity level and fecundity to know the biological aspect of flatfish. Secondary data include flatfish production data during research. The result shows the flatfish length is about 140 – 310 mm and its weight is about 31– 332 gram. The length of first caught flatfish (L50%) is 228 mm. Its nature of growth is allometrikpositif, and its Kn value is 1,19. The gonad maturity level of male flatfishis dominated by TKG III and IV, and the gonad maturity level of female flatfish is dominated by TKG IV. The lowest value of gonad maturity level of male flatfish is 0,07% and the highest IKG value is 1,03%, while the lowest IKG value of female flatfish is 0,24% and the highest IKG value is 4,41%. The fecundity is about 38.832 – 64.318 egg. The smallest egg diameter is in TKG IV and the biggest is in TKG VI. The highest CPUE of first week sampling is 5.607 kg/ship, while the lowest CPUE is occurred on the fourth week, i.e. 3.623 kg/ship. Keywords:Flatfish (Psettodeserumei), Kendal waters, Growth pattern.
KELIMPAHAN LARVA UDANG PENAEID PADA EKOSISTEM MANGROVE DI DESA PASAR BANGGI, KABUPATEN REMBANG Siagian, Pratiwi Genesi; Djuwito, Djuwito; Saputra, Suradi Wijaya
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.676 KB)

Abstract

ABSTRAKPeran ekosistem mangrove sebagai daerah asuhan dan daerah mencari makan bagi larva udang, dimana sumber benih udang secara alami dapat dimanfaatkan oleh petambak. Oleh karena itu, keberadaan larva udang penaeid dapat memberikan informasi tentang data sebaran larva. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis larva udang penaeid di ekosistem mangrove, mengetahui kelimpahan dan dominansi larva udang penaeid dan mengetahui hubungan dan pengaruh variabel kualitas air terhadap kelimpahan larva udang penaeid pada ekosistem mangrove di Desa Pasar Banggi, Kabupaten Rembang. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2016. Lokasi penelitian terdiri dari mangrove umur 50 tahun, 7 tahun dan 3 tahun. Teknik pengambilan sampel larva udang dalam penelitian menggunakan metode stratified sampling. Pengambilan sampel larva udang penaeiddengan mendorong scoop netsejauh 50 meter, mesh size 0,5 mm. Jenis larva udang penaeid yang ditemukan selama penelitianyaitu Sicyonia, Trachypenaeus, Xyphopenaeus, Penaeus dan larva tidak teridentifikasi.Larva genus Trachypenaeus dan Penaeus selalu muncul pada ketiga wilayah, sedangkan genus Sicyonia dan Xyphopenaeus tidak muncul satu kali pada mangrove umur 7 tahun dan 3 tahun.Kelimpahan larva udang penaeid tertinggi diperolehselama penelitian pada mangrove umur 3 tahun diikuti mangrove umur 7 tahun dan kelimpahan terendah mangrove umur 50 tahun. Jenis larva udang penaeid yang paling banyak ditemukan adalah Penaeus 76,559%, sedangkan yang paling sedikit adalah Sicyonia 0,215%. Nilai indeks dominansi berkisar 0,371-0,523. Berdasarkan hasil uji multikolinieritas menunjukkan antara suhu, kecepatan arus, kecerahan dan salinitas memiliki hubungan korelasi kuat. Uji analisis regresi berganda menunjukkan antara suhu, kecepatan arus, kecerahan dengan kelimpahan larva udang penaeid berpengaruh positif, sedangkan salinitas dengan kelimpahan larva udang penaeid berpengaruh negatif. Kata Kunci : Ekosistem mangrove; Larva udang penaeid; Kelimpahan; Desa Pasar Banggi, Kabupaten Rembang ABSTRACTThe role of mangrove ecosystems as the breeding and feeding area for shrimp larvae can be used by farmers naturally. Therefore, the existence of penaeid shrimp larvae can provide information about the distribution of the larvae. The purpose of this study is to determine the type of penaeid shrimp larvae in the mangrove ecosystem, to determine the abundance and dominance of penaeid shrimp larvae and to determine the results of multicoliniearity test and multiple regression analysisof penaeid shrimp larvae in the mangrove ecosystem in Pasar Banggi Village, Rembang. The study was conducted on April-Mei 2016. The location of research consists of mangrove age of 50 years, mangrove age of 7 years and mangrove age of 3 years. The sampling technique for collecting the shrimp larvae is stratified sampling method. Penaeid shrimp larvae sampling was done by pushing scoop net as far as 50 meters, mesh size of 0.5 mm. Penaeid shrimp larvae type that were found during the researchare Sicyonia, Trachypenaeus, Xyphopenaeus, Penaeus and unidentified larvae. Larvae genus Trachypenaeus and Penaeus always appear in the all three areas, while the genus Sicyonia and Xyphopenaeus do not appear once in mangrove age of 7 years and mangrove age of 3 years. The highest abundance of penaeid shrimp larvae obtained during the study in mangrove age of 3 years followed mangrove age of 7 years and the lowest abundance in mangrove age of 50 years. Penaeid shrimp larvae type most commonly found are Penaeus 76.559%, while the least is Sicyonia 0.215%. Dominance index values ranged from 0.371 to 0.523. Based on the results of multi-coliniearity test, temperature, current speed, brightness and salinity have strong correlation. Multiple regression analysis showed that the relation between temperature, current speed, brightness with the abundance of penaeid shrimp larvae are positive, while the relation between salinity with the abundance of penaeid shrimp larvae is negative. Keywords :Mangrove ecosystem; Penaeid shrimp larvae; Abundance; Pasar Banggi Village, Rembang
HUBUNGAN ANTARA SEDIMEN DENGAN LOGAM BERAT DAN MAKROZOOBENTOS DI SUNGAI SIANGKER, SEMARANG Lestari, Arini Indah; Supardjo, Mustofa Niti; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.978 KB)

Abstract

ABSTRAK Sungai Siangker merupakan salah satu sub sistem dari sistem drainase Semarang Barat yang mengalami pendangkalan.Limbah yang berasal dari pabrik diduga mengandung logam berat Pb dan Cd. Oleh karena itu, penelitian ini diadakan untuk mengetahui kadar logam berat Pb dan Cd dan hubungan antara sedimen serta kandungan logam berat Pb dan Cd dengan komunitas makrozoobentos. Pengambilan sampel dilakukan secara random  sampling. PCA (Principle Component Analysis) digunakan untuk mengetahui kedekatan hubungan antara makrozoobentos, nilai bahan organik dan karakteristik sedimen.Perbedaan variabel tiap stasiunnya diuji dengan Uji Kruskal-Wallis. Korelasi Pearson digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel kelimpahan, keanekaragaman, kadar logam berat dan karakteristik sedimen di tiap stasiunnya. Hasil rerata yang diperoleh dari analisa kadar logam berat (Pb) di muara dan sungai Siangker adalah 1,10 – 1,64 mg/l,  sedangkan untuk rerata (Cd) sebesar 0,13 – 0,43 mg/l. Kadar debu mempunyai korelasi positif yang erat (p < 0,05) dengan keanekaragaman dan kelimpahan makrozoobentos. Kadar logam berat berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap keanekaragaman maupun kelimpahan makrozoobentos. Kata Kunci : Sungai, logam berat, karakteristik sedimen, makrozoobentos  ABSTRACTSiangker river is one of the sub-systems of the West Semarang drainage system that experiencing siltation. Waste from the factories is suspected to contain heavy metals (Pb) and (Cd). This study was conducted to understand concentration of Pb and Cd and the relationship between characteristics of the sediments containing heavy metals (Pb) and (Cd) as well as macrozoobenthos community. Sampling was done by random sampling. PCA (Principle Component Analysis) was used to determine proximity of the relationships between macrozoobenthos and the value of organic matter as well as sediment characteristics. Meanwhile, the differences in the station of each variable was tested using Kruskal-Wallis test. Pearson correlation was used to analyze the relationship between abundance variables, diversity, the levels of heavy metals and sediment characteristics in each station. The results showed that the levels of heavy metals (Pb) in the estuary and  river Siangker were  1,10 to 1,64 mg / l, while concentration of  (Cd) is 0,13 to 0,43 mg / l. Dust levels were closely positively correlated (p < 0,05) with the diversity and abundance of macrozoobenthos. Levels of heavy metals was significant (p < 0,05) for the diversity and abundance of macrozoobenthos.     Keywords : River, heavy metal, sediment characteristic, macrozoobenthos
STATUS TROFIK PERAIRAN BERDASARKAN NITRAT, FOSFAT, DAN KLOROFIL-a DI WADUK JATIBARANG, KOTA SEMARANG Indriani, Wening; Hutabarat, Sahala; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.063 KB)

Abstract

ABSTRAKWaduk Jatibarang merupakan salah satu waduk yang berada di Semarang yang berfungsi sebagai wisata, sumber air bersih dan untuk mencegah banjir dengan  menampung air dari sungai Kaligarang dan sungai Kreo. Informasi tentang status trofik waduk ini sangat dibutuhkan untuk pengelolaan waduk Jatibarang di masa mendatang. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status trofik perairanberdasarkan kandungan nitrat (NO3), fosfat (PO4), dan klorofil-a di waduk Jatibarang. Hasil dari penelitian ini diharapkan sebagai acuan pengelolaan waduk Jatibarang. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 - 29 Maret 2016 dengan pengulangan sebanyak tiga kali dan rentan waktu satu minggu. Penentuan lokasi sampling pada penelitian ini mengacu pada perbedaan area waduk Jatibarang yang selanjutnya dibagi menjadi tiga stasiun pengamatan. Stasiun I sebagai area masukan (inlet), stasiun II di perairan tengah waduk dan stasiun III di area keluaran (Outlet). Setiap stasiun dilakukan pengambilan dua titik sampel berdasarkan kedalaman yaitu permukaan dan 10 meter. Hasil penelitian menunjukan bahwa status trofik waduk Jatibarang berdasarkan kandungan nitrat dan phospat eutrofik dan hipertrofik, sedangkan dilihat dari kandungan klorofil-a termasuk oligotrofik. Kata kunci : Status Trofik; Nitrat; Fosfat, Klorofil-a ; Waduk Jatibarang ABSTRACT Jatibarang reservoir is one of the reservoir located in Semarang which has a function as a Tourism, a source of clean water and to prevent flooding control to collect water from Kaligarang and Kreo river.. Information on the trophic status of the reservoir is very necessary for the future Management of Jatibarang reservoir. The purpose of this study was to determine the trophic status of waters by nitrate (NO3), phosphate (PO4) , and chlorophyll -a in the Jatibarang reservoir . The results of this study will be expected as a reference management of Jatibarang reservoir.The research was carried out on 15 to 29 March 2016, with the replication of three times with span period of one week.Determining the location of sampling in this study refers to the difference in the activity of Jatibarang reservoir area is further divided into three observation stations . Station I input area (inlet) , the second station in the middle of the reservoir waters and III stations in the output area (Outlet). Each station is done taking two sample points based on the depth of that surface and a depth of 10 meters. The results showed that the trophic status of the reservoir Jatibarang based content from nitrate and phosphate eutrophic and hypertrophic, while the views of chlorophyll-a, including oligotrophic. Keywords : Trophic Status;  Nitrate; Phosphate;  Chlorophyll – a;  Jatibarang Reservoir
HUBUNGAN KELIMPAHAN LARVA IKAN DENGAN KERAPATAN MANGROVE YANG BERBEDA DI KAWASAN DELTA WULAN, KABUPATEN DEMAK Ramadhian, Dimas Rahmat; Widyorini, Niniek; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.34 KB)

Abstract

ABSTRAK              Larva adalah biota perairan yang bersifat planktonik dan termasuk ke dalam jenis meroplankton.      Stadia larva merupakan fase awal daur kehidupan bagi ikan. Perairan delta merupakan perairan yang subur karena di kawasan tersebut terjadi penumpukan nutrien maupun bahan organik yang berasal baik dari daratan maupun lautan yang terjebak atau terendapkan. Delta-delta yang ada di daerah tropis hampir seluruhnya ditumbuhi oleh mangrove. Hal tersebut seperti yang terlihat di beberapa delta besar di daerah tropis yang salah satunya terdapat di Delta Wulan, Demak. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove merupakan perairan yang subur dan berfungsi sebagai daerah asuhan dari berbagai jenis larva ikan.           Kondisi kerapatan mangrove yang berbeda dapat pula mempengaruhi kelimpahan dan komposisi larva ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan komposisi larva ikan pada kerapatan mangrove yang berbeda dan mengetahui hubungan antara kelimpahan larva ikan dengan kerapatan mangrove yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Hasil yang diperoleh adalah pada stasiun I tingkat kerapatan mangrove padat (3200 Pohon/Ha) nilai kelimpahan larva ikan sebesar 290 individu/250 m3 terdiri dari 16 famili. Stasiun II tingkat kerapatan mangrove sedang  (1500 Pohon/Ha) nilai kelimpahan larva ikan sebesar 133 individu/250 m3 terdiri dari 11 famili, dan stasiun III tingkat kerapatan mangrove jarang (600 Pohon/Ha) nilai kelimpahan larva ikan sebesar 79 individu/250 m3 terdiri dari 11 famili. Nilai koefisien korelasi antara kelimpahan larva ikan dengan kerapatan mangrove yaitu sebesar r = 0,980. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara kelimpahan larva ikan dengan kerapatan mangrove. Kata kunci: kelimpahan; larva ikan; kerapatan mangrove; Delta Wulan  ABSTRACT              Larvae is one of aquatic organism with behavior as same as the plankton and belongs to the type            of meroplankton. The first life form of fish is known as larvae. Delta as one of aquatic environment is a rich area with high productivity due to the accumulation both of nutrient and organic matter derived from                       the headwaters and sea. Most of the deltas in tropical area that occupied with     the tree of mangroves. Such as in several large delta in the tropics that one of them include Delta Wulan, Demak. Several study has shown     the result that the ecosystem of mangrove is a high flourish area. Many species of larval fish depends                on mangroves as the nursery area. The different condition of mangrove density can affect the abundance and composition of larval fish. The purposes of this research are to determine the abundance and composition         of larval fish in the different condition on mangrove density and to determine relation between the abundance   of larval fish with different condition of mangrove density. This research were used the case study method.     The results of this research on three different station are: high density with total of 3200 trees/Ha and total         of  the abundance of larval fish are 290 Individual/250 m3consist of 16 families. On station 2, medium density with total of 1500 trees/Ha and total of the abundance of  larval fish are 133 Individual/250 m3 consist              of 11 families, while on station 3, rare density with total of 600 trees/Ha and total of the abundance of larval fish are 79 Individual/250 m3 consist of 11 families. The correlation value of statistic between the abundance           of larval fish with the different condition of mangrove density is shown with total r value of 0,980.       Conclusion of this research shows there is a correlation between the abundance   of larval fish with the density of mangrove. Keywords : abundance; larval fish; mangrove density; Delta Wulan
JENIS DAN DISTRIBUSI UKURAN IKAN HASIL TANGKAP SAMPINGAN (BY CATCH) RAWAI TUNA YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN BENOA BALI Astuti, Skar Puji; Ghofar, Abdul; Saputra, Suradi Wijaya; Nugraha, Budi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.655 KB)

Abstract

ABSTRAK Hasil tangkapan rawai tuna terdiri dari dua jenis yaitu hasil tangkapan utama (target species) dan hasil tangkapan sampingan (by catch). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi jenis ikan hasil tangkapan utama dan ikan hasil tangkapan sampingan rawai tuna, menghitung komposisi ikan, menganalisa distribusi ukuran ikan dan mengetahui nilai CPUE ikan HTU dan ikan HTS. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2016 dengan mengikuti kegiatan sampling enumerator Loka Penelitian Perikanan Tuna Benoa, Bali. Hasil penelitian menunjukkan jenis ikan hasil tangkapan utama rawai tuna yaitu ikan Tuna mata besar (Thunnus obesus), Tuna sirip kuning (Thunnus albacares), Tuna sirip biru selatan (Thunnus maccoyii) dan Tuna albakora (Thunnus allalunga). Jenis ikan hasil tangkapan sampingan rawai tuna yang mendominasi yaitu ikan opah (Lampris guttatus), hiu air (Prionace glauca) dan escolar (Lepidocybium flavobrunneum). Perbandingan komposisi ikan hasil tangkapan utama yaitu 69% dan ikan by catch 31%. Distribusi ukuran ikan hasil tangkapan sampingan sebagian besar sudah memenuhi kriteria ikan layak tangkap. CPUE ikan hasil tangkapan sampingan lebih rendah dibandingkan dengan ikan hasil tangkapan utama. Kata kunci: Hasil Tangkapan Sampingan (by catch), Rawai Tuna, Pelabuhan Benoa Bali, Samudera Hndia.  ABSTRACT Catch of Tuna longline has two types, that is target species and by catch product. This research aims to determine the information type of target species and species by catch, calculate the composition of the fish, size of distribution analysis and determine the CPUE (Catch per unit effort) of species by catch and target species. This research is conducted in April-May 2016 following the sampling enumerator activities of Benoa port. The results of the research show that the type of target species Tuna Longline there are Big eye tuna (Thunnus obesus), Yellow fin tuna (Thunnus albacares), Southern bluefin tuna (Thunnus maccoyii) and Albakora (Thunnus allalunga). The types of species by catch Tuna Longline dominates that is Opah (Lampris guttatus), Shark (Prionace glauca) and Escolar (Lepidocybium flavobrunneum). Comparison of the composition target species is 69% and species by catch is  31%. The size distribution of species by catch already most the criteria of decent fish caught. CPUE of species by catch was lower than. Keywords: bycatch, tuna longline, benoa port, indian Ocean

Page 2 of 4 | Total Record : 36