cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Aquaculture Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Journal of Aquaculture Management and Technology diterbitkan oleh Program studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Undip. JAMTech menerima artikel-artikel yang berhubungan dengan akuakultur, nutrisi pakan ikan, parasit dan penyakit ikan, produksi budidaya, dll.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015" : 9 Documents clear
PENGARUH PAKAN BUATAN DENGAN TEPUNG IKAN PETEK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN NILA STRAIN LARASATI (Oreochromis niloticus) Haryono, Hilda Noviyani; Pinandoyo, -; Chilmawati, Diana
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.095 KB)

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan, namun pembudidaya sering  mengalami kendala harga pakan yang tinggi karena bahan baku seperti tepung ikan masih diimpor. Pakan ikan nila diimpor dengan harga beli pakan yang cukup tinggi sehingga menyebabkan biaya produksi menjadi tinggi. Salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan tepung ikan adalah dengan menggunakan sumber protein dari ikan rucah seperti ikan petek untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ikan nila.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ikan petek dengan dosis yang berbeda pada pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan nila strain larasati (O. niloticus) dan mengetahui perlakuan terbaik dengan penambahan tepung ikan petek dalam pakan buatan yang memberikan pengaruh nilai RGR, EPP, PER, dan SR. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19 Juli - 29 Agustus 2014 di Balai Benih Ikan Siwarak, Semarang. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL)  yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Ikan nila diberi pakan buatan dengan penambahan tepung ikan petek dengan dosis berbeda (39%; 42%; 45%; dan 48%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tepung ikan petek pada perlakuan D (48%) berpengaruh terhadap nilai RGR, EPP, PER, memberikan kelulushidupan sebesar 96,67%. Tilapia (Oreochromis niloticus) is a freshwater fish that has a high economic value and is widely cultivated, but farmers often have difficulty high feed prices for raw materials such as fish meal is imported. Tilapia fish feed imported for a purchase price of feed that is high enough to cause high production costs. One effort to reduce dependence on the use of fish meal is use one of protein sources from trash fish of Leioghnatus equulus that meets the nutritional needs of Tilapia fish.This study aimed to determine the effect of fish meal petek with different doses on artificial feed on the growth and survival of tilapia strains larasati (O. niloticus) and determine treatment with the addition of Leioghnatus equulus fishmeal in artificial feed on the best value of RGR value, FE, PER. This study was conducted on 19 July to 29 August 2014 Fish Seed Center Siwarak, Semarang. The research method is a method of experiment with a completely randomized design (CRD), which consists of 4 treatments and 3 replications. Tilapia fed the artificial with the addition of Leioghnatus equulus fishmeal with different doses (39%; 42%; 45%; and 48%). Based on the results of this study concluded that fish meal of Leioghnatus equulus at dose 48% in the diet affects the value of RGR, EPP, PER, the seed of tilapia (O. niloticus).
Pengaruh Perendaman Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Avverhoa bilimbi Linn) terhadap Kelulushidupan dan Histopatologi Hati Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) yang Diinfeksi “Aeromonas hydrophila” Nineung, Ditha Febriana Dewanti; Sarjito, -; Haditomo, Alfabetian Harjuno Condro
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri A. hydrophila merupakan penyebab penyakit Motil Aeromonas Septicemia pada ikan gurami. Salah satu bahan alami yang berpotensi  untuk pengobatan penyakit aeromonas adalah daun belimbing wuluh (A. bilimbi L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak daun belimbing wuluh dan mengetahui dosis terbaik terhadap kelulushidupan dan histopatologi hati ikan gurami. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan rancangan percobaan  menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu 4 perlakuan dan 3 ulangan. Uji in vitro dilakukan sebelum penelitian, dalam rangka penentuan dosis untuk uji in vivo. Perlakuan yang digunakan diantaranya perlakuan A (dosis 0 ppm), perlakuan B (dosis 1000 ppm), perlakuan C (dosis 2000 ppm), dan perlakuan D (dosis 3000 ppm). Ikan gurami terlebih dahulu diinjeksi A. hydrophila dengan cara menyuntikkan 0,1 mL bakteri sebanyak 107CFU/mL secara intramuskular. Setelah ikan gurami menunjukkan gejala klinis, maka dilakukan perendaman dengan ekstrak daun belimbing wuluh selama 20 menit dengan 2 kali perendaman, yaitu pada hari pertama pasca injeksi dan hari ke 6 pasca perendaman pertama. Hasil penelitian diperoleh, bahwa perendaman ekstrak daun belimbing wuluh memberikan pengaruh yang berbeda nyata (p<0,05) terhadap kelulushidupan ikan gurami. Kelulushidupan tertinggi pada perlakuan D (56,67%±15,28), kemudian perlakuan C (43,33%±11,55), diikuti perlakuan B (30,00%±24,46), dan yang paling rendah pada perlakuan A (6,67%±11,55). Hasil pengamatan histopatologi hati menunjukkan kelainan berupa nekrosis, degenerasi, melanomakrofag dan kongesti. Hasil penelitian diperoleh bahwa dosis 3000 ppm merupakan dosis terbaik untuk pengobatan penyakit Motil Aeromonas Septicemia pada ikan gurami dengan metode perendaman. A. hydrophila is one of the causes Motil Aeromonas Septicemia disease in gouramy (O. gouramy). One of the natural materials to cure aeromonas disease is starfruit leaves (A. bilimbi L.). The aims of this research were to determine an effect by using starfruit leaves (A. bilimbi L.) and to determine the best dose to survival rate and Histopathology of gouramy (O. gouramy) liver. Research methods used experimental method and experimental design used Completely Randomized Design with 4 treatments and 3 replications. In vitro test was done before getting research to determine dose for in vivo test.  The treatments were treatment A (0 ppm), treatment B (1000 ppm), treatment C (2000 ppm), and treatment D (3000 ppm). Previously, gouramy (O. gouramy) was injected by 0,1 ml A. hydrophila intramuscurally with bacteria density 107 CFU/ml. After carps showed clinical sign, so the immersion was done by starfruit leaves (A. bilimbi L.) extract for 20 minutes with 2 replications, in first day of post-injection and day sixth of first immersion. Results of this research were immersion of starfruit leaves extract gaves a significantly different effect (p<0.05) to gouramy (O. gouramy) survival rate. Other results of this research were the highest survival rate was at treatment D (56.67%±15.28), then treatment C (43.33%±11.55),  followed with treatment B (30.00%±24.46), and the lowest was treatment A (6.67%±11.55). Observation of liver Histopathology showed abnormalities such as necrosis, degeneration, melanomacrofag, and congestion.  Based on survival rate, consentration 3000 ppm was the best dose to cure motil aeromonas septicemia in gouramy (O. gouramy) with immersion method.
PERFORMA PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA HITAM (Oreochromis niloticus Bleeker) MELALUI PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN DALAM PAKAN BUATAN Irawati, Depri; Rachmawati, Diana; Pinandoyo, -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.114 KB)

Abstract

Pemanfaatan protein dalam pakan merupakan salah satu masalah dalam kegiatan budidaya ikan nila hitam yang sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan. Penambahan enzim papain pada pakan dilakukan untuk dapat memanfaatkan protein secara maksimal dan lebih optimal pada kultivan. Papain merupakan enzim protease  yang mampu menghidrolisis protein menjadi unsur-unsur yang lebih sederhana yaitu peptida hingga asam amino, sehingga meningkatkan pemanfaatan protein pakan oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papain dalam pakan buatan serta dosis enzim papain yang optimal terhadap performa pertumbuhan benih ikan nila hitam (O. niloticus Bleeker). Ikan uji yang digunakan adalah benih nila hitam dengan bobot rata-rata 2,49±0,25 gr.ekor-1 dan padat tebar 1 ekor.L-1. Pemberian pakan 3 kali sehari pada pukul 08.00, 12.00, dan 16.00 secara at satiation. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan A (0% papain), perlakuan B (1,125% papain), perlakuan C (2,25% papain) dan perlakuan D (3,375% papain). Variabel yang diamati adalah laju pertumbuhan relatif, protein efisiensi rasio, efisiensi pemanfaatan pakan, kelulushidupan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penambahan enzim papain dalam pakan buatan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap peningkatan pertumbuhan relatif, protein efisiensi rasio, efisiensi pemanfaatan pakan dan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kelulushidupan. Dosis papain: 2,38%, 2,34%, 2,33%, 2,72% mampu menghasilkan laju pertumbuhan relatif, protein efisiensi rasio, efisiensi pemanfaatan pakan dan net protein utilization optimal masing-masing sebesar 1,84%/hari, 2,38%, 71,6%, 0,804% untuk benih nila hitam. Kualitas air selama penelitian masih berada dalam kisaran yang layak untuk media budidaya ikan nila hitam. Utilization of protein in a feed is one of the problems in the black tilapia aquaculture that are closely related to the growth. The addition of the papain enzyme in the feed is used  to get a full advantage from protein maximally and more optimally for the kultivan. Papain is a protease enzyme that is able hydrolyze a proteins into simpler elements like peptides to amino acids, so it can be increase the utilization of protein in feed by the body. The purpose of this  research were to determine the effect of addition  papain enzyme in artificial feed and to determine the optimal dose of papain enzyme to growth performance of black tilapia seed (O. niloticus Bleeker). Test fish used black tilapia seed with weight approximately 2.49±0.25 g.fish-1 and stock density 1 fish. L-1. Feeding was done in 3 times a day at 08:00, 12:00, and 16:00 in at satiation method. The research used experimental method by completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. Treatment A (0% papain), treatment B (1.125% papain), treatment C (2.25% papain) and treatment D (3.375% papain). The observed variables were relative growth rate, protein efficiency ratio, efficiency of feed utilization, survival rate and water quality. The results showed that the addition of papain enzyme in artificial feed gave a significant effect (P<0.05) to increase the relative growth, protein efficiency ratio, feed utilization efficiency and had no effect (P>0.05) on survival rate. The dose of papain which was obtained is: 2.38%, 2.34%, 2.33%, 2.72% capable to produce relative growth rate, efficiency ratio, efficiency feed utilization and net protein utilization optimal 1.84%/day, 2.38%, 71,6%, 0,804% for the black tilapia. Water quality during the research is still in a decent range for a medium black tilapia fish aquaculture.
PENGARUH PERENDAMAN EKSTRAK DAUN CEREMAI (Phyllanthus acidus [L] skeels) TERHADAP KELULUSHIDUPAN DAN HISTOPATOLOGI GINJAL IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) YANG DIINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila Cahyaningrum, Ditha; Sarjito, -; Haditomo, Alfabetian Harjuno Condro
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.751 KB)

Abstract

Ikan patin (Pangasius hypophthalmus) adalah salah satu komoditas ikan air tawar ekonomis penting. Pengembangan budidaya melalui sistem intensifikasi dapat memperbesar peluang terjangkitnya penyakit bakteri. Salah satu penyakit bakteri yang menyerang yaitu Aeromonas hydrophila. Penggunaan antibiotik untuk mengobati ikan dapat meningkatkan resistensi, sehingga diperlukan obat alternatif untuk mengobati dari daun ceremai (Phyllanthus acidus[L] skeels) yang mengandung flavonoid, tanin dan saponin sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman dan dosis terbaik ekstrak daun ceremai terhadap kelulushidupan serta histopatologi ikan patin yang di infeksi bakteri A. Hydrophila. Ikan uji di injeksi bakteri A. Hydrophila sebanyak 0,1mL dengan konsentrasi 107 CFU/mL secara intramuskular. Setelah menunjukkan gejala klinis berupa peradangan yang kemudian menjadi luka (ulcer) di bekas suntikan dan haemorage pada sirip dubur, ikan patin direndam dalam ekstrak daun ceremai selama 15 menit. Hasil pengamatan diperoleh nilai kelulushidupan tertinggi terdapat pada perlakuan C sebesar 60%, diikuti oleh perlakuan D sebesar 43,33%, perlakuan B sebesar 6,67%  dan pada perlakuan A sebesar 3,33%. Penggunaan ekstrak daun ceremai terbukti berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kelulushidupan ikan patin yang di infeksi bakteri A. hydrophila. Pada pengamatan  histopatologi diperoleh adanya kelainan pada organ ginjal seperti adanya nekrosis, degenerasi vakuola dan kongesti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun ceremai mampu  menyembuhkan  ikan patin yang di infeksi bakteri A. hydrophila, dimana dosis terbaik terdapat pada perlakuan C (1500 ppm) dengan nilai kelulushidupan tertinggi sebesar 60%. Catfish (Pangasius hypophthalmus) is one of freshwater fish commodity that has economic value. Intensification system can increase of chances contracting bacterial disease. One of bacterial disease that formed by Aeromonas hydrophila. Utilization of antibiotics for treat a fish againts to increase resistance, necessitating alternative medicine to treat it from ceremai leaf (Phyllanthus acidus [L] Skeels) that containing flavonoids, tannins and saponins as a antibacterial. The purpose of this study is to determine the effect of immersion and the best dose of ceremai leaf extract againts survival and histopathological of catfish that in A. hydrophila bacterial infections. Fish injection test in bacteria A. hydrophila as 0,1mL with concentration 107 CFU / mL intramuscularly. After was showed clinical symptoms inflammation that become wound (ulcer) at the injection site and haemorage in anal fin, than all of catfishis had immersion session with is ceremai leaf extract for 15 minutes. The Observations showed that the highest survival rate is in treatment C at 60%, followed by treatment D 43.33%, amounting to 6.67% B treatment and the treatment A of 3.33%. The utilization of ceremai leaf extracts proved significantly effect (P<0,05) on the survival of catfish infected bacteria A. hydrophila. From histopathological observations acquired abnormalities in internal organs such as necrosis, degeneration vacuoles, congestion. In kidney the results showed that ceremai leaf extract is able to heal catfish that was infected by A. hydrophila, and had best dose in treatment C (1500 ppm) with the highest survival rate of 60%.
PERFORMA PERTUMBUHAN BENIH LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) MELALUI PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN DALAM PAKAN BUATAN Hutabarat, Grace Marchelly; Rachmawati, Diana; Pinandoyo, -
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.588 KB)

Abstract

Pakan yang sesuai dengan tingkat kebutuhan nutrisi dapat mendukung pertumbuhan optimum dari lobster. Papain merupakan enzim protease dari getah papaya yang mampu menghidrolisis protein menjadi unsur-unsur yang lebih sederhana dan penyerapan protein oleh lobster atas pakan yang dikonsumsi, sehingga meningkatkan pemanfaatan protein pakan oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papain dalam pakan buatan dan mengetahui dosis enzim papain yang terbaik dalam pakan buatan terhadap performa pertumbuhan lobster air tawar (C. quadricarinatus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2014 di Laboratorium Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang. Hewan uji yang digunakan adalah benih lobster air tawar dengan bobot rata-rata 0,23±0,09 g.ekor dan padat tebar 1ekor.L-1. Pemberian pakan lobster 2 kali sehari pada pukul 08.00 dan 17.00 secara ‘at satiation’. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu pakan buatan dengan enzim papain 0%; 1,125%; 2,25%; dan 3,375%. Variabel yang diamati meliputi efisiensi pemanfaatan pakan, protein efisiensi rasio, laju pertumbuhan relatif, dan kelulushidupan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim papain dalam pakan buatan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap efisiensi pemanfaatan pakan (EPP), protein efisiensi rasio (PER), dan laju pertumbuhan relatif (RGR), namun tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap kelulushidupan (SR). Perlakuan D dengan dosis enzim papain 3,375% memberikan nilai terbaik pada EPP 26,11±0,51%, PER 0,87±0,02%, dan RGR 11,23±1,4%. Nilai SR lobster air tawar (C. quadricarinatus) berkisar antara 90-96,67%. Kualitas air pada media pemeliharaan terdapat pada kisaran yang layak. The feed with high nutritional requirement will be able to improve optimum growth rate of crayfish. Papain is protease enzim from papaya sap that is able to hydrolyze protein into the elements of a more simple increased protein absorption of the feed consumed, and it increase feed utility by the crayfish. The purpose of the research was to observe the effects of addition papain on artificial feeds and to know best dose of the enzyme papain on artificial feed are  growth performance of the Crayfish (Cherax quadricarinatus). This study was conducted on May to July 2014 at Laboratory of Aquaculture, Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University, Semarang. The samples in this research used crayfish seeds with weight everage of 0.23±0.09 g.crayfish, and with stocking density of 1 crayfish.L-1. The feeding time of crayfish at twice perday at 08.00 and 17.00 ‘at satiation’ method. This study used a experiment method with completely randomized design with 4 treatments and 3 replicates. They were practical diets with the enzyme papain addition in the diet 0%, 1.125%, 2.25%, and 3.375%. The variables observed were efficiency of feed utilization, protein efficiency ratio, relative growth rate, and survival rate.The results showed that the use of the enzyme papain significantly (P<0.05) of the efficiency of feed utilization (EPP), protein efficiency ratio (PER), and relative growth rate (RGR), but not significantly different (P>0.05) to survival rate (SR). The treatment D (3.375% papain) showed the best EPP 26.11±0.51%, PER 0.87±0.02%, and RGR 11.23±1.4%. The survival rate ranged from 90-96.67%. Water quality on preserve media exists on gyration that reasonably.
PENGARUH PAPAIN PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN PATIN (Pangasius hypopthalmus) Ananda, Tri; Rachmawati, Diana; Samidjan, Istiyanto
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.895 KB)

Abstract

Pakan merupakan salah satu permasalah dalam budidaya ikan patin (Pangasius hypopthalmus). Pakan yang digunakan oleh petani  mengandung protein yang tidak dapat diserap secara optimal oleh ikan patin sehingga salah satu solusi untuk mempermudah penyerapan protein dengan penambahan enzim papain. Papain merupakan enzim protease yang mampu menghidrolisis protein menjadi unsur-unsur yang lebih sederhana sehingga dapat dicerna dan diserap dengan optimal oleh tubuh ikan patin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis optimal enzim papain  pada pakan buatan  terhadap pertumbuhan  ikan  patin(P. hypopthalmus). Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah penambahan papain dalam pakan buatan A (0%), B (0,75%), C (1,5%) dan D (2,25%). Hewan uji menggunakan ikan patin dengan bobot rata-rata 4,23±0,30 gram/ekor. Ikan patin dipelihara dalam akuarium ukuran 50x30x30cm3 dengan volume air 20 liter. Padat tebar 1 ekor/liter dilakuakan selama 42 hari. Frekuensi pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari pada pukul 08.00, 13.00 dan 17.00 WIB secara at satiation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim papain dalam pakan buatan  berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap efisiensi pemanfaatan pakan. Rasio efisiensi protein berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap laju pertumbuhan spesifik ikan, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kelulushidupan ikan patin. Nilai optimal laju pertumbuhan spesifik ikan patin adalah 2,42%/ hari dengan dosis papain 1.16 %/100gram pakan. Pola hubungan berbentuk kuadratik dengan persamaan Y= -0.14696888x2 + 0.3409066x + 2.21965750 dengan R2=0,508. Nilai efisiensi pemanfaatan pakan optimal ikan patin adalah 55,4% dengan dosis papain 1,19%/100gram pakan. Pola hubungan berbentuk kuadratik dengan persamaan Y = -6.72741330x2 + 15.97306x + 45.88719250 dengan R2=0,817. Nilai rasio efisiensi protein pakan ikan patin yang dicapai adalah 1,76% dengan dosis papain 1,19 %/100gram pakan. Pola hubungan berbentuk kuadratik dengan persamaan Y= -0.2103643x2 + 0.500759x + 1.46454750 dengan R2=0,819. Selama penelitian nilai kualitas air baik pH dan suhu masih berada di kisaran optimum untuk pemeliharaan ikan patin.  Feed is one of the problems in catfish (P. hypophtalmus) culture. Feed used by farmers usuallly did not contain the enzyme papain. Therefore, the protein contained in the feed may not be optimally absorbed by the catfish. Papain is aprotease enzyme that is able to hydrolyz proteins into the elements that is more simple and can be optimally absorbed by the body of catfish.This research aims to know the effect and optimum doses of enzyme papain on artificial feed on the growth out of catfish (P. hypopthalmus). This research method was used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 raplications. The treatment were the addition of papain in artificial feed A (0%), B(0.75%), C (1.5%) dan D (2.25%). Animal trial used catfish with an average weight of 4,23±0,30 g. Catfish kept in the aquarium 50x30x30cm3 with a water volume of 20 liters of water. Stocking density 1 tail/liter conducted for 42 days. Frequency of feeding 3 times a day at 08.00, 13.00 and 17.00 were at satiation. The result showed  that the addition of papain enzyme in artificial diets was very significantly influenced  on the feed utilization efficiency (P<0.01). Protein eficiency ratio significantly influenced on the specific growth rate of fish (P<0.05),  but it had no significantly influenced on the survival of catfish ( P>0.05). Optimal value eficiency of feed utilization of catfish was 55,4% with a dose of papain 1.19 %/100gram. Pattern quadratic relationship was the equation Y = -6.72741330x2 + 15.97306x + 45.88719250 with R2=0.817. Optimal value of the protein efficiency ratio was 1.76% with a dose of papain 1.19 %. Pattern of relationship was the quadratic equation Y= -0.2103643x2 + 0.500759x + 1.46454750 with R2=0.819. Optimal value of the specific growth rate was 2.42%/day with a dose of  papain 1.16%/100gram. Pattern of relationship was the quadratic equation Y= -0.14696888x2 + 0.3409066x + 2.21965750 with R2=0.508. During the study the water quality of both pH value and the temperature were still in the optimum range for maintenance catfish.
PENGARUH KOMBINASI OMEGA-3 DAN KLOROFIL DALAM PAKAN TERHADAP FEKUNDITAS, DERAJAT PENETASAN DAN KELULUSHIDUPAN BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio, L) Firmantin, Irfana Tiya; Soedaryono, Agung; Nugroho, Ristiawan Agung
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.22 KB)

Abstract

Rendahnya derajat penetasan telur ikan mas merupakan permasalahan serius yang dihadapi pada kegiatan budidaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kualitas benih ikan mas yaitu dengan meningkatkan kualitas nutrisi pakan induk. Unsur nutrien yang harus ada dalam pakan induk ikan antara lain asam lemak esensial dan vitamin E yang dibutuhkan untuk dapat meningkatkan kualitas reproduksi induk. Penelitian ini mengkombinasikan suplemen pakan yaitu omega-3 dan klorofil dengan menambahkannya pada pakan induk ikan mas. Kombinasi bahan tersebut diharapkan meningkatkan fekunditas, derajat penetasan, dan kelulushidupan benih ikan mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi omega-3 dan klorofil ke dalam pakan induk terhadap fekunditas, derajat penetasan, dan kelulushidupan benih ikan mas. Perlakuan uji adalah A (tanpa kombinasi omega-3 dan klorofil ke dalam pakan), B (kombinasi 5 mL omega-3 dan 5 mL klorofil/kg pakan), C (kombinasi 3,5 mL omega-3 dan 6,5 mL klorofil/kg pakan) dan D (kombinasi 6,5  mL omega-3 dan 3,5 mL klorofil/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi omega-3 dan klorofil berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai fekunditas, derajat penetasan dan kelulushidupan. Nilai fekunditas dan derajat penetasan pada perlakuan B, C dan D tidak berbeda nyata (P>0,05), akan tetapi berbeda nyata (P<0,05) terhadap perlakuan A. Nilai kelulushidupan pada perlakuan D berbeda nyata (P<0,05) terhadap perlakuan A, B dan C. Perlakuan D menunjukkan nilai kelulushidupan yang tertinggi. Kombinasi 6,5 mL omega-3 dan 3,5 mL klorofil/kg pakan merupakan kombinasi yang paling disarankan untuk dapat meningkatkan fekunditas, derajat penetasan dan kelulushidupan ikan mas (C. carpio L). The low hatching rate of eggs in the common carp is a serious problem faced in fish culture. One of the efforts to improve and optimize the seed quality of common carp was by increasing the feed nutrition quality for the broodstock. The nutriens such as vitamin E and essential fatty acids are required for increasing the quality of broodstock reproduction. The research was design to combine omega-3 and chlorophyl as feed supplements in diets for common carp broodstock. This combination was expected to improve fecundity, hatching rate and survival rate common carp seeds. The research was aimed to know influence of combination omega-3 and chlorophyll in feed diets on fecundity, hatching rate and survival rate of common carp seeds. Those treatments were A (without combination of omega-3 and chlorophyl), B (combination of 5 mL omega-3 and 5 mL chlorophyl/kg feed diets), C (combination of 3.5 mL omega-3 and 6.5 mL chlorophyl/kg feed diets) and D (combination of 6.5 mL omega-3 and 3.5 mL chlorophyl/kg feed diets). The result revealed that combination omega-3 and chlorophyl affected significantly (P<0,05) on the fecundity, hatching rate and survival rate. The fecundity and hatching rate values of the treatments of B, C and D did not significantly affect (P>0,05) but significantly affected (P<0,05) on the treatment A. The survival rate values of the treatment D significant different effect (P>0,05) with treatments A, B and C. Treatment D performed the best survival rate. Base on the results suggested that the combination of combination of 6.5 mL omega-3 and 3.5 mL chlorophyl/kg feed diets could to increase fecundity,hatching rate and survival rate of common carp larvae.
ANALISA KESESUAIAN LAHAN PERAIRAN PULAU PARI KEPULAUAN SERIBU SEBAGAI LAHAN BUDIDAYA IKAN KERAPU (Epinephelus sp.) PADA KERAMBA JARING APUNG DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI SIG Ghani, Abdul; Hartoko, Agus; Ariyati, Restiana Wisnu
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.097 KB)

Abstract

Ikan kerapu (Epinephelus sp.) merupakan salah satu spesies unggulan dalam pengembangan budidaya laut di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat kesesuaian wilayah perairan untuk keramba jaring apung ikan kerapu (Epinephelus sp.) di zona budidaya laut di Pulau Pari berdasarkan parameter fisika dan kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus yaitu pengumpulan data dan analisis data. Data primer didapatkan secara langsung dengan pengukuran langsung di lapangan, sedangkan data sekunder yang didapatkan kemudian diolah pada citra Landsat 8 sehingga dihasilkan suatu model dasar peta tematik. Peta tematik yang dihasilkan kemudian diolah untuk menduga nilai kesesuaian perairan untuk keramba jaring apung. Hasil pengukuran kecepatan arus berkisar antara 3,0 – 4,7 m/s, suhu 29oC – 30oC, salinitas 31,9 – 33,7 ppt, DO 7,0 – 8,1 mg/L, kecerahan 7,5 – 9,0 m, kedalaman 20 – 30 m. Peta Hasil kesesuaian lahan budidaya di Pulau Pari menunjukkan daerah yang tingkat kesesuaian untuk budidaya ikan kerapu berada pada perairan terbuka. Suatu perairan yang terlindung untuk kawasan budidaya ikan kerapu sistem keramba jaring apung berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha budidaya. Daerah pada semua stasiun direkomendasikan untuk dijadikan usaha budidaya karena merupakan daerah yang tidak berada pada jalur pelayaran dan termasuk dalam kelas kesesuaian sesuai. Berdasarkan total skor yang digunakan untuk penilaian kesesuaian perairan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu diperoleh tujuh stasiun yaitu stasiun I – stasiun VII termasuk pada kategori S2, sedangkan kedua stasiun lainnya yaitu stasiun VIII dan stasiun IX termasuk dalam kategori S3. Grouper (Epinephelus sp.) is one of the flagship species in marine culture development in Indonesia. This research aimed to analyze the level of suitability waters for floating net cages grouper (Epinephelus sp.) based on parameters of physics, chemistry, and biology waters in mariculture zone in Pari Island. The method of this research used a case study of data collection and data analysis. Primary data were directly obtained by direct measurement in the field, while the secondary data were obtained then processed on Landsat 8 to get a basic model of thematic maps. The thematic maps were obtained then processed to estimate the suitability of water for floating net cages. The measurement results of current velocity is 3.0 – 4.7 m/s, temperature 29oC - 30oC, salinity 31.9 – 33.7 ppt, DO 7.0 - 8.1 mg/L, transparency 7.5 – 9.0 m, depth of 20 – 30 m. The results of the land suitability of marine culture in Pari Island indicated that the level of suitability for grouper is in the open water. A sheltered waters for marine culture area with floating net cage systems are affect the sustainability of farming. All stations are recommended to be used for marine culture of grouper because the areas are not on cruise lines and are included in the corresponding suitability classes. Based on the total score for the assessment of the suitability of waters in Pari Island, Thousand Islands gained seven stations are stations I - VII included in the category of station S2, while the other stations are stations VIII and IX station included in the S3 category.
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) DALAM PAKAN TERHADAP KELULUSHIDUPAN DAN HISTOPATOLOGI HEPATOPANKREAS UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) YANG DIINFEKSI BAKTERI Vibrio harveyi Sari, Rensiga Rintan Bunga; Sarjito, -; Haditomo, Alfabetian Harjuno Condro
Journal of Aquaculture Management and Technology Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Journal of Aquaculture Management and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.874 KB)

Abstract

Udang vaname merupakan salah satu  jenis udang yang dibudidayakan di Indonesia karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Namun terdapat kendala yang dihadapi oleh pembudidaya udang antara lain adalah  serangan  penyakit. Penyakit yang diakibatkan oleh V. harveyi bersifat ganas karena dapat mematikan populasi larva udang yang terserang dalam waktu 1 sampai 3 hari. Pengobatan dengan menggunakan kombinasi berbagai antibiotik juga dapat menimbulkan masalah resistensi pada bakteri negatif. Salah satu tanaman yang dapat digunakan adalah Binahong (Anredera cordifolia). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh serbuk daun binahong (A.cordifolia) terhadap kelulushidupan udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang diinfeksi bakteri V. harveyi dan mengkaji dosis terbaik dari serbuk daun binahong yang paling efektif terhadap kelulushidupan udang vaname. Udang uji yang digunakan dalam penelitian berukuran  ±5 g dengan jumlah udang sebanyak 120 ekor. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan A (0 g/kg pakan), B (30 g/kg pakan), C (60 g/kg pakan) dan D (90 g/kg pakan). Pemberian pakan dilakukan selama 14 hari sebelum di uji tantang. Uji tantang dilakukan dengan menyuntikkan bakteri V. harveyi dengan dosis 104cfu/mm3 sebanyak 0,1 mL. Pengamatan dilakukan selama 10 hari pasca infeksi bakteri V. harveyi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala klinis udang pasca infeksi warna tubuh memerah, ekor dan kaki renang memerah, hepatopankreas berwarna coklat, dan terjadi melanosis pada karapas. Nilai kelulushidupan tertinggi hingga terendah berturut-turut 6,67% (perlakuan A), 56,67% (perlakuan D), 73,33% (perlakuan C), dan 90,00% (perlakuan B). Hasil penelitian nenunjukkan dosis 30 g/kg pakan merupakan dosis terbaik sebagai antibakteri pada udang vaname untuk mencegah penyakit V. harveyi. Vannamei is the one of shrimp species cultured in Indonesia caused has the highly economic value. But there was some, such as shrimps disease. The disease shrimps formed by V. harveyi is vicious, made mortality in curva population in 1 to 3 day. Utilization of  antibiotics caused resistance for bacteria. There was some effort to solve the effect of  resistance of antibiotics, such as using natural ingredient as an alternative treatment. The one of plants that would be herbal medicine are Binahong leaves (Anredera cordifolia). The aims of this research were to determine the effect of binahong leaves powder (A. cordifolia) againts survival rate of Vannamei (L. vannamei) infected by V. harveyi and to determine the best dose of binahong leaves powder toward survival rate of vannamei. Vannamei with total 120 shrimps weight everage ± 5 g. This research used experimental method with 4 treatments and 3 repetitions. They were treatment A (0 g/kg of feed), B (30 g/kg of feed), C (60 g/kg of feed) and D (90 g/kg of feed). The treatment done in 14 days before the challenge test. The challenge test done by injection of V. harveyi with dose 104 cell/mm3 as much as 0,1 mL . The result showed clinical sign of vannamei post infection, such as flushed body, flushed fin and swimming legs, brown hepatopancreas and melanosis on the carapace. The average value of the highest to the lowest survival are 6.67% (treatment A), 56.67%, (treatment D), 73.33% (treatment C), and 90.00% (treatment B). 30 g/kg of feed was the best dose as an immunostimulant in vannamei for preventing disease of V. harveyi.

Page 1 of 1 | Total Record : 9