cover
Contact Name
Nanang Setiawan
Contact Email
mozaik@uny.ac.id
Phone
+628122762804
Journal Mail Official
mozaik@uny.ac.id
Editorial Address
Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta, Kampus Karang Malang, Jalan Colombo No. 1, Yogyakarta, Indonesia, Kode Pos 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah
ISSN : -     EISSN : 28089308     DOI : 10.21831/moz
Core Subject : Humanities, Social,
MOZAIK is an academic journal centered in the study of history. MOZAIK is welcoming contributions from young and more experienced scholars from different disciplines and approaches that focus on historical changes. MOZAIK is an academic journal to discuss various crucial issues in Indonesian history, both at local, national and international levels, covering the history of the early period of Indonesia to contemporary Indonesia. MOZAIK does it in a multidisciplinary and comparative manner.The scope of MOZAIK encompasses all historical subdisciplines, including, but not limited to, cultural, social, economic and political history, historiography, and the philosophy of history.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
KEBIJAKAN SOSIAL EKONOMI PADA MASA PEMERINTAHAN K.G.P.A.A. PAKU ALAM IV – K.G.P.A.A. PAKU ALAM VIII TAHUN 1864-1950 H.Y. Agus Murdiyastomo; Ririn Darini
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.957 KB) | DOI: 10.21831/moz.v11i1.45204

Abstract

Kadipaten Pakulaman merupakan negara dependen yang berbentuk kerajaan di Jawa. Kedaulatan dan kekuasaan pemerintahan negara diatur dan dilaksanakan sesuai dengan perjanjian atau kontrak politik yang dibuat oleh negara induk bersama-sama dengan negara dependen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan-kebijakan sosial ekonomi yang diambil oleh K.G.P.A.A. Paku Alam IV – Paku Alam VIII khususnya pada aspek agraria dan perkebunan dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial ekonomi di Kadipaten Pakualaman.Kata Kunci: Kebijakan, Sosial Ekonomi, Pakualaman
PENGARUH PEMIKIRAN RAJA ALI HAJI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL-BUDAYA MASYARAKAT MELAYU RIAU 1878-2004 Rizki Aldy Danusa
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.166 KB) | DOI: 10.21831/moz.v11i1.45205

Abstract

Raja Ali Haji merupakan salah satu sastrawan berpengaruh yang berasal dari kalangan masyarakat Melayu Riau. Semasa hidupnya, ia telah menghasilkan karya-karya yang tidak hanya dapat dinikmati tetapi memiliki nilai penting dalam kehidipan. Pemikirannya yang berasal dari ajaran Islam dan Melayu dengan titik tumpu kompilasi ajaran Islam dan Melayu sebagai pembentuk moral masyarakat Melayu dalam mencapai puncak suatu peradaban sosial dalam kehidupan. Orientasi penelitian ini ditujukan untuk mengetahui besarnya pengaruh yang telah diberikan Raja Ali Haji kepada masyarakat Melayu Riau sepeninggal dirinya 1878 hingga 2004. Raja Ali Haji meninggalkan warisan dalam bentuk naskah Melayu yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Melayu Riau. Tidak hanya meninggalkan pengaruh pada generasi yang berdekatan dengannya namun pengaruh yang ia berikan mampu berdiri kokoh secara turun temurun dengan perbedaan zaman yang signifikan.Kata Kunci: Raja Ali Haji, Sosial-Budaya, Melayu, Riau.
JALUR KERETA API YOGYAKARTA-SRANDAKAN: KEPENTINGAN KOLONIAL DAN DAMPAK EKONOMI PADA MASYARAKAT SEKITAR (1895-1930) Eko Ashari
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.589 KB) | DOI: 10.21831/moz.v11i1.45206

Abstract

Penelitian ini ingin melihat bagaimana perkembangan dan pengaruh alat transportasi kereta api di Jalur Djogja-Srandakan terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar, di samping sebagai alat angkutan tropical product. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur kereta api Djogja-Srandakan Vorstenlanden mampu memangkas waktu tempuh pengangkutan hasil komoditas. Namun perkembangannya justru angkutan ini menjadi primadona alat transportasi masal manusia kala itu. Sehingga mobilisasi massa menjadi lebih mudah dari satu tempat ke tempat lain. Karena halte-halte kecil maupun stasiun besar dibangun di beberapa titik lokasi yang strategis. Disamping itu pengaruh munculnya alat transportasi ini menjadikan tempat-tempat sepanjang jalur tersebut ramai hilir mudiknya orang-orang dan mendorong munculnya aktivitas ekonomi kelas bawah seperti berjualan, kuli angkut, maupun persewaan dokar/andong.Kata Kunci: Transportasi, Kereta Api, Srandakan, Yogyakarta
KONFLIK TAMBANG PASIR BESI LUMAJANG: ANALISIS AKAR DAN RESOLUSI Hardian Wahyu Widianto
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.587 KB) | DOI: 10.21831/moz.v11i1.45207

Abstract

Pertambangan pasir yang membawa berkah ekonomi bagi sebagian masyarakat, di sisi lain memicu kemunculan konflik tragis. Konflik yang berujung pada kematian warga penolak tambang pasir besi di desa selok Awar-awar, Lumajang, Jawa Timur, menyedot perhatian publik luas. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan kronologi, proses resolusi dan akar dari konflik tambang pasir. Konflik ini dimulai ketika tahun 2014 Kepala Desa Selok Awar-Awar dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta Paguyuban Pendukung Penambangan berencana mendirikan penambangan pasir besi. Masyarkat yang tidak sepakat dengan keputusan itu lalu mulai menginisiasi berbagai aksi protes. Puncaknya, tokoh penggerak penolak tambang pasir besi dianiyaya hingga meninggal oleh kelompok lawanya. Proses resolusi konflik dilakukan lewat dua pendekatan sekaligus yakni konvensional lewat jalur persidangan dan alternatif dengan model mediasi. Akar konflik pada dasarnya bersumber dari kebijakan pemerintah desa Selok Awar-awar yang tidak mengakomodir kepentingan dari penolak tambang pasir.Kata kunci: Konflik, Tambang Pasir, Lumajang
DARI KONFRONTASI SAMPAI REKONSILIASI: STUDI KASUS KONFLIK MUHAMMADIYAH DENGAN PKI DI KOTAGEDE TAHUN 1950-1970 Erik Muhammad Rizkia
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.291 KB) | DOI: 10.21831/moz.v11i1.45202

Abstract

Penelitian ini diorientasikan untuk mengetahui sejarah Muhammadiyah di Kotagede antara tahun 1950-1970. Sepanjang tahun 1950-1970 Muhammadiyah di Kotagede banyak mengalami berbagai peristiwa penting, terutama peristiwa yang berkaitan dengan unsur konflik politis antara Muhammadiyah dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Puncak konflik dua kelompok masa tersebut terjadi pada tahun 1950-1965 di Kotagede Yogyakarta, konflik tersebut dipicu oleh persaingan ekonomi, politik, dan soal kepercayaan yang berakhir penahanan orang-orang PKI karena terlibat kasus gerakan G30 S tahun 1965. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode sejarah kritis, yang terdiri dari : (1) Heuristik (Pencarian Sumber), (2) Kritik (kritik atau verifikasi data), (3) Interpretasi (Kemampuan menafsirkan sejarah yang berlandaskan pada teknik Accepted History),(4) Historiografi (Rekonstruksi/ penulisan sejarah). Adapun sumber yang kami peroleh merupakan sumber primer dan sekunder yang termuat dalam buku, jurnal, wawancara, majalah dan arsip. Hasil dari penelitian ini menunjukan pada awal tahun 1970 selesai operasi militer berlangsung, Muhammadiyah mencoba untuk melakukan rekonsiliasi dan pembinaan secara sosial terhadap orang-orang PKI, antara lain: kepada anak-anak PKI yang ditinggal oleh orang tua karena terjerat peristiwa G30 S 1965, dan keterlibatan Muhammadiyah dalam menyantuni orang-orang mantan PKI untuk ikut bergabung dalam keorganisasian pemudi Muhammadiyah “Nasyi atul Aisyiyah”.Kata Kunci: Konfrontasi, Rekonsiliasi, Muhammadiyah, PKI, Kotagede
SEJARAH ORANG BALI DI LAMPUNG 1956 – 1997 Aan Budianto
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.867 KB) | DOI: 10.21831/moz.v11i1.45203

Abstract

Penelitian ini secara khusus membahas adaptasi ekonomi dan adaptasi budaya orang Bali di Provinsi Lampung dalam rentang waktu 1956-1997. Pulau Bali yang sebelumnya menjadi tempat bertahannya orang Bali dan Agama Hindu dari arus kedatangan agama Islam dan Kristen, pada abad 20an terpaksa ditinggalkan oleh sebagian orang Bali. Mereka yang meninggalkan Bali menganggap sudah tidak ada masa depan di pulau Bali. Provinsi Lampung menjadi salah satu tempat yang menjadi tujuan orang Bali pada tahun 1956. Di Lampung, orang Bali menghadapi tantangan adaptasi, baik dalam bidang ekonomi maupun budaya. Bagaimana mereka bertahan di tempat baru menjadi menarik untuk ditelisik. Guna memperoleh jawaban atas permasalahan utama tersebut, dipakai metode sejarah kritis dengan penggunaan sumber primer maupun sekunder, seperti foto, arsip, wawancara, pengamatan dan telaah referensi yang relevan. Hasil dari penelitian ini yaitu kondisi ekonomi menjadi faktor pendorong utama orang Bali menuju Lampung pada tahun 1956. Proses migrasi melalui program pemerintah dan swakarsa. Tujuan pertama adalah Seputih Raman, Lampung Tengah. Pertanian sawah menjadi pilihan pekerjaan utama di awal proses adaptasi karena sesuai dengan latar belakang mereka dan kondisi alam di Lampung. Perekonomian orang Bali mengalami kemajuan yang pesat ketika program irigasi dibangun hingga ke Seputih Raman pada tahun 1975. Hal berbeda ditunjukkan oleh orang Bali yang berada di Lampung Utara. Mereka tidak mengolah sawah, melainkan memilih pertanian kebun karena menyesuaikan dengan kondisi geografis alamnya. Kemajuan dalam bidang ekonomi orang Bali yang juga dipengaruhi oleh sikap budaya orang Bali kemudian berpengaruh pada aktualisasi kebudayaan. Berbagai tradisi kebudayaan yang tadinya sulit dilakukan kemudian bisa terlaksana ketika ekonomi mereka mengalami kemajuan. Setelah tahun 1980an, berbagai tradisi dan adat budaya Bali pun semakin berkembang di Lampung.Kata Kunci: Orang Bali, Lampung, Adaptasi, Ekonomi, Budaya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6