cover
Contact Name
Nanang Setiawan
Contact Email
mozaik@uny.ac.id
Phone
+628122762804
Journal Mail Official
mozaik@uny.ac.id
Editorial Address
Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta, Kampus Karang Malang, Jalan Colombo No. 1, Yogyakarta, Indonesia, Kode Pos 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah
ISSN : -     EISSN : 28089308     DOI : 10.21831/moz
Core Subject : Humanities, Social,
MOZAIK is an academic journal centered in the study of history. MOZAIK is welcoming contributions from young and more experienced scholars from different disciplines and approaches that focus on historical changes. MOZAIK is an academic journal to discuss various crucial issues in Indonesian history, both at local, national and international levels, covering the history of the early period of Indonesia to contemporary Indonesia. MOZAIK does it in a multidisciplinary and comparative manner.The scope of MOZAIK encompasses all historical subdisciplines, including, but not limited to, cultural, social, economic and political history, historiography, and the philosophy of history.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2020)" : 6 Documents clear
GERAKAN KEPANDUAN DI MANGKUNEGARAN 1916-1942: AKHIR PERSAINGAN JAVAANSCHE PADVINDERS ORGANISATIE (JPO) DENGAN KRIDA MUDA Weda Windiarti
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.83 KB) | DOI: 10.21831/moz.v11i2.45211

Abstract

Javaansche Padvinders Organisatie (JPO) merupakan organisasi kepanduan pertama milik pribumi di Indonesia yang didirikan oleh Mangkunegara VII pada tahun 1916 di Solo. Mangkunegaran juga memiliki organisasi kepanduan Krida Muda yang berdiri pada tahun 1934. Kedua organisasi tersebut menyebarluaskan pengaruhnya ke wilayah Mangkunegaran hingga dibubarkan pada awal masa pendudukan Jepang di Indonesia tahun 1942. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui munculnya kepanduan di Indonesia, mengetahui perbedaan antara JPO dan Krida Muda, dan persaingan antar kedua organisasi serta penyelesaiannya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah kritis. Penelitian ini menghasilkan bahwa berdirinya Krida Muda pada tahun 1934 memicu persaingan antar JPO dan Krida Muda. Kedua organisasi tersebut berebut wilayah untuk menyebarkan pengaruhnya di wilayah Mangkunegaran. Meskipun masalah tersebut sudah teratasi, demi mencegah konflik diantara keduanya Mangkunegara VII membentuk Hooge Raad dan Mangkunagaransche Jeugd Organisatie Commissie (MNJOC) untuk mengatur dan mengawasi JPO dan Krida Muda. Pada tahun 1939, MNJOC digantikan oleh Centraalbestuur-Mangkunagaransche Jeugd Organisatie (CB-MNJO).Kata Kunci: Gerakan, Kepanduan, Mangkunegaran.
RUANG TANPA BATAS: SEJARAH DAN POLITIK MEMORI PADA PUBLIC SPACE MONUMEN SERANGAN UMUM 1 MARET 1949 Nanang Setiawan
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.152 KB) | DOI: 10.21831/moz.v11i2.45212

Abstract

Berangkat dari peristiwa perang kemerdekaan yang disampaikan melalui pesan utama bahwa segala bentuk perjuangan demi bangsa dan negara layak untuk dikenang generasi penerus, ternyata mampu menyimpan berbagai ingatan serta menempatkan Soeharto di mata masyarakat Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut Orde Baru benar-benar masuk di dalamnya sebagai sebuah sosok sentral yang berusaha mengkonstruksi ingatan melalui penggunaan simbol-simbol tertentu di dalam kehidupan masyarakat. Melalui public space khususnya monumen, simbol dan wacana direpresentasikan untuk menunjukkan sebuah identitas agar mengendap dalam ingatan masyarakat. Dengan demikian dapat diketahui, bahwa konstruksi sejarah melalui sebuah monumen yang mengandung pengalaman masa lalu merupakan sebuah hal yang tidak dapat dielakkan. Lebih dari itu, monumen telah dijadikan sebagai perantara guna menyatukan persepsi atau konstruksi makna atas sebuah peristiwa sejarah untuk kepentingan masa kini yang mengarah pada monopoli penguasa. Konstruksi sejarah di dalamnya kemudian menjadi penting karena terdapat kepercayaan bahwa siapa yang menguasai sejarah maka akan menguasai masa depan. Nampaknya inilah yang dilakukan Orde Baru di bawah Soeharto melalui monumen bernama Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949.Kata Kunci: Memori, Monumen, dan Soeharto
PERDAGANGAN OPIUM DI KERESIDENAN MADIUN TAHUN 1830-1925 Muhammad Kemal
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.359 KB) | DOI: 10.21831/moz.v11i2.45208

Abstract

Pasca berakhirnya Perang Jawa di tahun 1830, Pemerintah Hindia Belanda mengambil alih wilayah Keresidenan Madiun dan mulai memperdagangkan opium dengan sistem Opiumpacht. Pada tahun 1901 sistem Opiumpacht dihapuskan, digantikan dengan sistem Opiumregie. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi umum wilayah Keresidenan Madiun, dimulainya praktik perdagangan opium melalui sistem Opiumpacht dan perdagangan opium melalui system Opiumregie dalam rentang tahun 1830-1925. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reformasi birokrasi dan diterapkannya Sistem Tanam Paksa di wilayah Keresidenan Madiun telah mendorong peningkatan perekonomian masyarakat. Pemberlakuan sistem Opiumpacht di Keresidenan Madiun pada tahun 1830 mendatangkan keuntungan yang besar untuk para bandar Cina pemegang hak monopoli opium dari pemerintah Hindia Belanda. Merebaknya opium gelap serta tingginya tingkat kecanduan masyarakat membuat sistem Opiumpacht dihapuskan di akhir abad ke-19. Sistem Opiumregie mulai diterapkan dan dikendalikan penuh oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1901. Keuntungan perdagangan opium di bawah sistem Opiumregie mengalami pasang surut. Kemerosotan terjadi karena adanya pembatasan konsumsi opium oleh pihak ototritas serta merebaknya wabah Pes di tahun 1911 yang menurunkan daya beli masyarakat untuk mengonsumsi opium.Kata Kunci: Keresidenan Madiun, Opiumpacht, Opiumregie, Perdagangan opium.
HISTPRIOGRAFI FEMINIST: PERAN PEREMPUAN DALAM MASYARAKAT DAN ISLAM A. Fadhilah Utami Ilmi Rifai; A. Fadhilah Utami Ilma Rifai
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.213 KB) | DOI: 10.21831/moz.v11i2.45214

Abstract

Masuk dan berkembangnya islam di Indonesia tidak menjadikan negara ini tertutup dengan banyaknya paham selain islam. Salah satu paham yang menjadi sangat menarik yaitu feminis pada kalangan perempuan. Menarikanya bahwa keragaman agama, budaya dan perspektif menjadikan paham feminis tumbuh dan berkembang dengan berbaur dengan hal tersebut. Hal yang menarik bahwa dalam melihat perempuan lokal bagaimana paham ini dapat menjadi sebuah paham yang mengerti bagaimana perempuan sejak dahulu menjadi salah satu dasar dan tombak dalam mengusir penjajah dibeberapa daerah. Salah satu rujukan yang terlihat adalah pemrempuan dari Sulawesi Selatan. Bagi beberapa suku yang berada di Sulawesi Selatan, perempuan merupakan sebuah simbol besar yang menjadi identitas mereka. Dalam tulisan ini, penulis akan fokus mengunakan konsep historiografi dan antropologi dalam aspek perumpuan lokal dalam perspektif feminis dan pandangan islam didalamnya. Dalam melihat kajian tentang perempuan lokal mungkin telah banyak dibahas akan tetapi, dalam tulisan ini penulis akan tetap berfokus pada bagaimana pandangan islam dan feminis berbaur dan menjadi satu pada perempuan lokal sejak dulu hingga saat ini yang mungkin terjadi akibat adanya akulturasi.Kata Kunci: Perempuan Lokal, Feminis, Padangan Islam
JOSEPHUS VAN LITH DALAM PERKEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DI JAWA AWAL ABAD 20 Danar Widiyanta
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.934 KB) | DOI: 10.21831/moz.v11i2.45209

Abstract

Josephus Van Lith adalah tokoh dalam Pendidikan yang sezaman dengan Ki Hajar Dewantara, dan Ki Haji Ahmad Dahlan. Josephus Van Lith mengembangkan Pendidikan progresif berdasarkan pada Rohani kekristenan dan Budaya Jawa. Josephus Van Lith melakukan penyelarasan harmonis antara agama dan pengetahuan umum, dengan harapan manusia mencapai keseimbangan dalam kebutuhan material dan spiritual. Dalam mengembangkan pendidikannya Josephus Van Lith juga mengembangkan pendidikan karakter dengan basis kearifan lokal. Meskipun bukan orang Jawa, tetapi Josephus Van Lith menguasai dan mengembangkan Budaya Jawa.  Kearifan lokal Budaya Jawa diterapkan dalam pendidikan karakter yang dikembangkan dalam Pendidikan masyarakat pribumi di Muntilan khususnya dan Jawa pada umumnya pada awal abad ke-20.Kata Kunci: Josephus Van Lith, Pendidikan Karakter, jawa.
PENGARUH PABRIK GULA PANGKAH PADA KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN TEGAL TAHUN 1832-1870 Ammar Muhammad
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.025 KB) | DOI: 10.21831/moz.v11i2.45210

Abstract

Kabupaten Tegal merupakan daerah yang diwajibkan ditanami tanaman tebu karena memiliki dukungan alam yang subur. Pada tahun 1832 didirikanlah Pabrik Gula Pangkah yang menjadi pabrik gula pertama di Kabupaten Tegal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mengapa Pabrik Gula Pangkah berdiri dan perkembangan Pabrik Gula Pangkah tahun 1832-1870 serta dampak sosial ekonominya terhadap masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode sejarah kritis yang terdiri dari; heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kabupaten Tegal merupakan wilayah yang memiliki kondisi geografis yang subur dan memiliki jumlah penduduk yang besar. Pada perkembangannya dari tahun ke tahun mengalami kenaikan jumlah produksi gula yang signifikan, karena didukung oleh kondisi perkebunan, tenaga kerja, dan infrastruktur yang cukup baik. Dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan yaitu meningkatnya jumlah penduduk di Distrik Pangkah dan pergeseran kepemilikan tanah petani, serta terserapnya tenaga kerja di sektor perkebunan dan pabrik gula.Kata Kunci: Pabrik Gula Pangkah, Sosial Ekonomi, Kabupaten Tegal

Page 1 of 1 | Total Record : 6