cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2019)" : 24 Documents clear
DESAIN RANGKA BOSCH PUMP TIPE IN-LINE 4 SILINDER CAHYONO, HARI; , ISKANDAR
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPompa injeksi ( injection pump ) atau lebih dikenal sebagai bosch pump memiliki berbagai jenis tipe, namun tipe yang akan digunakan salah satunya adalah tipe in-line ( segaris ) pada mesin diesel putaran tinggi. Sistem kerjanya bahan bakar yang telah dikirim oleh feed pump diinjeksikan ke dalam ruang bahan bakar oleh pompa injeksi dan nozzle dengan cara ditekan oleh plunger yang bergerak ke atas. Pergerakan naik turunnya plunger tersebut diatur oleh camshaft. Camshaft yang terdapat pada pompa injeksi bahan bakar dihubungkan ke timing gear. Sehingga penyemprotan bahan bakarnya dapat diatur waktunya. Control rack yang dihubungkan dengan governor berfungsi untuk memutar plunger guna mengatur jumlah bahan bakar yang diinjeksikan. Dikarenakan bosch pump tipe in-line memiliki mesin diesel putaran tinggi, maka akan di desain sebuah rangka sebagai tempat bosch pump tipe in-line. Tujuan dalam tugas akhir ini untuk mengetahui kekuatan rangka yang akan digunakan pada bosch pump tipe in-line, agar bisa menompang kinerja bosch pump yang akan dijalankan. Pengerjaan dilaksankan di bengkel dalm pembuatan rangka dan perakitan komponen dilakukan di laboratorium motor diesel Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya, waktu pengerjaan 3 bulan, dengan menggunakan metode eksperimen dan proses pengerjaan meliputi : 1) rumusan masalah dan tujuan penelitian, 2) mendesain rangka, 3) analisa dan perhitungan desain rangka, 4) membuat rangka, 5) uji coba, 6) hasil uji coba, 7) analisa kekuatan rangka dan 8) kesimpulan.Hasil desain rangka didapatkan spesifikasi alat menggunakan rangka besi siku L ukuran 20mm x 20 mm x 3mm, bosch pump tipe In-Line, motor penggerak gerinda sebagai media engine bosch pump tipe In-line. Berdasarkan perhitungan kekuatan dari desain rangka bosch pump tipe In-line di dapat sebagai berikut : beban yang diterima 5,62 N/mm sedangkan kekuatan rangka 62,5 N/mm, maka rangka dinyatakan cukup kuat untuk menahan beban bosch pump . Dan perhitungan kekuatan rangka pada motor penggerak di dapat sebagai berikut : beban yang di terima 1,86 N/mm sedangkan kekuatan rangka 62,5 N/mm, maka rangka dinyatakan cukup kuat untuk menahan beban motor penggerak.Kata kunci :bosch pump tipe in-line , desain rangka, tegangan rangka.
APLIKASI PENDINGIN ELEKTRIK TEC1-12706 DAN TEC1-12715 DENGAN HEATSINK PADA COOLER BOX SEMI KONDUKTOR UZIA BRAMANTYO, KUKUH; MADE ARSANA, I
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cooler box ini dirancang bertujuan untuk membantu manusia dalam mendapatkan minuman dingin karena minuman dingin dapat mempercepat menghilangkan dahaga dan dehidrasi manusia. Cooler box semi konduktor ini lebih efisien dibandingkan kulkas dan cooler box konvensional karena pengguna alat dapat memperoleh minuman dingin pada saat berpergian jauh menggunakan mobil. Rancang bangun Cooler Box Semi Konduktor ini diharapkan dapat membuat minuman menjadi dingin sehingga menjadi alternatif masyarakat untuk mendinginkan minuman pada saat bepergian jauh. Selain itu, dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan umum serta pengetahuan dalam bidang teknik pendinginan. Dalam perancangan ini menggunakan jenis penelitian yang berbentuk rancang bangun berbasis eksperimen. Perencangan ini bertujuan untuk mengetahui perancangan sistem analisis perfoma pendingin elektrik pada rancang bangun cooler box semi konduktor dan untuk meningkatkan performa analisis perfoma pendingin elektrik pada cooler box semi konduktor. Tahap perancangan rangka pada cooler box semi konduktor yang berarti setelah penentuan ide kemudian dilanjutkan pembuatan proses perancangan sesuai dengan bagian-bagiannya. Dalam pembuatan cooler box semikonduktor ini dapat menghasilkan pembuatan dokumen produk berupa desain gambar kerja, dan langkah terakhir adalah pengujian kinerja alat kemudian menyimpulkan hasil dari alat tersebut. Spesifikasi cooler box semikonduktor dapat mencapai suhu terendah 24 oC dalam waktu 60 menit. Ukuran box yaitu 53x31x43 cm, menggunakan TEC jenis TEC1-12706 dan TEC1-12715 dengan pendingin cairan, memiliki tegangan DC 12V.
PERENCANAAN SISTEM PENGGERAK PADA RANCANG BANGUN TRAINER TRANSMISI OTOMATIS HONDA JAZZ ADI SUSILO, DIKI; MADE ARSANA, I
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transmisi yang umum digunakan pada mobil masa kini adalah transmisi manual dan transmisi otomatis. Dengan berkembangnya dunia otomitif dibuatlah transmisi otomatis tipe CVT atau yang di kenal dengan sebutan (Continous Variable Transmision) untuk membuat kenyamanan berkemudi tanpa menganti berulang-ulang transmisi. Menanggapi hal tersebut laboratorium chassis UNESA memerlukan suatu media pembelajaran transmisi otomatis tipe CVT jenis mobil yang bisa memperlihatkan secara nyata tentang mekanisme dan prinsip kerja transmisi otomatis tipe CVT, salah satunnya yaitu pembuatan media pembelajaran desain cutting transmisi otomatis honda jazz. Perancangan ini dilaksanakan di laboratorium chasis Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya, waktu pengerjaan 2 bulan, dengan menggunakan metode eksperimen dan proses pengerjaan meliputi:1) menentukan transmisi yang dipakai, 2) mendesain rangka, 3) perhitungan pulley dan sabuk / V-Belt, 4) menentukan motor listrik yang akan dipakai, 5) uji coba trial & error, 6) penggunaan alat. Dari trainer transmisi otomatis cvt honda jazz membutuhkan daya rencana minimal 0,427 HP, maka daya mesin penggerak (motor listrik) yang dipilih adalah 0,5 HP dengan daya 0,319 Kw. Rasio transmisi yang digunakan adalah 1:2 untuk transmisi sabuk V dengan rpm penggerak 1400 rpm dan yang digerakkan sebesar 700 rpm. Transmisi sabuk yang terpasang tipe sabuk C-33, diameter puli penggerak 75 mm dan puli yang digerakkan 150 mm. untuk jarak kedua puli yang digunakan adalah 240 mm dan panjang keliling sabuk sebesar 838 mm. Dari performa sistem penggerak pada rancang bangun trainer transmisi otomatis honda jazz, pada saat trainer di uji coba tidak mengalami kendala apapun. Dari puley penggerak dan yang digerakkan proses berjalannya berputar baik sehingga pada saat poros porsneleng di pindahkan dari gigi P,R,N,D,D1, dan D2 gigi tidak mengalami kendala apapun, sehingga trainer bisa diamati berputarnnya trainer secara langsung Kata kunci: transmisi, engine cutting,motor listrik
DESAIN CUTTING PADA RANCANG BANGUN TRAINER TRANSMISI HONDA JAZZ PRIYAMBOGO, DAYAN; MADE ARSANA, I
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rancang bangun ini di buat dengan alasan sebagai median pembelajaran dengan media trainer transmisi otomatis Honda jazz untuk menunjukan mekanisme kerja dari transmisi otomatis. Menanggapi hal tersebut laboratorium chasisi UNESA memerlukan satu media pembelajaran transmisi otomatis tipe CVT. Tujuan rancang bangun ini untuk merancang dan merakit trainer otomatis Honda jazz pada media pembelajaran yang sesuai perencanaan. Perenangan ini di lakukan di laboratorium chasisi dengan waktu 2 bulan, pengerjaan meluputi 1) menentukan transmisi yang dipakai, 2) mendesain cutting 3) mendesain rangka, 4) uji coba 5) pengguanaan alat, Pada proses pemotongan pada caver transmisi otomatis tipe cvt dengan ukuran pemotongan 170mm x 100mm x 220mm terlihat bagian bagian yang ingin di tunjukan seperti pulley penggerak, forward gear, planetary gearSetelah dilakukan proses pemotongan komponen-komponen akan terlihat cara kerja pada bagian pully penggerak dan planetary gear pada saat tuas pemindah gigi transmisi di pindahkan. Namun jazz tidak berjalan dengan baik dikarenakan drive pulley dan driven pulley tidak mau mengebang karna rumah CVT di potong dan tidak adanya tekanan dari fluida. Kata kunci : transmisi otomatis tipe CVT

Page 3 of 3 | Total Record : 24