cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "vol 42 no 3 (2008)" : 7 Documents clear
Hubungan antara Porositas dengan Kedalaman untuk Reservoir-Reservoir Batupasir di Indonesia Barat Bambang Widarsono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 42 No 3 (2008)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.42.3.116

Abstract

Porositas batuan sebagai data penting bagi kegiatan produksi minyak dan gas (migas) memiliki hubungan yang unik, meskipun bervariasi, dengan kedalaman. Secara umum porositas mengecil dengan bertambahnya kedalaman, dan pengetahuan ini menjadi suatu aset yang sedikit banyak dapat digunakan untuk berbagai aplikasi di industri migas antara lain untuk mengontrol keakuratan porositas hasil evaluasi log sumuran. Pertanyaan yang selalu hadir adalah apakah hubungan antara porositas dan kedalaman yang ada di literatur cukup valid untuk kasus-kasus di Indonesia. Tulisan ini menyajikan usaha untuk mencari validitas bagi hubungan porositas – kedalaman yang ada di  literatur. Sebagai data penguji diambil porositas 157 percontoh batuan dari 15 lapangan minyak yang berasal dari 6 cekungan di Indonesia bagian Barat. Hasil utama dari studi ini adalah tidak validnya hubungan porositas – kedalaman yang ada dan bukti bahwa tingginya tingkat sementasi dan heterogenitas dari batuan-batuan reservoir di Indonesia. Hasil penting lainnya adalah sebuah hubungan matematis porositas – kedalaman yang sedikit banyak dapat dianggap mewakili untukreservoir-reservoir di Indonesia Barat.
Karakterisasi Biosurfaktan yang Dihasilkan Bakteri Providencia rettgeri dan Bacillus subtilis dari Reservoir Minyak di Indonesia sri Kadarwati
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 42 No 3 (2008)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.42.3.117

Abstract

Biosurfaktan merupakan suatu surfaktan yang disintesis oleh organisme. Zat ini mempunyai kemampuan antara lain menurunkan tegangan antarmuka antara minyak-air, yang berpotensi untuk meningkatkan perolehan minyak. Penelitian ini mempelajari karakterisik biosurfaktan yang mencakup kinetika pembentukan, jenis, dan komposisi senyawa penyusun biosurfaktan yang dihasilkan oleh bakteri Providencia rettgeri dan Bacillus subtilis dari reservoir minyak di Indonesia. Peningkatan produksi biosurfaktan baik dari Providencia rettgeri maupun Bacillus subtilis sesuai dengan kurva pertumbuhannya, ditandai dengan semakin banyaknya jumlah populasi sel semakin meningkat  juga produksi biosurfaktannya. Pada percobaan ini, sebagai sumber karbon digunakan glukosa dan minyak mentah (hidrokarbon). Pada awal pertumbuhan, glukosa dimanfaatkan terlebih dahulu, sehingga kandungan glukosa akan menurun dan habis pada jam ke- 60. Produksi biosurfaktan meningkat kembali, karena kedua bakteri menggunakan sumber karbon lain yaitu hidrokarbon yang ada di dalam media. Biosurfaktan yang dihasilkan kedua jenis bakteri tersebut mempunyai struktur yang sama dengan surfaktin, dengan kandungan masing-masing sebesar 22,09 ppm dan 27,54 ppm. Selain itu didapat 17 macam kandungan asam amino, sesuai dengan yang terkandung di dalam surfaktin, sebagai kontrol, kecuali prolin dan sistin.
Penelitian dan Kajian Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi R Desrina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 42 No 3 (2008)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.42.3.118

Abstract

Istilah limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3) sering mempunyai arti yang bersifat ambigu. Di dalam peraturan pemerintah istilah limbah B3 digunakan lebih untuk mendifinisikannya dari aspek hukum (legal definition) untuk menyatakan limbah sebagai limbah B3 atau bukan limbah B3. Regulasi tentang limbah B3 ini semula dituangkan di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia tahun 1994, PP No. 19/1994. Definisi limbah B3 di dalam PP tersebut kemudian diubah seiring dengan revisi peraturan tersebut yang menjadi peraturan baru, PP 18/1999. Sesuai peraturan yang termuat di dalam PP 18/1999, beberapa limbah dari kegiatan industri minyak dan gas bumi (migas) secara spesifik dikategorikan sebagai limbah B3. Di sisi lain di dalam peraturan pemerintah (PP 85/99 Pasal 7 ayat (5)) dicantumkan kalimat yang menyatakan bahwa limbah tersebut dapat dinyatakan limbah B-3 setelah dilakukan uji karakteristik dan atau uji toksikologi. Apakah ketentuan uji toksikologi untuk menentukan nilai LD50 dapat diberlakukan terhadap limbah lumpur minyak (sludge) atau lumpur pemboran misalnya, mengingat sludge atau lumpur pemboran ini sangat tidak mungkin untuk dapat di umpankan kepada hewan uji. Selain itu, pasal lain di dalam peraturan pemerintah (PP 85/1999 Pasal 8 ayat (2)) menyebutkan bahwa limbah B3 migas yang spesifik dapat dikeluarkan dari daftar tersebut oleh instansi yang bertanggung jawab, apabila dapat dibuktikan secara ilmiah bahwa limbah tersebut bukan limbah B3 berdasarkan prosedur yang ditetapkan oleh instansi yang bertanggung jawab. Selanjutnya ayat 3 Pasal 8 menyebutkan bahwa pembuktian secara ilmiah dilakukan berdasarkan: (a). Uji karakteristik; (b). Uji toksikologi; dan atau: Hasil studi yang menyimpulkan bahwa limbah yang dihasilkan tidak menimbulkan pencemaran dan gangguan kesehatan terhadap manusia dan makhluk hidup lainnya. Ketetapan-ketetapan di dalam PP 85/1999 khususnya tentang limbah B3 kegiatan eksplorasi dan produksi (EP) migas ini sering menimbulkan interpretasi yang kontroversial dan tidak dapat dilaksanakan di lapangan. Penelitian dan kajian ini mencoba menjawab tentang hal-hal tersebut.
Pengembangan Model Kompresor pada Jaringan Pipa Gas yang Komplek edward tobing
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 42 No 3 (2008)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.42.3.119

Abstract

Model simulasi jaringan pipa salur gas yang komplek dikembangkan dengan anggapan aliran dalam pipa adalah steady state. Analisis aliran steady state dalam jaringan pipa gas tersebut dilakukan untuk menentukan distribusi tekanan aliran gas pada setiap ”node” dan laju alir pada setiap”leg”, dengan mengetahui sekurang-kurangnya satu harga tekanan node serta supply atau demand pada node lainnya. Untuk mendesain dan menganalisis sistem jaringan pipa yang komplek dengan adanya peralatan kompresor, posisi leg digantikan oleh kompressor dengan menambahkan dua buah node, yaitu pada suction (inlet) dan discharge (outlet). Model simulasi ini kemudian dapat menghitung daya kuda (horse power) kompresor yang diperlukan untuk mengalirkan gas ke konsumen.
Optimalisasi Transesterifikasi Minyak Kelapa Sawit Menjadi Biodiesel dengan Katalis NaOH Heri Herizal; Maizar Rahman
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 42 No 3 (2008)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.42.3.120

Abstract

Telah dilakukan percobaan sintesis biodiesel melalui transesterifikasi minyak kelapa sawit (CPO) dengan metanol dan NaOH sebagai katalisnya. Untuk memperoleh kondisi operasi yang optimum maka beberapa variabel proses digunakan seperti konsentrasi katalis NaOH yang konsentrasinya antara 0,46-1,84%-berat, rasio molar Metanol/CPO yang besarnya sekitar 6-12, waktu reaksi antara 15-120 menit dan temperatur reaksi sekitar 50-65°C. Variabel yang optimal tersebut dipakai untuk memaksimalkan perolehan metil ester (biodiesel). Dalam studi ini perolehan biodiesel yang maksimal adalah sekitar 99%-berat. Produk tersebut dapat diperoleh pada kondisi operasi optimum sebagai berikut : konsentrasi NaOH = 1,38%, rasio molar = 10, waktu reaksi = 60 menit dan temperatur = 60°C. Karakteristik biodesel yang dihasilkan seperti viskositas kinematis, berat jenis, titik nyala dan sebagainya, masih berada pada batasan yang tercantum dalam SNI Biodiesel.
Pengaruh Faktor Fundamental dan Non Fundamental Prof. Dr. Maezar Rahman
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 42 No 3 (2008)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.42.3.203

Abstract

Stabilitas pasokan dan harga minyak sangat diperlukan dunia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu harga yang mampu prediksi sangat didambakan banyak pihak, baik pemerintah, badan usaha maupun investor agar semua kegiatan dapat direalisasikan sesuai rencana. Namun dalam kenyataannya harga minyak tidak mampu diprediksi dan sering bergerak ke arah yang tidak diduga. Dalam tulisan ini akan ditinjau faktor-faktor yang mempengaruhi harga minyak baik funda- mental (permintaan, pasokan, stok minyak, kapasitas produksi cadangan dunia, kemampuan kilang dunia) maupun non fundamental (geopolitik, kebijakan pemerintah, cuaca, bencana alam, pemogokan, kerusakan instalasi rantai produksi, pelemahan nilai dollar, spekulasi) serta kebijakan pasokan OPEC. Juga ditinjau perkiraan ke depan situasi pasar dan harga minyak dunia sesudah krisis keuangan dan ekonomi dunia tahun 2008.
Garis Besar Rencana Penelitian dan Pengembangan Adsorben untuk Distribusi dan Penyimpanan Bahan Bakar Gas Skala Rendah Yusep Kartiwa Caryana
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 42 No 3 (2008)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.42.3.204

Abstract

Pengurangan subsidi melalui substitusi minyak tanah sektor rumah tangga oleh Bahan Bakar Gas (BBG) terkendala oleh keterbatasan jaringan pipa distribusi gas. Badan usaha distribusi gas bumi yang berorientasi profit center kurang berminat mengembangkan jaringan pipa gas ke konsumen rumah tangga yang tersebar dan memiliki tingkat konsumsi BBG yang sangat rendah karena alasan keekonomian. Oleh karena itu, PPPTMGB ”LEMIGAS” selalu melakukan penelitian dan pengembangan teknologi alternatif distribusi dan penyimpanan BBG tekanan dan skala rendah guna menanggulangi keterbatasan jaringan pipa distribusi gas untuk mensubstitusi minyak tanah sektor rumah tangga oleh BBG. Salah satu teknologi alternatif distribusi dan penyimpanan BBG tekanan dan skala rendah yang dipertimbangkan PPPTMGB ”LEMIGAS” untuk dikembangkan adalah teknologi adsorben BBG, yang menggunakan bahan baku karbon aktif dari naturally fiber (fiber alami) beserta zat perekat yang dikompres pada tekanan dan temperatur tertentu. Teknologi adsorben BBG ini dipertimbangkan untuk dikembangkan karena bahan baku adsorben dan zat perekat organik tersedia dengan melimpah di Indonesia. Selain itu, proses sintesa adsorben BBG menggunakan teknologi yang relatif sederhana sehingga akan dapat menggunakan kemampuan nasional secara maksimal. Penelitian dan pengembangan teknologi adsorben BBG yang dilaksanakan di PPPTMGB ”LEMIGAS” berfokus pada pembentukan adsorben BBG kinerja tinggi melalui parameter kinerja adsorben yaitu kapasitas adsorsi dan desorpsi BBG yang tinggi, kinetika adsorpsi yang baik, sifat mekanik yang unggul, stabilitas dan durabillitas tinggi, ketersediaaan bahan baku serta sintesa yang efektif dan efisien.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue