cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol 51 no 2 (2017)" : 6 Documents clear
PRODUKSI GAS METANA BATUBARA DENGAN PEMANFAATAN MIKROBA CAIRAN RUMEN PADA BERBAGAI PERLAKUAN KONDISI DAN MEDIA (Producing Methane Gas from Coal (CBM) by Utilizing Rumen Fluid Microbes in Various Media and Treatment Conditions) Dahrul Effendi; Bambang Agus Widjayanto; Kosasih Kosasih; Byan Muslim Pratama; Irawan Sugoro
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 51 No 2 (2017)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.51.2.17

Abstract

Produksi Gas metana Batubara (GMB) dapat ditingkatkan dengan cara biologi, yaitu melalui teknik biostimulasi dan bioaugmentasi yang dapat dilakukan secara in situ atau ex situ. Penelitian ini memanfaatkan mikroba cairan rumen yang diambil dari limbah rumah potong hewan. Cairan rumen mengandung konsorsium mikroba yang terdiri dari bakteri, protozoa dan fungi yang potensial dapat mendegradasi batubara untuk menghasilkan gas metana. Mikroba rumen memiliki kemampuan mencerna lignin dari tanaman yang merupakan materi asal mula batubara. Penelitian ini dilakukan dengan variasi konsentrasi campuran cairan rumen, jenis batubara, air formasi, suhu, dan tekanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroba cairan rumen memiliki kemampuan untuk memproduksi gas metana, Volume gas tertinggi didapatkan dari batubara peringkat subbituminous pada suhu 60oC, tekanan 400 psi dan salinitas 35.000 ppm, yaitu diperoleh gas metana sejumlah 256 cf/ton dengan lama inkubasi 75 hari. Sedangkan pada batubara lignit dengan kondisi tekanan dan temperatur ruang (ambient condition), menghasilkan gas metana sebanyak 73,39 cf/ton dalam waktu 95 hari inkubasi. Produksi gas metana akan terus mengalami peningkatan sejalan dengan lama inkubasi dan tersedianya substrat batubara. Mikroba cairan rumen telah terbukti memiliki kemampuan untuk mendegradasi batubara menjadi gas metana sehingga potensi implementasinya dapat ditingkatkan dari skala laboratorium ke skala lapangan bawah permukaan untuk sumur CBM non-produktif. Production of Coalbed Methane (CBM) can be improved biologically, through biostimulation and bioaugmentation techniques which can be done by in situ or ex situ. This study utilizes microbial of the rumen fluid taken from animal slaughterhouse waste. Rumen fluid contains a microbial consortium of bacteria, protozoa and fungi that can potential to ferformace degradation of coal to produce the methane gas. Rumen microbes have the ability to digest lignin from plants that are the material of the origin of coal. This research was conducted with the variation of concentration of rumen fluid mixtures, coal type, water formation, temperature, and pressure. The results showed that rumen microbial fluid had the capability to produce methane gas. The highest gas volume was obtained from subbituminous coal rank at 60°C, 400 psi pressure and 35,000 ppm salinity, which produced methane gas volume of 256 cf / ton on 75 days incubation period. While from lignite coal of the ambient conditions was obtained methane gas volume as much as 73,39 cf / ton for 95 days of incubation time. The gas production will continue increasing in line with the incubation period and the availability of coal substrate. The rumen fluid microbes has been proven having capability to degradation of coal to producing methane gas so that potential implementation from laboratory scale to subsurface field scale for the non-productive CBM wells can be raised.
PENGEMBANGAN AIR TANAH BERKELANJUTAN KAWASAN EKSPLORASI MIGAS STUDI: SEMBURAN LUMPUR MENGANDUNG MIGAS DI MASINLULIK, ATAMBUA, NUSA TENGGARA TIMUR (The Development of Sustainable Groundwater Oil & Gas Exploration Area Study: The Mud Volcano with Oil & Gas Seepage Masinlulik, Atambua, Nusa Tenggara Timur) Djoko Sunarjanto; Sulistya Hastuti; Jonathan S Hadimuljono; Agustini Agustini
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 51 No 2 (2017)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.51.2.19

Abstract

Keberadaan semburan lumpur (mud volcano), rembesan minyak dan gas bumi (oil and gas seepage) menjadi data geosains penting pada wilayah eksplorasi migas. Selama ini dirasakan masyarakat adanya semburan lumpur dan rembesan migas tersebut tidak bermanfaat bagi daerah dan masyarakat sekitar lokasi semburan lumpur. Dengan penelitian ini untuk memberikan kontribusi dan menjadi lebih bermanfaat, khususnya untuk konservasi airtanah berkelanjutan. Karakteristik rembesan migas dan airtanah di lokasi terpilih yaitu Masinlulik 2, memiliki komposisi Methane (C1H4): 50.43% dan Nitrogen (N2): 49.57%. Hasil ekstrak lumpur yang keluar dari bawah permukaan tanah menunjukkan airtanah tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak ada kandunganvH2S, menjadikan lokasi tersebut tidak berbahaya bagi manusia. Analisis laboratorium lingkungan menunjukkan kandungan Zat Padat Terlarut yang tinggi sebesar 15.280 mg/l. Parameter kimia menunjukkan kandungan Arsen,Besi, Kadmium, Mangan, dan Seng di bawah ambang batas baku mutu sebagai persyaratan kualitas air bersih. Analisis tumpang susun data citra satelit dan geosains, serta hasil analisis laboratorium airtanah sebagai air bersih,vmenunjukkan kawasan eksplorasi migas Atambua memiliki potensi airtanah. Dapat dilakukan pemetaan terinci airtanah untuk air bersih sekaligus upaya konservasi airtanah dan lingkungan. The existence of the mud volcano, the oil and gas seepage become the important geoscience data in thevoil and gas exploration area. So far this is felt by the public, about the existence of the mudflow oil and seepage. They have no benefit for the regions and people around the location of the mudflow. There’s a good expectation for this research in having the contribute and more useful things, especially for the conservation of the sustainable groundwater. The characteristics of the oil and the groundwater seepage in the chosen area, Masinlulik 2. It contains the Methane (C1H4): 50.43% and Nitrogen (N2): 49.57%. The results of an extract of mud that out from under the land surface shows that the groundwater is odorless, tasteless, colorless, and has no obstetrician H2S. This fact means that the location is harmless to humans. The analysis of the environment laboratory shows the ingredients of high solid dissolved, that is 15.280 mg / l. The chemical parameter shows the contents of arsenic, iron, cadmium, manganese, and zinc under the threshold raw as a requirement of clean water quality. The analysis of flats image data satellites and geoscience, also the laboratory analysis result of the groundwater as clean water, shows the oil and gas exploration in Atambua, have the potential for having the groundwater. The detailed of groundwater mapping can be conducted as an effort in producing the clean water and also conducting the groundwater and the environment conservation.
OPTIMALISASI SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DI SUBSEKTOR MINYAK DAN GAS(Optimizing Integrated Information System in Improving Research and Development Performance in Subsector Oil and Gas) Afi Nursyifa
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 51 No 2 (2017)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.51.2.20

Abstract

LEMIGAS telah membangun tiga buah sistem informasi yang bersifat strategis yaitu sistem perencanaan dan monitoring kegiatan, sistem pelayanan jasa litbang, dan sistem akuntansi keuangan. Ketiga sistem ini masih berdiri sendiri dan menggunakan platform yang berbeda-beda, namun menggunakan data awal yang sama. Akibatnya, terjadinya pengulangan input data, arus informasi yang kurang baik, dan memerlukan waktu dalam mensinkronkan data yang dihasilkan. Sehingga pengintegrasian terhadap ketiga sistem informasi tersebut dirasa perlu untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah pengintegrasian sistem informasi memakai System Development Life Cycle dengan memanfaatkan teknologi Embarcado Delphi XE, UniGUI Framework, ExtJS Framework, PHP, dan MySQL Database Server. Hasil yang diperoleh adalah tercapainya independensi data, kemudahan dalam memonitor kegiatan dan kinerja setiap saat, serta menghasilkan laporan kegiatan dan keuangan yang lengkap dan akurat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja kegiatan penelitian dan pengembangan, serta mendukung manajemen dalam pengambilan keputusan.LEMIGAS has built three strategic information systems that are planning and monitoring system, R & D service system, and financial accounting system. These three systems are still stand-alone and use different platforms, but use the same initial data. As a result, the occurrence of repeated input data, the flow of information is not good, and takes time in synchronize the data generated. So that the integration of the three information systems are deemed necessary to do. The method used in the integration of this information system using System Development Life Cycle by utilizing Embarcado Delphi XE technology, UniGUI Framework, ExtJS Framework, PHP, and MySQL Database Server. The results obtained are the achievement of data independence, ease in monitoring activities and performance at any time, and produce reports of activities and finances are that complete and accurate. It is expected to improve the performance of research and development activities, and to support management in decision making.
INFRASTRUKTUR BAHAN BAKAR DME DI INDONESIA (Infrastructure of DME Fuel in Indonesia) Reza Sukaraharja; Dimitri Yulianto; Cahyo Setyo Wibowo; Lies Aisyah
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 51 No 2 (2017)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.51.2.21

Abstract

Pemanfaatan DME sebagai bahan bakar di Indonesia perlu medapat perhatian khusus dikarenakan bahan bakar DME dapat diperoleh dan diproduksikan dari batubara maupun biomassa yang merupakan sumber energi baru terbarukan. Dengan demikian diperlukan kajian yang menyeluruh terutama untuk membuat suatu Infrastruktur bahan bakar DME yang diperuntukan bagi bagi semua sektor, yaitu Transportasi, Industri dan Rumahtangga. Kegiatan pemanfaatan DME sebagai bahan bakar untuk kendaraan merupakan rangkaian kegiatan dari penelitian pemanfaatan DME sebagai bahan bakar pada kendaraan dan Kajian DME sebagai bahan bakar sektor transportasi, industri dan rumahtangga yang lebih memfokuskan pada pembentukan infrastruktur bahan bakar DME, merupakan kegiatan untuk mendukung Kebijakan Pemerintah demi terciptanya ketahanan Energi Nasional. Utilization of DME as a fuel in Indonesia needs special attention because DME fuel can be obtained and produced from coal and biomass which is renewable energy sources. Therefore a comprehensive study is needed to develop a DME fuel infrastructure which is intended for all sectors, such as Transportation, Industry and Household. DME utilization as a fuel for vehicles is a series of research of DME utilization as fuel of transportation sector, industry and household which focus on DME fuel infrastructure development as an activity to support Government Policy for National Energy Security.
KAJIAN TEKTONIK DAN SEDIMENTASI DI CEKUNGAN SUMATERA UTARA DAN IMPLIKASINYA UNTUK POTENSI GAS SERPIH (Tectonic and Sedimentation Evaluation in North Sumatera and Its Implication to Shale Gas Potential) Ricky Andrian Tampubolon; Shidqi Anugrah Diria; Humbang Purba; Argya Basundara; Junita Trivianty
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 51 No 2 (2017)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.51.2.22

Abstract

Penelitian ini memberikan perspektif baru mengenai mekanisme pembentukan Cekungan Sumatera Utara, karena penelitian sebelumnya masih melihat Sesar Malaka sebagai sesar yang berperan dalam pembentukannya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah peta gaya berat, peta konfi gurasi batuan dasar, data seismik dan data sumuran. Cekungan Sumatera Utara dapat dibagi menjadi dua (2) sub-cekungan yaitu: Sub-Cekungan Bagian Utara dan Sub-Cekungan Bagian Selatan. Sub-Cekungan Bagian Utara, dalam, diendapkan batuan sedimen serpih Paleogentebal, mengalami percepatan gravitasi rendah serta nilai alir bahang kecil seperti di Rendahan Arun. Sebaliknya, di Sub-Cekungan Bagian Selatan, dangkal, batuan serpih Paleogen relatif tipis tetapi mengalami percepatan gravitasi tinggi serta nilai alir bahangnya tinggi, sehingga berpotensi sebagai batuan induk gas serpih. Sub-Cekungan Bagian Selatan (Dalaman Tamiang) mengalami tektonik intensif. Penelitian mengenai proses sedimentasi, tektonik, dan analisis geokimia dapat menentukan konsep eksplorasi potensi gas serpih di Cekungan Sumatera Utara. This research gives a new perspective in basin formation of North Sumatra because the previous research still regards the Mallaca Fault play role in its basin forming. The data used in this research is gravity map, basement configuration map, seismic, and wells. The North Sumatra Basin can be divided into teo (2) sub-basins, which is: The Northern Sub-Basin and The Southern Sub-Basin. The Northern Sub-Basin is deep, have a thick Paleogene sediment, have a low acceleration gravity, and lower heatflow, like in Arun Deep. However, the Southern Sub- Basin is shallower, have a thinner Paleogene sediment, higher gravity acceleration, and higher heatflow, which make the area is potential to be source rock for shale gas. The Southern Sub-Basin (Tamiang Deep have intense tectonic phase. The research about sedimentation, tectonic, and geochemistry can make the exploration concept for shale gas in North Sumatra Basin.
PEMANFAATAN NERACA POPULASI FASA DISPERSI DALAM EVALUASI EKSTRAKSI CAIR-CAIR PADA KOLOM ISIAN (Utilizing of Population Balance of Dispersion Phase in Evaluation of Liquid-Liquid Extraction in Packed Column) Danu Ariono; Veronica Japri; Setyo Widodo
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 51 No 2 (2017)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.51.2.23

Abstract

Ekstraksi cair-cair adalah metode pemisahan dengan memanfaatkan perbedaan kelarutan komponen dari suatu larutan ke pelarut lain. Ekstraksi cair-cair diaplikasikan pada sistem kolom isian pada indistri kimia untuk menghilangkan sulfur, lilin, resin, serta senyawa aromatik pada pengolahan minyak, isolasi vitamin dalam indutri farmasi, pengambilan gliserida dari minyak nabati, pertambangan, dan pengolahan limbah. Pada aplikasi tersebut, kolom ekstraksi cair-cair dirancang menggunakan korelasi hidrodinamika yang mengasumsikan bahwa distribusi fasa dispersi di sepanjang kolom adalah seragam dan berperilaku sebagai gelembung tunggal. Studi ini dilakukan untuk mengembangkan suatu neraca populasi yang menyatakan perubahan dan distribusi gelembung dalam suatu ruang dan waktu. Aplikasi neraca populasi digunakan untuk memperoleh jumlah tahap (Number of Transfer Unit) dan tinggi tiap tahap (Height of Transfer Unit) dari suatu kolom isian. Hasil kajian menunjukkan bahwa neraca populasi dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena ketidakhomogenan ukuran (diameter) gelembung di sepanjang kolom isian pada ekstraksi cair-cair untuk mengevaluasi unjuk kerja (performance) kolom isian. Disamping itu, dapat digunakan sebagai model matematika dalam evaluasi unjuk kerja kolom isian sehingga estimasi nilai konsentrasi di setiap posisi dan waktu di sepanjang kolom isian lebih sesuai dengan fenomena sebenarnya. Liquid-liquid extraction is a separation method that utilizes the solubility difference of the components in the solution. The application of liquid-liquid extraction in industry include removal of sulfur, wax, resin, and aromatic compounds in oil treatment, vitamin isolation in pharmaceutical industry, glyceride removal from vegetable oil, mining and waste treatment. In those application, the liquid-liquid extraction column is designed using a hydrodynamic correlation which assumes that the distribution of the dispersion phases along the columns is uniform and behaves as a single bubble. The purposes of this study is to develop a population balance that describes the bubbles distribution and to obtain the more real conditions of Number of Transfer Unit and the Height of Transfer Unit of a packed column. The results indicate that the population balance can be used to explain the phenomenon of the homogeneity of the bubble size along the packed column and to evaluate the performance of the column in the liquid-liquid extraction. In addition, it can be used as a mathematical model so that the concentration value at each position and time along the column is more appropriate to the actual value.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue