cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "vol 58 no 2 (2024)" : 4 Documents clear
Profil Perubahan Nilai Resistivitas Reservoar Pada Batu Pasir Karena Pengaruh Mineral Glaukonit Sarju Winardi; Sugeng Sapto Surjono; Donatus Hendra Amijaya; Wiwit Suryanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 2 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.2.1628

Abstract

Keberadaan minyak dan gas bumi secara umum dicirikan oleh nilai resistivitas reservoar (Rt) yang tinggi. Fakta yang dipublikasikan beberapa peneliti menunjukkan adanya zona hidrokarbon yang nilai resistivitas reservoarnya rendah atau biasa disebut Low Res Low Contrast (LRLC). Penelitian mengenai profil perubahan Rt pada reservoar batupasir karena pengaruh mineral glaukonit masih terbatas. Mineral glaukonit dilaporkan dijumpai pada beberapa reservoar batupasir di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kehadiran mineral glaukonit terhadap perubahan nilai resistivitas reservoar (Rt). Penelitian dilakukan dengan membuat pseudo core batupasir yang dikondisikan mengandung mineral glaukonit dari 2-30% dan dihitung nilai Rt-nya pada kondisi saturasi air (Sw) yang berbeda. Sampel pseudo core diukur pada kondisi permukaan dengan tingkat porositas 40% dan diinjeksi air formasi bersalinitas 20.000 ppm. Hubungan antara volume mineral konduktif dan nilai Rt diplot pada suatu kurva untuk tiap tingkat saturasi air (Sw). Hasil pengukuran tegangan sampel yang mengandung glaukonit berkisar antara 5,9 volt sampai dengan 18,8 volt. Nilai resistivitasnya berkisar antara 6,05 ohm.m sampai dengan 19,28 ohm.m. Glaukonit terbukti menurunkan nilai Rt dan profil perubahan nilai Rt vs volume glaukonit adalah eksponensial. Pada sampel dengan kandungan glaukonit sebesar 10%, resistivitas reservoar terkoreksi diestimasi sebesar satu setengah kali Rt awal
Studi Kasus Konsumsi Bahan Bakar Armada Mobil Operasional Pada Proyek Oil dan Gas Di Remote Area: Suatu Kajian Ilmiah Berdasarkan Bukti Empiris Hanif Abdul Aziz; Dike Fitriansyah Putra
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 2 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.2.1629

Abstract

Bobot pengeluaran Bahan Bakar Minyak (BBM) pada proyek diskrepansi, mencakup 67% dari total keseluruhan. Dari 67% pengeluaran tersebut, sebesar Rp. 59.914.064,00, atau sekitar 65% adalah untuk kebutuhan BBM mobil operasional. Secara finansial perspektif, pengeluaran BBM mencapai 65% adalah sesuatu hal yang kurang efisien. Hipotesis awal, pengeluaran tersebut terjadi karena ada penyimpangan rute dari jadwal yang telah ditetapkan. Ada 8-unit kendaraan operasional, dengan rute terjadwal menuju 9 gathering station (GS), dan Pekanbaru. Secara aktual, 8-unit mobil operasional tersebut, telah menempuh jarak sejauh 70.405 Km selama kurang lebih 70 hari (waktu proyek berjalan). Sementara, dari rute yang telah dijadwalkan, rute tempuh akumulatif dari 8-unit mobil operasional adalah 56.716,4 km. Terjadi selisih rute sebesar 13.688,6 Km, yang mengakibatkan terjadinya budged overrun sebesar Rp. 9.021.045,28. Setelah dilakukan analisis dari data keuangan, didapatkan bahwa telah terjadi penggunaan mobil operasional diluar jam kerja, yang disebut dengan off-hour activity (OHA). Penggunaan mobil pada OHA tersebut, mencakup pencucian mobil, service, pembelian air, gas dan BBM untuk genset, keperluan keluarga, penggantian sparepart dan pengantaran orang sakit. Penggunaan mobil operasional pada OHA, jika dilihat secara rute tempuh, tidak sejauh rute yang telah dijadwalkan. Namun karena frekuensi yang tinggi, maka hal tersebut juga berperan dalam penggunaan BBM secara akumulatif. Total rute yang terakumulasi pada OHA adalah sebesar 3.649,6 Km. Dengan adanya identifikasi OHA, maka penggunaan mobil operasional memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan
Efek Penambahan Katalis Dalam Penerunan Viskositas Pada Proses Penyaluran Produk Biosolar Riza Merlina; Muhammad Ayyasi Resionda; Fauzan Galank Sangadji; Oksil Venriza
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 2 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.2.1630

Abstract

Direktur jendral migas merupakan badan yang mengatur standar dan mutu atau spesifikasi bahan bakar minyak. Bahan bakar yang akan didistribusikan harus memenuhi standart spesifikasi untuk menjaga kualitas dan optimalitas bahan bakar. Salah satu spesifikasi yang harus di penuhi pada produk migas biosolar yaitu nilai viskositasnya. Viskositas merupakan tingkat kekentalan suatu fluida. Pada suhu rendah viskositas produk migas akan lebih tinggi, yang dapat menyebabkan minyak sulit untuk mengalir. Kondisi ini berdampak pada proses distribusi melalui moda transportasi pipa.  Penambahan katalis kalium hidroksida (KOH) merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk memurnikan dan menurunkan viskositas biosolar. Proses pemurnian dan penurunan viskositas dilakukan dengan proses pretreatment, blanding, dan pengujian viskositas. Pengaruh konsentrasi KOH yang digunakan didapatkan viskositas biosolar yang turun. Proses blanding dilakukan dengan penambahan KOH dengan perbandingan 1:800 dengan penambahan pelarut 21%. Selanjutnya proses blanding dilakukan dengan menggunakan suhu 80°C dengan waktu 1 jam. Proses pemurnian menghasilkan kurang lebih 90% produk dari contoh yang dibuat. Pengujian viskositas menggunakan produk biosolar murni didapat viskositas 4,1622 mm2/s dan untuk contoh yang dibuat viskositas yang di dapat 3,2698 mm2/s hasil pemurnian biosolar dengan penambahan KOH dan pelarut metanol memiliki potensi baik dalam menurunkan viskositas produk biosolar yang nantinya dapat dilakukan optimalisasi dalam pendistribusian.
PERANCANGAN ALAT DESORPSI GAS PADA SAMPEL BATUAN SERPIH GUNA PENGUKURAN VOLUME GAS PADA SKALA LABORATORIUM Dimas Ragil; Muhammad Abdul Muthofa; Wahyudi Wahyudi; Muh. Arif Mutakim; Eka Oktiviannysa; Nandang Tri Aji; Yogi Haryo Prakoso
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 58 No 2 (2024)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.58.2.1647

Abstract

Perancangan alat desorpsi gas pada sampel batuan serpih bertujuan untuk mengukur volume gas dalam skala laboratorium dan mengatasi keterbatasan alat pemanas sebelumnya yang berukuran besar dan hanya memungkinkan pengukuran dilakukan di laboratorium sehingga berisiko terjadinya kebocoran gas selama pengangkutan sampel. Perangkat pemanas sebelumnya menunjukkan deviasi keseragaman suhu maksimum sebesar 6,6°c dan variasi suhu keseluruhan hingga 8,9°c, yang tidak memadai untuk pengukuran yang akurat. Peralatan desorpsi gas baru dirancang agar lebih portabel, memungkinkan pengukuran lapangan langsung dengan sistem pemanas yang lebih stabil, pengukur tekanan dan volume gas, serta perangkat kontrol suhu yang lebih akurat. Simulasi menunjukkan kinerja pemanasan yang lebih baik dengan suhu yang seragam dan stabil, dengan variasi suhu maksimum hanya 0,437°c. Peningkatan ini memungkinkan peralatan desorpsi gas baru untuk mengukur volume gas dengan akurasi tinggi dan stabilitas suhu yang lebih baik dibandingkan oven sebelumnya. Pengembangan peralatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penelitian dan eksplorasi gas bumi, khususnya dalam pemanfaatan sumber daya gas non-konvensional seperti shale gas, memberikan data yang lebih akurat dan andal untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik di industri minyak dan gas.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue