cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2018)" : 14 Documents clear
STUDI EKSPERIMEN KECEPATAN PUTAR SPINDLE DAN KEDALAMAN POTONG TERHADAP GETARAN PAHAT DAN TINGKAT KEKASARAN PADA PROSES PEMBUATAN POROS MENGGUNAKAN MESIN BUBUT ALFIANTO, RENDI; WULANDARI, DIAH
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini yang diteliti adalah pengaruh kecepatan putar spindle dan kedalaman potong terhadap getaran pahat dan tingkat kekasaran pada proses pembuatan poros menggunakan mesin bubut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, peneliti mengkontrol variabel bebas, dalam arti bahwa peneliti mendesain dan mengatur perlakuan kelompok eksperimental dan kelompok kontrol. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu vriasi kecepatan putar spindle (130 Rpm, 370 Rpm, dan 630 Rpm) dan kedalaman potong (1 mm, 1,5 mm, dan 2 mm). Dari hasil pengujian ini, didapatkan bahwa getaran pahat dan tingkat kekasaran permukaan yang baik didapat pada kecepatan putar spindle 130 Rpm dengan kedalaman potong 1 mm yaitu sebesar 3,494 mm/s (Rms), dan tingkat kekasaran permukaan yang baik didapat pada kecepatan putar spindle 630 Rpm dengan kedalaman potong 1 mm yaitu sebesar 1,999 ?m. Sedangkan getaran tertinggi didapat pada kecepatan putar spindle 630 Rpm dengan kedalaman potong 2 mm yaitu sebesar 14,711 mm/s (Rms) dan tingkat kekasaran permukaan yang tertinggi didapat pada kecepatan putar spindle 130 Rpm dengan kedalaman potong 2 mm yaitu sebesar 8,443 ?m.Kata kunci : Kecepatan Putar Spindle, Kedalaman Potong, Getaran Pahat, Tingkat Kekasaran Permukaan.AbstractThis study investigated the effect of spindle rotational speed and cutting depth on tool vibration and roughness level in the shaft making process using a machining machine. The method used in this study is the experimental method, the researcher controls the independent variables, in the sense that the researcher designs and regulates the treatment of the experimental and control groups. The independent variables used in this study were vriation of spindle rotational speed (130 Rpm, 370 Rpm, and 630 Rpm) and cutting depth (1 mm, 1.5 mm and 2 mm). From the results of this test, it was found that the tool vibration and the level of surface roughness were good at the spindle rotational speed of 130 Rpm with a depth of 1 mm which was 3.494 mm / s (Rms), and a good level of surface roughness obtained at 630 Rpm spindle rotational speed with 1 mm cut depth which is equal to 1,999 ?m. While the highest vibration was obtained at the spindle rotational speed of 630 Rpm with a cutting depth of 2 mm which was equal to 14.711 mm / s (Rms) and the highest level of surface roughness was obtained at spindle rotational speed of 130 Rpm with a depth of 2 mm ie 8.443 ?m.Keywords : Spindle Rotation Speed, Depth Of Cut, Chisel Vibration, Surface Roughness Level.
ANALISIS LAJU KOROSI BAJA ST 60 SEBAGAI SPESIMEN POROS PROPELLER KAPAL MENGGUNAKAN MEDIA AIR LAUT DARI BERBAGAI TEMPAT TERHADAP VARIASI WAKTU, KECEPATAN DAN SALINITAS AIR LAUT SETYANING HUTAMI, ADINDA; HERU SUTJAHJO, DWI
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi pada kapal salah satunya disebabkan oleh air laut. Air laut mengandung NaCl dan memiliki salinitas yang tinggi sehingga menimbulkan percepatan laju korosi. Bagian kapal yang sering mendapat korosi terdapat pada propeller. Korosi kapal diakibatkan oleh pengaruh salinitas air laut yang tinggi sehingga menimbulkan percepatan laju korosi. Salah satu bagian kapal yang sering mendapat korosi adalah poros propeller. Dampak dari korosi poros propeller kapal mengakibatkan rusaknya material poros sehingga dapat menyebabkan rusaknya seal akibat masuknya air laut ke dalam mesin. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui laju korosi poros propeller kapal yang terbuat dari material Baja ST 60. Penelitian ini dipengaruhi oleh waktu perendaman material dalam air laut yaitu 7 jam, 14 jam dan 28 jam, salinitas air laut dari Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan dan kecepatan putar motor sebagai bentuk penerapan pergerakan poros propeller yaitu 1.000 rpm, 1.500 rpm dan 2.000 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi Baja ST 60 tercepat dan nilai kehilangan berat terbesar berasal dari air laut Kabupaten Lamongan. Nilai laju korosi terbesar adalah 8,2591 mmpy yang memiliki nilai salinitas 28 ?, kecepatan putar 2.000 rpm dengan lama waktu perendaman 7 jam, sedangkan untuk nilai kehilangan beratnya adalah sebesar 0,1403 gram. Kata Kunci: Baja ST 60, Kecepatan Putar, Laju Korosi, Salinitas.
ANALISA ENERGI DAN EKSERGI TURBIN UAP PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP UNIT 2 TANJUNG AWAR-AWAR FAUZI ZAKARIA, MUHAMMAD; EFFENDY, MOHAMMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSumber energi sistem pembangkit tenaga listrik berkapasitas besar saat ini masih di dominasi oleh bahanbakar fosil yang semakin menipis ketersediaanya. Setiap peralatan pembangkit yang beroperasi tidakefektif dan efisien merupakan sumber kerugian energi. Penelitian ini menganalisa kerugian energi padaperalatan turbin uap di PLTU Tanjung Awar-Awar. Analisa kerugian energi ini menggunakan konsepHukum I dan Hukum II Termodinamika. Hukum pertama termodinamika menunjukan kerugian energibersifat kuantitatif. Hukum kedua termodinamika menunjukan keefektifan penggunaan eksergi sebagaibatasan potensi energi dalam sistem yang bersifat kualitatif. Batasan keefektifan suatu sistem dipengaruhioleh parameter temperatur lingkungan. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui laju kerugian ataukehilangan energi dalam sistem serta mengetahui potensi kerugian energi yang dapat dilakukan perbaikan.Hasil dari penelitian menunjukan besar efisiensi energi turbin uap rata-rata sebesar 91,48 % dengan lajukerugian energi rata-rata sebesar 31,11 MW dari total energi yang masuk system. Efisiensi eksergi rata-ratapada turbin uap sebesar 94,08 % dengan laju kerusakan eksergi rata-rata pada turbin uap sebesar 25,98MW dari total eksergi total masuk sistem. Dari total potensi energi yang masuk sistem rata-rata energiyang termanfaatkan sebesar 93,30 %, kemudian besar peluang energi yang masih bisa ditingkatkan ratarata1,33 % dari total potensi energi yang tersedia.Kata Kunci: Efisiensi, Efektifitas, Turbin Uap, Analisis Energi Dan Analisis Eksergi.AbstractEnergy source system of large-capacity power plants currently in the domination by fossil fuels aredepleting for availability. Each operating plant equipment is not effective and efficient source of energylosses. This research analyzes the energy losses on the equipment steam turbine in Tanjung Awar-Awarpower plant. Analysis of loss of energy it uses the concept of Law I and II Law of thermodynamics. Firstlaw thermodinamika showed losses of energy are quantitative. Second law thermodinamika showedeffectiveness the use of exergy as a limitation of the potential energy in the system are purely qualitative.Effectiveness limits a system affected by parameters temperature environment. The purpose of thisresearch to find out the rate of losses or loss of energy in the system as well as knowing the potential lossof energy can do the repairs. The results of the research indicate large steam turbine energy efficiency onaverage by 91.48% energy loss rate with an average of 31.11 MW of the total energy that enters thesystem. The efficiency of the average exergy on steam turbine of 94.08% with the rate of damage to exergyon average of 25.98 MW steam turbine of total exergy total entry system. Of the total potential energy ofthe incoming system average energy termanfaatkan of 93.30%, then great opportunities of energy that canstill be improved an average of 1.33% of total potential energy available.Keywords: Efficiency, Effectiveness, Steam Turbines, Energy Analysis And Exergy Analysis.
UJI PERFORMA DAN UJI EMISI GAS BUANG MESIN SEPEDA MOTOR BERBAHAN BAKAR BIOETHANOL DARI TETES TEBU SAIFUDIN, MOCHAMMAD; WAYAN SUSILA, I
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor mengakibatkan peningkatan penggunaan bensin sebagai produk turunan dari minyak bumi. Jumlahnya yang terbatas di alam dan dapat menimbulkan pencemaran udara, membuat pemakaian bahan bakar minyak bumi perlu dikurangi. Bioethanol sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui, sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa dan emisi gas buang mesin sepeda motor berbahan bakar campuran antara premium dengan bioethanol dari tetes tebu. Selain itu bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan sudut pengapian pada campuran bioethanol tertinggi berdasarkan performa dan emisi gas buang mesin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dimana sepeda motor Yamaha Jupiter Z 110 cc tahun 2009 diuji dengan menggunakan bahan bakar campuran antara premium dengan bioethanol (E0, E5, E10, E15, dan E20). Pada E20 dilakukan dua pengujian, yaitu pengujian dengan sudut pengapain 10º sebelum TMA (standar) dan 12,5º sebelum TMA (E20-T). Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui performa mesin, meliputi torsi, daya efektif, konsumsi bahan bakar spesifik, efisiensi termal, dan tekanan efektif rata-rata pada putaran mesin 3000 rpm sampai 9000 rpm dengan interval 500 rpm dan berpedoman pada standar SAE J1349. Dalam proses destilasi bioethanol tetes tebu, batu kapur digunakan sebagai absorben. Selain pengujian performa, dilakukan juga pengujian emisi gas buang mesin untuk mengetahui kandungan emisi gas CO dan HC dari setiap bahan bakar pada kodisi idle (1500 rpm). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa untuk pengujian dengan sudut pengapain 10º sebelum TMA (standar), E15 memiliki performa mesin dan emisi gas buang yang terbaik bila dibandingkan dengan E0, E5, E10, dan E20. Hal ini ditunjukkan dengan daya efektif sebesar 7,706 PS, torsi sebesar 7,723 Nm, konsumsi bahan bakar spesifik sebesar 0,076 kg/PS.jam, efisiensi termal sebesar 0,870%, dan tekanan efektif rata-rata sebesar 2,219 kg/cm2. Akan tetapi, perfoma mesin mengalami peningkatan saat menggunakan E20 dengan sudut pengapian 12,5º sebelum TMA (E20-T), dengan daya efektif sebesar 7,740 PS, torsi sebesar 7,860 Nm, konsumsi bahan bakar spesifik sebesar 0,074 kg/PS.jam, efisiensi termal sebesar 0,899%, dan tekanan efektif rata-rata sebesar 2,275 kg/cm2. Jadi, performa mesin terbaik ditunjukkan oleh E20 dengan sudut pengapian12,5º sebelum TMA (E20-T). Pada pengujian emisi gas buang, diketahui bahwa penggunaan bioethanol tetes tebu sebagai campuran bahan bakar sepeda motor dapat meningkatakan emisi gas HC pada kondisi idle. Selain itu, juga dapat menurunkan emisi gas CO pada kondisi idle. Secara keseluruhan emisi gas HC dan gas CO yang dihasilkan masih di bawah ambang batas Permen LH (Peraturan Menteri Lingkungan Hidup) No.5 Tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Kata Kunci: Mesin 4 langkah, Bioethanol tetes tebu, Sudut pengapian, Performa mesin, Emisi gas buang

Page 2 of 2 | Total Record : 14