cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2018)" : 10 Documents clear
SURVEI SARANA PRASARANA PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN, SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAN SEDERAJAT CAHYA PRATAMA, ARGA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Mata pelajaran PJOK sangat penting. Untuk pencapaian pada pembelajaran memerlukan sarana dan prasarana olahraga yang memadahi dan tersedia. Apabila tidak adanya sarana dan prasarana akan menjadi kendala yang berarti bagi guru dan siswa, karena menghambat proses pembelajaran. Kurang nya sarana dan prasarana akan menghambat gerak pada siswa, siswa akan mengantri dalam menggunakan peralatan. Sehingga siswa akan bosan mengikuti pembelajaran PJOK. Maka sarana dan prasarana harus di sesuaikan dengan jumlah siswa dan mengkondisikanya dengan baik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran ketersediaan sarana dan prasarana di SMP sederajat di Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk dengan jumlah 5 sekolah. Menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan menggunakan instrument PDPJOI 2011.Dari hasil penelitian ketersediaan sarana prasarana ada 2 sekolah yang mendapat kategori ?D? yaitu MTs AL Huda Gondang dan MTs AL Karim Gondang, 2 sekolah mendapat kategori ?C? yaitu SMP Negeri 2 Gondang dan MTs Darul Ulumu Sanggrahan. Sedangkan ada 1 sekolah mendapat kategori ?B? yaitu SMP Negeri 1 Gondang.Jadi rata-rata ketersediaan sarana dan prasarana di 5 sekolah SMP sederajat di Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk, sebesar 44% mendapat kategori C (cukup). Kata kunci : Sarana dan Prasarana, Instrumen PDPJOI 2011 ABSTRACT The subject of physical education is very crusial. To reach the goal of education, it is needed to fulfill and complete the facilities. It will be difficult for the teachers if there are no good facilities that is supported. The lack of supported facilities will abstruct the student move. A result, the student will be in line to use the sport equipments,consequently,the student will get bored to join the lesson of physical education this,the supported facilities have to be matched with the amount of the students and well conditioned.The purpose of the study is to reveal the availability illustration of the sport facilities in 5 junior high schools coordinate in Gondang subdistrict, Nganjuk regency by using Desriptive quantitative method and using the instrument of PDPJOI 2011.From the study result, the avaibility of sport facilities in 2 school which get ?D? category that is MTs AL Huda Gondang and MTs AL Karim Gondang, 2 school which get ?C? category that is State Junior High School 2 Gondang and MTs Darul Ulumu Sanggrahan. Mean while, there is a school which get ?B? category that is State Junior High School 1 Gondang.Thus, the availability of sport facilities in 5 Junior High School coordinate in Nganjuk District is 44% , and get ?C? category (enough). Keyword : Facilities and infrastructure, Instrumen PDPJOI 2011.
PERBEDAAN POLA HIDUP SEHAT ANTARA SISWA PADA SEKOLAH YANG MENERAPKAN GO GREEN DAN SISWA PADA SEKOLAH YANG TIDAK MENERAPKAN GO GREEN (STUDI PADA SISWA KELAS VIII SMPN 2 SIDOARJO DAN SISWA KELAS VIII SMPN 1 TANGGULANGIN SIDOARJO FEBRIANI, AULIA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pola hidup sehat di lingkungan sekolah merupakan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat di lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil dari pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Upaya meningkatkan kebiasaan pola hidup sehat siswa dalam menjaga kebersihan sekolah dan kerusakan lingkungan adalah melalui penerapan Go Green. ?Go green merupakan suatu program untuk menanamkan karakter peduli lingkungan pada siswa? (Mardliyah, dkk : 2016). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pola hidup sehat antara siswa kelas VIII SMPN 2 Sidoarjo dan siswa kelas VIII SMPN 1 Tanggulangin. Desain penelitian ini menggunakan desain komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMPN 2 Sidoarjo yang berjumlah 375 siswa dan seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Tanggulangin yang berjumlah 306 siswa, sehingga total sampel keseluruhan yaitu 681 siswa. Pengumpulan data menggunakan pengisian angket dengan skala guttman. Berdasarkan hasil data penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pola hidup sehat antara siswa kelas VIII SMPN 2 Sidoarjo dengan siswa kelas VIII SMPN 1 Tanggulangin yang dibuktikan dari hasil uji chi-square pola hidup sehat mempunyai nilai Sig = 0,492 ? ? = 0,05 yang sesuai dengan kriteria pengujian. Kata kunci : Pola Hidup Sehat, Go Green. Abstract Healthy lifestyle in the school environment is a behavior practiced by learners, teachers and the community in the school environment on the basis of awareness as a result of learning, so that independently able to prevent disease, improve health, and play an active role in realizing a healthy environment. Efforts to improve healthy lifestyle habits of students in maintaining school cleanliness and environmental damage is through the implementation of Go Green. "Go green is a program to instill environmental caring character in students" (Mardliyah, et al: 2016). The purpose of this research is to know the difference of healthy lifestyle between students of class VIII SMPN 2 Sidoarjo and students of class VIII SMPN 1 Tanggulangin. This research design uses comparative design with quantitative approach. The sample in this research is all students of class VIII SMPN 2 Sidoarjo which amounted to 403 students and all students of class VIII SMPN 1 Tanggulangin which amounted to 386 students, so the total of the whole sample is 789 students. Data collection using questionnaires with guttman scale. Based on the results of research data can be concluded that there is no significant difference in healthy lifestyle between students of class VIII SMPN 2 Sidoarjo with students of class VIII SMPN 1 Tanggulangin which is proven from the results of chi-square test of healthy lifestyle has a value of sig = 0.492? ? = 0.05 corresponding to criteria Keywords: Healthy Lifestyle, Go Green
HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL PESERTA DIDIK DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI DIKA SARI, ANASTASIA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara interaksi sosial peserta didik dan prestasi belajar yang mereka peroleh pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani di SMP Negeri 1 Grogol, Kediri. Jenis penelitian yang digunakan adalah Non-Eksperimen dengan pendekatan kualitatif, menggunakan desain penelitian korelasional, metode pengumpulan data menggunakan angket, dan jumlah populasinya adalah 190 siswa. Teknik analisis data menggunakan rata-rata(mean), standart deviasi, product moment, dan uji koefisien determinasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi sosial peserta didik dengan prestasi belajar pendidikan jasmani siswa di SMP Negeri 1 Grogol, Kediri. Besarnya nilai interaksi sosial nilai rata-rata sebesar 71,768 dengan standar deviasi sebesar 5.590. Koefisien korelasi prestasi belajar bola basket tulis sebesar 0,504 dan bola basket praktek 0,417 dengan koefisien determinasi tulis sebesar 25,43% dan koefisien determinasi praktek sebesar 17,38%. Koefisien korelasi prestasi belajar bola voli tulis sebesar 0,449 dan bola voli praktek 0,416 dengan koefisien determinasi tulis sebesar 20,12% dan koefisien determinasi praktek 17,29%. Koefisien korelasi prestasi belajar sepak bola tulis sebesar 0,467 dan sepak bola praktek 0,430 dengan koefisien determinasi tulis sebesar 21,84% dan koefisien determinasi praktek sebesar 18,51%. Data tersebut di atas menunjukkan besarnya hubungan antara variabel interaksi sosial peserta didik dengan prestasi belajarnya baik tulis maupun praktek yang mempunyai arah hubungan yang positif atau signifikan. Kata kunci : Interaksi Sosial dan Prestasi Belajar Pendidikan Jasmani. ABSTRACT The purpose of this study is to find out how much the relationship between the students social interaction and their learning achievement on Physical Education in SMP Negeri 1 Grogol, Kediri. The type of research used is Non-Experiments with qualitative approach, using correlational research design, data collection methods using questionnaires, and the number of population is 190 students. Data analysis techniques used in this study are mean, standard deviation, product moment and coefficient of determination. Based on the results of the study can be concluded that there is a significant relationship between the students social interaction and their learning achievement on Physical Education in SMP 1 Grogol, Kediri. The amount of social interaction value average value of 71.768 with a standard deviation of 5,590. Coefficient correlation of learning achievement of basketball writing 0,504 and practice basket 0,417 with coefficient of determination write equal to 25,43% and coefficient of determination practice equal to 17,38%. Coefficient of correlation of learning achievement of volleyball writing 0,449 and practice volley 0,416 with coefficient of determination write equal to 20,12% and coefficient of determination practice 17,29%. Coefficient correlation of learning achievement of writing football by 0,467 and soccer practice 0,430 with coefficient determination write equal to 21,84% and coefficient of determination practice equal to 18,51%. The data above shows the amount of variable relationship between the students social interaction and their learning achievement on Physical Education both writing or practice that has a positive or significant relationship direction. Keywords: Social Interaction and Learning Achievement Physical Education.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN TGT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PJOK ZAIN CHABIB HURAIBI, CHAFIDZ
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Upaya dalam mencapai tujuan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran sangatlah penting. Salah satu upaya dalam memunculkan motivasi belajar siswa adalah dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang mendukung munculnya motivasi dalam pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif Student Team Achievement Division (STAD) dan Team Games Tournament (TGT) terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 1 Srengat dengan jumlah 68 siswa yang terbagi menjadi 2 kelas yaitu kelas XI IPS 6 dengan pembelajaran tipe Student Achievement Division (STAD) dan kelas XI IPS 4 dengan pembelajaran tipe Team Games Tournament (TGT). Hasil perhitungan statistik membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dan tipe Team Games Tournament (TGT). Hal ini dibuktikan dari output uji T Dependent yaitu nilai sig 0,0 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan. Dari hasil hitung diketahui bahwa peningkatan motivasi belajar siswa dengan tipe Student Team Achievement Division (STAD) sebesar 19,57 %, tipe TGT sebesar 20,79 %, dan kelompok kontrol sebesar 0,80 %. Dari ke 3 kelas di atas, pembelajaran yang memiliki pengaruh terbesar terhadap motivasi belajar siswa adalah tipe Team Games Tournament (TGT) dengan peningkatan motivasi belajar sebesar 20.79 %. Kata Kunci : Pembelajaran kooperatif, STAD, TGT, Motivasi Belajar Siswa, Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Abstract In an effort to achieve the goals of Physical Education, Sports, and Health, students learning motivation in participating in learning is very important. One of the efforts in raising student learning motivation is by choosing the right learning model. The learning model must be adapted to the existing facilities and infrastructure in the school and well conveyed by the teacher so that students are interested and motivated participating in learning. One of learning model that supports the emergence of motivation is the cooperative learning model. This study aims to determine the effect of Student Team Achievement Division (STAD) and Team Games Tournament (TGT) cooperative learning models on student learning motivation in learning Physical Education, Sports, and Health. The sample of this study was the eleventh grade students of SMAN 1 Srengat with the number of student is 68 divided into 2 classes. Class XI IPS 6 got the learning type Student Achievement Division (STAD) and class XI IPS 4 got the learning type Team Games Tournament (TGT). The results of statistical calculations prove that there is a significant effect between the application of the Student Team Achievement Division (STAD) cooperative learning model and the Team Games Tournament (TGT) type. This is evidenced by the output of the T Dependent test which is the sig value of 0.0 <0.05 which means that there is a significant difference. From the calculated results it is known that the increase in student motivation with Student Team Achievement Division (STAD) type is 19.57%, TGT type is 20.79%, and the control group is 0.80%. Of the three classes above, learning that has the greatest influence on student learning motivation is the Team Games Tournament (TGT) type with an increase in learning motivation by 20.79%. Keywords: Cooperative Learning, STAD, TGT, Student Learning Motivation, Physical Education Learning, Sports, and Health.
PERBANDINGAN TINGKAT PARTISIPASI AKTIF DAN MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN KURNIAWAN, DAVID
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendidikan mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusi yang menjamin dalam kelangsungan hidup suatu bangsa. Karena pendidikan merupakan kualitas hidup manusia akan meningkat khususnya bagi masyarakat Indonesia. Dengan adanya pendidikan diharapkan terjadinya transfer ilmu yang dapat membuat pelaku pendidikan mengalami perubahan dari yang tidak bisa menjadi bisa. Karena tuntutan yang semakin besar terhadap pendidikan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi diera jaman yang modern ini membuat pendidikan tidak mungkin dikelolah secara tradisional hal tersebut membuat para guru harus dapat memutar otak untuk dapat menerapkan pembelajaran yang efektif dan digemari oleh parasiswa-siswa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang cara pembelajaran yang disampaikan oleh mahasiswa dalam waktu PPP khussunya pembelajaran pendidikan jasmani, kesehatan dan olahraga yang diajar oleh mahasiswa pendidikan kepelatihan olahraga dan mahasiswa pendidikan olahraga. Pada tingkat partisipasi aktif diketahui ada perbedaan antara siswa yang diajar mahasiswa pendidikan kepelatihan dan mahasiswa pendidikan olahraga dalam pembelajaran PJOK. Pada tingkat partisipasiaktif yang diajar mahasiswa pendidikan kepelatihan olahraga diperoleh nilai 246,2967 dan taraf signifikans p = 786 dan yang diajar mahasiswa pendidikan olahraga diperoleh nilai 260,7778 dan taraf signifikan p = 0,125 Hasil tersebut menunjukkan bahwa p < 0,05, terdapat perbedaan. Sedangkan tingkat motivasi siswa yang diajar mahasiswa pendidikan kepelatihan olahraga diperolehnilai rata-rata sebesar 184,3333 dan taraf signifikans p = 0,080 sedangkan yang diajar mahasiswa pendidikan olahraga memeliki diperoleh nilai rata-rata 197,0000 dan taraf signifikan p = 0,096. Hasil tersebut menunjukkan bahwa p > 0,05, berarti terdapat perbedaan antara pembelajaran Mahasiswa pendidikan Kepelatihan Olahraga dengan Mahasiswa Pendidikan Olahraga. AbstractEducation has an important role in human life that ensures the sustainability of the nations environment. Because education is the quality of human life will increase especially for the people of Indonesia. With education, it is expected that knowledge transfer keeps us from being unable to be. Due to the increasing freedom of education and science and technology in the modern era, education makes it impossible to learn in the traditional way that teachers should be able to play the brain to be able to apply effective and popular lessons to the students. The purpose of this research was to know about the way of learning submitted by students in PPP time especially learning physical education, health, and sport which is taught by students of sports education and sports education students. At the level of active participation, there was a difference between students who were taught to educate students and students of sports education in physical education, health, and recreatioan lessons. The level of active participation taught by sports coaching students is 246.2967 and the significance level p = 786 and which is taught by sports education students was 260.7788 and significant was p = 0.125. The results showed that p <0,05. While the level of motivation of students who teach sports education students obtained an average score of 184.3333 and the level of significance p = 0.080 whereas students who taught sports education average score of 197,0000 and significance level p = 0.096. The results showed that p> 0.05, the numbers that exist between the Training Officers Training of Learning Education with Sports Education Students. Keywords: Level of active participation and student motivation
PENGARUH PENERAPAN PERMAINAN KECIL TERHADAP PARTISIPASI AKTIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN KELAS VIII MTSN 4 MOJOKERTO. PRIMANDA PRADHANA, OCTA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan mempunyai tujuan yang secara umum adalah untuk kesehatan jasmani dan rohani, serta menumbuhkan rasa sportivitas. Selain itu, tujuan PJOK juga untuk memenuhi kebutuhan gerak siswa. Pada saat peneliti melakukan observasi awal, banyak temuan dilapangan yang membuat siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Siswa hanya melakukan streaching, berlari mengelilingi lapangan, dan langsung diberikan materi inti tanpa ada pemansan lain menggunakan permainan kecil. Pada pembelajaran PJOK terdapat banyak permainan yang menuntut siswa untuk berpartisipasi aktif agar tujuan pembelajaran bisa terwujud, dan salah satunya yaitu permainan kecil. Partisipasi aktif yaitu siswa ikut berperan aktif dalam pembelajaran seperti bertanya, membantu sesama teman saat ada kesulitan dan selalu berusaha dalam setiap tugas yang diberikan guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan kecil pada siswa kelas VIII E MTsN 4 Mojokerto, serta ntuk mengetahui besarnya pengaruh permainan kecil terhadap partisipasi aktif siswa pada pembelajaran PJOK siswa kelas VIII E MTsN 4 Mojokerto. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen APF. Adapun hasil yang didapat dari perhitungan menggunakan SPSS maupun maunal yaitu, rata-rata pre-test 28,16 dan post-test 30,48. Sedangkan uji T yaitu nilai thitung sebesar 3,908 > ttabel 2,064 dengan Sig = 0,001 ? ? = 0,05 yang sesuai dengan kriteria pengujian. Hal ini berarti menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga ada pengaruh penerapan permainan kecil terhadap partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran PJOK siswa kelas VIII E MTsN 4 Mojokerto. Pengaruhnya yaitu sebesar yaitu 8,23 %. Kata Kunci: Permainan Kecil, Partisipasi Aktif Siswa. AbstractPhysical education, sports, and health have goals that are generally for physical and spiritual health, as well as foster a sense of sportsmanship. In addition, the purpose of PJOK is also to meet the students movement needs. Preliminary observations showed many findings in the field make students less active in learning. Students only do stretching, run around the field, and immediately given core material without any other users using small games. In PJOK learning there are many games that require students to participate actively so that learning goals can be realized, including small game. Active participation is that students play an active role in learning such as asking questions, helping fellow friends when there are difficulties and always trying in every task given by the teacher. The objectives of this study were to find out the influence of small games on class VIII E of MTsN 4 Mojokerto, as well as to find out the effect of the smallest participation of students on the learning of class VIII E of MTsN 4 Mojokerto. This type of research used a quasi-experimental quantitative approach. Whereas the data collection process is carried out by using APF instruments. The results obtained from the calculation using SPSS and manually counted, mean of pre-test 28.16 and post-test 30.48. While the T-test is the value of count for 3.908> t table 2.064 with Sig = 0.001 ? ? = 0.05 which corresponds to the authors test. This indicates that H0 is rejected and Ha accepted so there were the effects of the application of small games on the active participation of students in learning PJOK class VIII E MTsN 4 Mojokerto, as for the effect of equal to 8.23%.Keywords: Small Game, Active Student Participation
PENGARUH PERMAINAN KECIL TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN. MACHRUS ALI, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan memiliki peranan yang sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktifitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang dilakukan secara sistematis. Pembelajaran PJOK sangat mengutamakan keterampilan motorik. Keterampilan motorik yang baik akan berdampak pada gerak siswa di masa yang akan datang. Pada pembelajaran PJOK terdapat banyak metode pembelajaran yang menuntut siswa untuk melakukan gerakan yang dapat merangsang keterampilan motorik siswa, salah satunya yaitu permainan kecil. Permainan kecil bisa dijadikan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru agar proses pembelajaran dapat lebih bervariasi dan menyenangkan sehingga dapat memperlancar siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh permainan kecil terhadap keterampilan motorik siswa dalam pembelajaran PJOK pada siswa kelas V SD Al-Islam Cerme dan seberapa besar pengaruh permainan kecil terhadap keterampilan motorik siswa dalam pembelajaran PJOK pada siswa kelas V SD Al-Islam Cerme dengan jumlah siswa sebanyak 32 siswa. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen murni dengan pendekatan kuantitatif, Sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen motor ability test. Adapun hasil penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh permainan kecil terhadap keterampilan motorik siswa dalam pembelajaran Pendidikan Jasmanni, Olahraga dan Kesehatan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan uji T yaitu nilai nilai thitung sebesar 0,15 ? ttabel 1.753. Hal ini berarti menunjukkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, Kata Kunci : Permainan Kecil, Keterampilan Motorik Abstract Physical Education, Sport and Health plays a crucial role, that is to give the student a chance to be actively involved in various learning experience through chosen and systemic Physical Education, Sport and Health activity. Physical Education, Sport and Health learning process emphasizes on motoric skills. Good motoric skills will bring positive impact for the studentin the future. Various teaching methods which are employed in Physical Education, Sport and Health class expect student to do activities which stimulates the student?s motor skills, one of which is small skill. Small game can be ona of the teacher?s efforts to make the learning process fun and not monotonous. This is also expected to make the students enjoy the lesson. The purpose of this research was to investigate the effect of small game toward student?s motor skill in Physical Education, Sport and Health in the fifth graders of Al-Islam Elementary School Cerme. This research was also aimed to reveal the magnitude of the influence. The sample of this research was 32 student?s. This research was an experimental research with quantitativeapproach. The data colletion was done with motor ability test. The data analysis revealed the following resuts. There is no influence of small game toward student?s motor skill in Physical Education, Sport and Health lesson in the Vth grander of Al-Islam Elementary school Cerme. It was shown in T test value (0,15) smaller than ttable (1,753). Therefore, ho was accepted and Ha is rejected. Keyword : Physical Education, Motor Skill
PENGARUH MUSIK TERHADAP BALL HANDLINNG BOLA BASKET PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER DI SMA MUHAMMADIYAH 1 GRESIK HIDAYAT, RICHY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Ball handling adalah teknik yang harus dipelajari sebelum mempelajari teknik bermain dribbling, passing dan shooting agar pemain mempunyai kemampuan untuk mengenali, menguasai dan memainkan bola. Jika selama pertandingan banyak kesalahan dalam ball handling maka suatu tim akan mudah kehilangan bola sehingga mempengaruhi teknik yang lain. Untuk membantu menumbuhkan semangat dalam berlatih ball handling sehingga memberikan hasil yang baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh musik terhadap ball handling bola basket dan seberapa besar pengaruhnya. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dan jenis penelitian eksperimen pretest dan posttest. Metode pengumpulan data yang digunakan adala pretest dan posttest, dan juga digunakan untuk mengukur hasil ball handling bola basket. Subyek penelitian ini adalah 15 siswa dari kelas X dan XI SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Berdasarkan hasil dari perhitungan uji T dengan musik rock, thitung > ttabel (8.100>2.365), sedangkan perhitungan uji T dengan musik elektronic, thitung > ttabel (5.922>2.447) dengan demikian sesuai dengan ketentuan jika thitung > ttabel dengan taraf signifikan 5% maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis dari penelitian berbunyi ?ada pengaruh musik terhadap ball handling bola basket pada peserta ekstrakurikuler di SMA Muhammadiyah 1 Gresik? dapat diterima. Kata Kunci : Musik, Ball Handling Bola Basket Abstract National education serves to develop people characters and skills in order to educate nation life. And to develop students to be a religious student and obey to God. Ball handling is must mastered technique before learning another technique, such as dribble, pass, and shoot in order to have a good basketball skills. If a team makes many errors of ball handling it will effect another technique for the whole team. To increase training passion on ball handling we add some music on it. The research purposes are to know the influence of music to baketball handling and how big it is. This research using quantitative research with experiment model. Collecting data are using pretest and postest of ball handling. Research sample are 15 students of tenth grade and eleventh grade of the first muhammadiyah senior high school of Gresik. Based on t tes result found that rock music has tcount > ttable (8.100>2.365) and electronic music with tcount > ttable (5.922>2.447). So it means Ha accepted and Ho rejected. It is concluded that research hypothesis said there is an influence of music to basketball handling on extracullicular students of the first muhammadiyah senior high school of Gresik accepted. Keyword(s) : Music, Ball Handling, Basket Ball
HUBUNGAN KEMAMPUA MOTORIK DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PASING SILA SEPAK TAKRAW TRI HANDAYANI, RISKIE
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemampuan motorik merupakan salah satu faktor penting dalam perkembangan individu secara keseluruhan dari sejak usia dini hingga dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan hubungan kemampuan motorik dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar passing sila sepak takraw pada siswa kelas Va dan Vb SDN Pademonegoro Sidoarjo. Hasil perhitungan spss, dapat diketahui bahwa kemampuan motorik tertinggi 119,84 dan terendah 93,25. Sedangkan rata-rata data kemampuan motorik 109,088 dengan standar deviasi 5.053. Hasil perhitungan spss ditemukan skor tertinggi pada motivasi belajar 139 dan skor terendah 100. Sedangkan rata-rata dari data motivasi belajar 116,2 dengan standar deviasi 8,957. Perhitungan spss, diketahui bahwa nilai tertinggi untuk hasil belajar pasing sila sepak takraw 80 dan nilai terendah 63, sedangkan rata-rata yang diperoleh dari hasil belajar 72,07 dengan standar deviasi 4,363. Berdasarkan hasil perhitungan spss, dapat diketahui bahwa data kemampuan motorik memiliki nilai sig 0,006. Data pada motivasi belajar memiliki nilai sig 0,103. Sedangkan, untuk data hasil beajar passing sila sepak takraw memiliki nilai sig 0,113. Hal tersebut dapat diketahui bahwa ketiga data yang diperoleh berdistribusi normal karena nilai signifikansinya >0,05. Berdasarkan nilai signifikansi F pada lampiran, dimana nilai signifikansi F 13,690>0,05, maka dapat diketahui bahwa antara variabel bebas kemampuan motorik dan motivasi belajar dengan variabel terikat hasil belajar passing sila sepak takraw dapat dirumuskan dalam suatu persamaan linear. Berdasarkan tabel 4.6 dapat diketahui bahwa, nilai R 0,453, Rsquare 0,205 dan nilai sig 0,001, berdasarkan pada nilai siga < 0,005 maka Ha diterima dan Ho di tolak, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan motorik dan hasil belajar passing sila sepak takraw, sedangkan pada motivasi belajar tidak terdapat hubungan dengan hasil belajar passing sila Sepak Takraw. Kata kunci : Kemampuan motorik, motivasi belajar, passing sila, Sepak Takraw Abstract Motor Skills are one of the most important factors in individual growth from infancy to adulthood. Therefore, this research is conducted to find correlation between motor skills combined with students? learning motivation and the inside kick competency of sepak takraw on grade Va and Vb students in SDN Pademonegoro Sidoarjo. SPSS calculation for the motor skills found that the highest value is 119,84 and the lowest is 93,25. Meanwhile, the mean is 109,88 with standard deviation of 5,053. SPSS calculation for the students? learning motivation found that the highest value is 139 while the lowest is 100. Meanwhile, the mean is 116,2 with standard deviation of 8,957. SPSS calculation for the inside kick competency found that the highest value is 80 while the lowest is 63. Meanwhile, the mean is 72,07 with standard deviation of 4,363. SPSS calculation found the Sig. value for Motor Skills of 0,006, the Sig. value for learning motivation of 0,103. And the Sig. value for inside kick competency of 0,113. The three data collected above could distribute normally due to the Sig. value >0,05. Meanwhile, the f-value of 13,690>0,05. Indicates that independent variables (motor skills and learning motivation) and dependent variable (inside kick competency) could be formulated into linear equation. In addition, Tabel 4.6 indicates r value of 0,453, R-squared of 0,205, and Sig. value of 0,001. Furthermore, the alpha level of <0,005 indicates that the Ha is accepted as being true and The Null Ho is rejected. To summarize, the results from the data above indicate that there is a correlation between motor skills combined with students? learning motivation and the inside kick competency of sepak takraw on grade Va and Vb students in SDN Pademonegoro Sidoarjo. Keywords: Motor Skills, Learning Motivation, Inside Kick, Sepak Takraw
IDENTIFIKASI PENYEBAB KURANGNYA MINAT SISWA TERHADAP EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT DI SMA NEGERI 1 CERME I KURNIADI, SETYAWAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ekstrakurikuler merupakan kegiatan pendidikan yang dapat dilakukan di luar jam pelajaran sekolah, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memperluas pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan siswa. Untuk mengembangkan potensi dalam bidang olahraga, pendidikan perlu memperhatikan kemampuan, minat, dan bakat peserta didik secara menyeluruh baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikulernya. Olahraga pencak silat merupakan salah satu kegiatan ekstrakukikuler yang ada di SMA Negeri 1 Cerme. Tujuan pendidikan melalui olahraga pencak silat juga bersifat menyeluruh sebab bukan hanya mencakup aspek fisik , tetapi juga aspek lainya yang mengandung aspek moral, sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di SMA Negeri 1 Cerme. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode survei, dengan teknik pengambilan data menggunakan instrumen berupa angket. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 1 Cerme yang dipilih secara random sampling sebanyak 69 siswa dari 2 kelas. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif yang dituangkan dalam bentuk persentase. Hasil analisa statistik didapatkan nilai prosentase minat siswa kelas X dan XI dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di SMA Negeri 1 Cerme sebanyak 4 siswa (6%) mempunyai minat sangat tinggi, sebanyak 33 siswa (48%) mempunyai minat tinggi, sebanyak 29 siswa (42%) mempunyai minat sedang, sebanyak 3 siswa (4%) mempunyai minat rendah dan sedangkan mempunyai minat sangat rendah tidak ada. Kata kunci : minat siswa, ekstrakurikuler, pencak silat. Abstract Extracurricular is an educational activity that can be done outside school hours, the activity is carried out to broaden knowledge, and improve students skills. To develop the potential in the field of sports, education needs to pay attention to the abilities, interests, and talents of students as a whole both through its intracuricular and extracurricular activities. Martial Arts is one of the extracurricular activities in State Senior High School 1 Cerme. The purpose of education through the martial arts sport is also comprehensive because it does not only cover physical aspects, but also other aspects that contain moral, social and emotional aspects. This study aims to find out how much students interest in participating in martial arts extracurricular activities in State Senior High School 1 Cerme. This research is a quantitative descriptive study using survey methods, with data collection techniques using questionnaire instruments. The population in this study were students of class X and XI State Senior High School 1 Cerme randomly selected as many as 69 students from 2 classes. Data analysis technique uses quantitative descriptive analysis techniques which are expressed in percentage form. The results of statistical analysis obtained the percentage value of the interest of students in class X and XI in participating in martial arts extracurricular activities in State Senior High School 1 Cerme as many as 4 students (6%) had very high interest, as many as 33 students (48%) had a high interest, as many as 29 students (42%) have a moderate interest, as many as 3 students (4%) have low interest and while having very low interest does not exist. Keywords: student interest, extracurricular, martial arts.

Page 1 of 1 | Total Record : 10