cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2019)" : 25 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR SENAM LANTAI GULING DEPAN (STUDI PADA SISWA KELAS X SMKN 1 KEMLAGI MOJOKERTO) DWI PUTRI SAPSUHA, NEKA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kurangnya peranan guru PJOK dalam mengelola cara pembelajaran yang kreatif sehingga dapat ,menimbulkan rasa percaya diri siswa, sekaligus gerak motorik siswa 7menjadi salah satu kendala yang terdapat pada pembelajaran senam lantai guling depan di sekolah SMKN 1 Kemlagi Mojokerto. SMKN Kemlagi mojokerto merupakan sekolah negeri di kecamatan kemlagi kabupaten mojokerto, berdasarkan hasil wawancara dengan guru siswa dalam melakukan pembelajaran senam lantai guling depan menemukan kesulitan-kesulitan pada setiap gerakan atau tehnik dalam senam lantai guling depan. Model pembelajaran kooperatif two stay two stray merupakan model pembelajaran yang berbentuk berkelompok dimaana dalam model pembelajaran two stay two stray ini atau yang biasa disebut TS-TS mengutamakan siswa belajar bersama, mencari sumber masalah dan memecahkan msalah tersebut secara bersama selain itu juga siswa dapat bertukar pendapat dan saling berbagi pengalaman maupun pengetahuan bersama dalam kelompok masing-masing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS dapat meningkatkan hasil belajar senam lantai guling depan pada siswa kelas X SMKN 1 Kemlagi Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitaif eksperimen dengan design randomized control group pretest-postest design . sasaran penelitian pada siswa kelas X DPIB 1 dan siswa kelas X DPIB 2 SMKN Mojokerto Kemlagi sebanyak 60 orang. Pengambilan data dilakukan tes senam lantai guling depan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TS-TS) dapat meningkatkan hasil belajar senam lantai guling depan sebesar 25, 23% Hasil uji t (paired Sample t Test) menyatakan bahwa nilai 0,020 > 0,019 artinya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TS-TS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar senam lantai guling depan. Kata Kunci: Cooperative learning type two stay two stray (TS-TS), learning results of floor gymnastics front roll. Abstract Lack of the role of the PJOK teacher in managing creative learning ways so that it can cause students self-confidence, as well as students motorized movements become one of the obstacles found in the front roll floor gymnastics learning at the school of SMKN 1 Kemlagi Mojokerto. Kemlagi Mojokerto Vocational High School is a public school in Kemlagi Subdistrict, Mojokerto District, based on interviews with student teachers in learning to roll the front floor gymnastics to find difficulties in each movement or technique in the front roll floor gymnastics. Cooperative learning model two stay two stray is a group-shaped learning model in the learning model of two stay two stray or commonly called TS-TS prioritizes students to learn together, find the source of the problem and solve the problem together as well as students can exchange opinions and sharing experiences and shared knowledge in each group. Aim from research this is for knowing how much large learning model cooperative type TS-TS can increase result learn gymnastic floor bloster front on student class X SMK 1 Kemlagi Mojokerto. Type research this is research quantitative experiment with a randomized control design group pretest posttest design ". research on student class X DPIB 1 and student class X DPIB 2 Mojokerto Vocational High School Kemlagi as many as 60 people. Data retrieval is done test gymnastics floor bolster front. Results research could concluded that application of learning models cooperative type two stay two stray (TS-TS) can increase results learn gymnastics floor bloster front amounting to 25,23 % result t Test (Paired sample t test) declare that value f 0,02 0 > 0,019 means application of learning models cooperative type two stay two stray (TS-TS) is influential positive and significant to results learn gymnastics floor bolster front. Keywords: Application, Learning TS-TS, Results Learning result of floor gymnasticsfront roll
PERBEDAAN PERSEPSI SISWA SMP NEGERI DENGAN SISWA SMP SWASTA TERHADAP MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI KECAMATAN LAMONGAN FEBRIANTO, MOCH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Siswa yang memiliki persepsi positif atau baik tentang suatu obyek (mata pelajaran PJOK) maka anak akan memiliki motivasi belajar yang baik, akan tetapi apabila individu memiliki persepsi yang negatif atau buruk tentang suatu obyek maka anak akan memiliki motivasi yang buruk. Ini membuktikan bahwa persepsi siswa terhadap proses pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sangat berpengaruh terhadap pencapaian keberhasilan pembelajaran itu sendiri. Tujuan dari penelitan ini yaitu : (1)Mengetahui persepsi siswa SMP Negeri di Kecamatan Lamongan. (2)Mengetahui persepsi siswa SMP Swasta di Kecamatan Lamongan. (3)Mengetahui perbedaan persepsi siswa SMP Negeri dan SMP Swasta di Kecamatan Lamongan. Sasaran penelitan ini adalah siswa kelas VIII di 4 sekolah, 2 sekolah negeri dan 2 sekolah swasta. Metode analisa menggunakan metode statistic kualitatif deskriptif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan mengisi kuisoner (Angket). Dari analisa dapat disimpulkan bahwa : (1)Hasil jawaban persepsi siswa Negeri di Kecamatan Lamongan terhadap matapelajaran penjasorkes yang diukur pada aspek teori dan praktek sebesar 82%.Hasil dapat dikatakan bahwa persepsi siswa terhadap mata pelajaran penjas Sangat Baik, (2) Hasil jawaban persepsi siswa Swasta di Kecamatan Lamongan terhadap matapelajaran penjasorkes yang diukur pada aspek teori dan praktek sebesar 80%. Hasil dapat dikatakan bahwa persepsi siswa terhadap mata pelajaran penjas Sangat Baik. Kata Kunci : Persepsi, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan AbstractAn individual (students) has positive or good perception about an object (physical education), so they will has good learning motivation. But, if an individual has negative or bad perception about an object, so they will has bad motivation. This prove that students perception about physical education learning process is very influential to success of that learning. The purpose of this study is : (1) to know students perception of state junior high school at sub district Lamongan. (2) to know students perception of private junior high school at sub district Lamongan. (3) to know the differences of students perception between state junior high school and private junior high school at sub district Lamongan. Object of this study is students grade VIII at 4 school, 2 state junior high school and 2 private junior high school. This study is using description qualitative statistic method analysis, whereas data were collected using an questionnaire. From analysis can concluded that: (1)the result answer of state junior high school students perception at sub district Lamongan about physical education which measured from theory and practices has value 82%. The result tell that students perception about physical education is very good. (2) the result answer of private junior high school students perception at sub district Lamongan about physical education which measured from theory and practices has value 80%.The result tell that students perception about physical education is very good.Keyword : perception, physical education
PERBANDINGAN METODE PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN METODE PEMBELAJARAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR RENANG GAYA DADA STUDI PADA SISWA KELAS V SDN LEMINGGIR KECAMATAN MOJOSARI KABUPATEN MOJOKERTO PRASETYO UTOMO, ANGGA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan belajar mengajar adalah masalah yang sangat komplek yang melibatkan keseluruhan aspek pembelajaran, salah satunya pada materi renang gaya dada. Bagi siswa materi pembelajaran merupakan hal yang baru sehingga guru harus mempunyai strategi untuk memusatkan dan melihat perhatian siswa pada proses pembelajaran, memotivasi siswa serta menjadikan pembelajaran menjadi efektif dan optimal. Salah satu strategi yang digunakan adalah dengan menerapkan metode pembelajaran langsung dan tidak langsung. Berdasarkan dari hasil penelitian dengan populasi sebanyak 33 siswa terdiri dari 16 siswa kelompok pembelajaran langsung dan 17 siswa kelompok pembelajaran tidak langsung, hasil pre-test metode pembelajaran langsung dengan skor hasil pre-test renang gaya dada kelompok metode pembelajaran tidak langsung dengan skor rata-rata 955, standar deviasi 8,26, varian 68,229, skor terendah dan tertinggi masing-masing sebesar 50,0 dan 75 hasil post-tes renang gaya dada kelompok metode pembelajaran tidak langsung dengan skor rata-rata 1140, standar deviasi 7,638, varian 58,333, skor terendah dan tertinggi masing-masing sebesar 60,0 dan 90,0. Dan hasil skor post-test metode pembelajaran langsung hasil pre-test renang gaya dada kelompok metode pembelajaran langsung dengan skor rata-rata 1040, standar deviasi 6,966, varian 48,529, skor terendah dan tertinggi 50,0 dan 70,0 hasil post-test renang gaya dada kelompok metode pembelajaran langsung dengan skor rata-rata 1175, standar deviasi 5,925, varian 35,11, skor terendah dan tertinggi masing-masing sebesar 60,0 dan 80,0. Dengan demikian siswa kelas V SDN Leminggir lebih meningkat hasil belajar renang gaya dada dimana presentase peningkatan hasil belajar renang gaya dada kelompok metode pembelajaran langsung adalah 13% sedangkan kelompok metode pembelajaran tidak langsung yaitu sebesar 19%. Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada perbedaan tetapi tidak terlalu signifikan antara metode pembelajaran langsung dengan metode pembelajaran tidak langsung. Kata Kunci : Renang Gaya Dada, Metode Pembelajaran. Abstract Teaching and learning activities are very complex problems that involve all aspects of learning, one of which is the breaststroke swimming material. for students learning material is a foreign matter so the teacher must have a strategy to focus and capture students attention to the learning process, motivate students and make learning effective and optimal. One strategy used is to apply direct and indirect learning methods. Based on the results of the study with a population of 33 students consists of 16 students in the direct learning group and 17 students in the indirect learning group, the results of the pre-test method n direct learning with the score of the results of the Pre-test swimming breaststroke group indirect learning method with an average score of 955, standard deviation 8.26, variants 68.222, lowest score and highest respectively amounting to 50.0 and 75 Results of the post-breaststroke swimming test group of indirect learning methods with an average score of 1140,standard deviation 7,638, variants of 58,333, lowest and highest scores of 60,0 and 90.0, respectively. And the results of the post-test score of the direct learning method results of pre-test swimming breaststroke group direct learning method with an average score of 1040, Standard deviation 6.966, variant 48,529, lowest and highest score 50,0 and 70,0 results Post-test pool group breaststroke direct learning method with an average score of 1175, standard deviation of 5,925, variants of 35,11, lowest and highest scores of 60,0 and 80,0, respectively. Thus the fifth grade students of SDN Leminggir increased the results of breaststroke swimming learning where the percentage increase in swimming breaststroke learning outcomes in the group of direct learning methods was 13% while the indirect learning method group was 19%. Based on the explanation above, it can be concluded that there are differences but not too significant between direct learning methods and indirect learning methods. Keywords : Chest Style Swimming, Learning Methods.
ANALISIS KOMPETENSI GURU PJOK SDN SEKECAMATAN WONOAYU KABUPATEN SIDOARJO HIDAYAT WAHYUDIN, MOCH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk melakukan atau melakukan pekerjaan atau tugas yang didasarkan pada keterampilan, pengetahuan dan sikap yang didukung oleh pekerjaan sesuai dengan tuntutan pekerjaan. Kompetensi merupakan kumpulan pengetahuan, perilaku dan keterampilan yang harus dimiliki guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kompetensi guru PJOK di SDN se-Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif, bentuk sederhana dari penelitian deskriptif adalah penelitian dengan satu variabel. Guru yang menjadi subjek penelitian sebanyak 25 guru. Pengambilan data dengan cara menggunakan instrumen dari www.risetpjokindonesia.com. Hasil penelitian ini menunjukkan 2 guru sudah memenuhi kriteria dengan mendapatkan nilai yaitu 75% dan 80% dengan kategori ?Baik? dan mempunyai pengalaman mengajar 12 semester / level 6 dan 9 semester / level 5. Sedangkan 23 guru lainnya belum memenuhi kriteria karena mendapatkan skor di bawah 75%. Sedangkan batas kriteria yang ditentukan www.risetpjokindonesia.com yaitu 75% dengan kategori ?Baik?, jadi rata-rata guru pjok belum memenuhi kriteria. Kata Kunci:Kompetensi Guru Abstract Competence is the ability of a person to do or do a job or task based on the skills, knowledge and attitudes that are supported by the work in accordance with the demands of the job. Competence is a collection of knowledge, behavior and skillsthat teachers must possess to achieve learning goals. The purpose of this study was to determine the competence of PJOK teachers in elementary schools throughout Wonoayu District, Sidoarjo Regency. This type of research is quantitative descriptive, the simplest form of descriptive research is research with one variable. Teachers who were the subject of thestudy were 25 teachers. Data retrieval by using the instrument from www.risetpjokindonesia.com. The results of this studyindicate that 2 teachers have met the criteria by obtaining scores of 75% and 80% with the category of "Good" and have teaching experience 12 semesters / levels 6 and 9 semesters / level 5. While 23 other teachers do not meet the criteria forgetting scores in below 75%. Whereas the criteria limit determined by www.risetpjokindonesia.com is 75% with the category "Good", so the average corner teacher does not meet the criteria. Keyword : Teacher Competency
PENERAPAN PENDEKATAN TAKTISTERHADAP HASIL BELAJAR PASSING DAN CONTROLLING DALAM SEPAK BOLA ROBITH ABDULLAH FARABI, M
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada suatu pembelajaran PJOK materi dalam permainan bola besar khususnya sepakbola terdapat berapa teknik dasar yang dikuasai sepertipassing dan controling.Namun, bagi siswa yang baru mengenal teknik dasar dalam sepakbola tentu akan mengalami kesulitan. Olehkarenaitudiperlukanpendekatan yang sesuai, salahsatunyayaitupendekatantaktis. Pendekatan tersebut menekankan pada keaktifan gerak siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan taktis terhadap peningkatan hasil belajar passing dan controling dalam sepak bola. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni dengan pendekatan kuantitatif.Desain yang digunakanyaituRandomized Controling Group Pretest-Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMPN 1 Lamongan dengan mengambil 2 kelas sampel, dimana 1 kelas digunakan sebagai kelompok kontrol, sedangkan 1 kelas selain sebagai kelompok eksperimen. Peningkatan hasil belajar diperoleh dari hasil pre-test dan post-test. Data penelitian menunjukkan bahwa terdapat ada pengaruh yang signifikan antara pemberian perlakuan penerapan pendekatan taktis terhadap peningkatan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar0 ,002.Sedangkan untuk analisis data T hitung> T tabel kelompok eksperimen yaitu (9.92 > 2.03) dan untuk analisis data T hitung> T tabel kelompok control yaitu (4.12 > 2.03) pada taraf signifikansi 5%. Serta selisih nilai antara kelompok kontrol dan eksperimen cukup besar yaitu sebesar 75,47 %. Kata Kunci :PJOK, sepak bola, pendekatan taktis , passing dan controlling Abstract In PJOK learning, the material of big ball games, especially soccer, has some basic techniques that must be mastered such as passing and controlling. However, for students who learning that techniques for the first time will face difficulties. Therefore an appropriate approach is need. Tactical approach emphasizes the active movement of students during the learning process. This determine applying a tactical approach to improving the results learning of passing and controlling in soccer. This type of research is a pure experiment with a quantitative approach. The design used is Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Subjects in this study were VIII grade students at SMPN 1 Lamongan by taking 2 sample classes, where 1 class was used as a control group, while 1 other class was an experimental group. Improved learning result are obtained. The research data there is a significant influence between the application of a tactical approach to improving student learning result as evidenced by a significance value of 0.002. As for data analysis T count > T table of the experimental group, is (9.92 > 2.03) and for data analysis T count > T table of the control group, is (4.12 > 2.03) at a significance level of 5%. And the difference in value between the control and experimental groups is quite large, amounting to 75.47%. Keywords: PJOK, soccer, tactical approach, passing and controlling
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA DI SMKN 2 SURABAYA DENGAN SMAN 12 SURABAYA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER FUTSAL FIRMANSYAH, FAJAR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani yang berkaitan dengan seorang siswa merupakan komponen penting yang harus dijaga. Kegiatan Pendidikan Jasmani di sekolah merupakan suatu wadah untuk mendidik dan mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa, baik yang dilakukan pada saat jam pelajaran maupun di luar jam pelajaran sekolah (ekstrakurikuler). Tingkat kebugaran jasmani sangat dibutuhkan oleh setiap peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler khususnya futsal. Futsal merupakan permainan olahraga yang kompleks, sehingga permainan futsal memerlukan tingkat kebugaran jasmani yang tinggi untuk dapat melakukan aktivitas permainan futsal. Maka perlu diadakan tes untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal, yaitu dengan menggunakan instrumen MFT (Multistage Fitness Test).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMKN 2 Surabaya yang berjumlah 20 siswa dengan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMAN 12 Surabaya yang berjumlah 15 siswa. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMKN 2 Surabaya Jalan Tentara Genie Pelajar No. 26,Petemon, Kec. Sawahan, Kota Surabaya, Jawa Timur dan di SMAN 12 Surabaya Jl. Sememi Benowo No.1, Kota Surabaya, Jawa Timur.Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa rata-rata kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMKN 2 Surabaya adalah 40,11 Vo2Max dan nilai standart deviasi 4,43, sedangkan di SMAN 12 Surabaya memiliki nilai rata-rata 33,67 Vo2Max dan nilai standart deviasi 4,93. Sedangkan hasil analisis data menggunakan IBM Statistical Progam For Social Science (SPSS) for windows v.20.0 diketahui bahwa nilai t-hitung yang diperoleh sebesar 4,048 dan nilai t-tabel sebesar 2,031, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Karena nilai t-hitung sebesar 4,048 >lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 2,031. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam mencapai hasil tingkat kebugaran jasmani antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMKN 2 Surabaya dengan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMAN 12 Surabaya. Kata Kunci : Kebugaran Jasmani, Ekstrakurikuler, Tingkat Kebugaran Jasmani. Abstract Physical fitness is an important component that must be maintained, specifically if it is related to a student. Physical Education activities in schools are a place to educate and develop the potential of the students, whether during class hours or out of that (extracurricular). The physical fitness level is needed by every student who take part in extracurricular activities, especially futsal. Since, futsal is a complex sport that requires a high level of physical fitness, a test is needed to determine the level of physical fitness of a student by using MFT (Multistage Fitness Test) instrument. The aim of this study is to acquire information about the differences of physical fitness level among students who participate in futsal extracurricular, by comparison of 20 students of SMKN 2 Surabaya and 15 students of SMAN 12 Surabaya. The location of this study was held at SMKN 2 Surabaya on Tentara Genie Pelajar street No. 26, Petemon, Sawahan, Surabaya City, East Java and at SMAN 12 Surabaya Sememi Benowo street No. 1, Surabaya City, East Java. Based on the results, it can be seen the average of physical fitness level of students who participate futsal extracurricular in SMKN 2 Surabaya was 40,11 Vo2Max with 4,43 of standard deviation value, while the average of physical fitness level at SMAN 12 Surabaya was 33.67 Vo2Max with 4,93 of standard deviation value. Furthermore, the results of data analysis by using the IBM Statistical Program for Social Science (SPSS) for Windows v.20.0 is obtained that value of t-hitung is 4,048 and the value of t-tabel is 2,031. It can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted, since the value of t-hitung is 4,048 which is higher than the value of t-tabel which only amounted to 2,031, in addition there are significant differences while obtaining the results of physical fitness level between the students of SMKN 2 Surabaya and SMAN 12 Surabaya who participate in futsal extracurricular. Keywords : Physical Fitness, Extracurricular, Physical Fitness Level.
SURVEI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI SE-GUGUS GENTENG KULON KECAMATAN GENTENG KABUPATEN BANYUWANGI NAUVAL PRAMANA, BYAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKOlahraga merupakan hak dan kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap manusia. Sebagai sebuah hak seperti halnya hak yang lain, hak melakukan olahraga perlu mendapatkan perhatian yang serius dan perlu diperjuangkan sayangnya hak untuk dapat melakukan aktivitas berolahraga belum sebangun dan sejajar dengan hak yang lainnya seperti hak mendapatkan pekerjaan, hak berpolitik dan hak berekonomi. Hal ini sudah dirasakan di Gugus Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi yang dulunya banyak lahan kosong yang bisa dijadikan sebagai tempat olahraga jumlahnya sudah mulai berkurang, tidak hanya itu sejumlah prasarana olahraga seperti lapangan voli, lapangan basket, lapangan bulutangkis dan lapangan sepakbola yang dulunya sering digunakan sebagai tempat berolahraga sudah dialihfungsikan menjadi tempat bisnis seperti rumah makan, tempat penjualan , perumahan dan lain-lain. Dengan dialihfungsikannya sejumlah prasaana olahraga ini maka mengakibatkan berkurangnya fasilitas olahraga. Rencana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Se-Gugus Genteng kulon Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Jenis penelitian yang digunakan merupakan non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dimana peneliti sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk memberikan perlakuan atau manipulasi terhadap variabel yang mungkin berperan dalam munculnya suatu gejala, karena gejala yang diamati telah terjadi. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V (lima) Sekolah Dasar Negeri Se-Gugus Genteng Kulon, Kec. Genteng, Kab. Banyuwangi yang berjumlah 205 siswa dari 6 sekolah. Berdasarkan perhitungan dari hasil tes TKJI kemudian data yang didapat diolah menggunakan perhitungan manual dan SPSS besarnya tingkat kebugaran jasmani siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Se-Gugus Genteng Kulon Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangiyaitu siswa dengan kriteria kebugaran jasmani baik sekali berjumlah 0 dari 205 siswa dengan persentase 0%, sedangkan siswa dengan kriteria kebugaran jasmani yang baik berjumlah 2 orang dari 205 siswa dengan persentase 1%, sedangkan tingkat kebugaran jasmani dengan kriteria sedang berjumlah 35 orang dari 205 siswa dengan persentase 17%, untuk kriteria kurang jumlah siswa sebanyak 108 orang dari 205 siswa dengan persentase 53%, sedangkan tingkat kebugaran jasmani dengan kriteria kurang sekali jumlah siswa sebanyak 60 orang dari 205 siswa dengan persentase 29%. Kata Kunci : Survei, Kebugaran Jasmani.ABSTRACTSports is the basic rights and needs of every human being. As a right as well as other rights, the right to exercise needs to get serious attention and needs to be fought for unfortunately the right to be able to exercise is not yet equal and equal to other rights such as the right to work, political rights and economic rights. This has been felt in the Genteng Kulon Cluster, Genteng Subdistrict, Banyuwangi Regency which used to be a lot of vacant land that can be used as a sporting place. The number has begun to decrease, not only a number of sports infrastructure such as volleyball courts, basketball courts, badminton courts and football fields that were once often used as a place of exercise has been converted into a business place such as restaurants, places of sale, housing and others. With the conversion of a number of sports skills, this has resulted in reduced sports facilities. This research plan aims to determine the level of physical fitness of the fifth grade students of public elementary schools as kulon cluster in Genteng sub-district, Banyuwangi regency. The type of research used is a non-experiment with a quantitative approach where researchers have absolutely no opportunity to give treatment or manipulation of variables that may play a role in the appearance of a symptom, because the observed symptoms have occurred. The population taken in this study were all students in grade V (five) of State Primary Schools in the Genteng Kulon Cluster, Kec. Genteng, Kab. Banyuwangi which numbered 205 students from 6 schools. Based on the calculation of the TKJI test results then the data obtained were processed using manual calculation and SPSS the physical fitness level of the fifth grade students of Public Elementary Schools in Genteng Kulon Cluster, Genteng Subdistrict, Banyuwangi Regency, ie students with excellent physical fitness criteria totaling 0 out of 205 students with a percentage 0%, while students with good physical fitness criteria amounted to 2 out of 205 students with a percentage of 1%, while the level of physical fitness with moderate criteria amounted to 35 people out of 205 students with a percentage of 17%, for criteria less number of students were 108 people out of 205 students with a percentage of 53%, while the level of physical fitness with the criteria of the number of students is as many as 60 people from 205 students with a percentage of 29%. Keywords: Survey, Physical Fitness..
SURVEI PELAKSANAAN PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) LUKMAN AL HAKIM, ARI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia, karena sehat merupakan modal utama bagi setiap orang untuk melakukan aktifitas. Segala aktifitas yang dilaksanakan oleh seseorang akan menghasilkan kinerja yang maksimal jika didukung oleh kondisi tubuh yang sehat. Usaha Kesehatan Sekolah merupakan wahana untuk meningkatkan derajat kesehatan sedini mungkin pada peserta didik dari tingkat pendidikan dasar sampai dengan tingkat pendidikan menengah termasuk perguruan agama dan lingkungan sebagai sasarannya.Tujuan dari penelitian adalah mengetahui pelaksanaan program Usaha Kesehatan Sekolah SMP se-Kecamatan Mantup. Jenis penelitian menggunakan deskriptif dengan menggunakan alat pengungkap data yang utama adalah observasi (sumber data primer), teknik penunjang studi wawancara dan dokumentasi (sumber data sekunder), menggunakan desain penelitian non eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, metode pengumpulan data menggunakan angket, Dengan rincian SMP Negeri berjumlah 2 Sekolah dan SMP Swasta berjumlah 4 sekolah. Jadi total populasi pada penelitian ini 6 sekolah..Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan pendidikan kesehatan di SMP se-kecamatan Mantup menunjukan hasil sebagai berikut, dari 6 sekolah yang berada di kecamatan Mantup 2 sekolah berstrata standar. Pelayanan kesehatan menunjukan besar sekolah menempati strata standar dan hanya 1 sekolah yang menempati strata minimal. Pembinaan lingkungan sekolah sehat menunjukan 1 sekolah berstrata standar, 3 sekolah berstrata optimal dan 2 sekolah berstrata paripurna. Menunjukan bahwa hasil survei mengenai pelaksanaan program Usaha Kesehatan Sekolah SMP se-Kecamatan Mantup yang berjumlah 6 SMP sudah berada pada kategori standar yang mencakup pelaksanaan pendidikan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Kata Kunci : Usaha Kesehatan Sekolah Abstract Health is a basic human need because health is the main capital for everyone to do activities. All activities implemented by someone will produce maximum performance if supported by a healthy body condition. School Health Business is a vehicle to improve health status as early as possible for students. from basic education to secondary education including religious and environmental colleges as targets.The aim of the research was to know the implementation of the business health program of Junior High Schools in Mantup District. Type of research using descriptive with the main data disclosure tool was observation (primary data source), interview study support techniques and documentation (secondary data source), used nonresearch designs experiment with a quantitative approach, collection method the data uses questionnaires, with details of State Junior High Schools totaling 2 Schools and Private junior high schools number 4 schools. So the total population in this study was 6 school.Based on the results of the study it is known that the implementation of education health in junior high schools in Mantup district shows the following results, from 6 schools in the subdistrict Mantup 2 standard schools. Service health shows the size of the school occupies the standard strata and only 1 schools that occupy the minimum strata. Development of a healthy school environment shows that 1 standard school, 3 optimal level schools, and 2 schools complete data show that the results of the survey were about implementation the number of Health Schools in the District of Mantup is 6 programs Middle school is in the standard category which includes the implementation of education, health services and fostering a healthy school environment. Keywords : School Health Programme
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR SEPAK BOLA PASSING KAKI BAGIAN DALAM STUDI PADA SISWA KELAS X SMAN 1 CERME RIZKI MIROJ UMATJINA, NUR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil wawancara dengan guru PJOK SMA Negeri 1 Cerme dan pengamatan yang dilakukan saat pembelajaran materi passing kaki bagian dalam pada permainan sepak bola berlangsung terdapat banyak kekurangan diantaranya siswa yang cenderung masih individual dengan teman lainnya dan kuranganya kerjasama antar teman yang mengakibatkan siswa yang tidak bisa memahami materi tersebut cenderung enggan melakukan materi yang diajarkan oleh gurunya dan membuat ramai pada saat pembelajaran sedang berlangsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD) Terhadap hasil belajar passingkaki bagian dalam sepak bola. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen murni (true experiment) dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Randomized Control Group Pretes-Posttest Design. Cara memperoleh data dengan cara melakukan pre-test dan post-test yang dilakukan 4 kali pertemuan. Berdasarkan perhitungan SPSS (Statistical Package For Sosial Science) for windows evaluation rerleas 20 dengan ketentuan penguji jika nilai signifikansi dari nilai hitung, thitung > dari ttabel dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sedangkan jika nilai signifikansi dari nilai thitung < ttabel dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Dari hasil tersebut diperoleh nilai thitung> ttabel (3,013 > 1,669) dengan taraf signifikansi 5% atau 0,05, maka sesuai dasar pengambilan keputusan dalam Uji T-Test Sampel Berbeda, maka dapat disimpulkan Ha diterima Ho ditolak, yang artinya ada pengaruh yang signifikan dari hasil tes setelah pemberian treatment dengan nilai presentase sebesar 30,69%. Sedangkan pada kelompok kontrol memiliki nilai presentase sebesar 23,14%. Jika dibandingkan keduanya memiliki selisih nilai presentase sebesar 7,55%. Jadi kelompok eksperimen dengan treatmentstudent team achievement division (STAD) pengaruh presentase lebih besar daripada kelompok kontrol pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Cerme. Kata kunci :Kooperatif, Student Team Achievement Division (STAD), Belajar, Passing Sepak Bola . Abstract Based on the results of interviews with PJOK 1 Cerme State High School teachers and observations made during the learning of the inside of the foot passing material on the football game, there were many disadvantages including students who tendto be still individual with other friends and lack of cooperation between friends which resulted in students who could not understand the material tends to be reluctant to do the material taught by the teacher and makes it crowded during learning.The purpose of this study was to determine the effect of cooperative learning model type student team achievement division STAD) on the learning outcomes of passing the foot in football. This type of research uses a true experiment with aquantitative approach.How to obtain data by doing a pre-test and post-test conducted 4 meetings. Based on the calculation of SPSS (Statistical Package For Social Science) for windows evaluation rerleas 20 with the provisions of the examiner if the significance value of the calculated value, t count > t table with a significance level of 5% or 0.05 then Ha is accepted and H0 is rejected. Whereas if the significance value of t count <t table with a significance level of 5% or 0.05 then H0 is accepted and Ha is rejected. From these results obtained tcount> t table (3,013 > 1.669) with a significance level of5% or 0.05, then according to the basis of decision making in the Sample T-Test Different, it can be concluded Ha accepted Hois rejected, which means there is a significant influence from the test results after giving the treatment with a percentagevalue of 30,69%. While the control group has a percentage value of 23,14%. When compared, both have a percentage differenceof 7,55%. So the experimental group with the treatment of student team achievement division (STAD) influence the percentageis greater than the control group in class X students of Cerme 1 State High School. Keywords :Cooperative, Student Team Achievement Division (STAD), Learning, Football Passing
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR LAY UP BOLABASKET (STUDI PADA KELAS XI SMA KEMALA BHAYANGKARI 1 SURABAYA) YUDISTIRA, FARHAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan merupakan mata pelajaran yang memiliki fungsi dan peranan dalam peningkatan kemampuan peserta didik baik dari kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Dalam proses pembelajaran lay up bolabasket guru sepenuhnya mengambil peran dalam kegiatan belajar mengajar, sedangkan siswa lebih cenderung untuk mengikuti intruksi guru. Pembelajaran dengan metode tutor sebaya dapat dijadikan sebagai salah satu cara efektif untuk meningkatkan hasil belajar lay up bolabasket. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar lay up bolabasket dalam pembelajaran PJOK dan seberapa besar pengaruh pada siswa kelas XI SMA di SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Randomized Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas tahun ajaran 2017-2018 yang terdiri dari 2 kelas yaitu XI IPA dan XI IPS, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 4 dan XI IPS 4 dengan jumlah siswa sebanyak 63 siswa. Penentuan pemilihan sampel menggunakan cluster random sampling yang pemilihan kelas atau sampelnya dengan pilihan secara acak dan tidak mengistimewakan kelas atau kelompok masing-masing. Hasil analisis perhitungan diketahui bahwa hasil uji T mendaptkan peningkatan hasil belajar lay up bolabasket pada aspek pengetahuan dan keterampilan kelas XI IPA 4 kelompok eksperimen di SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. Hal ini ditunjukan dengan nilai t hitung aspek pengetahuan lay up bolabasket adalah 3.063 > 1.696 dan nilai signifikan p sebesar 0.00 < 0.05,adanya peningkatan. Nilai t hitung untuk aspek keterampilan lay up bolabasket 4.569 > 1.696 dan nilai signifikan p sebesar 0.00 < 0.05,adanya peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan pada aspek pengetahuan lay up bolabasket sebesar 16% dan peningkatan pada aspek keterampilan lay up bolabasket sebesar 59%. Kata Kunci : Pengaruh metode tutor sebaya, hasil belajar lay up bolabasket. Abstract Physical Education, Sports and Health are subjects that have functions and roles in enhancing the ability of students both from the competence of knowledge and skills. In the process of learning and learning basketball teachers fully take a role in teaching and learning activities, while students are more likely to follow teacher instruction. Learning with peer tutoring methods can be used as one of the effective ways to improve learning outcomes in lay-up basketball. The purpose of this study was to determine whether or not the influence of peer tutoring learning methods on learning outcomes in basketball lay-up in PJOK learning and how much influence on class XI students in SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. The type of research used is pseudo experimental research with a quantitative approach and the research design used in this study is Randomized Group Pretest Posttest Design. The population in this study were all students of class XI High School 2017-2018 school year consisting of 2 classes namely XI IPA and XI IPS, the sample used in this study were students of class XI IPA 4 and XI IPS 4 with a total of 63 students . Determination of sample selection using cluster random sampling that selects the class or sample with a random choice and does not privilege each class or group. The results of the calculation analysis, it is known that the results of the T test show that there is an increase in the learning outcomes of lay up basketball on aspects of knowledge and skills in the XI IPA class 4 experimental groups in Kemala Bhayangkari 1 High School 1 Surabaya. This is indicated by the t value of the knowledge aspect of the basket lay up knowledge is 3,063> 1,696 and the significant value p is 0.00 <0.05, meaning that there is a significant influence. T count values ??for skill aspects of basketball lay-up were 4,569> 1,696 and significant values ??of p were 0.00 <0.05, meaning that there was a significant effect. This is indicated by an increase in the knowledge aspect of basketball lay up by 16% and an increase in the skills of basketball lay-up skills by 59%.Keywords: Effect of peer tutoring methods, learning outcomes of lay-up basketball.

Page 1 of 3 | Total Record : 25