cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2019)" : 108 Documents clear
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL MELALUI PEMBELAJARAN FUTSAL TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING KAKI DALAM DI SMP NEGERI 3 SUGIO AL BAREZI, AKHMAD; , SUDARSO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media Audio Visual merupakan gabungan antara media audio dan media visual juga dapat diartikan sebagai media pandang dan dengar. Media audio visual dapat menjadi solusi untuk memberikan variasi dalam penyampaian materi pada penyajian bahan pembelajaran untuk siswa yang semakin sulit ini. Tujuan pada penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui apakah ada pengaruh penerapan media audio visual terhadap hasil belajar passing pada futsal, (2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan media audio visual terhadap hasil belajar passing pada futsal di SMP Negeri 3 Sugio. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan pendekatan kuantitatif desain penelitian Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan dua tes yaitu tes pengetahuan menggunakan soal esai untuk peserta didik terhadap pengetahuan futsal dan tes keterampilan passing pada futsal. Pre-test diberikan pada pertemuan pertama dan dilanjutkan dengan post-test pertemuan keempat lalu treatment akan dilakukan selama dua kali pertemuan yaitu pada pertemuan kedua dan ketiga. Hasil dari pengolahan data untuk kelompok eksperimen terdapat peningkatan hasil belajar dengan penerapan media audio visual yang telah dibuktikan pada perhitungan presentase pengaruh yaitu pada kelompok eksperimen aspek keterampilan untuk passing sebesar 69%, dan aspek pengetahuan untuk passing sebesar 39%, Sedangkan pada hasil perhitungan untuk kelompok kontrol terdapat peningkatan pada hasil belajar penerapan media audio visual yang telah dibuktikan dengan perhitungan presentase pengaruh yaitu pada kelompok eksperimen aspek keterampilan untuk passing sebesar 10%, aspek pengetahuan untuk passing sebesar 14%. Telah diketahui untuk variabel passing kelompok eksperimen mendapat hasil yang meningkat lebih besar dari kelompok kontrol baik dari aspek keterampilan maupun pengetahuan sehingga terdapat pengaruh dari penerapan media audio visual melalui pembelajaran futsal terhadap hasil belajar passing dengan kaki dalam. Kata Kunci : audio visual, passing, futsal Abstract Audio Visual Media is a combination of audio and visual media which can also be interpreted as a medium of sight and hearing. Audio visual media can be a solution to provide variations in the delivery of material in the presentation of learning materials for students who are increasingly difficult. The purposes of this study are: (1) to find out whether there is an effect of the application of audio-visual media on the learning outcomes of passing on futsal, (2) to find out how much influence the application of audio-visual media on the learning outcomes of passing on futsal at Sugio 3 junior high school. The research used quasi-experimental research with a quantitative approach to the Randomized Control Group Pretest-Posttest Design research design. For data collection, researchers used two tests namely knowledge tests using essay questions for students about futsal knowledge and passing skills tests on futsal. Pre-test is given at the first meeting and continued with the fourth post-test meeting then treatment will be conducted during two meetings, namely at the second and third meetings. The results of data processing for the experimental group there is an increase in learning outcomes with the application of audio visual media that has been proven in the calculation of the percentage of influence, namely in the experimental group the aspects of skills for passing by 69%, and aspects of knowledge for passing by 39%, while the results of calculations for groups control there is an increase in learning outcomes of the application of audio visual media that has been proven by calculating the percentage of influence in the experimental group the aspects of skills for passing by 10%, aspects of knowledge for passing by 14%. It is known that the passing variable of the experimental group gets results that are greater than the control group in terms of both skills and knowledge so that there is an influence from the application of audio-visual media through futsal learning on the results of learning to pass with the foot in. Keywords: audio visual, passing, futsal
HUBUNGAN PEMAKAIAN GAWAI DENGAN AKTIVITAS OLAHRAGA (STUDI PADA SISWA SMA NEGERI 1 KOTA MOJOKERTO) YUSSRON ILYAS, MOHAMMAD; KRISTIYANDARU, ADVENDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada kehidupan sehari-hari smartphone telah digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas. Dalam pembelajaran di sekolah-sekolah terdapat pro dan kontra tentang pemakaian smartphone pada pembelajaran. Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), guru tidak dianjurkan mengajar dengan monoton, dan smartphone digunakan sebagai media dalam pembelajaran. Apakah ada hubungannya antara pemakaian smartphone dengan aktivitas olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan seberapa besar hubungan pemakaian gawai (gadget) dengan aktivitas olahraga studi pada siswa SMA Negeri 1 Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Kota Mojokerto dengan menggunakan 31 sampel dengan metode claster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket. Analisis yang digunakan adalah uji deskriptif, uji asumsi dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pemakaian gawai dengan aktivitas olahraga. Hal ini dibuktikan setelah data dikumpulkan dengan menggunakan angket gawai dan aktivitas olahraga kemudian diuji hipotesis menggunakan korelasi product moment dan mendapatkan nilai 0,055 yang lebih besar dari 0,05. Kata Kunci: smartphone, aktivitas olahraga Abstract In daily life, smartphones have been used to support various activities. In schools, there are pros and cons about the using of smartphones in learning. In physical education learning, teachers are not recommended to teach monotonously. Furthermore, there are some question about it such as how smartphones should be used in physical education learning, is there any connection between of the use of devices with study sports activities. This study aims to determine the relationship and how much the relationship of the use of devices in sports activities. This study uses quantitative research methods with correlational design. The samples of this study were 31 Senior High School 1 Mojokerto students with claster random sampling method. The research instrument was a questionnaire. The analysis used is descriptive test, assumption test and hypothesis test. The results showed that there was no relationship between the utilization of devices and sports activities. This is evidenced after the data is collected using a device questionnaire and sports activities and then tested the hypothesis using product moment correlation and get a value of 0.055 which is greater than 0.05. Keywords: smartphone, sports activities
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING BOLA BASKET SISWA SMA NEGERI 1 JOMBANG RAMADHIA TECTONA, TJE; RACHMAN SYAM TUASIKAL, ABDUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Reward dapat diartikan sebuah penguatan (reinforcement) terhadap peserta didik. Reinforcement (penguatan) merupakan penggunaan konsekuensi untuk memperkuat perilaku. Artinya, bahwa sebuah perilaku yang dilakukan oleh peserta didik dan di anggap sesuai kemudian diikuti dengan penguatan (reinforcement), maka hal tersebut akan meningkatkan peluang bahwa perilaku tersebut akan diulang oleh peserta didik. Dalam penelitian ini reward akan diberikan kepada peserta didik yang mampu melakukan aktivitas shooting pada permainan bola basket. Penelitian ini berupaya mengetahui (1) apakah ada pengaruh pemberian reward terhadap hasil belajar shooting bola basket pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Jombang (2) seberapa besar pengaruh pemberian reward terhadap hasil belajar shooting bola basket pada siswa kelas XI. Adapun jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah 2 kelas dari masing-masing kelas XI IPA Dan IPS secara random yang mewakili seluruh kelas XI di SMAN 1 Jombang. Jumlah siswa yang akan menjadi sampel sebanyak 67 orang.Berdasarkan hasil analisa statistik dari peningkatan keterampilan aktivitas shooting pada peserta didik melalui tes Shooting Circle dan Shooting Free Throw, dapat dibuktikan dengan rata-rata pretest 2,33% dan pada saat posttest menjadi 3,63% dengan hasil peningkatan 0,21%. Pada rata-rata nilai peserta didik dengan nilai tes maksimum 94. Dengan demikian melalui pemberian reward terhadap peserta didik mampu untuk meningkatkan hasil belajar shooting bola basket. Kata Kunci: reward, shooting bola basket, hasil belajar Abstract Reward can be interpreted as a reinforcement (reinforcement) of students. Reinforcement is the use of consequences to strengthen behavior. That is, that a behavior carried out by students and deemed appropriate and then followed by reinforcement (reinforcement), then it will increase the chances that the behavior will be repeated by students. In this study rewards will be given to students who are able to do shooting activities in the basketball game. This study seeks to determine (1) whether there is an effect of giving rewards to learning outcomes of shooting basketball in class XI students of SMA Negeri 1 Jombang (2) how big is the effect of giving rewards to learning outcomes of shooting basketball in class XI students. The type of research conducted is experimental research with a quantitative approach. The sample in this study were 2 classes from each class XI Natural Science and Social Sciences randomly representing all class XI in SMAN 1 Jombang. The number of students who will be sampled as many as 67 people. Based on the results of statistical analysis of increased shooting activity skills in students through the Shooting Circle and Shooting Free Throw tests, it can be proven with an average pretest of 2.33% and at the posttest to 3.63 % with an increase of 0.21%. On average students score with a maximum test score of 94. Thus through giving rewards to students able to improve learning outcomes in basketball shooting. Keywords: reward, shooting basketball, learning outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING DAN CONTROL KAKI DALAM SEPAK BOLA RAHMADHANI, NANDA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, kesehatan, dan rekreasi adalah sebuah pendidikan di Indonesia yang berhubungan dengan aktivitas gerak manusia. Dalam Pendidikan jasmani, kesehatan, dan rekreasi terdapat berbagai cabang olahraga yang di jadikan sebagai materi pengajaran seorang pendidik, salah satunya yaitu cabang olahraga sepak bola. Sepak bola terdiri dari beberapa teknik dasar yang dapat digunakan sebagai bahan pengajaran diantaranya materi passing dan control merupakan teknik paling dasar yang harusnya dikuasai oleh peserta didik. Pembelajaran Pendidikan jasmani, kesehatan, dan rekreasi memiliki tujuan pencapaian belajar untuk peserta didik. Dalam upaya tersebut bisa dilakukan melalui berbagai macam pendekatan untuk mencapai tujuan belajar diantaranya penggunaan metode pengajaran kooperatif tipe jigsaw. Dalam penerapan model pengajaran harus memperhatikan karakteristik peserta didik terlebih dahulu yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini mengetahui seberapa besar pengaruh metode pengajaran kooperatif tipe jigsaw pada hasil belajar passing dan control sepak bola terhadap siswa kelas VII SMP Negeri 9 Kota Mojokerto. Dalam penelitian ini terdapat 2 kelas yang di jadikan sebagai sampel, yakni kelas VII A dan kelas VII B. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kuantitatif. Pada penelitian ini dilaksanakan selama 4 minggu yang menghasilkan 2 penilaian, antara lain penilaian awal dan penilaian setelah dikasih perlakuan pengetahuan serta keterampilan passing dan control sepak bola kaki bagian dalam cabang olahraga sepakbola yang dijadikan data penilaian. Perhitungan data menggunakan program SPSS versi 16.0. Berdasarkan penerapan metode pengajaran kooperatif tipe jigsaw pada hasil belajar teknik dasar passing dan control kaki dalam sepakbola terhadap siswa kelas VII SMP Negeri 9 Kota Mojokerto dibuktikan dengan perhitungan persentase peningkatan pengetahuan passing sebesar 50,26% , pengetahuan control sebesar 25,27%. Adapun hasil perhitungan persentase peningkatan pada rana keterampilan passing sebesar 18,09% , dan pada rana keterampilan control juga terdapat peningkatan sebesar 28,02%. Kata kunci: model jigsaw, kooperatif, passing dan control pada sepak bola, hasil belajar. Abstract Physical education is one of the education in Indonesia that is related to human movement activities. Physical education has various sports that can be used as teaching material for educators, one of them is soccer. Soccer consist of several basic techniques that can be used as teaching material such us passing and control material. They are the basic techniques that should be mastered by students. Physical education (PE) has learning achievement and goals for the student. It can be done through various approaches, such as the ?jigsaw cooperative learning model?. In the application of the learning model, the teacher must pay attention to the characteristic of the student in advance to increase student?s learning result. This research aims to determine the influence of the jigsaw cooperative learning model on the learning result of passing and control in soccer for seventh grade students of Junior High School 9 Mojokerto. This research used 2 classes that were made as samples such us seventh A and B class. This research used a quantitative descriptive method. This research took four weeks which resulted in 2 assessments such us pre-test and post-test after getting knowledge treatment as well as passing and control skill in soccer as the data. The calculation data used SPSS 16.0 version program. Based on the data, the application of the jigsaw cooperative learning model toward the learning result of basic passing and control techniques in soccer at seventh grader students of Junior High School 9 Mojokerto was proved by the increasing knowledge score of passing 50,26% and control 25,27%. Furthermore, the skill of passing also increased 18,09% and control skill 28,02%. Key words: jigsaw model, cooperative jigsaw, passing and control in soccer, student learning result.
PENGARUH METODE LATIHAN MULLTIBALL TERHADAP KETERAMPILAN PUKULAN DRIVE PADA EKSTRAKURIKULER TENIS MEJA QOID FALAHI, MUHAMMAD; ANDRIJANTO, DONY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh metode latihan yang terlalu monoton diberikan oleh pelatih kepada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler tenis meja di MI Fisabilil Mutaqien Tempurejo. Sehingga keterampilan pukulan drive forehand dan backhand sulit untuk berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mulltiball terhadap keterampilan pukulan drive forehand dan backhand pada ekstrakurikuler tenis meja di MI Fisabilil Mutaqien Tempurejo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Populasi dari penelitian adalah 13 siswa yang mengikuti ekstrakurikuler tenis meja. Pengambilan data menggunakan instrumen kemampuan ketepatan pukulan forehand drive dan backhand drive. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas (shapiro-wilk), uji beda sampel berpasangan (pretest-posttest) dan uji hipotesis (t-test sampel sejenis). Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji tes paired sample t-test. Nilai rata-rata saat pretest forehand sebesar 63,62, nilai posttest sebesar 102,85 dengan nilai beda sebesar 39,23. Peningkatan yang di hasilkan sebesar 62% . Nilai signifikan yang di hasilkan adalah 0,007. Kemudian nilai rata-rata saat pretest backhand sebesar 68,38, nilai posttes sebesar 90,31 dengan nilai beda sebesar 21,93. Peningkatan yang dihasilkan sebesar 32%. Nilai signifikan yang dihasilkan adalah 0,009. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari metode latihan menggunakan mulltiball terhadap keterampilan pukulan drive forehand dan backhand pada ekstrakurikuler tenis meja di MI Fisabilil Mutaqien Tempurejo. Kata kunci: mulltiball, pukulan forehand, pukulan backhand, tenis meja Abstract This research background is a monotonous exercise which was given by table tennis coach in table tennis extracurricular at Fisabilil Mutaqien Islamic Elementary School Tempurejo. As a result, students? forehand and backhand skills are not developed well. This research aims to find out influence mulltiball training methods towards forehand and backhand skill on in table tennis extracurricular at Fisabilil Mutaqien Islamic Elementary School Tempurejo. This is an experiment research. The population of the study are 13 students who join extracurricular table tennis. The data was collected by an instrument which measures ability and accuracy of a forehand and backhand drive. Data was analyzed by using test normality (shapiro-wilk), t-test different sample pairs (the pretest-posttest) and the hypothesis (t-test sample a kind of). The average forehand score at pretest is 63,62 and posttest is 102,85. It increases 62 % (39,23) with the significant values is 0,007. Then, the average backhand score at pretest is 68,38 and posttest is 90,31. The increasement of backhand score is 21,93 or 32 % with the significant value is 0,009. It can be concluded that there are significant influence of mulltiball training methods towards forehand and backhand skill in table tennis extracurricular at Fisabilil Mutaqien Islamic Elementary School Tempurejo. Keywords: mulltiball, hit a forehand, blow backhand, table tennis
PENGARUH MODIFIKASI PERMAINAN SEPAK BOLA TERHADAP MINAT SISWA PUTRI PADA PEMBELAJARAN SEPAK BOLA (STUDI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 MOJOKERTO) EKA PRASETYA, YUDA; FERIANTO TJAHYO KUNTJORO, BAMBANG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam suatu proses pembelajaran pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi terdapat materi sepak bola yang diajarkan kepada siswa di sekolah, saat pembelajaran terlihat siswa putra mendominasi suatu proses pembelajaran yang harusnya siswa putra dan putri sama-sama aktif dan fokus pada materi. Materi yang diajarkan yaitu sepak bola secara umum, sehingga siswa putri kurang tertarik dan terlihat kesulitan untuk belajar materi sepak bola. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modifikasi sepak bola terhadap minat siswa putri pada pembelajaran sepak bola. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dan menggunakan randomized control pretest-posttest design. Populasi yang dipakai adalah siswa putri kelas VII di SMP Negeri 1 Mojokerto yang terdiri dari 146 siswa putri. Sampel yang dipakai adalah siswa putri kelas VII-I sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-C sebagai kelas kontrol, yang masing-masing terdiri dari 18 siswa putri yang mana penentuan sampel dengan cara cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa angket minat siswa yang mana nanti akan diisi oleh siswa, angket ini terdisi dari 37 pernyataan. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan mendapatkan hasil rata-rata pretest sebesar 138,44 dan rata-rata posttest sebesar 150,11. Berdasarkan hasil data penelitian penerapan modifikasi permainan sepak bola terhadap minat siswa putri pada pembelajaran sepak bola studi pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Mojokerto terdapat peningkatan minat belajar sebesar 8,43%. Kata Kunci: modifikasi, sepak bola, minat siswa Abstract In physical education teaching and learning, football is one of the learning material that is taught by the teacher. During the teaching-learning process, male students look more dominating than female students in which both of them should be active and focus during the lesson. The learning material used by the teacher is a general material that makes female students are not interested and hardly understands the topic. The purpose of this study is to know the effect of football modification on female students interest during the process of teaching-learning football. This study is a quasi-experimental study that uses a randomized control pretest-posttest design. The population of this study is the female students of first graders in junior high school 1 Mojokerto. There are 146 female students of first graders. The sample that is used in this study is female students in VII-I and VII-C. The samples are chosen by using cluster random sampling. Each class consists of 18 female students. VII-I is chosen as the experimental group while VII-C is chosen as the control group. The instrument of this study is a questionnaire that is used to know the students interest. The questionnaire consists of 37 questions. From the results of research that has been done to get the average pretest results of 138.44 and an average posttest of 150.11. Based on the results, there is an improvement in female students interest in the amount of 8,43% after the implementation of football modification in Junior High School 1 Mojokerto. Keywords: modification, soccer, student interest
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, EFEKTIF, DAN MENYENANGKAN (PAKEM) DALAM PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, KESEHATAN TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK SISWA KELAS IV DI SDN 1 SERUT TULUNGAGUNG Wakhid, Abdul
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. Dalam proses pembelajaran terdapat model pembelajaran yang digunakan untuk merancang materi belajar. Salah satunya adalah model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran PAKEM dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan terhadap keterampilan motorik pada siswa kelas IV di SDN 1 Serut Tulungagung, 2) Untuk mengetahui besar persentase pengaruh model pembelajaran PAKEM dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan terhadap keterampilan motorik pada siswa kelas IV di SDN 1 Serut Tulungagung. Berdasarkan pada uji hipotesis pre-testdan post-test dari kelompok eksperimen jika thitung>ttabel maka "Ha diterima" sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan. Pada tes kelincahan memperoleh nilai 4,319 >1,708, tes koordinasi memperoleh nilai 2,775 >1,708, tes keseimbangan memperoleh nilai 1,315 >1,708, tes kecepatan memperoleh nilai 2,665 >1,708. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan dalam pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhadap keterampilan motorik Kata Kunci: aktif, kreatif, efektif, menyenangkan, PAKEM, keterampilan motorik   Abstract Physical Education is essentially an educational process that utilizes physical activity to produce holistic changes in the quality of individuals, in term sof physical,  mental, and emotional. In the learning process there is a learning model that is used to design learning material. One of the misan Active, Creative, Effective, and Fun learning model (PAKEM) which a ims to improve students' motor skills. The purpose of this study were 1) To determine the influence of the PAKEM learning model in physical education, sports, and health on motor skills in fourth grade students at Elementary School 1 Serut Tulungagung, 2) To find out the percentage effect of the PAKEM learning model in physical education, sports and health of motor skills in fourth grade students at Elementary School 1 Serut Tulungagung. Base dont he hypothesistest, there sult of pre-test and post-test on the experimental group if tcount>ttable then "Ha is accepted" so that it can becon cluded that there is a significant effect. The agility test obtained a value of 4.319> 1.708, the coordination test obtained a value of 2.775> 1.708, the balance test obtained a value of 1.315> 1.708, and the speed test obtained a value of 2.665 > 1.708. It can becon cluded that there is a significant influenceon active, creative, effective, and fun learning models in physical education, sports, and health to wards motor skills. Keywords: active, creative, effective, fun, PAKEM, motor skills
PENGARUH MODIFIKASI PERMAINAN BOLA VOLI TERHADAP KEGEMBIRAAN BELAJAR SISWA SHOWAB, ACHMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil modifikasi permainan bolavoli terhadap kegembiraan belajar siswa pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain One Group Pretest-Postest Design. Penelitian dilakukan di SD Negeri Pagesangan dengan siswa kelas V sebagai subjeknya. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa modifikasi permainan bolavoli dapat meningkatkan kegembiraan belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sebesar 67,63%. Peningkatan kegembiraan belajar siswa ditunjukkan dari hasil uji-t sampel sejenis yakni didapatkan nilai signifikansi (2-tailed) adalah sebesar 0,000<0,05, sehingga data disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara hasil pre-test dan post-test yang artinya ada pengaruh dari modifikasi permainan bolavoli. Berdasarkan hasil-hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa modifikasi permainan bolavoli dapat meningkatkan kegembiraan belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan rekreasi. Kata kunci: Modifikasi, Permainan Bolavoli, dan Kegembiraan belajar. Abstract This study aims to describe the results of the volleyball game modification to the student excitement physical education. This was an experimental study with the design of One Group Pretest-Postest Design. The study was conducted at Pagesangan State Elementary School with fifth grade students as subjects. Based on the results of the study, it is known that the modification of volleyball game can increase the joy of student learning in participating in Physical Education learning by 67.63%. Furthermore, It can increase student learning excitement. It is shown from the results of the t-test of similar samples that obtained significance value (2-tailed) amounted to 0,000 <0.05. So based on data, It can be concluded that there was an average difference between the pre-test and post-test results which means there is the effects of the modified game of volleyball. Based on the above results, it can be concluded that the modification of volleyball game can increase the joy of student learning in physical education, sports and recreation subjects. Key words: Mods, Volley Ball games, and Joy of learning.
PENERAPAN MODIFIKASI PERMAINAN BOLAVOLI TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING ATAS BOLAVOLI DI SMKN 1 SURABAYA ADITYA WIDYANTO, PANDHU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hasil belajar adalah menerima rangsangan dari luar yang datang pada siswa, baik dalam bentuk masalah situasi gejala dan lain-lain yang termasuk kesadaran keinginan untuk menerima stimulus control dan gejala atau rangsangan dari luar. Tujuan dari penelitian ini Tujuan penelitian adalah pernyataan "mengapa" penelitian dilakukan, atau tujuan penelitian. Pengertian metode penelitihan adalah Menurut McMillan dan Schumacher (2001: 9), metodologi penelitian mengacu pada desain yang menurutnya peneliti memilih pengumpulan data dan prosedur analisis untuk menyelidiki masalah penelitian tertentu. Epistemologi kualitatif didasarkan pada metode interpretatif penelitian eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif desain penelitian one group pretest ? post test design. Hasil penelitian yang diperoleh dari hasil perhitungan uji Kolmogorov-Smirnov test dijelaskan bahwa terdapat pengaruh penerapan pembelajaran permainan bolavoli terhadap hasil belajar teknik dasar over hand pass bola voli. peserta ekstrakurikuler bolavoli SMK Negeri 1 Surabaya. Jumlah Uji T signifikan lebih kecil dari alpha (0,005 < 0,05) dengan demikian sesuai dengan ketentuan jika signifikan < ? dengan taraf signifikan 5% maka Ha diterima dan Ho ditolak sedangkan hasil dari perhitungan prosentase pengaruh antara hasil pretest dan posttest dengan skor 13,3%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh setelah diberikan treatment dengan menggunakan permainan modifikasi. Kata kunci : modifikasi permainan, hasil belajar, teknik dasar Abstract Learning outcomes are receiving external stimulation to the students, both in the form of symptom situation problems and others, which include awareness of the desire to receive stimulus control and symptoms or stimulation extenally.The research methods, according to McMillan and Schumacher (2001: 9), refers to the design according to which the researcher chooses data collection and analysis procedures to investigate specific research problems. Qualitative epistemology is based on the interpretive method of quasi-experimental research with a quantitative design approach to one group pretest - post test design.The results of the study obtained from the calculation of the Kolmogorov-Smirnov test test explained that there was an effect of applying the learning game of volleyball to the results of learning basic techniques over volleyball hand passes. volleyball extracurricular participants at SMK Negeri 1 Surabaya. The number of T Tests is significantly smaller than alpha (0.005 <0.05) thus according to the provisions if significant <? with a significant level of 5%, Ha is accepted and Ho is rejected while the results of the calculation of the percentage effect between the results of the pretest and posttest are 13, 3%. From these data it can be concluded that there is an effect after being given treatment using a modified game. Keywords: game modifications, learning outcomes, basic techniques
SURVEI KETERLAKSANAAN PBM SESUAI DENGAN PEMBAGIAN JUMLAH JAM MENGAJAR GURU PJOK MALIK DINAR ABDUS PUTRA, MOCH.
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan yang sukses tergantung pada kerjasama antara guru dan siswa. Guru yang profesional sangat penting untuk proses pendidikan di sekolah karena harus mendidik siswanya dengan apa yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan PBM yang sesuai dengan pembagian jumlah jam mengajar guru PJOK di sekolah. Beban kerja guru sudah diatur dalam PP no.19 tahun 2017. Dalam aturan tersebut guru harus memiliki RPP dan tugas tambahan. Guru harus mengajar tatap muka minimal 24 jam pelajaran sampai 40 jam pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah jam mengajar guru PJOK setiap minggunya, sudah terlaksana PBM apa tidak yang sesuai dengan jumlah jam mengajar, dan faktor-faktor apa saja yang membuat terlaksana dan tidaknya PBM sesuai jumlah jam mengajar guru PJOK. Metode penelitian dilakukan dengan cara wawancara dengan responden (Guru PJOK sebanyak 17 orang, Waka Kurikulum sebanyak 6 orang, dan Siswa sebanyak 51 orang) dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri se-Kecamatan Genteng Surabaya yang berjumlah 6 sekolah yaitu SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5, SMAN 6, SMAN 7, dan SMAN 9 Surabaya. Hasil penelitian keterlaksanaan PBM sesuai dengan pembagian jumlah jam mengajar guru PJOK di SMAN se-Kecamatan Genteng. Untuk jumlah jam mengajar 15 guru di 5 sekolah sudah sesuai, kecuali 2 guru di SMAN 5 yang kelebihan jumlah jam mengajar sebanyak 45 jam pelajaran karena pada semester genap 2018/2019 kekurangan guru PJOK. Guru selalu membuat RPP tahunan sebelum memasuki awal tahun pelajaran. Faktor yang membuat tidak terlaksananya PBM saat pelajaran PJOK terpotong jam mengajarnya pada jam pertama untuk mengganti seragam olahraga terlebih dahulu. Kemudian faktor lainnya adalah keterbatasan prasarana lapangan hanya ada lapangan outdoor dan belum ada lapangan indoor hanya ada di SMAN 7 yang emiliki lapangan indoor sehingga saat pelajaran di lapangan tidak terganggu dengan cuaca dan aktivitas fisik siswa. Kemudian guru honorer yang masih merasa kurang haknya dalam memperoleh jumlah jam mengajar, sehingga ada yang menambah di sekolah lain. Kata Kunci: pendidikan jasmani, keterlaksanaan PBM, guru PJOK, jumlah jam mengajar Abstract The success of learning depends on how well teachers implementing lesson for the students to get engage in every materials given during the teaching and learning activity. The aim of this study was to determine the implementation of teaching learning activity in accordance with the number of physical education (PE) teaching time allocation in schools. Teacher workload has been regulated in Government Regulation No. 19 of 2017. There stated that the teacher need to have lesson plans and additional assignments. In addition, the teachers must have at least 24 to 40-hours teaching per week. This study was conducted to find out the number of PE teacher teaching times each week, whether the teaching learning process in accordance with the teaching time or not, and find out the factors that make teaching learning activity comparable and not comparable with the PE teacher?s teaching time. The research method of this study was using interview that has been conducted with 17 physical education teachers, 6 vice school headmaster in curriculum division, and 51 students with qualitative descriptive research. This research was carried in all state high schools throughout Genteng district of Surabaya. Total of 6 schools took part in this study, they were SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5, SMAN 6, SMAN 7, and SMAN 9 Surabaya. The results of teaching learning activity implementation studies were in accordance with the number of teaching time allocation for PE teachers of all high schools in Genteng district. Then, the number of teaching hours for 15 teachers in 5 schools were appropriate, except for 2 teachers in SMAN 5 who have an extra time teaching that is 45-hours in the even semester 2018/2019. The teacher always makes an annual lesson plan before entering new semester of school year. Factors that did not make teaching learning activity implemented based on the lesson plan were the cut off time that used by the students to change their uniform into sports one. Another factor found was the limited of indoor sport field facilities. The subject school mostly only have one outdoor sport field and indoor sport field only found in SMAN 7. As a result the activity PE lesson in the field usually depends on the condition of the weather. Lastly, honorary teachers still feel lack of rights in obtaining the amount of teaching time in school, so they tend to take additional hours to teach in other schools. Keywords: physical education, implementing teaching-learning activity, physical education teacher, number of teaching time.

Page 6 of 11 | Total Record : 108