cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2019)" : 108 Documents clear
PENGARUH PENGGUNAAN TALI ELASTIS DAN ALAS KAKI (KESET) TERHADAP HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PRASETYO, ARI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keberhasilan belajar siswa di sekolah dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu dari kesehatan jasmani dari seorang siswa, faktor eksternal dipengaruhi oleh kondisi dari luar diri siswa yaitu berupa keluarga, teman, dan peralatan yang digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar berlangsung, tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan seberapa besar pengaruh penerapan modifikasi alat terhadap hasil belajar lompat jauh gaya jongkok. Modifikasi dengan memakai tali elastis dan alas kaki sebagai pengganti balok tumpuan dan tali elastis sebagai perangsang untuk siswa melakukan lompatan yang lebih jauh yang lebih tepatnya sebagai rintangan bagi siswa, yang diterapkan pada siswa kelas X BDP3 SMK Negeri 2 Blitar dimana pada kelas tersebut belum mendapatkan pelajaran lompat jauh gaya jongkok sehingga diharapkan adanya peningkatan yang signifikan dari treatment yang diberikan pada kelas tersebut. Jenis dalam penelitian ini adalah penelitian semu dan menggunakan desain Randomized Control Group Pre-test and Pos-test Design. Sampel adalah kelas X BDP 3 sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 35 siswa dan kelas X BDP 2 sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 36 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan saat pre-test sebesar 6.36 dan meningkat menjadi 7.11 dengan selisih 0.76 meningkat sebanyak 11.79%. Nilai rata-rata keterampilan saat preetest sebesar 6.07 meningkat menjadi 6.96 dengan selisih 0.79 meningkat sebanyak 14.66% Kata Kunci : Hasil Belajar, lompat jauh. Abstract Learners? learning success in school is influenced by internal and external factors. The internal factor is the learners? physical health, while the external factor is influenced by the learners? external condition which are family, friends, and the equipment used in the learning process. Based on that factors, the researcher conduct the research entitled The Influence of Modified Equipment to The Learners? Long Jump Squat Style Learning Result.The aim of this research was to figure out the influence and the amount of the modified equipment?s influence to the learners? long jump squat style learning result. The equipment was modified by using the elastic rope as the stimuli for the learners to make the further jump or as the obstacle for the learners and footwear as the alternate of support beam. This research was conducted to ten grader of BDP 3 in Senior Vocation High School 2 Blitar where the material of long jump squat style was not being taught yet, so it was expected that there were significant improvement from the treatment given to this class. The type of this research was quasi-research with Randomized Control Group Pre-test and Post-test Design. The samples of this research were 35 learners from ten grade of BDP 3 as the experimental group and 36 learners from ten grade of BDP 2 as the control group. The result of this research revealed that the average knowledge score at pre-test was 6.36 and it was increased to 7.11 with 0.76 difference, thus it was improved as much as 11.79%. The average skill score on pre-test was 6.07 and it was improved to 6.96 with 0.79 as the number of difference, thus it was increased as much as 14.66%. Keywords: Learning Outcomes, long jump.
PENGARUH METODE LATIHAN PASSING PERMAINAN SEPAK BOLA TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING SEPAK BOLA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM ALFI HIDAYAT, RISKI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metode latihan passing permainan sepak bola merupakan desain dalam bentuk pembelajaran dimana peserta didik melakukan pembelajaran passing sepak bola dengan permainan yang telah ada dimetode latihan passing permainan sepak bola. Bisa juga diartikan metode latihan passing permainan sepak bola merupakan pembelajaran dimana peserta didik dihadapkan pada situasi belajar sambil bermain. Banyak jenis permainan metode latihan passing permainan sepak bola yang dapat diterapkan di pembelajaran PJOK, sehingga mudah untuk memberikan pembelajaran yang menyenangkan kepada peserta didik dan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menjadi lebih maksimal dan lebih baik lagi. Dari distribusi data pretest kelas eksperimen dalam ranah pengetahuan memiliki rata-rata sebesar 25,0417 meningkat pada waktu posttest menjadi 73,1250 sehingga selisih pretest dan posttest adalah 192%. Dari ranah keterampilan pretest kelas eksperimen memiliki rata-rata sebesar 60 meningkat pada waktu posttest menjadi 70 sehingga selisih pretest dan posttest adalah 16,7%. Dikelas kontrol distribusi data pretest pengetahuan memiliki rata-rata sebesar 24,7826 meningkat pada waktu posttest sebesar 42,1739 sehingga selisih pretest dan posttest adalah 70,2%. Dari ranah keterampilan pretest kelas kontrol memiliki rata-rata sebesar 58,2609 meningkat pada waktu posttest menjadi 62,1739 sehingga selisih pretest dan posttest adalah 6,7%. Dari hasil uji hipotesis maka hasil dari penerapan metode latihan passing permainan sepak bola dalam ranah pengetahuan memiliki sig 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak dan ini juga membuktikan bahwa diranah pengetahuan penerapan metode latihan passing permainan sepak bola ada pengaruh yang signifikan antara hasil belajar sebelum penelitian dan sesudah penelitian. Pada ranah keterampilan memiliki sig 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak dan ini juga membuktikan bahwa diranah keterampilan penerapan metode latihan passing permainan sepak bola ada pengaruh yang signifikan antara hasil belajar sebelum penelitian dan sesudah penelitian. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan metode latihan passing permainan sepak bola dikelas eksperimen yang diberikan treatment memiliki peningkatan yang lebih signifikan dari pada kelompok kontrol yang tidak diberikan treatment. Kata Kunci : latihan passing, permainan, sepak bola Abstract The soccer passing practice method is a design in the form of learning where students learn soccer passing training with existing games by the soccer passing practice method. It could also be interpreted as a method of passing in soccer where students are faced with the real learning situations while playing. Many types of soccer passing practice method can be applied in physical education learning. It makes it easy and fun in learning for students. As a result, students could follow and learn better. The experimental class pretest data distribution of knowledge average is 25.0417 and the posttest score is 73.1250. The difference between pretest and posttest is 192%. Furthermore, the skills pretest of the experimental class average is 60 and increases to be 70. So, the difference between pretest and posttest is 16.7%. In the control class, the knowledge pretest sig is 0,000 (<0.05). It means that Ha is accepted and Ho is rejected. It proves that there is a significant influence between the application of the practice method of passing the soccer game learning outcomes before research and after research. The skill significant is 0,000 (<0.05). Furthermore, Ha is accepted and Ho is rejected. It proves that applying the practice method of passing soccer games gives a significant influence between learning outcomes before research and after research. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the application of the passing method of the soccer game in the experimental class that was given the treatment had a more significant increase than the control group that was not given the treatment. Keyword: passing practice, game, soccer
TIPE KEPRIBADIAN, GENDER, DAN PILIHAN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA AYU VARINDA, GALUH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ekstrakurikuler merupakan wadah bagi siswa untuk menunjang kegiatan di luar intrakurikuler. Dari sekian ekstrakurikuler yang ada, olahraga merupakan salah satunya. Jika diamati, dari jenis ekstrakurikuler olahraga beregu dan perorangan memiliki karakteristik yang berbeda. Begitu pula dengan kepribadian siswa yang memiliki karakteristik dan ciri khas masing-masing. Pengelompokan kepribadian manusia dapat dibagi menjadi dua yaitu ekstrover dan introver. Perbedaan karakter tersebut juga dikarenakan oleh perbedaan gender yang memiliki karakteristik pada masing-masing individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tipe kepribadian dan gender dengan pilihan ekstrakurikuler olahraga. Penelitian ini bersifat non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 88 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang ada di MAN 2 Mojokerto. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket termasuk inventori ekstrover-introver untuk mengetahui tipe kepribadian siswa. Data dianalisis dengan menggunakan korelasi Phi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (65,9%) yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga memiliki tipe kepribadian introver dan memilih jenis ekstrakurikuler olahraga beregu (52,3%). Tidak ada hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian siswa dengan pilihan ekstrakurikuler olahraga. Ada hubungan yang signifikan antara gender dan pilihan ekstrakurikuler olahraga yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi sebesar 0,27 pada signifikansi 0,01. Kata Kunci: introver, ekstrover, gender, ekstrakurikuler olahraga. Abstract Extracurricular activities provide many activities which can increase students? non-extracurricular activity achievement. Sport is one of many extracurriculars which has many types and characteristic. Students can chose the suitable activity which suits their personality, characteristics and customs. Personality could be divided into two, which are extrovert and introvert. The difference between characters may be caused by gender and different characters inside each individual. This research aims to know the relation between personality type and gender with the preferable sport extracurricular. It is a non-experimental research by quantitative approach. The subjects were 88 students who followed sport extracurricular at Islamic Senior High School 2 Mojokerto. The data were collected by a questionnaire which included extrovert-introvert inventory to know student?s personality type. The data were analyzed by using the Phi correlation. The result shows that most of the students (65,9%) who follow sport extracurricular have the introvert personality type and choose the group sport extracurricular type (52,3%). There is no significant relationship between student?s personality type with their sport extracurricular preference. There is a significant relationship between gender and sport extracurricular preference that shown with a 0,27 correlation coefficient amount to 0,01 signification. Keywords: introvert, extrovert, gender, sport extracurricular.
PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL GOBAK SODOR TERHADAP KERJASAMA SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 SIDOARJO AFIF ARDIANSYAH, MOCHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang meliputi aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Pendidikan biasa diberikan melalui pengajaran, pelatihan ataupun penelitian. Pada dunia pendidikan dibagi menjadi beberapa tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan dilanjutkan pada perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional gobak sodor terhadap kerjasama siswa kelas X di SMA Negeri 4 Sidoarjo. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas X IPA 5 yang berjumlah 36 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 6 yang berjumlah 37 siswa sebagai kelas kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian murni (true experiment) dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan prinsip randomized control group pre-test post-test design. Berdasarkan perhitungan analisis statistik menggunakan IBM SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 24 mendapatkan nilai thitung sebesar 1,217 > ttabel 0,349. Hal tersebut menunjukkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, sehingga tidak ada pengaruh penerapan permainan tradisional gobak sodor untuk meningkatkan kerjasama siswa pada pembelajaran PJOK kelas X SMA Negeri 4 Sidoarjo. Kata Kunci: Permainan Tradisional, Kerjasama, Gobak Sodor Abstract Education has taken place in learning activity which covers cognitive, psychomotor, and affective aspect. Education often be delivered through teaching, coaching, or research. Furthermore, educational world is separated in several steps such as preschool, elementary school, junior high school, senior high school, and university. The purpose of this research is to find traditional gobak sodor game effects on state senior high school 4 Sidoarjo student?s teamworking. The subject in this research are 36 students of X5 science class as the experiment class and 37 students of X6 science class as the control class. This research is true experiment using quantitative approach and randomized control group pre-test post-test design principal. Based on statistic analysis counting by IBM SPSS (Statistical Product and Service Solutions) version 24, the results of tcount is 1,217 > ttable is 0,349. It shows that H0 is accepted and Ha is denied. So, there is no significant effect of gobak sodor to students teamwork in physical education. Keywords: Traditional Games, Coorporation, Gobak Sodor
PENGARUH FAKTOR INTERNAL, ORANG LAIN, DAN NASIB TERHADAP HASIL BELAJAR PJOK , AFRIANTO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keberhasilan belajar siswa di sekolah dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal dipengaruhi oleh faktor jasmani dan faktor psikologi. Faktor eksternal dipengaruhi oleh faktor keluarga dan lingkungan sekitar. Atas dasar tersebut peneliti melakukan penelitian dengan judul Hubungan antara Locus of Control dengan hasil belajar PJOK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan dan seberapa besar hubungan antara LoC dengan hasil belajar PJOK pada siswa kelas X MAN 1 Mojosari. Hasil belajar PJOK yaitu suatu alat ukur untuk menilai ketercapaian belajar siswa melalui matapelajaran PJOK. Variabel LoC diukur menggunakan instrumen IPC dari Levenson, Instrumen ini sudah tidak diragukan lagi keandalannya. Sedangkan variabel hasil belajar PJOK diambil dari nilai harian, UTS dan UAS siswa semester ganjil tahun ajaran 2018/2019. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 66 siswa dari siswa kelas X MAN 1 Mojosari dengan Teknik sampling menggunakan Multistage Random Sampling. Analisis data menggunakan regresi linier berganda yang dilakukan dengan bantuan Software IBM SPSS Statistic Version 20. Data dalam penelitian ini adalah normal (sig sebesar 0,978>0,05) dan linier (Sig. Sebesar 0,47>0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi sebesar 0,85 dengan Sig sebesar 0,0<0,05. Setelah dilakukan analisis lebih dalam ditemukan bahwa variabel internality memiliki koefisien beta 0,86 dengan Sig. 0,00<0,05, Variabel powerfull others memiliki koefisien beta -0,027 dengan Sig. 0,71>0,05, Variabel chance memiliki koefisien beta -0,035 dengan Sig. Sebesar 0,63>0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan LOC memiliki hubungan dengan hasil belajar PJOK dan setelah dilakukan uji statistik lebih dalam hanya variabel internality yang memiliki hubungan dengan hasil belajar PJOK. Kata Kunci: locus of control, hasil belajar siswa, PJOK Abstract Student?s learning success in school is influenced by internal and external factors. Furthermore, Internal factors are influenced by physical factors and psychological factors. While, external factors are influenced by family factors and environment. Therefore, the researcher conducted a research entitled Relationship between Locus of Control (LoC) and physical education learning outcomes. This study aims to determine whether there is or not and how much the relationship between LoC and physical education learning outcomes of tenth graders students in MAN 1 Mojosari. Physical Education Learning Outcome is a measuring tool for assessing student learning achievement in Physical Education subjects. The LoC variable measured by using IPC instrument from Levenson, this instrument has no doubt on its reliability. Physical Education learning outcomes variables were taken from daily assessments, midterm test and final test score ??of students in the odd semester of 2018/2019 academic year. This is correlation study with a quantitative approach. The number of samples was 66 tenth graders students from MAN 1 Mojosari with a sampling technique using Multistage Random Sampling. The data was analyzed by using multiple linear regression that carried out with IBM SPSS Statistics Version 20 Software. Based on the analysis, the data was normal (sig of 0.978> 0.05) and linear (Sig of 0.47>0.05). The results showed that the regression coefficient value was 0.85 with Sig of 0.0<0.05. Further analysis found that the internality variable has a beta coefficient of 0.86 with Sig. 0.00 <0.05, others powerful variables have beta coefficients -0.027 with Sig. 0.71> 0.05, chance variables have beta coefficients -0.035 with Sig. 0.63> 0.05. Thus, it can be concluded that overall LOC has a relationship with the learning outcomes of Physical Education and deeper statistical tests showed that only internality variables have a relationship with the learning outcomes of Physical Education. Keywords: locus of control, student learning outcomes, physical education
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DRILLING JARAK PENDEK TERHADAP HASIL BELAJAR RENANG GAYA DADA NUGRAHA APRILIANANTA, LUKMAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan kegiatan yang terstruktur dan terencana untuk membentuk kehidupan bangsa yang lebih baik. Pembelajaran merupakan ujung dari pendidikan. Untuk itu proses belajar mengajar harus dirancang dan dilakukan dengan efektif. Dalam mendidik atau pengajaran memiliki berbagai cara dalam menyampaikan pembelajaran salah satunya yaitu menggunakan metode drilling. Dengan menggunakan metode drilling peserta didik akan lebih mudah untuk memahami siklus gerakan dari yang sederhana sampai dengan kompleks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran drilling jarak pendek terhadap hasil belajar renang gaya dada. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian yaitu one group pretest-posttest design. Populasi yaitu seluruh kelas VIII SMP Negeri 1 Pacet Mojokerto, kelas VIII-B terpilih menjadi sampel berdasarkan teknik cluster random sampling. Hasil belajar ranah pengetahuan diukur dengan tes tulis. Sedangkan ranah keterampilan renang gaya dada diukur dengan cara observasi terhadap gerakan tangan, kaki, pernafasan dan koordinasi selama peserta didik melakukan tes 25 meter. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji beda menggunakan t-tes dan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa ranah pengetahuan saat pretest sebesar 6,79 berubah menjadi 8,39 saat posttest atau meningkat sebesar 7,39%. Peningkatan tersebut dinyatakan signifikan dibuktikan oleh hasil uji beda wilcoxon Z=-3,944 dengan sig. sebesar 0.00<0.05. Pada ranah keterampilan nilai peserta didik saat pretest sebesar 18,47 berubah menjadi 20,34 saat posttest atau meningkat sebesar 19,34%. Peningkatan tersebut dinyatakan signifikan dibuktikan oleh hasil uji beda t-tes t=-3,391 dengan sig. sebesar 0.02<0.05. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan metode drilling terhadap hasil belajar ranah pengetahuan dan keterampilan renang gaya dada. Sehingga guru PJOK direkomendasikan untuk menggunakan metode drilling dalam pembelajaran renang. Kata Kunci: drilling. hasil belajar, pengetahuan, keterampilan, gaya dada Abstract Education is a structured and planned activity to shape a better national life. Furthermore, teaching and learning process must be designed and carried out effectively. In education or teaching, there are various ways in conveying learning, one of which is using the drilling method. By using students drilling methods it will be easier to understand the movement cycle from simple to complex. The purpose of this study was to determine the effect of short distance drilling learning methods on the learning outcomes of breaststroke swimming. This is a quasi-experimental research with one group pretest-posttest design. The population was the eighth grader students in Junior High School 1 Pacet Mojokerto. Moreover, there were 28 students were selected as research sample based on cluster random sampling technique. Learning outcomes edge are measured by written tests. While the breaststroke swimming skills were measured by observing the movements of the hands, feet, breathing and coordination during the students 25-meter test. The data were analysed by using descriptive statistics and different tests using t-tests and Wilcoxon. The results showed that the students? learning outcomes during the pretest was 6.79 and changed to 8.39 at the posttest. It increased by 7.39%. The increasing was stated to be significant as evidenced by the results of Wilcoxon Z = -3,944 with sig. amounting to 0.00 <0.05. Students? skills score at pretest was 18.47 and changed to 20.34 at posttest. It increased by 19.34%. The increasement was declared significant as evidenced by the results of the different t-test t = -3,391 with sig. of 0.02 <0.05. It was concluded that there was a significant influence on the drilling method on learning outcomes in the realm of breaststroke knowledge and swimming skills. Furthermore, physical education teachers are recommended to use drilling methods in swimming learning. Keywords: drilling, learning outcomes, knowledge, skills, breaststroke
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN MINAT SISWA MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER KARATE DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA AL-ISLAM KRIAN SYAHROWANDI, ACHMAD; , HAMDANI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan ekstrakurikuler adalah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sekolah yang sudah teratur jelas dan terjadwal dengan sistematik yang merupakan program utama dalam proses mendidik siswa. Dalam melaksanakan tiap kegiatan siswa tentu memerlukan fasilitas dan dukungan dari berbagai pihak untuk menunjang keberhasilannya, dalam kasus ini dukungan orang tua. Karena orang tua dapat dikatakan salah satu faktor yang memberikan dukungan secara maksimal. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara dukungan orang tua dan minat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karate pada SMP Al Islam Krian. Instrumen penelitian menggunakan angket dengan sampel siswa yang mengikuti ekstrakurikuler karate yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 21 menggunakan metode pearson correlation menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan orang tua dengan minat mengikuti ekstrakurikuler karate pada SMP Al Islam Krian, dengan nilai pearson correlation sebesar 0,501 yang berarti hubungan antara kedua variabel berada pada tingkat korelasi sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan orang tua dengan minat mengikuti ekstrakurikuler karate dan memiliki tingkat hubungan sebesar 0,501. Kata Kunci: dukungan orang tua, karate, minat siswa Abstract Extracurricular activities are organized by schools. It provides a systematic program to educate students. However, students still need equipment, facilities or any support from parents. So, parents are involved to support the extracurricular activities. The aim of this research is to find out the relationship between parental support and interest in karate extracurricular activities at Krian Al Islam Middle School. The research instrument is a questionnaire. The research sample are students who participate in karate extracurricular. The data were analyzed by using SPSS version 21 and the pearson correlation method. The result, the significance value is 0,000 which means there is a significant relationship between parental support and interest in participating in karate extracurricular at Krian Al Islam Middle School. Moreover, the pearson correlation value is 0.501. It means that the relationship between the two variables is moderate level of correlation. Thus it can be concluded that there is a significant relationship between parental support and interest in participating in karate extracurricular activities with relationship level is 0.501. Keywords: parental support, karate, student interest
PENGARUH MODIFIKASI BOLA BASKET SIZE 5 TERHADAP KETRAMPILAN DRIBBLE PADA BOLA BASKET FAISAL AKHROR, ABIG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Modifikasi adalah menganalisa sekaligus mengembangakan materi pelajaran dengan cara meruntutkannya dengan bentuk aktifitas belajar yang potensial dan dapat memperlancar siswa dalam belajarnya. Penggunaan modifikasi bola basket size 5 dapat dilaksanakan di ekstrkurikuler. Dengan adanya berbagai macam tugas rangkaian gerak dengan macam variasi menggunakan bola basket ukuran 5, siswa akan melakukan latihan dribble dengan runtutan gerak yang telah ditentukan. Adanya modifikasi penggunaan bola basket ukuran 5 dengan berbagai macam gerak ini akan melatih siswa dalam melakukan tahapan dribble dengan benar. Berdasarkan table 3 tersebut, uji beda yang digunakan yaitu parametris. Jenis uji yang digunakan adalah Paired Sample T Test. Nilai rata-rata saat pretest dribble kanan sebesar 48,29 dan meningkat 43% menjadi 69,29 saat posttest. Nilai rata-rata saat pretest dribble kiri sebesar 43,93 dan meningkat 49% menjadi 65,50 saat posttest. Taraf signifikan pada penelitian ini adalah 5% jika nilai signifikan <0,05 maka dikatakan ada pengaruh yang signifikan. Sedangkan jika nilai sig >0,05 maka data dikatakan tidak ada pengaruh yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa nilai signifikan yang diperoleh sebesar 0,000 < 0,05 yang dapat diartikan ada pengaruh yang signifikan.. Dari pembahasan tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa latihan dribble bola basket menggunakan bola size 5 dapat meningkatkan kemampuan siswa yang ada didalam ekstrakurikuler bola basket dalam melakukan dribble baik menggunakan tangan kanan ataupun kiri. Kata Kunci : modifikasi bola basket size 5, dribble, bola basket Abstract Modification is analyzing and developing subject matter to support the potential learning activities and facilitating for students. The utilization of basketball size 5 modification can be carried in extracurricular. With the various types of motion assignments with variations using basketball size 5, students will do dribble exercises with predetermined motion sequences. The modification of the use of size 5 basketball with various kinds of motion will train students to do the dribble stages correctly. This is a quantitative study with comparative method. The data were analyzed by Paired Sample T Test. The mean value at the right dribble pretest was 48.29 and increased 43% to 69.29 at the posttest. The average value at the left dribble pretest was 43.93 and increased 49% to 65.50 at posttest. Significant level in this study is 5% if the significant value <0.05 or there is a significant effect. Whereas if the value of sig> 0.05 then the data is said to have no significant effect. It can be concluded that the significant value obtained is 0,000 <0,05 which can be interpreted as having a significant effect. From the discussion, it can be concluded that basketball dribble training by using ball size 5 can increase the ability of students who in basketball extracurricular to do good dribble use right or left hand. Keywords : modification basketball size 5, dribble, basketball
SURVEI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SMP NEGERI 1 LOCERET DENGAN MENGGUNNAKAN TES KEBUGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI) FAJAR NURSENA, FAHMI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan Jasmani adalah salah satu unit yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan. Pendidikan jasmani menggunakan media berupa aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang dimaksud merupakan aktivitas siswa yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi motorik, fungsional serta kebugaran jasmani peserta didik. Pada penelitian ini, peneliti memiliki tujuan yaitu mengukur kebugaran siswa SMP Negeri 1 Loceret Kabupaten Nganjuk. Subjek penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Loceret dengan jumlah 300 siswa. Adapun penelitian ini termasuk dalam penelitian non eksperimen dengan menggunakan instrumen TKJI dan disesuaikan usianya yang mencakup usia 13-15 tahun. Adapun item yang diteskan yaitu lari jarak pendek 50 m, pull up, sit up 60 detik, vertical jump dan lari jarak sedang 800 m. Perhitungan data yang diperoleh di analisa menggunakan pendekatan statistik kuantitatif. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kebugaran dari masing-masing jenjang baik kelas VII, kelas VIII, dan kelas IX berbeda-beda. Dimana pada kelas VII nilai rata-ratanya yaitu 13 dan masuk klasifikasi kurang, untuk kelas VIII nilai rata-ratanya yaitu 18 dan masuk pada klasifikasi baik, kelas IX nilai rata-ratanya 16 dan masuk pada klasifikasi sedang, dan secara umum siswa SMP N 1 Loceret nilai rata-ratanya yaitu 16 dan masuk pada klasifikasi sedang. Dari penjabaran tersebut, maka peneliti melakukan penyimpulan bahwa kondisi tubuh yang bugar merupakan kondisi fisik yang seharusnya menjadi kebutuhan wajib bagi setiap individu, mengingat dengan tubuh yang bugar maka fisik mampu menjalani semua kegiatan sehari-hari tanpa merasa kelelahan berlebih. Kata Kunci: SMP N 1 Loceret, Kebugaran Jasmani, Siswa. ABSTRACT Physical education is a compulsory unit of the education system in Indonesia. It uses physical activity as a media for students to gain learning experience. Physical activity is an activity that aims to develop the students competency in motor, functional and physical fitness. In this present study, the researcher have measured the physical fitness of 300 students in Junior High School 1 Loceret Nganjuk. This is a non-experimental studies by using TKJI test. The test items are 50 meters sprint, pull-ups, sit-ups 60 seconds, vertical jump and 800 meters running. The calculation of the data obtained were analyzed using quantitative statistical approach. The survey results revealed that the physical fitness level of each good level of class VII, Class VIII, and IX classes vary. The seventh grade?s in the poor category with the average is 13. The eight grade?s average is 18 and in a good classification. Furthermore, ninth grade?s average is 16 and it is in the medium category. Generally, the average of students? physical fitness in Junior High School 1 Loceret is 16 and in the medium category. In conclusion, the researchers conducted the inference that the condition of a fit body is a physical condition that should be a mandatory requirement for every individual, as with the fit body physically able to undergo all daily activities without feeling excessive fatigue. Keywords: SMP N 1 Loceret, Physical Fitness, Student.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MANDIRI BERSTRUKTUR DAN METODE RESIPROKAL TERHADAP HASIL BELAJAR SERVIS PENDEK BULUTANGKIS WAHYU RAMADHAN, BARA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metode pembelajaran adalah suatu cara penyampaian materi yang digunakan oleh guru dimana tujuan akhirnya agar siswa lebih tertarik dan aktif dalam proses KBM yang pada akhirnya tujuan pembelajaran tercapai. Adapun pada penelitian ini memiliki tujuan mengetahui tingkat efektivitas antara 2 metode pembelajaran yang sengaja dibandingkan oleh peneliti. Adapun teknis pelaksanaannya yaitu dengan ke-2 metode pembelajaran diterapkan pada pembelajaran servis pendek bulu tangkis siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Driyorejo. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 64 siswa dari 3 kelas yang terdiri dari 1 kelas sebagai kelompok kontrol, 1 kelas perlakuan metode mandiri berstruktur dan 1 kelas perlakuan metode resiprokal. Dalam menganalisis data yang diperoleh, peneliti menggunakan persentase. Dimana antara ke-2 metode pembelajaran tersebut dibandingkan persentase jumlah siswa yang tuntas sesuai KKM SMP Negeri 1 Driyorejo, dimana KKMnya yaitu sebesar 75. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat keefektifan dan efisiensi antara 2 metode yang diterapkan tersebut menunjukkan bahwa metode resiprokal menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan metode mandiri berstruktur. Dimana tingkat ketuntasan siswa pada penerapan metode resiprokal mencapai 90 %, dan penerapan metode mandiri berstruktur mencapai 80 %. Sehingga dari penjabaran dan data tersebut dapat disimpulkan bahwa sangat penting bagi guru untuk dapat menguasai dan mengaplikasikan berbagai metode pembelajaran, dan pada penelitian ini diketahui bahwa metode resiprokal lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan penerapan metode mandiri berstruktur. Kata kunci : Metode Pembelajaran, Metode Mandiri Berstruktur, Metode Resiprokal Abstract Learning method itself is a way to delivery of the materials used by teachers in which the goal is in order that the students are more interested and active in the process of the teaching and learning activity and so that learning objectives are achieved optimally. This research aims to find out between independent method of structured and the reciprocal method. Which are between those two methods are more efficient and effective when applied to a short badminton service learning in eight grade of Junior High School 1 Driyorejo. The number of samples that are researched as much as 64 students from 3 grade consisting of 1 class as the control group, 1 independent method of treatment structured classes and class 1 treatment methods reciprocally. Data analysis techniques used by percentage. Where between the 2nd of these learning methods in comparison to the percentage of the number of students who complete appropriate minimal completeness criteria Junior High School 1 Driyorejo, where minimal completeness criteria amounting to 75. Based on the research results, the level of effectiveness and efficiency between these 2 methods that applied have showed that reciprocally method has better results compared to self-structured method. Where the rate of completeness students on the application of the method of reciprocal reached 90%, and application independent method of structured reaches 80%. So from the elaboration and the data it can be concluded that it is important for teachers to be able to master and apply various methods of learning, and in the research note that the reciprocal method is more effective and efficient in improve student learning results compared to the application of the method of structured independent. Keywords: Learning methods, Independent Structured Methods, methods of Reciprocally

Page 7 of 11 | Total Record : 108