cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Prestasi Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 22 Documents clear
PERBANDINGAN KEBUTUHAN KALORI SENAM AEROBIK MIX IMPACT SELAMA 30 MENIT DENGAN BEAT MUSIK 96 BPM DAN 88 BPM PADA ANGGOTA UKM SENAM AEROBIK UNESA ARIFIYANTO, HANIF; JAYADI, IKA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latihan aerobik adalah latihan yang penggunaan sistem energinya memerlukan oksigen. Senam aerobik merupakan kegiatan yang sistem energinya memerlukan oksigen sebagai pembakar kalori. Senam aerobik harus masuk pada zona latihan yakni 60% - 90% denyut nadi maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah kalori yang dikeluarkan melalui senam aerobik selama 30 menit dengan 2 beat musik yang berbeda. Sehingga dapat diketahui beat musik manakah yang lebih besar mengeluarkan kalori. Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Sasaran penelitan adalah 10 anggota UKM Senam Aerobik Unesa yang berusia 19-22 tahun yang bukan berasal dari Fakultas Ilmu Olahraga. Penelitian dilakukan dilakukan di tempat senam SSFC Unesa Lidah Wetan. Dari data yang diperoleh maka simpulan rata-rata jumlah kalori yang dikeluarkan yakni beat musik 96 BPM sebesar 265,7 Kkal dan jumlah rata-rata kalori yang dikeluarkan menggunkakan beat musik 88 BPM sebesar 229,8 Kkal. Hasil uji T tidak berpasangan diperoleh nilai sig (2-tailed) nilai signifikan 0.033<0.05 yang artinya terjadi perbedaan yang signifikan antara responden yang melakukan senam aerobik selama 30 menit menggunakan beat musik 88 bpm dengan responden yang melakukan senam aerobik selama 30 menit menggunakan beat musik 96 bpm. Kata Kunci :Senam aerobik, Kalori. Abstract Aerobic exercise is an exercise that requires an oxygen in its system energy. Aerobic exercise is an activity that the system energy needs an oxygen as a burner calorie. Aerobic exercise has entered on exercise zone that is 60% - 90% the maximum of heart pulse. This study aims to know the comparison of calories amount that pull out from aerobic exercise during 30 minutes with two different music beats. So, it can be identified which music beat that has great ability to pull out the calorie. This study method is descriptive quantitative. The subject of this study is taken from ten members of Unesas aerobic group. The members are taken from 19-22 years old who not comes from the Faculty of Science Sport. This study is conducted at the SSFC gym on Unesa Lidah Wetan. From the data has collected, the researcher identified the result. First, the average of calorie amount that pulled out from 96 BPM music beat is 265,7 Kkal. Second, the average of calorie amount that pulled out from 88 BPM is 229,8 Kkal. An unpaired T test, the sig (2-tailed) value was obtained as a significant value of 0.033 <0.05, which means that there was a significant difference between 30 minutes of aerobics using 88 bpm music with 30 minutes of respondents taking aerobic exercise using beat 96 bpm music. Keywords: Aerobic exercise, calory
EFEKTIVITAS TEKNIK KOMITE DAN RANDORI KELAS B SENIOR PUTRA CABANG OLAHRAGA JU-JITSU DI KEJUARAAN JU-JITSU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO ANTAR DOJO KE-VII SE-INDONESIA 2018 ROMANSYAH, WAHYU; ISMALASARI, RINI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kejuaraan Ju-jitsu Universitas Muhammadiyah Ponorogo antar dojo ke-VII se-Indonesia di Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pertandingan tersebut mempertandingkan kategori senior putra kelas A, B, C, D, E, F, G, senior putri kelas A, B, C, D, E, F, G, junior putra kelas A, B, C, D, E, F, junior putri kelas A, B, C, D, E, F, G, regular putra kelas A, B, C, D, E, F, regular putrid kelas A, B, C, D, E, F tingkat nasional. Teknik pada ju-jitsu ada komite berupa tangkisan dan tendangan serta teknik randore berupa bantingan dan kuncian. Sasaran teknik komite diatas kemaluan hingga dibawah leher, sasaran teknik randori apabila membanting lawan sesuai ketentuan teknik dan kuncian masuk bila lawan tidak bisa bangkit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas teknik komite dan randori kelas B senior putra yang berjumlah 13 peserta. Hasil penelitian ini adalah teknik komite lebih efektiv dibandingkan teknik randori pada kelas B senior putra dengan perolehan poin pukulan 26 kali dengan persentase 35,50%, poin tendangan 30 kali dengan persentase 37,50%, sedangkan perolehan poin masuk pada teknik randore lebih sedikit yaitu poin bantingan 16 kali dengan persentase 20%, poin kuncian 8 kali dengan persentase 10%, jumlah total teknik komite di seluruh babak sebanyak 56 kali dengan total efektivitas 70%, jumlah total teknik randori di seluruh babak sebanyak 24 kali dengan total efektivitas 30%. Kata Kunci : Efektivitas, Ju-Jitsu, Komite, Randori. ABSTRACT Championship Muhammadiyah University of Ponorogo Between Dojo the Seventh Championship as Indonesia at Muhammadiyah University of Ponorogo. The match represents the senior male categories of class A, B, C, D, E, F, G, senior female categories of class A, B, C, D, E, F, G, junior male categories of class A, B, C, D, E , F, junior female categories of class A, B, C, D, E, F, G, regular male categories of class A, B, C, D, E, F, regular female categories of class A, B, C, D, E, F nationa grade. Techniques on ju-jitsu there are komite in the form of punch and kicks and randore techniques in the form of takedown and locks. The technical targets of the komite above the genitals to the bottom of the neck, target randori technique when slamming the opponent in accordance with technical provisions and locks in when the opponent can not rise. The purpose of this study is to determine the level of effectiveness of technical komite and randori class B male senior which amounted to 13 participants. The result of this research is the effectiveness of komite technique rather than the technique of randori in the class B male senior with the acquisition of 26 punch points with the percentage of 35.50%, the kick point 30 times with the percentage of 37.50%, while the gain points on the randore technique is takedown points 16 times with percentage of 20%, locking points 8 times with percentage of 10%, the total number of komite techniques throughout the round counted 56 times with a total effectiveness of 70%, the total number of randori techniques throughout the round counted 24 times with a total effectiveness of 30%. Keywords: Effectiveness, Ju-Jitsu, Komite, Randori.
ANALISIS KONDISI FISIK SISWA SMAN 1 KOTA MOJOKERTO ILHAM AGUNG P, MOCHAMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kondisi fisik siswa berprestasi SMAN 1 Kota Mojokerto. Kondisi fisik meliputi daya tahan otot lengan, kecepatan, daya tahan aerobic, kelentukan, kelincahan.
ANALISIS PEMBINAAN PRESTASI OLAHRAGA TENIS LAPANGAN DI KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2018 SYUKRON, AKHMAT; KHAMIDI, AMROZI
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Sport is one form of activity in the quality of Indonesian people that is directed at the formation of character and personality, high discipline and sportsmanship, and improvement in achievement that can increase a sense of national pride. In fostering the achievements of tennis sports Training and coaching of Tennis Courts which is a form of effort to create outstanding players. This study discusses the discussion of the achievements of field tennis sports in Sampang Regency in 2018 This type of research is qualitative research. Techniques for analyzing data using interviews. The research sample was 1 person Ikhsan had been a coach and caretaker for many years in the best field tennis in Sampang. The data analysis technique used in this study is a qualitative method which is intended as a research that produces descriptive data consisting of written words from people and those analyzed. The research results obtained in terms of selecting athletes by providing information about the holding of a traffic tennis championship in Sampang Regency, and information provided throughout schools, tennis clubs, institutions to attract participants (prospective tennis athletes in Sampang Regency) for training to support the program exercises such as comprehensive, proportional, building evidence. The facilities and infrastructure owned by PELTI in Sampang Regency are only one field More about further research More about developing research on fostering achievements in the field of tennis sports. Keywords: achievement coaching, tennis, coaches, athletes
KARAKTERISTIK PERMAINAN BOLAVOLI GRAND FINAL LIVOLI DIVISI UTAMA PUTRA TAHUN 2018 MAGETAN JAWA TIMUR AZZAKY, AINUZZAMI; IRSYADA, MACHFUD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bolavoli merupakan olahraga permainan atau tim yang dilakukan oleh 6 orang pemain setiap tim, dikarenakan olahraga ini adalah olahraga beregu yang menyatukan 6 orang pemain yang memiliki tugas masing-masing dalam setiap tim makadalam olahraga ini setiap tim memiliki ciri khas atau karakteristik permainan yang berbeda-beda antara satu tim dengan tim lainnya, dikarenakan setiap tim memiliki individu pemain dengan tekhnik permainan yang berbeda beda, maka dari itu dalam penilitian ini mengkaji tentang karakteristik permainan bolavoli tim putra livoli divisi utama putaran grand final. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik permainan seperti apa yg dimainkan oleh kedua tim yang bertanding pada livoli divisi utama pada putaran grand final yang diselenggarakan di Gor Ki Mageti Magetan Jawa Timur Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimen. Sampel penelitian ini adalahtim putra livoli yang masuk grand final. Penelitian ini dilakukan selama 1 hari pada saat putaran grand final. Hasil penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi statistic SPSS 23 Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya perbedaan karakteristik permainan antara kedua timdari segi ketrampilan bermain meliputi service, receive, attack, block, toss, dan dig. Kesimpulan dari keseluruhan menunjukkan adannya perbedaan karakteristik permainan antara timSurabaya Bhayangkara Samator dan tim Indomaret dari segi service, receive, attack, block, toss, dan dig. Kata kunci : Bolavoli, karakteristik, service, receive, attack, block, toss,dig
PENGARUH LATIHAN BARBELL BACK SQUAT TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI ATLET ANGKAT BESI BOJONEGORO IVAN ADITYA PRATAMA, MOCHAMMAD; JATMIKO, TUTUR
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkat Besi adalah-suatu cabang-olahraga-yang mengandalkan kekuatan untuk mengangkat bahan dari besi. Tercapainya prestasi dalam cabang olahraga angkat besi membutuhkan-beberapa aspek penting diantaranya adalah fisik, teknik, taktik, dan-mental. Dalam penelitian ini mengkaji tentang seberapa besar peningkatan-kekuatan-otot-tungkai-dengan-metode-latihan-barbell-back-squat. Tujuan dari-penelitian ini-adalah untuk-mengetahui apakah ada pengaruh latihan barbell back squat-terhadap peningkatan-kekuatan-otot-tungkai-atlet angkat besi Bojonegoro. Metode yang digunakan-dalam penelitian ini-adalah kuantitatif eksperimen. Sampel penelitian -berjumlah 7 atlet angkat besi laki-laki kelompok umur-junior (15-21) tahun dan terbagi menjadi 1 kelompok. Penelitian ini dilakukan selama 6 minggu dengan-frekuensi-3-hari-latihan dalam seminggu. Hasil penelitian ini-diolah-menggunakan bantuan aplikasi statistik SPSS 22.0 dengan hasil Sig. (2-tailed) 0,002 < 0,05 pada latihan barbell back squat. Peningkatan presentase-kelompok barbell back squat dari pretest ke posttest adalah 3,12%. Kesimpulan dari keseluruhan tes menunjukkan adannya peningkatan-kekuatan-otot-tungkai-dari-atlet-angkat-besi Bojonegoro yang signifikan-setelah-diberikan latihan-barbell-back-squat. Kata-kunci: Angkat-Besi, Barbell back squat, Kekuatan-otot-tungkai.
PERBANDINGAN KONDISI FISIK EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET PUTRA DI SMAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO DAN SMAN 1 KOTA MOJOKERTO DITINJAU DARI PRESTASI YANG DIRAIH RACHMAWATIN HIDAYAH, MAULIYA; HERDYANTO, YONNY
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PERBANDINGAN KONDISI FISIK EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET PUTRA DI SMAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO DAN SMAN 1 KOTA MOJOKERTO DITINJAU DARI PRESTASI YANG DIRAIH Nama : Mauliya Rachmawatin Hidayah NIM :15060474048 Program Study :S-1 Jurusan :Pendidikan Kepelatihan Olahrga Fakultas : Fakultas Ilmu Olahraga Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing :Dr. Oce wiriawan, M.Kes Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi adanya perbedaan kondisi fisik yang terfokus pada tingkat daya tahan VO2Max, kecepatan, kelincahan, dan power otot tungkai pada siswa ekstrakurikuler bola basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto. Selain itu sebagai bahan evaluasi antar kedua sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswaekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet terdapat perbedaan dari siswa ekstrakurikuler basket putra SMAN 1 Kota Mojokerto dalam daya tahan VO2Max, kecepatan, power, kelincahan. Ada perbedaan dan rentang rata-rata daya tahan VO2Max antara siswa ekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto sebesar 9.2917 menit. Perbedaan rentang rata-rata kecepatan antara siswaekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto sebesar 3.5 detik. Perbedaan rentang rata-rata power antara siswa ekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto sebesar 4.4816cm. perbedaan dan rentang rata-rata kelincahan antara siswa ekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto sebesar 1.3025detik. perbedaan tingkat kondisi fisik antara Ada perbedaan dan rentang rata-rata powerantara siswaekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto sebesar 4.4816cm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kondisi fisik antara siswa ekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto. Siswa ekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet memiliki tingkat daya tahan VO2Max , power yang lebih baik dari siswa ekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto. Sedangkan siswa ekstrakurikuler basket putra di SMAN Pacet dan SMAN 1 Kota Mojokerto memiliki tingkat daya tahan kecepatan, kelincaahan yang lebih baik dari siswaekstrakurikuler basket putra di SMA Pacet. Kata kunci : Tingkat Daya Tahan Vo2Max, Kecepatan, kelincahan, dan power.
PERBANDINGAN LATIHAN PLYOMETRIC CLAPPING PUSH-UP DAN WALL DIPS TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN DAYA LEDAK OTOT LENGAN PARKATISI PARKOUR SURABAYA FIKRI WISANGGENI, ARASWENDRA; JANUARUMI MARHAENDRA, FRANSISCA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTTHE COMPARISON OF EXERCISE OF PUSH-UP PLYOMETRIC CLAPPING AND WALL DIPS ON ENHANCEMENT OF POWER STRENGTH IN MUSCLE ARM ON PARKOUR PRACTICE SURABAYAName : Araswendra Fikri WisanggeniNIM : 14060474072Program Study : S-1Departement : Sport Education of CoachingFaculty : Sport Sciences of FacultyName of Institute : State University of SurabayaAdvisor : Dr. Fransiska Januarumi M.W, S.Pd, M.Kes. This research is intended to find answers to the formulas that have been made, namely there is support between the Clapping push-up and Wall dips exercises on increasing the strength of the Surabaya parkour arm muscles. The background of the above title is about the lack of explosive power in the future, debating and refuting the body which still has to be questioned. So from that researchers will conduct quasi-quantitative research or can be called a quasi-experimental. The purpose of this study was a pre-test-post-test. The samples taken in this study were about 12 samples and divided into two treatment groups, namely, clapping and wall dips. This sample sharing technique uses ordinal pairing. Care for group division. To start the study, it needs to span 6 weeks. The researcher will begin the pre-test test to measure the initial ability using muscle explosions using ball medicine, then given the license and subsequent post test. Based on the results of the study, it was suggested that the push-up clap group was 39.4 while the dips group was 27.3. The t-test shown shows a significance of 029 which means the difference between Wall dips training and clapping push-ups. From these results it can be concluded that the exercise to increase explosive power is more than the support of clapping exercises rather than wall dips..Keywords: plyometrics, clapping push-up, wall dips, parkour, explosive power arm ABSTRAKPERBANDINGAN LATIHAN PLYOMETRIC CLAPPING PUSH-UP DAN WALL DIPS TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN DAYA LEDAK OTOT LENGAN PADA PRAKTISI PARKOUR SURABAYANama : Araswendra Fikri WisanggeniNIM : 14060474072Program Studi : S-1Jurusan : Pendidikan Kepelatihan OlahragaFakultas : Fakultas Ilmu KeolahragaanNama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : Dr. Fransiska Januarumi M.W, S.Pd, M.Kes.Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban dari rumusan yang telah di buat, yaitu apakah ada pengaruh antara latihan Clapping push-up dan Wall dips terhadap peningkatan kekuatan otot lengan praktisi parkour surabaya. Latar belakang dari judul diatas bahwa kurangnya kekuatan daya ledak otot lengan, terutama pada saat memanjat dan menyanggah tubuh yang masih harus diperhatikan. Maka dari itu peneiliti akan melakukan penelitian kuantitatif eksperimen semu atau bisa disebut quasy experiment. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pre-test - pos-test. Sampel yang dibutuhkan dalam penelitain ini yaitu sekitar 12 sampel dan dibagi menjadi dua kelompok treatment yaitu, clapping push-up dan wall dips. Teknik pembagian sampel ini menggunakan ordinal pairing. Pembagian kelompok treatment. Untuk memulai penelitian membutuhkan rentang 6 minggu. Peneliti akan memulai tahap pre-tes mengukur kemampuan awal daya ledak otot lengan dengan menggunakan medicine ball, kemudian diberi perlakuan dan tahap selanjutnya pos-test. Berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapat peningkatan presentase pada kelompok clapping push-up sebesar 39.4 sedangkan kelompok wall dips sebesar 27.3. Dari uji t yang di peroleh menunjukan nilai signifikansi 029 yang artinya terdapat perbedaan antara pengaruh latihan Wall dips dengan clapping push-up. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa latihan untuk meningkatkan daya ledak lebih disarankan latihan clapping push-up dari pada latihan wall dips.Kata kunci : plyometric, clapping push-up, wall dips, parkour, explosive power lengan.
ANALISIS CEDERA ATLET TAEKWONDO PUSLATDA JAWA TIMUR PUDJA PUTRA, ERDI; SUBAGIO, IRMANTARA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Taekwondo merupakan cabor beladiri asal korea yang mengandalkan pukulan dan tendangan. Taekwondo memiliki teknik pukulan dan tendangan yang berbeda dengan bela diri yang lain. memukul lawan yaitu, menggenggam ( jireugi ), menyabit ( dasar yaitu, menggunakan punggung kaki ( dollyo chigi ) dan tusukan ( ), menggunakan ( dwi chagi), tendangan depan ( ap pisau kaki ( chagi) dan tendangan mencangkul ( merupakan olahraga yang menggunakan k Taekwondo itu sendiri sering terjadi cedera. berlatih dan ketika bertanding. dialami atlet Taekwondo Puslatda Jawa Timur. Penelitian ini belum didasari diketahuinya perkembangan tentang analisis cedera atlet Taekwondo Puslatda Jawa Timur. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan desain peneliti hamstring dan ankle. cedera dikarenakan terjadinya tabrakan pada saat menendang, ruang masasse KONI, dan mengu dengan sangat ketat sesuai program latihan. Kata kunci : has ( chireugi). yeop Memilik Ada 3 teknik i 5 tendang an chagi), tendangan belakang deol chagi). Di Taekwondo sendiri ontak fisik, jadi tidak di ragukan lagi jika di dalam olahraga Banyak sekali atlet Taekwondo yang mengalami cedera ketika Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa sa ja cedera yang an memberikan angket kepada 8 atlet Taekwondo Puslatda Jawa Timur. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini adalah Bagian tubuh yang sering mengalami cedera adalah daerah Waktu saat terjadinya cedera adalah pada saat latihan. Penyebab overtraining sering terjadinya , dan terjadi kesalahan teknik pada saat menendang. Penanganan yang dilakukan ketika cedera adalah melakukan metode R.I.C.E , mengunjungi njungi dokter KONI. Yang dilakukan setelah cedera adalah tetap melakukan latihan rutin sesuai dengan program latihan. PUSLATDA (Pusat Latihan Daerah) merupakan wadah untuk atlet Jawa Timur mengembangkan dan meningkatkan prestasi. Atlet Taekwondo Jawa Timur yang memiliki kemempuan akan dibina dan dilatih Taekwondo, cedera, puslatda Abstract Taekwondo is one of the martial arts sport from Korea that relies on punches and kicks. Taekwondo different punch and kicks techniques than other martial arts. There are 3 techniques of hitting your opponent, namely grasping ( jireugi roundhouse kick ( dollyo chagi ), ), scribbling ( side kick ( y chigi ) and stabbing ( chireugi eop chagi deol chagi ), back kick ( dual chagi ). It has 5 basic kicks that are ), front kick ( ap chagi ) and hoe kick ). Taekwondo itself is a sport that uses physical contact, so there is no doubt that in Taekwondo sports there are often injuries. There are so many Taekwondo athletes who ge t injured while practicing and when competing. The purpose of this study was to find out what injuries were experienced by the Puslatda Taekwondo athletes in East Java. This research has not been based on the knowledge of developments in the analysis of in juries to the Puslatda Taekwondo athletes in East Java. This research method uses a quantitative descriptive research design to give questionnaires to 8 Puslatda Taekwondo athletes in East Java. The results and conclusions of this study are the body parts that are often injured are hamstring and ankle areas. The time when an injury occurs is during exercise. The cause of frequent injuries due to collisions 1Analisis Cedera Atlet Taekwondo Puslatda Jawa Timur was when kicking, overtraining, and technical errors occur when kicking. Handling carried out when injured to carry out the R.I.C.E method, visit the KONI mas sage room, and visit the KONI doctor. Keep doing routine exercises that are in accordance with the training program are things to do after an injury . PUSLATDA (Pusat Latihan Daerah) or Training cente r is a place for East Java athletes to develop and improve their achievements. East Java Taekwondo athletes who have the ability will be fostered and trained very strictly in accordance with the training program. Keywords : Taekwondo, injury, puslatda
ANALISIS STRATEGI DEFENSE TIM BOLABASKET PUTRA INDONESIA VS CHINA PADA ASIAN GAMES 2018 , TANG; SIANTORO, GIGIH
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada pertandingan bolabasket Indonesia Vs China pada Asian games 2018, pemain China berhasil mendapatkan skor sebanyak 98 mengalahkan pemain dari Indonesia yang mendapatkan skor 63. Pemain bolabasket China menggunakan strategi bertahan man-to-man half court, man-to-man full court, dan pertahanan daerah 3-2. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengapa China menggunakan strategi ini untuk melawan Indonesia seperti: tingkat keberhasilan dari masing-masing strategi yang digunakan dan zona lapangan yang dipakai oleh pemain China. Penelitian ini merupakan penelitian analisis notasi untuk mengetahui daerah lapangan atau zona yang sering digunakan oleh tim China saat melakukan defense, strategi defense apa yang digunakan oleh pemain China dan bagaimana tingkat keberhasilan strategi defense yang digunakan oleh Timnas bolabasket putra China dalam pertandingan Indonesia Vs China pada Asian Games 2018. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa jenis defense yang digunakan oleh tim China untuk melawan tim Indonesia adalah man to man half court 84%, man to man full court 14%, dan pertahanan daerah 3-2 1%. Tingkat keberhasilan defense yang dilakukan oleh tim bolabasket putra China adalah 62% berhasil dan zona lapangan 7 adalah lokasi paling banyak menyumbangkan keberhasilan defense tersebut yaitu sebanyak 46%. Kata Kunci: Analisis, Bolabasket, Defense, Notasi, Man-to-man. Abstract In Indonesian Vs China basketball match at the Asian Games 2018, Chinese players got 98 scores defeating Indonesian players who got 63 scores. Chinese basketball players used a defensive man-to-man half court strategy, full court man-to-man, and regional defense 3-2. There are some things that need to be considered why China uses these strategies such as: the success rate of each strategy used and the field zone used by Chinese players. The purposes of this research are to analyze the defensive zone, the kind of defensive strategies, and the success rate of the defensive strategies used by the Chinese national basketball team in the Indonesia Vs China match at the Asian Games 2018. The researcher used notational analysis to analyse the data. The data are presented in a form tables and a brief discription as the representative of the tables. As a result of this study, it was found that the defensive type used by the Chinese team was man to man half court 84%, man to man full court 14%, and regional defense 3-2 1%. The success rate of defense carried out by the Chinese basketball team was 62% in which the 7th field zone was the area that contributed the most to the defense which is 46%. Keywords: Analysis, Basketball, Defense, Notational analysis, Man-to-man

Page 2 of 3 | Total Record : 22