cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Prestasi Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2018)" : 21 Documents clear
PEMBINAAN PRESTASI CABANG OLAHRAGA TENIS JAWA TIMUR RAHMAT TRISNAWAN, GANANG; SUBAGIO, IRMANTARA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembinaan merupakan suatu cara dilakukan oleh beberapa individu untuk mencapai hasil yang terbaik dari berbagai usaha dan atau kegiatan dengan perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. Pembinaan tenis lapangan Jawa Timur pada tingkat junior banyak atlet yang bersaing dengan atlet dari daerah lain hingga bisa berkontribusi pada Seleksi Nasional kelompok umur 14 tahun dan 16 tahun. Selain itu pada kompetisi multievent tingkat senior yaitu PON XIX Jawa Barat, provinsi Jawa Timur meraih peringkat kedua. Salah satu sumbangsih medali berasal dari tim tenis lapangan yang meraih enam emas. Jadi, tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembinaan prestasi tenis di Jawa Timur yang dilihat dari faktor ? faktor pendukung pembinaan dan untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat pembinaan prestasi tenis di Jawa Timur. Berdasarkan hasil penelitian bahwa proses pembinaan prestasi cabang olahraga tenis Jawa Timur termasuk ?Sedang?. Hasil penelitian sebanyak lima faktor yang termasuk ?Sedang? yaitu faktor atlet, pelatih, sarana prasarana, organisasi, dan dana kemudian ada satu faktor yang termasuk ?Kurang? yaitu faktor kalender kompetisi. Kata Kunci : Pembinaan prestasi, faktor ? faktor pembinaan
SRVEI KONDISI FISIK PEMAIN SEPAK BOLA SSB INDONESIA MUDA SURABAYA ( STUDI PADA KELOMPOK UMUR 19 TAHUN ) RIZAL MAULANA, ABU; FARUK, MOHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepakbola SSB Indonesia Muda Surabaya merupakan club sepakbola yang bergerak dalam bidang pembinaan dan pengembangan olahraga sepakbola bagi anak-anak, remaja dan yunior. Sepakbola SSB Indonesia Muda Surabaya sebagai club sepakbola yang bergerak dalam bidang pembinaan wajib memperhatikan kondisi fisik tiap pemain sehingga mereka memiliki kualitas yang baik. Apalagi sarana prasarana, media, dan peralatan yang dimiliki oleh Sepakbola SSB Indonesia Muda Surabaya cukup memadai dan ditambah kurangnya pelatih yang menangani tiap kelompok umurnya. Tentunya akan berdampak pada kualitas kondisi fisik dan prestasi tim. Kondisi fisik tidak didapat dengan instan melainkan melalui latihan dengan program latihan yang terstruktur dengan baik dan dengan bimbingan pelatih yang bagus pula. Prestasi tidak akan terwujud apabila pemain tidak memiliki kondisi fisik dengan tingkat yang baik. Kondisi fisik sangat diperlukan oleh atlet sepakbola agar dapat berprestasi maksimal, sebagai penunjang penguasaan teknik, taktik dan kematangan mental bertanding. Beberapa kondisi fisik yang harus dimiliki seseorang pemain sepakbola adalah daya ledak, kecepatan, kelincahan, dan daya tahan. Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui tingkat kondisi fisik pemain sepakbola SSB Indonesia Muda Surabaya U-19, meliputi daya ledak otot tungkai, kecepatan, kelincahan, dan daya tahan. Subyek penelitian ini adalah 18 pemain sepakbola SSB Indonesia Muda Surabaya U-19. Hasil penelitian: (1) Daya ledak otot tungkai pemain sepakbola SSB Indonesia Muda Surabaya U-19 rata-rata 77,6338889 watt. (2) Kecepatan pemain sepakbola SSB Indonesia Muda Surabaya U-19 rata-rata 3,43 detik. (3) Kelincahan pemain sepakbola SSB Indonesia Muda Surabaya U-19 rata-rata 8,77 detik pada kelincahan kanan sedangkan rata-rata kelincahan kiri 8,82 detik. (4) Daya tahan pemain SSB Indonesia Muda Surabaya U-19 rata-rata 46,28 ml/kg/min. Jadi dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa keadaan kondisi fisik pemain sepakbola SSB Indonesia Muda Surabaya U-19 dalam keadaan baik yakni kecepatan, kelincahan kanan dan kelincahan kiri, sedangkan daya tahan masuk dalam kategori sedang dan daya ledak masuk kategori kurang. Kata Kunci : profil, sepakbola, kondisi fisik
EFEK PEMBERIAN BUAH MERAH PAPUA TERHADAP RECOVERY TUBUH SETELAH LATIHAN FISIK MAKSIMAL PADA OLAHRAGA DEDDI YUSRON NURCHOLIS, MUHAMAD; AGUNG PRAMONO, BAYU
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAktivitas olahraga merupakan suatu kegiatan (olahraga) yang dilakukan dengan maksud dan tujuan terrtentu, yang didalamnya terdapat proses penggunaan energi yang menunjang gerak. Aktivitas olahraga mempunyai beberaapa tujuan antara lain untuk : berprestasi, kesehatan, pariwisata, pertumbuhan, perkembangan, kegembiraan, dan kesenangan. Setiap orang mempunyai tujuan yang berbeda, sehingga aktivitas olahraga yang dilakukan berbeda dalam intensitas, durasi, recovery, dan intervalnya. Masalah dalam penelitian ini adalah proses recovery tubuh setiap atlet berbeda-beda,sehingga perlu adanya strategi nutrisi yang diterapkan, agar proses recovery berjalan dengan maksimal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh buah merah papua terhadap recovery tubuh setelah melakukan aktivitas maksimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif.Dari hasil penelitian, dapat dijelaskan : 1) status hidrasi kedua kelompok sample sebelum diberikan perlakuan dan diberikan tes argo cycle ditemukan bahwa 3 orang sample mengalami hidrasi (H) dan 3 orang sample mengalami dehidrasi ringan (DR). 2) status hidrasi kedua kelompok sample sesudah diberikan perlakuan dan diberikan tes argo cycle ditemukan bahwa 1 orang mengalami dehideasi berat (DR), 3 orang mengalami dehidrasi ringan (DR), dan 2 orang mengalami hidrasi (H). 3) setelah 2 jam dan 4 jam pemberian buah merah, 3 orang sample paada kelompok treatment mengalami hidrasi (H). 4) setelah 2 jam dan 4 jam pemberian tes argo cycle pada kelompok non-treatment 2 orang sample mengalami dehidrasi ringan (DR) dan 1 orang sample mengalami hidrasi (H).Kata Kunci : Buah Merah Papua, Aktivitas Fisik Maksimal, Recovery Tubuh.ABSTRACTSport activities are an activity that had some purpose, which is need energy to support a mobement of te body. There are some pupose on sport activities such as : healthyness, tourism, to grown, to developt and happines. Most of the people had a different purpose between each other, the differentiation in sport activities can be found on body intencity, duration, recovery, and interval. The problem in this research is body recovery , because most of the athlete had different process to recovery their body. In order to solve that problem, there are nutrition strategy which is apply to make a body recovery process working in maximum way.The purpose of this research is to know the effect of papuan red fruit on body recovery after doing the maximum activity. This study using a kuantitatif method and descriptive method.From this research result, can be find out that : 1) the hydration status of two sample grous before recieving argo cycle the researcher found that three people suffering a hydration and three other people suffering dehydration. 2) the hydration status of two sample group after recieving argo cycle one of the sample suffering a heavy dehidration, three people suffering mild dehidration and two people suffering hidration. 3) after giving papuan red fruit in 2 until 4 hour, three sample people in treatment group suffering hydration. 4) after giving argo cycle test in 2 until 4 hour two sample people from non-treatment group suffering a mild dehydration and the otherone suffering hydration.Keyword : Red Fruit Papua, Maximal Physical Activity, Body Recovery.
PEMBINAAN ATLET PENCAK SILAT PADA PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN PELAJAR (PPLP) JAWA TIMUR NUR MAHFUDIN, YAYAN; SUBAGIO, IRMANTARA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada tahun 2017 pengurus Dispora Jawa Timur telah memutuskan diadakan suatu pembinaan atlet pencak silat di usia pelajar yakni Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar, yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi pada cabang olahraga pencak silat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pembinaan atlet yang berlatih di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar yang dilihat dari gambaran pelatih yang melatih dan keadaan atlet yang berlatih. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriftif, yaitu dengan membagikan instrument berupa angket yang sudah divalidasi dan diujicobakan di tempat lain. Sumber dalam penelitian ini yakni atlet dan pelatih Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Cabang Olahraga Pencak Silat Jawa Timur yang dipusatkan pada Padepokan Pencak Silat Pandaan Pasuruan. Penelitian sebenarnya dilakukan di Pasuruan, peneliti menujicobakan di Padepokan Pencak Silat Persinas ASAD Kota Surabaya yang berada di Jalan Bronggalan Sawah No. 11 Surabaya. Dengan metode penyebaran angket kepada seluruh responden ujicoba, peneliti menggunkan 12 orang sebagai responden uji coba angket yaitu 3 pelatih dan 9 atlet. Hasil uji coba penelitian ini, yakni uji validitas dari 51 soal tertinggal 42 soal yang reable dan uji reliabilitas menggunakan rumus split-half dengan hasil 0,896 yang berarti reliabilitas sangat tinggi, peneliti menggunkan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics.Penelitian dilakukan dengan jumlah responden 14 orang yang terdiri dari 1 pelatih dan 13 atlet. Dari hasil analisis penelitian ini menunjukkan 57 % yang berarti kategori sedang dilihat dari faktor pelatih dan 43 % yang berarti kategori sedang dilihat dari faktor atlet. Jika dirata-rata menurut kedua faktor maka mendapatkan hasil 57 % yang berarti dalam kategori sedang. Pembinaan atlet yang berada di Pasuruan ini dibawah naungan Dispora yang diresmikan pada tahun 2017 dengan diputuskan 4 pelatih yang sudah memiliki keahlian dibidang pencak silat. Setiap pelatih memiliki kelebihan masing-masing dalam membina atlet di PPLP ini, selain itu kerjasama dalam melatih dilakukan dengan baik. Perekrutan atlet dilakukan dengan metode pantauan dan dilihat dari prestasi tertinggi, setelah itu akan diuji coba dan dilakukan test di Padepokan. Program latihan yang diberikan sudah tersusun dengan baik dan dilaksanakan oleh pelatih dan dilakukan oleh atlet dengan baik. Selain itu sarana dan prasarana yang menunjang latihan sudah bisa dikatakan lengkap dan dalam keadaan baik, dengan semua hal yang menunjang prestasi yang ditorehkan dalam pembinaan ini juga dapat dikatakan berhasil karena sudah banyak atlet yang juara dalam ajang nasional seperti POPNAS 2017 dan dievent Internasional seperti Juara 2 di Asean Word Camphions. Kata kunci : Pembinaan, Pusat Pendidikan dan latihan Pelajar, Pencak Silat, Atlet, Pelatih ABSTRACT In 2017 the administrators of East Java Dispora have decided to hold a training for martial arts athletes in the student age, namely the Regional Student Education and Training Center, which aims to improve the achievements of the martial arts sport. This study aims to find out the description of the training of athletes who practice at the Regional Student Education and Training Center which is seen from the trainers training picture and the condition of the athletes who train. This type of research is quantitative research with descriptive approach, which is by distributing instruments in the form of questionnaires that have been validated and tested in other places. Sources in this study were athletes and trainers of the Regional Student Education and Training Center for the Sports Branch of East Java Pencak Silat which were centered on Padepokan Pencak Silat Pandaan Pasuruan. Actual research was carried out in Pasuruan, researchers tried out in Padepokan Pencak Silat Persinas ASAD Surabaya City located at Jalan Bronggalan Sawah No. 11 Surabaya. With the questionnaire distribution method to all test respondents, the researchers used 12 people as respondents to the questionnaire trial, namely 3 trainers and 9 athletes. The results of this research trial, namely the validity of 51 questions left behind 42 questions that are reable and reliability test using the formula of split-half with the results of 0.896 which means very high reliability, researchers use the help of IBM SPSS Statistics application. The study was conducted with a total of 14 respondents consisting of 1 coach and 13 athletes. From the results of the analysis, this study shows 57% which means that the medium category is seen from the trainer factor and 43% which means that the medium category is seen from the athletes factor. If it is averaged according to the two factors, it will get a result of 57% which means in the medium category. The training of athletes in Pasuruan is under the auspices of Dispora which was inaugurated in 2017 with 4 trainers who have expertise in the field of martial arts. Each coach has their own strengths in fostering athletes in this PPLP, besides that cooperation in training is well done. The recruitment of athletes is carried out by monitoring methods and seen from the highest achievement, after that it will be tested and tested in Padepokan. The training program provided is well organized and carried out by the trainer and carried out by the athlete well. Besides that the facilities and infrastructure that support the training can be said to be complete and in good condition, with all the things that support the achievements inscribed in this coaching can also be said to be successful because there are many athletes who won in national events such as POPNAS 2017 and International dievents such as 2nd Place in Asean Word Camphions. Keywords: Coaching, Student Education and training center, Pencak Silat, Athlete, Coach
STATISTIK PENJAGA GAWANG MEMAINKAN BOLA DENGAN KAKI (PASSING) DAN TANGAN DALAM PERTANDINGAN SEPAKBOLA SETYO PRIAMBODO, DANANG; FARUK, MOHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Posisi penjaga gawang adalah posisi yang sangat vital dalam permainan sepakbola. Penjaga gawang bertugas mengamankan bola yang akan masuk ke dalam gawangnya dengan tangan atau bagian tubuh lainnya dengan cara apapun, sehingga bola tidak dapat masuk ke dalam gawangnya. Pada era sepakbola modern saat ini, tugas penjaga gawang bukan hanya untuk menghalau bola yang akan masuk kegawangnya saja, tetapi penjaga gawang juga ikut dalam permainan tim untuk menyerang ke pertahanan lawan. Jadi tim juga bias membangun serangan dari belakang dengan melibatkan penjaga gawang. Skema ini sudah banyak digunakan oleh para pelatih top dunia agar bias menguasai permainan sehingga bias memenangkan pertandingan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa banyak passing dan penyelamatan yang dapat dilakukan oleh penjaga gawang pada suatu pertandingan, presentase kesuksesan passing, dan juga perbandingan antara keduanya. Untuk penelitian ini peneliti mengambil data dari beberapa tim professional sepakbola yang mengikuti Liga 1 Indonesia yaitu Persela Lamongan, Persebaya Surabaya, Arema Malang, Bali United dan Madura United. Dari data hasil analisis yang didapatkan oleh peneliti pada 5 tim yang ikut Liga 1 Indonesia, diketahui bahwa jumlah keseluruhan passing dari tim yang diambil datanya oleh peneliti adalah sebanyak 311 kali passing dari 20 pertandingan yang diambil oleh peneliti. Untuk presentase kesuksesan passing sendiri, dari data hasil analisis yang didapatkan oleh peneliti pada 5 tim yang ikut Liga 1 Indonesia, diketahui bahwa penjaga gawang tim Persela Lamongan melakukan passing sukses sebesar 65,3%, penjaga gawang tim Persebaya Surabaya melakukan passing sukses sebesar 63,4%, penjaga gawang tim Arema Malang melakukan passing sukses sebesar 57,1%, penjaga gawang tim Bali United melakukan passing sukses sebesar 72,7%, dan penjaga gawang tim Madura United melakukan passing sukses sebesar 67,9%. Dari data hasil analisis yang didapatkan oleh peneliti dari 5 tim yang ikut Liga 1 Indonesia, diketahui bahwa penjaga gawang tim Persela Lamongan bermain dengan kaki dan tangan yaitu 54 : 65. Penjaga gawang tim Persebaya Surabaya bermain dengan kaki dan tangan yaitu 80 : 59. Penjaga gawang tim Arema Malang bermain dengan kaki dan tangan yaitu 58 : 61. Penjaga gawang tim Bali United bermain dengan kaki dan tangan yaitu 57 : 61. Penjaga gawang tim Madura United bermain dengan kaki dan tangan yaitu 62 : 36. Untuk perbandingan seluruh tim yaitu 311 : 211 berarti penjaga gawang lebih banyak bermain dengan kaki daripada dengan tangan. Kata Kunci :Passing, Penjaga Gawang, Penyelamatan
PERBANDINGAN VO2MAX DAN IMT PADA KARATE USIA PEMULA ANTARA PERGURUAN INKAI YMCA DAN INKANAS ZIDAM KOTA SURABAYA DEBY ARIYANTO, MARTHA; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji dan mencari jawaban dari rumusan masalah yang telah dirumuskan, yaitu (1) berapa rata-rata Vo2max atlet karate INKAI YMCA dan INKANAS ZIDAM?, (2) berapa rata-rata IMT atlet karate INKAI YMCA dan INKANAS ZIDAM?, (3) berapa perandingan tingkat vo2max atlet INKAI YMCA dan INKANAS ZIDAM?, (4) berapa perbandingan IMT atlet INKAI YMCA dan INKANAS ZIDAM? Metode penelitian ini aalah kuantitatif dalam pendekatan deskriptif sasaran peneitian ini adalah 7 siswa INKAI YMCA dan INKANAS ZIDAM Kota Surabaya kategori usia 11-13 Tahun. Teknik pengumpuan data menggunakan tes MFT untuk mengetahui VO2max pada setiap siswa, dan pengukuran tinggi badan serta berat badan untuk mengetahui IMT pada setiap siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa INKAI YMCA memiliki rata-rata VO2Max 37,55 dan INKANAS ZIDAM 40,78. Hasil ini menunjukkan jika siswa INKANAS ZIDAM mempunyai rata-rata VO2Max lebih baik daripada INKAI YMCA. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata IMT untuk siswa INKAI YMCA yaitu sebesar 16,62 dan siswa INKANAS ZIDAM 17,04. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa IMT INKANAS ZIDAM memiliki rata-rata yang lebih baik dari INKAI YMCA. Hasil perhitunga persentase VO2max pada siswa INKAI YMCA yang tergolong kategori baik sebesar 14,30% dengan frekuensi, katagori normal 42,85% dengan frekuensi 3 dan kategori kurang 42,85% dengan ketegori 3. Sedangkan pada perhitungan persentase VO2Max siswa INKANAS ZIDAM yang tergolong kategori baik yang sebesar 14,30% dengan frekuensi 1, kategori normal 42,85% frekuensi 3, kategori kurang 42,85% dengan frekuensi 3 pada perhitungan persentase IMT untuk siswa INKAI YMCA yang tergolong kategori normal 14,30% dengan frekuensi 1 dan kategori kurang 85,70% dengan frekuensi 6. Sedangkan pada perhitungan persentase IMT siswa INKANAS ZIDAM yang tergolong kategori normal 14,30% dengan frekuensi 1, kategori kurang 85,70% dengan frekuensi 6. Hasil pengolahan data penelitian yang telah dilakukan, maka VO2Max INKANAS ZIDAM memiliki kondisi daya tahan paru lebih baik dari INKAI YMCA dikarenakan rata-rata yag diperoleh lebih besar yaitu 40,78 milik INKANAS ZIDAM berbanding 37,55 milik INKAI YMCA. Sedngkan hasil pengolahan data penelitian pada IMT, maka siswa INKANAS ZIDAM memiliki kondisi indeks massa tubuh yang lebih daripada INKAI YMCA dikarenakan rata-rata yang diperoleh lebih besar yaitu 17,04 milik INKANAS ZIDAM berbanding 16,62 milik INKAI YMCA. Kata Kunci: Perbandingan VO2Max, IMT.
FAKTOR-FAKTOR PENURUNAN PRESTASI PERSEGRES GRESIK UNITED CHOLISON ABDUH AL ASYFAHAMI, ACHMAD; HAFIDZ, ABDUL
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah Faktor - Faktor Penurunan Prestasi Persegres Gresik United yang saat itu mengalami penurunan prestasi yang tidak stabil. Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara dan survey yang diperoleh dari manajemen,eks pelatih,eks pemain, dan suporter kemudian data dianalisis menggunakan metode deskriptif. Manajemen adalah hal non tekhnis yang sangat penting dalam menjalankan suatu organisasi sepakbola. Karena, sebagai pengatur semua yang ada dalam suatu tim, antara lain : pendanaan, sponsorship, Rekrutmen Pemain dan penyediaan sarana pra sarana. Sehingga, dari hal tersebut terjadi hal yang saling berkaitan dalam tercapainya suatu prestasi dalam sepakbola profesional. Dalam penelitian ini akan dibahas suatu faktor yang mengakibatkan menurunya suatu prestasi sepakbola profesional di tim Persegres Gresik United. Dari hasil penelitian menyebutkan bahwasanya faktor yang paling dominan adalah kurangnya ketersedian dana yang masuk kedalam manajemen. Manajemen hanya mengandalkan subsidi PT.LIB , penjualan tiket dan dari 3 sponsor. Sponsor itupun tidak memberikan suatu fresh money, melainkan berupa barang. Sehingga, dari hal tersebut berdampak pada semua aspek yang lainnya, antara lain : tidak tercapainya kesejahteraan pemain, tidak harmonis, dan terdegradasinya Persegres Gresik United dari Liga 1 Gojek Traveloka 2017. Kata kunci : Penurunan Prestasi, Manajemen, Persegres Gresik United.
PROFIL PELATIH EKSTRAKURIKULER FUTSAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI GRESIK MAKHMUDI, ALI; AGUS PRIANTO, DAVID
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Olahraga futsal biasanya dijadikan sebagai pembelajaran di luar mata pelajaran sekolah yang disebut ekstrakurikuler yang berguna sebagai wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi bakat di dalam dirinya untuk mencapai prestasi dan pelatih sebagai jembatan untuk mencapai prestasi yang dicapai. Pelatih dituntut untuk dapat memberikan yang terbaik untuk tim, maka dari itu pelatih yang baik seharusnya memiliki keilmuan atau latar belakang yang sesuai dalam cabang olahraga yang ditekuninya, baik cara melatih ataupun strategi untuk menghasilkan sebuah prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pelatih ekstrakurikuler futsal Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Gresik yang menjuarai kejuaraan futsal ?JUSTFIX? di SMA Negeri 1 Cerme pada tahun 2014-2017 meliputi juara 1, 2 dan 3. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif menggunakan angket dan wawancara. Uji coba terbatas dilakukan pada 11 pelatih futsal SMP di Gresik. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian dari beberapa faktor yang digunakan untuk mengambarkan profil pelatih ekstrakurikuler futsal dengan persentase tertinggi adalah (1) tingkat pendidikan tertinggi 72,7% dari S1 Olahraga, (2) lisensi pelatih 0% tidak ada lisensi pelatih, (3) lama melatih 54,5% melatih > 6 tahun, (4) kejuaraan yang pernah diikuti 63,6% mengikuti tingkat kabupaten, (5) jumlah kejuaraan 72,7% 1-4 kali, (6) prestasi atlet yang dilatih 63,6% tingkat kabupaten, (7) juara yang pernah diperoleh 3 tahun terakhir 37% juara II, (8) anak latih 34,4% kelas 7 dan 8, (9) prestasi pelatih (sebagai pemain/atlet) 69,2% tingkat kabupaten dan prestasi pelatih (sebagai pelatih) 53,8% tingkat kabupaten, (10) kategori yang dilatih 78,5% melatih putra, (11) program latihan 53,8% menggunakan program latihan harian. Persentase yang paling tinggi dari keseluruhan pernyataan yaitu kategori yang dilatih. Sedangkan persentase yang paling rendah yaitu lisensi pelatih. Kata Kunci : Profil, Pelatih, Ekstrakurikuler, Futsal. ABSTRACK Futsal is usually used as a learning outside school subjects are called extracurricular useful as a forum for students to develop the potential talent within him to achieve the feat and the coach as a bridge to achieve the achievements. Coaches are required to provide the best for the team, and therefore a good coach should have a scientific or appropriate background in the sport practiced, either by training or strategy for generating an achievement. This study aims to determine the profile of futsal extracurricular coach Junior High School (SMP) in Gresik, who won the championship futsal "JUSTFIX" SMAN 1 Cerme in 2014-2017 include champion of 1, 2 and 3. The method used in this research is descriptive quantitative method using questionnaires and interviews. Limited trials were conducted on 11 futsal junior high school coaches in Gresik. Data were analyzed by descriptive quantitative. The research result of several factors used to portray profile coach extracurricular futsal with the highest percentage is (1) the highest educational level 72,7% of the S1 Sport, (2) licensed coaches 0% no license coach, (3) long train 54,5% train> 6 years, (4) championships have been followed 63,6% following the district level, (5) the number of championships 72,7% 1-4 time, (6) the achievements of athletes who trained 63,6% of the district, (7) champion ever obtained last 3 years 37% title II, (8) children trained 34,4% of grade 7 and 8 (9) achievement of the coach (as a player / athlete) 69,2% of the district and achievement trainer (coach) 58,3% of the district level, (10) categories were trained 78,5% trained men, (11) the exercise program 53,8% use a daily exercise program. The highest percentage of all statements is the category that is trained. While the lowest percentage is the trainer?s license. Keywords: Profile, Coach, Extracurricular, Futsal
PENGARUH LATIHAN MAN TO MAN OVERHEAD SERVE DAN SINGLE OVERHEAD SERVE TERHADAP HASIL KETEPATAN SERVIS ATAS BOLAVOLI DI KLUB NANGGALA SURABAYA RIZKY JAMALUDDIN KAFIE, MOHAMMAD; , MUHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan karena sering terjadi kesalahan ketika melakukan servis dan latihan servis sering juga dihiraukan oleh para pelatih dan hanya disisipkan ke sela-sela akan melakukan permainan saja, sehingga pukulan servis tidak akurat dan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan man to man overhead serve dan single overhead serve terhadap hasil ketepatan servis atas bolavoli di klub bolavoli nanggala Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah experiment dengan metode pretest-posttest grub design. Penelitian ini terdapat dua kelompok yaitu kelompok experiment I man to man overhead serve dan experiment II single overhead serve kedua kelompok diberikan perlakuan (treatment). Perlakuan yang diberikan peneliti sebanyak 16 kali pertemuan dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu. Populasi penelitian atlet bolavoli putra klub nanggala Surabaya berusia 13-16 tahun berjumlah 20 orang. Hasil analisis yang diperoleh yaitu: 1) hasil pretest dan posttest kelompok experimen 1 di proleh t hitung (4,881) > t tabel (2,100) hasil pretest dan posttest kelompok experimen II diperoleh thitung (3,769) < ttabel (2,100) experimen I man to man selisih peningkatan antara pretest dan posttest lebih tinggi 1,075. sedangkan pada latihan single overhead serve kenaikan selisih antara pretest dan posttest hanya 1,034. Kata Kunci : Kata Kunci : Bolavoli , Man To Man Overhead Serve, Single Overhead Serve, Ketepatan Servis Atas ABSTRACK This research was done because of frequent errors when serving and servicing exercise often ignored by trainers and simply inserted into the sidelines will do the game, so that a serve is inaccurate and maximum. This study aims to determine the effect of man to man exercise and single overhead overhead serve on the results accuracy servicing serve on Nanggala volleyball club volleyball in Surabaya. This type of research used in this research is experiment with methods of pretest-posttest design grub. This research there are two groups of experiment I serve man to man overhead and experiment II single overhead serve both groups were given treatment (treatment). Treatment given researchers much as 16 times with a frequency of 3 times a week. The study population son of club volleyball athletes aged 13-16 years Nanggala Surabaya numbered 20 people. The results of the analysis are: 1) the results of pretest and posttest experimental group 1 in t hitung (4.881)> t table (2,100) pretest and posttest results of the second experiment group obtained t hitung (3,769) < t table(2,100) experiment is the first man to man difference between pretest and posttest increase the higher of 1.075. whereas in practice serve single overhead rise in the difference between pretest and posttest only 1.034. The conclusions of this study were 1) no exercise influence man to man overhead serve to accuracy as a service over Nanggala club volleyball in Surabaya. 2) there is a single overhead exercise influence on the results of accuracy servicing serve on Nanggala club volleyball in Surabaya. 3) practice man to man overhead serve larger impact than single overhead exercises serve on the results of the accuracy of the service on. Keywords: Volleyball, Man To Man Overhead Serve, Single Overhead Serve, Accuracy Up Service
KAJIAN PROGRAM PEMBINAAN FUTSAL BINTANG TIMUR SURABAYA (BTS)U-20 PRADITYA ARMAND, BAGAS; FARUK, MOHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Futsal merupakan olahraga beregu yang cepat dan dinamis dengan passing yang akurat yang memungkinkan terjadinya banyak gol.Permainan futsal lebih familiar dikenal dengan sepakbola yang diminikan. Permainan futsal memang identik dengan lapangan yang lebih kecil dan dimainkan dengan pemain yang jumlahnya lebih sedikit atau separuh dari pemain sepakbola. Olahrga futsal perlu diterapkan nya sebuah pembinaan karena pembinaan itu harus dilakukan secara terpadu, berjenjang, dan berkelanjutan. Pembinaan adalah suatu usaha, tindakan, dan kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna berhasil guna untuk memperoleh hasil yang lebih baik.Pembinaan merupakan faktor yang berperan penting dalam dunia olahraga khususnya futsal. Pembinaan olahraga futsal perlu dilakukan sedini mungkin melalui pencarian dan pemandu bakat, pembibitan, pendidikan dan pelatihan olahraga yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi secara efektif dan efisien, karena berkembang tidaknya olahraga itu tergantung pada pembinaan olahraga itu sendiri. Pembinaan olahraga seorang atlet tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui berbagai proses dan tahapan dalam kurun waktu tertentu. Jawa Timur mempunyai pembinaan yang dikembangkan dalam sebuah akademi yang bertujuan untuk penerapan pembinaan yang lebih berkesinambungan dan terpadu serta sebagai solusi atas kurang efektifnya sistem pembinaan pemain muda di Indonesia selama ini.Jawa Timur mempunyai beberapa akademi klub futsal profesional dan salah satunya adalah akademi BTS (Bintang Timur Surabaya). Akademi ini juga biasanya dipersiapkan untuk liga futsal U-20 dan untuk bibit-bibit futsal agar kelak bisa bermain di Bintang Timur Surabaya senior atau tim lain dalam Liga Futsal Profesional Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tentang pembinaan yang ada di akademi Bintang Timur Surabaya(BTS), yang meliputi beberapa aspek seperti aspek prestasi, program latihan, dan sarana prasaran.Pada penelitian ini peneliti mengumpilkan sumber data yaitu berupa kata-kata, tindakan objek yang diamati, sumber data tertulis, dan dokumentasi dari para pelatih di akademi BTS. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Bintang Timur Surabaya menerapkan program latihan yang mengacu pada panduan LTPD (Long Term Player Development) namun hal ini dinilai kurang efektif untuk diterapkan pada Bintang Timur Surabaya U-20 karena pembinaan LTPD adalah model pembiaan atlet jangka panjang, sedangkan Bintang Timur Surabaya hanya memiliki tim futsal U-20, sebaiknya Bintang Timur Surabaya menerapkan program latihan umum Jossef Nossek dan metode (HIT) High Intensity Interval Training dan Circuit Training hal tersebut dinilai lebih efektif untuk diterapkan kepada atlet Bintang Timur Surabaya U-20.

Page 2 of 3 | Total Record : 21